Vaksin Covid-19 Diizinkan untuk Anak, Bagaimana Kejelasannya?

Vaksin Covid-19 Diizinkan untuk Anak, Bagaimana Kejelasannya?

Reporter Salsabila Saphira; Editor Aulia Gusma Hendra dan Nur Arisyah Syafani

Ilustrasi vaksin pada anak

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersyukur Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan pengguna izin darurat atau emergency use of authorization (EUA) untuk vaksin Sinovac yang digunakan pada anak-anak. Kini, anak usia 12-17 tahun di Indonesia pun sudah bisa melakukan vaksinasi Covid-19.

Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman Pulungan membenarkan adanya surat Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) terkait pemberian emergency use authorization (EUA)  vaksin bagi anak-anak dan remaja.

Seperti yang diketahui bahwa, Media Lawan Covid-19 mengingatkan potensi ancaman penularan varian-varian baru Covid-19 terhadap kelompok usia (0-18 tahun). Hal ini mendapat perhatian sangat serius dari para orang tua, tenaga pendidik, dan juga kalangan remaja.

 Salah satu siswa SMP Negeri Banjarbaru Kalimantan Selatan Syerlinn Aurelia Setianto mengatakan sangat setuju dengan adanya vaksinasi untuk anak tersebut. Dirinya mengaku siap untuk di vaksin.

” Vaksin itu sesuatu yang sangat diperlukan, mengingat kondisi saat ini. Apalagi anak-anak usia seperti saya, juga pastinya membutuhkan vaksin. Jika vaksin untuk anak sudah terealisasikan, saya siap untuk divaksin” ujar Syerlinn saat diwawancarai oleh Tim DNK TV Selasa (29/6).

Sherlynn menambahkan dengan adanya vaksinasi untuk anak ini, dirinya berharap wacana sekolah tatap muka akan segera terealisasikan.

Dalam vaksinasi anak ini,  tentu tidak terlepas dari persetujuan dan pengawasan orang tua. Salah satu orang tua, Ririn mengatakan vaksinasi anak ini bisa menjadi cara untuk pencegahan Covid-19.

“Untuk yang terpenting, saya sebagai ibu atau orang tua yang mempunyai anak, saya berharap vaksinasi ini sudah di uji klinis dan terjamin untuk imun anak, dan yang terpenting efek sampingnya ga ada dan fungsi utamanya mencegah penyebaran virus. Dengan begitu vaksin dapat melindungi anak-anak dari risiko terpapar. Terlebih, ketika pembelajaran tatap mula digelar, tubuh anak dapat lebih kuat melawan Covid-19” Ungkapnya.

Pada konferensi pers Direktur Peringatan Dini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Afrial Rosya menyatakan bahwa vaksinasi pada anak telah dimulai sejak Senin (28/6) bertepatan dengan Hari Keluarga Nasional, yang dilakukan oleh para bidan sebagai strategi dari Kemenkes dan Pulau Jawa akan menjadi prioritas.

Kasus Covid-19 Melonjak, Urgensi Segera Vaksin?

Kasus Covid-19 Melonjak, Urgensi Segera Vaksin?

Reporter Jenni Rosmi Aryanti; Editor Taufik Akbar Harefa dan Elsa Azzahraita

Ilustrasi vaksin Covid-19

Gelombang kedua pandemi Covid-19 tengah terjadi di Indonesia. Hal ini terjadi karena adanya kenaikan kasus dalam beberapa waktu terakhir. Penambahan kasus terkonfirmasi positif per Selasa (29/6) sebanyak 20.467, dengan demikian total kasus yang terjadi di Indonesia sebanyak 2,16 juta dengan 1,87 juta sembuh dan 58.024 meninggal dunia.

Dengan lonjakan angka positif tersebut,  pemerintah terus mengingatkan masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker dua lapis serta melakukan vaksinasi yang dapat mengendalikan laju  penyebaran Covid-19. Masyarakat juga dianjurkan untuk segera lakukan vaksinasi dengan mendaftarkan diri ke pusat kesehatan terdekat jika tidak mendapat undangan vaksinasi.

Di Indonesia, vaksinasi sudah mulai dilakukan sejak awal tahun 2021. Namun, sebagian masyarakat masih ragu untuk memilih dan melakukan vaksin karena khawatir akan efek samping dari vaksin tersebut. Sehingga masyarakat lebih memilih untuk menunggu atau menunda melakukan vaksin. Terlebih sempat beredar kabar efek samping dari salah satu jenis vaksin.

