TVONAIR 7.0: Media Wajib Berkolaborasi Demi Peluang

TVONAIR 7.0: Media Wajib  Berkolaborasi Demi Peluang

Reporter Indi Azizi Editor Ahmad Haetam

REC 
Hi, I am 
Eno Bening 
Content Creator 
Show Producer 
Social Media Strategist 
Start Video 
82 
Participants 
More
Pemaparan Materi Oleh Eno Bening (DNK TV/Indi Azizi)

UMN TV menyelenggarakan acara Sharing and Discussion TVONAIR 7.0 sebagai bentuk rangkaian terakhir peringatan hari jadi UMN TV ke-7, Sabtu (16/04). Acara yang mengusung tema ‘‘Once Upon a Journey: Media Collaboration for Bussines Opportunites” ini diadakan secara daring melalui Zoom dan  turut mengundang 21 media se-Indonesia.

Dengan terdapat sekitar 80 peserta, acara ini mengajak media untuk berpartisipasi secara aktif dalam menerapkan kolaborasi agar menghadirkan peluang bisnis. Ketua Koordinasi Acara TVONAIR 7.0, Elora Sianto, mengatakan bahwa media di Indonesia harus dapat membangun kolaborasi agar dapat merasakan peluang ketika sedang melakukan kolaborasi.

”Media-media di Indonesia dapat membangun culture ‘collaborate’ dari sekarang. Sehingga mereka dapat merasakan ‘opportunities’ apa saja yang bisa didapakan ketika melakukan kolaborasi. Media-media di Indonesia juga dapat mengepakkan sayapnya lebih besar lagi untuk dikenal tidak hanya sebagai media tetapi juga sebuah platform yang memiliki impact tinggi,” jelas Elora Sianto

Pada pelaksanaannya yang ketujuh, Snd TVONAIR 7.0 kali ini dihadiri oleh beberapa narasumber, yakni ada Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Sasmito Madrim, Social Media Strategist, Eno Bening, dan Brand and Marketing Strategist,  Alya Dalila.

Acara diawali dengan sambutan oleh Ketua Panitia TVONAIR 7.0, Adeline Frederica, kemudian sesi selanjutnya yaitu pemaparan materi dari narasumber. Narasumber pertama yaitu Ketua  AJI, Sasmito Mardim, menjelaskan bahwa di era yang serba digital saat ini media harus mau untuk berkolaborasi.

”Kolaborasi itu wajib dan tidak bisa dihindari di era yang serba digital ini. Mau tidak mau media harus berkolaborasi karena yang dihadapi bukan lagi dengan sesama media tetapi dengan media sosial,” ujar Sasmito 

Oleh karena itu, AJI berinisiatif melakukan kolaborasi bersama lembaga-lembaga di berbagai bidang. Salah satunya yaitu Indonesian Leaks yang merupakan program kolaborasi investigasi AJI dengan lembaga Free Press Unlimited, Tempo Institute, dan Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara.

Narasumber kedua, Alya Dalila menjelaskan, bahwa dengan kolaborasi akan mendapatkan dampak yang sangat besar. kita dapat mengambil market kompetitor dan di sisi lain juga dapat memiliki user intention.

Ia juga menjelaskan bahwa penolakan yang diterima dari penawaran kolaborasi bukan berati kita gagal dalam melakukan kolaborasi, melainkan kita harus melakukan riset lebih luas lagi untuk menemukan media yang cocok untuk diajak berkolaborasi.

REC 
Unmute 
Start Video 
Zoom v 
Share 
82 
Participants 
ave 
More
Sharing and Discussion dipandu oleh Moderator, Amelia Santoso (DNK TV/Indi Azizi)

Pemaparan materi dilanjutkan oleh Eno Bening yang memaparkan pentingnya untuk memedulikan sosial media jika ingin menjadikan sosial media sebagai personal branding.

Social media is you, karena apa yang kita lakukan di sosial media akan mempresentasikan diri kita. Jadi, kita perlu mencari jati diri kita yang berbeda dan unik dari orang lain, jika ingin menjadikan sosial media sebagai personal branding,” ujar Eno

Eno juga menambahkan, untuk memperkuat personal branding kita dapat dengan ‘tell your story’ karena tak sedikit juga influencer yang lahir dari cerita-cerita mereka.

Setelah berakhirnya sesi pemaparan materi dari para narasumber, Moderator, Amelia Santoso membuka sesi tanya jawab dan mengajak seluruh peserta dari berbagai media untuk berdiskusi dengan para narasumber. Salah satunya berdiskusi terkait bagaimana media dapat melakukan kolaborasi dan membangun peluang bisnis.

Eno bening dan Sasmito Mardim menanggapi bahwa kolaborasi sangatlah luas, tidak dapat di sama persiskan dan bahkan ada yang berbayar. Namun, kembali lagi semua tetap harus memperhatikan kode etik yang berlaku.

TV Kampus sebagai Alternatif Konten Positif dan Menarik

TV Kampus sebagai Alternatif Konten Positif dan Menarik

Reporter Tiara Juliyanti Putri; Editor Tiara De Silvanita dan Elsa Azzahraita

Virtual Sharing and Discussion yang diadakan UMN TV dengan mengusung tema “Using Media 5.0 Revolution for a Better Positive Media” Jum’at, (16/4).

Universitas Multimedia Nusantara Televisi (UMN TV) mengadakan virtual Sharing and Discussion dengan mengusung tema “Using Media 5.0 Revolution for a Better Positive Media” pada Jum’at, (16/4).  Sharing and Discussion ini merupakan salah satu rangkaian acara program tahunan UMN TV yang bertujuan untuk menjalin relasi antar media kampus serta menjadikan televisi kampus yang dapat bersinergi untuk berekreasi menghasilkan konten-konten yang berkualitas, edukatif dan positif.

