Tanpa Sadar, Manusia Berisiko Telan 5 Gram Mikroplastik Tiap Minggu

Reporter Tubagus Muhamad Bintang Lazuardi; Editor Latifahtul Jannah

Webinar “Mengenal Mikroplastik dan Dampaknya pada Lingkungan dan Kesehatan”. (Tubagus Muhamad Bintang Lazuardi/DNKTV UIN Jakarta)

Mikroplastik saat ini menjadi isu yang harus segera ditangani di Indonesia. Potongan plastik menjadi ancaman bagi kesehatan maupun lingkungan. Laporan yang diterbitkan oleh World Wildlife Fund International, tanpa disadari setiap orang berisiko menelan sekitar 5 gram plastik per minggunya.

Permasalahan mikroplastik ini di bahas pada webinar dengan tema “Mengenal Mikroplastik dan Dampaknya pada Lingkungan dan Kesehatan” pada Kamis, (16/6) secara daring melalui Zoom Cloud Meeting.

Peneliti mikroplastik Universitas Katolik Soegijapranata, Inneke Hantoro mengatakan “Mikroplastik ialah substansi padat bentuknya tidak beraturan atau bentuknya regular, kemudian ukuran partikelnya dimulai dari 1 mikrometer sampai 5 milimeter.”

Mikroplastik sendiri memiliki 2 jenis yaitu, mikro primer dan mikro sekunder. Mikro primer yang diproduksi langsung untuk produk tertentu yang dipakai manusia seperti sabun, detergen, kosmetik, dan pakaian. Sedangkan mikro sekunder yang berasal dari penguraian sampah plastik di lautan. Kedua jenis mikroplastik ini dapat bertahan di lingkungan dalam waktu yang lama.

“Masalah pada mikroplastik sendiri ialah persebarannya ada dimana-mana seperti udara, air, tanah, sedimen, dan bahan-bahan pangan yang dikonsumsi,” tambah Inneke.

View 
LLPH_Ammar 
X LLPH_Ammar Luthfi % Fidelis AJI Jakarta 
A zainal 
Inneke 
% Inneke Hantoro. Unika 
eka chlara budi„. 
% eka chlara budiarti 
Kadir Sabilu 
% Kadir Sabilu 
Recording 
on YouTube 
Start Video 
KONDISI SAMPAH INDONESIA 
22% 
DUMPEDTO 
WATERWAYS 
RCYCLE 
48% 
OPEN BURNING 
unmute 
106 
Participants 
LANDFILLS 
Share Screen 
POTENSI PENYEBARAN 
MIKROPLASTIK TINGGI 
Reactions
Kondisi sampah Indonesia. (Tubagus Muhamad Bintang Lazuardi/DNKTV UIN Jakarta)

Persebaran mikroplastik dapat dikatakan tinggi, 48% dari pembakaran terbuka, 22% dari saluran air, 20% dari tempat pembuangan sampah, dan 10% dari daur ulang.

Mikroplastik juga dapat masuk ke tubuh manusia melalui 3 cara, pertama pencernaan seperti makanan yang dimakan sehari-hari namun sudah terkontaminasi. Kedua, saluran pernafasan seperti melalui debu yang ada di udara atau bisa juga dari baju yang dibuat dari serat sintetis atau plastik. Ketiga, melalui kulit yang seperti pakaian kita sehari-hari yang terbuat dari serat sintetis.

Tentu mikroplastik yang masuk ke dalam tubuh manusia dapat menimbulkan dampak negatif seperti kerusakan pada sel, menyebabkan reaksi alergi, gangguan hormon, kanker, gangguan metabolisme, dan memengaruhi perkembangan janin.

Maka dari itu, hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi bahaya mikroplastik secara signifikan ialah dengan mengurangi penggunaan kemasan plastik pada makanan maupun minuman. Jika perlu, pilihlah wadah yang dapat digunakan kembali untuk mendukung kebijakan yang membatasi penggunaan plastik sekali pakai. Kemudian meminimalkan debu rumah tangga.

Dikutip dari The Washington Post, debu rumah tangga umumnya mengandung berbagai partikel dan bahan kimia, termasuk phthalate, polyfluoroalkyl, dan fire retardant yang termasuk dalam golongan mikroplastik. Berbagai partikel tersebut apabila tidak dibersihkan dengan benar maka akan dapat meningkatkan risiko terpapar oleh mikroplastik. Oleh sebab itu, pastikan untuk selalu membersihkan debu secara teratur dengan cara menyedot menggunakan vacuum cleaner.

Tak kalah penting, saat menggunaan kemasan plastik pada makanan maupun minuman akan sangat berbahaya pada kondisi tertentu atau saat dipanaskan. Bahan kimia yang terkandung pada plastik dapat larut pada makanan. Oleh sebab itu, pastikan untuk mengeluarkan makanan dari kemasan plastik sebelum memanaskannya menggunakan microwave.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.