Mengutip dari Kompas.com, Praktisi Kesehatan dr. Andi Khomeini Takdir, SpPD mengimbau agar masyarakat tak menunda lakukan vaksinasi.

“Begitu ada undangan vaksinasi, gunakanlah. Jangan menunggu vaksin A, vaksin B, karena vaksin terbaik yang ada sekarang adalah vaksin yang tersedia,” ujarnya.

Salah satu penerima vaksin jenis Sinovac, Risnawati mengaku dirinya sempat ragu untuk melakukan vaksin karena khawatir akan efek sampingnya.

“Saya vaksin karena diwajibkan di kantor, waktu itu vaksin yang digunakan Sinovac. Awalnya ragu, tapi karena diwajibkan saya coba untuk vaksin. Setelah vaksin saya merasa limbung tapi tidak lama,” ungkap Risna kepada tim DNK TV.

Kegiatan Vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit St. Carolus, Jakarta Pusat
Sumber: Dinkes.go.id

Risna mengatakan efek samping yang dirasakan tiap rekannya berbeda. Mulai dari pusing hingga sakit badan. Namun tidak semua mengalami efek samping setelah melakukan vaksin.

Pemerintah terus menggencarkan vaksinasi kepada masyarakat agar memenuhi target. Untuk masyarakat yang sudah melakukan vaksinasi, tentu harus tetap menerapkan protokol kesehatan. Hal ini karena sejatinya vaksin tidak dapat mencegah kita tertular dan terkena virus, namun vaksin dapat membantu mengurangi kemungkinan seseorang terkena virus.

Muncul Varian Baru Corona B117, Kemenkes: Belum Jamin Efektivitas Vaksin

Muncul Varian Baru Corona B117, Kemenkes: Belum Jamin Efektivitas Vaksin

Reporter: Amalia Riskiyanti; Editor Redaksi: Elsa Azzahraita

Muncul Varian Baru Corona B117 di Indonesia

Genap setahun pandemi Covid-19 di Indonesia, muncul varian baru virus Corona B117 yang merupakan  bentuk mutasi dari virus Covid-19. Total ada 23 jenis mutasi dari virus ini dan akan terus berkembang. Virus corona B117 memiliki karakteristik yang lebih kuat dibanding dengan Covid-19. Bahkan jenis varian ini sebelumnya disebut-sebut lebih menular 40-70%.

Virus corona B117 pertama kali muncul di Inggris pada September 2020. Kini, virus tersebut telah masuk ke Indonesia setelah Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengungkap ada 2 kasus varian baru Corona B117 yang terdeteksi di Indonesia.

“Kalau satu tahun yang lalu kita menemukan kasus 01 dan 02 COVID-19, tadi malam saya mendapatkan informasi bahwa tepat satu tahun hari ini, kita menemukan mutasi B117 UK mutation di Indonesia,” kata Dante secara virtual di Youtube Kemenristek/BRIN pada Selasa (2/3).

Kemudian, menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dua kasus varian baru ini merupakan kasus impor yang berasal dari Saudi Arabia.

“Tadi malam kita menemukan dua kasus, masuk dari Saudi Arabia dan memiliki strain virus baru ini,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (2/3).

Juru Bicara Kemenkes, Siti Nadia Tarmidzi

Pemerintah Merilis Regulasi Vaksin Mandiri Covid-19

Pemerintah Merilis Regulasi Vaksin Mandiri Covid-19

Reporter: Tiara De Silvanita

Ilustrasi Vaksin Covid-19

Regulasi vaksin corona mandiri resmi dirilis melalui Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang ditandatangani  Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Rabu (24/2).

Disebutkan dalam Pasal 23 ayat 1 Permenkes tersebut mengatur besaran tarif maksimal atas pelayanan vaksinasi mandiri yang dibiayai badan usaha nantinya ditetapkan oleh menteri. Bila vaksinasi itu dilakukan oleh fasilitas pelayanan kesehatan milik masyarakat atau swasta, tarif tidak boleh melebihi batas maksimal yang sudah ditetapkan menteri

Vaksin mandiri dipastikan gratis bagi para karyawan atau buruh perusahaan. Dalam Permenkes disebutkan bahwa pendanaan vaksin akan ditanggung atau dibebankan sepenuhnya pada badan hukum/badan usaha.