Dihadiri oleh Pemimpin Umum UMN TV First Nadia, Ketua Aliansi Jurnalistik Independen (AJI) Sasminto Madrim, Manajer Produksi Konten Narasi TV Amanda Valani Nurfadila serta mengundang puluhan televisi kampus.

Dalam sambutannya, Pemimpin Umum UMN TV Generasi 6.0, First Nadia memaparkan bahwa UMN TV dan TVONAIR sudah berjalan sebagai wadah dan sarana televisi kampus.

“Kurang lebih sudah enam tahun UMN TV dan TVONAIR berjalan sebagai wadah dan sarana yang memberikan kesempatan  TV Kampus untuk saling mengenal dan bertukar fikiran tentang  media yang dijalankan pada TV kampus masing-masing,” ujarnya.

Pemaparan materi dalam Sharing and Discussion  TVONAIR 6.0

Ketua Aliansi AJI Sasmito Mardim dalam pemaparan materi mengatakan ada tiga fokus utama yang diperjuangkan dalam dunia jurnalis.

“Ada tiga fokus utama AJI yang diperjuangkan dalam dunia Jurnalis yaitu memperjuangkan kebebasan pers, Profesionalisme Jurnalis dan kesejahteraan karena Jurnalis tidak bisa profesional dalam hal menulisnya jika mereka tidak sejahtera,” papar Sasmito.

Sasmito juga menambahkan bahwa beberapa TV Nasional sudah mulai lupa akan kepentingan publik dengan apa yang ditayangkan. Hal ini dikarenakan dominannya tayangan konten viral dari pada kepentingan publik yang sebenarnya.

Dalam pemaparan materinya, Amanda Valani mengatakan bahwa peningkatan kerja tim di media digital yakni harus menguasai keseluruhannya. Tidak hanya mencari topik untuk sebuah konten tetapi harus bisa menganalisa data yang sedang hangat di media sosial.

Diharapkan melalui kegiatan ini media telvisi kampus dapat menyelesaikan kendala atau permasalahan yang terjadi dan dapat menghasilkan konten-konten yang kreatif sesuai dengan kepentingan publik.

Konvergensi Media Lawan Disrupsi Digital

Konvergensi Media Lawan Disrupsi Digital

Reporter Jenni Rosmi Aryanti; Editor Taufik Akbar Harefa dan Elsa Azzahraita

Para Narasumber TVONAIR 6.0 saat  Press Conference secara virtual (14/4).

Universitas Multimedia Nusantara Televisi (UMN TV) kembali menggelar TVONAIR 6.0 yang merupakan acara tahunanuntuk memperingati hari jadi UMN TV bertajuk “Evolve To Impact” secara virtual, pada Rabu (14/4).

Berlangsung sejak 5 April hingga 16 April 2021, bertujuan untuk mendukung evolusi dan perkembangan dari setiap media agar dapat berdampak bagi dunia media di era baru dan masyarakat.

Ketua TVONAIR 6.0 Maria Bella menyampaikan, dengan mengusung slogan “Evolve To Impact” diharapkan TVONAIR 6.0 dapat mendukung evolusi perkembangan dari setiap media agar dapat berdampak dan memiliki peran yang penting dalam menyampaikan informasi yang berkualitas kepada masyarakat.

“Kita melihat dari perkembangan media yang semakin digital, berharap media semakin berkembang dengan memunculkan inovasi-inovasi baru. Namun, media tersebut tidak hanya berkembang melainkan dapat berdampak bagi masyarakat luas.” Ujar Bella.

Wakil Ketua TVONAIR Jesslyn Koesman memaparkan, dalam pelaksanaannya TVONAIR 6.0 mengangkat topik mengenai konvergensi media. Melihat permasalahan saat ini yang mengharuskan beraktivitas di rumah saja, sehingga membuat berbagai media memikirkan rencana agar tetap memproduksi kualitas berita atau konten yang berkualitas dan faktual meski di rumah saja.

“Kita dapat melihat banyaknya media yang sudah berkonvergensi ke media sosial dan sudah diakui jika kita lebih banyak menerima informasi bukan dari televisi lagi melainkan dari media sosial.” jelas Jesslyn.

Dengan topik ini diharapkan dapat memberi edukasi dan pengalaman baru bagi peserta terutama yang tidak mempelajari tentang dunia media, agar dapat mengenal kondisi media dan dapat mempertahankan kepeduliannya di tengah perubahan media, dari segi konten dan berbagai perubahan yang ada.

Para peserta dalam kegiatan Press Conference TVONAIR 6.0 2021 Rabu, (14/4).

Berbagai rangkaian acara turut dimeriahkan oleh para narasumber inspiratif, di antaranya Creative Director Creativox Danu Karunia, Content Producer and Social Media Specialist Narasi TV Abram Agatsya, Managing Editor Detikcom Ahmad Toriq, News Anchor CNN Indonesia Azizah Hanum, dan Co-Founder Magdalene.Co Hera Diani.

Meskipun dengan persiapan kurang dari 3 bulan, Koordinator Event Elyzabeth Yulivia mengatakan hal itu menjadi tantangan tersendiri yang akhirnya dapat ditangani dengan adanya kerja sama tim yang baik. Hal ini terlihat dari banyaknya peserta baik internal maupun eksternal yang turut hadir memeriahkan acara, serta berhasil merangkul media-media kampus lain untuk belajar bersama mengenai dunia pertelevisian sekaligus menciptakan standar yang harus dicapai oleh media kampus.