Selain vaksinasi gratis, pekerja atau buruh juga dijamin atas pengobatan gratis jika vaksinasi memiliki efek samping terhadap kesehatan. Namun, pendanaan tersebut tidak ditanggung oleh badan usaha melainkan pemerintah.

“Pendanaan untuk pelayanan kesehatan bagi penerima vaksin Covid-19 yang mengalami gangguan kesehatan akibat kejadian ikutan pasca-vaksinasi Covid-19 dibebankan pada anggaran kementerian kesehatan atau program jaminan kesehatan nasional yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan,” jelas Pasal 43 ayat (4).

Sementara itu, dalam penjelasan Pasal ayat 5, vaksinasi mandiri diberikan kepada karyawan/karyawati, keluarga dan individu lain terkait dalam keluarga

Pemerintah juga menegaskan bahwa vaksin yang digunakan dalam vaksin mandiri tidak akan sama dengan yang digunakan dalam program pemerintah.

“Kami tegaskan kembali vaksin Covid yang akan digunakan oleh vaksinasi Gotong Royong berbeda dengan vaksin program pemerintah yaitu vaksin Sinovac, Astrazeneca, Novavax dan Pfizer,” ujar Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers, Jumat (26/2).

Dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang sedang berjalan, pemerintah menggunakan vaksin Sinovac yang didatangkan langsung dari China dan buatan PT Biofarma. Sehingga, jika sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) terbaru, maka vaksinasi Covid-19 dalam program vaksin mandiri tidak akan menggunakan jenis Sinovac.

Hari ini, 5.512 Jurnalis Divaksin Covid-19

Hari ini, 5.512 Jurnalis Divaksin Covid-19

Reporter : Laode M. Akbar; Editor : Elsa Azzahraita

Suasana pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 untuk jurnalis, Kamis (25/02)
Sumber: Arie Basuki -merdeka.com

Sebanyak 5.512 Jurnalis mulai menjalani program vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan atas kerjasama Dewan Pers, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, dan 11 organisasi media dan profesi di Hall A Basket Ball Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (25/02).

Diketahui, 512 peserta merupakan para jurnalis yang sebelumnya dijadwalkan akan mendapatkan vaksin dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2021 serta 5.000 peserta lainnya merupakan jurnalis koordinasi oleh Dewan Pers bersama 10 organisasi Konstituen Dewan Pers dan Forum Pemred.

Program vaksinasi tersebut berlangsung secara bertahap selama 3 hari, dari tanggal 25-27 Februari 2021 dan terbagi menjadi 3 sesi, sesi pertama dimulai pukul 08.00 – 10.00 WIB, sesi kedua pukul 10.00 – 12.00 WIB, dan sesi ketiga pukul 13.00 – 16.00 WIB.

Agar tidak menimbulkan kerumunan, para peserta yang hadir diarahkan untuk mengantre dengan tertib, menjaga jarak, serta menerapkan protokol kesehatan lainnya.

Selain itu, para peserta harus hadir tepat waktu, maksimal 60 menit sebelum sesi yang dijadwalkan berakhir, dan wajib membawa KTP dan fotokopinya.

Presiden Jokowi meninjau pelaksanaan vaksinasi untuk jurnalis hari ini.
Sumber:Fitria Chusna Farisa-Kompas.com

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga hadir meninjau pelaksanaan vaksinasi hari ini dengan didampingi Menteri Kominfo Johnny G. Plate, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta Ketua Dewan Pers Prof. Nuh.

Jokowi berharap vaksinasi ini memberikan perlindungan bagi insan media yang berkerja di lapangan yang sering berinteraksi dengan banyak orang. Ia juga berharap vaksinasi dapat berjalan untuk insan media di provinsi lainnya.

Vaksinasi Guru, Sekolah Tatap Muka Juli 2021

Vaksinasi Guru, Sekolah Tatap Muka Juli 2021

Reporter : Elsa Azzahraita; Editor: Nur Arisyah Syafani

Presiden Joko Widodo tinjau pelaksanaan vaksinasi Covid 19 di SMAN 70 Jakarta, Rabu (24/2)
Sumber: Lukas – Biro Pers

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi para tenaga pendidik, guru dan dosen dari sejumlah wilayah di Jabodetabek yang dilaksanakan di SMAN 70, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (24/2).

Turut hadir Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, dan  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, menyambut kedatangan Jokowi.

Diketahui, sebanyak 600 orang guru, tenaga kependidikan, dan dosen dijadwalkan menjalani vaksinasi Covid-19 di SMAN 70.  Kegiatan vaksinasi ini menandai dimulainya vaksinasi untuk guru dan tenaga pendididikan di Indonesia.

“Hari ini vaksinasi untuk tenaga pendidik dan kependidikan telah dimulai dan saya tadi menyaksikan semuanya berjalan lancar, para guru, para pendidik semuanya yang di sini. prosesnya sudah dimulai,” ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan, prioritas vaksinasi yang diberikan kepada guru, tenaga pendidik, dan dosen agar pendidikan tatap muka bisa dilakukan di awal semester kedua tepatnya bulan Juli mendatang.

Mendikbud Nadim Makarim juga mengungkapkan hal serupa “Pembelajaran jarak jauh (PJJ) dilaksanakan terlalu lama, berisiko besar bagi para siswa. Jadi kita harus mengambil tindakan yang cepat dan gesit, untuk bisa melaksanakan lagi sekolah tatap muka,” Ujar Nadim yang mendampingi Jokowi menghadiri vaksinasi Covid-19 di SMAN 70.

Jokowi menargetkan vaksinasi terhadap lima juta guru dan dosen di Indonesia rampung tanpa kendala pada Juni 2021. Ia berharap, provinsi lain bisa menjalani vaksinasi Covid-19 bahkan dapat berlanjut ke seluruh Indonesia.

Tahap Kedua Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia

Tahap Kedua Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia

Reporter: Aulia Gusma Hendra; Editor: Nur Arisyah Syafani

Ilustrasi Vaksin Covid-19

Vaksin Covid-19 datang ke Indonesia pada awal Desember 2020 kemudian disuntikkan perdana kepada Presiden Joko Widodo pada 13 Januari 2021. Jenis vaksin yang digunakan adalah vaksin produksi sinovac. Awal pendistribusian vaksin ditujukan kepada tenaga kesehatan, dokter, perawat, dan yang menjadi garda terdepan di tengah pandemi ini.

Kelompok usia lanjut (lansia) juga menjadi prioritas dalam vaksinasi tahap kedua. Formulir pendaftaran vaksinasi Covid-19 bagi kelompok lansia telah tersedia. Hal ini dibenarkan oleh Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmidzi pada Jumat (19/2).

Nadia membenarkan bahwa formulir berbentuk digital itu baru ada di tujuh provinsi yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali. Nadia juga menuturkan pihaknya juga sudah menyiapkan 7 juta vaksin untuk lansia.

Terkait metode pelayanan vaksinasi bagi masyarakat lansia, pemerintah telah menyiapkan dua metode yakni berbasis faskes milik pemerintah maupun swasta dan vaksinasi massal di tempat.

Untuk vaksinasi di faskes, peserta bisa mendaftarkan diri dengan mengisi formulir online melalui laman Kementerian Kesehatan yaitu www.kemkes.go.id dan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) di covid19.go.id

Setelah mendaftar peserta akan diberikan informasi mengenai jadwal pelaksanaan vaksinasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten/Kota, Puskesmas, Dan RS setempat.

Cara kedua yakni vaksinasi massal di tempat. Pada pelaksanaannya, vaksinasi ini boleh dilaksanakan oleh organisasi maupun instansi yang berkejasama dengan Kemenkes maupun Dinkes Provinsi, Kabupaten/Kota setempat tetapi tetap harus mematuhi protokol kesehatan yang ketat. Kemudian pemerintah juga memastikan bahwa tenaga kesehatan atau vaksinator yang terlibat dalam vaksinasi telah terlatih dan berkompeten.

Secara teknis vaksinasi terhadap lansia tidak banyak berbeda, hanya saja dalam proses skrining lebih detail dengan beberapa pertanyaan tambahan.  

Dengan ini, bahwa vaksinasi telah masuk ke dalam tahap kedua. Untuk selanjutnya  sasaran vaksinasi Covid-19 tahap ketiga adalah masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi. Setelahnya adalah masyarakat dan pelaku ekonomi lainnya, mengacu pada kluster dan ketersediaan vaksin, pada tahap keempat.

Uji Vaksin Virus Covid-19 di Indonesia

Uji Vaksin Virus Covid-19 di Indonesia

Sumber : HerStory

Terhitung sudah hampir lima bulan, sejak tanggal 2 Maret 2020 untuk pertama kalinya pemerintah mengumumkan dua kasus pasien positif Covid-19 di Indonesia. Hingga memasuki bulan Agustus 2020, Akumulasi kasus terkonfirmasi Covid-19 terus bertambah dan belum menunjukan tanda-tanda penurunan atau bahkan berakhir. Kasus penyebaran covid-19 di Indonesia sampai pada angka 109.936 kasus. Dikutip dari situs covid-19.go.id, jumlah pasien yang sembuh tercatat sekitar 61,8 persen sedangkan jumlah pasien yang meninggal sekitar 4,7 persen dari kasus terkonfirmasi. Sementara itu, penularan Covid-19 secara keseluruhan hingga saat ini terjadi di 476 kabupaten/kota yang berada di 34 provinsi. Kondisi di atas adalah cerminan di mana sudah tidak bisa dikatakan aman dan pemerintah harus segera bergerak lebih cepat.

Biofarma dan Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Indonesia akan melakukan Uji Klinis Fase tiga calon vaksin Covid-19  yang berasal dari produksi Sinovac Biotech asal China. Di Indonesia, Sinovac bekerja sama dengan Bio Farma untuk   memproduksi vaksin virus Corona. Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, vaksin Covid-19 buatan perusahaan yang berbasis di Beijing ini sudah melewati uji klinis fase I dan II. Uji coba fase I dan II biasanya melakukan tes keamanan suatu vaksin sebelum memasuki tahap III yang menguji kemanjurannya.

Selama dua dekade terakhir, Sinovac telah mengembangkan dan mengomersilkan enam vaksin untuk manusia dan satu untuk hewan. Kemudian akhir Juni 2020 lalu Sinovac mulai mengembangkan calon vaksin Corona, dan sedang mempersiapkan pabrik pabrik untuk  vaksin ini.  Mendengar hal ini, banyak pihak seperti  PT besar yang mendukung kebijakan ini. Salah satunya Palang Merah Indonesia yang turut Memberi dukungan dan menyambut baik kehadiran vaksin Sinovac meski baru permulaan saja. Selain PMI, PT Pharos Tbk Hadi Kardoko juga turut serta dalam mendukung kegiatan ini.

Sumber : Gesuri.id

Pada awal Agustus 2020 ini, usai mendapat izin penelitian dari Komite Etik Penelitian Universitas Padjajaran, vaksin Sinovac akan di uji cobakan kepada 1.620 relawan warga Kota Bandung. Untuk itu pembukaan pendaftaran relawan uji klinis resmi dibuka terhitung sejak Senin (27/7/2020). Saat ini sebanyak 2.400 vaksin Sinovac telah diterima oleh pemerintah Indonesia dan sedang dipersiapkan masuk dalam tahap III.

“Masyarakat diharapkan tidak khawatir terkait vaksin yang berasal dari China ini, karena uji klinis tahap tiga dipastikan aman. Sebab, vaksin tersebut sudah melalui uji klinis tahap satu dan dua.  Vaksin yang di uji klinis hingga tahap tiga bisa dipastikan aman. Jadi kalau tidak lolos fase satu, fase dua enggak mungkin bisa lompat ke fase tiga walaupun dalam keadaan emergency.” Kata Pakar epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono.

Terkait tempat fasilitas kesehatan di Bandung  yang akan digunakan untuk penelitian Uji Klinis yakni Rumah Sakit Pendidikan UNPAD, Balai Kesehatan UNPAD, Puskesmas Sukapakir, Puskesmas Dago, Puskesmas Ciumbuleuit, dan Puskesmas Garuda. ”Semua Faskes tersebut telah siap untuk berpartisipasi dalam penelitian Uji Klinis. Karena sebelumnya empat Puskesmas tersebut sudah memiliki pengalaman dalam hal uji vaksin.”  Ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota  Bandung, Rita Verita.

Selain itu hal ini tentu juga akan membutuhkan dana yang cukup besar. Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Dany Amrul Ichdan menyebutkan dana yang harus dipersiapkan pemerintah adalah sekitar Rp 25 triliun-Rp 30 triliun untuk uji klinis vaksin Covid-19.  

Reporter: Tri Indah Seruni