Longsor di Desa Cibunian Bogor, Ranita UIN Jakarta Turunkan Personil

Longsor di Desa Cibunian Bogor, Ranita UIN Jakarta Turunkan Personil

Reporter Ahmad Haetami

Persiapan Relawan Ranita bersama Tim Respon Erupsi Gunung. Ranita mendelegasikan dua orang tim relawan tanggap darurat pada Senin, (6/12/21).
Sumber: Dok. KMPLHK Ranita

6 kampung di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, mengalami bencana tanah longsor akibat hujan deras dan peluapan sungai, pada Rabu (22/6). Bersamaan dengan itu, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ranita UIN Jakarta mendelegasikan 4 personil sebagai tim evakuasi dan assessment, di antaranya Yogi Handika, Elang Ilham, Nida Luthfyana, dan Desra Putri, pada Kamis (23/6).

“Sebagai organisasi yang memiliki identitas tangggap terhadap isu kemanusiaan, kami perlu secara responsif menanggapi bencana yang terjadi, khususnya lokasi kejadian tak terlalu jauh dari kampus sehingga kami bisa menjangkau lokasi terdampak lebih cepat, tim Ranita bisa membantu dalam proses evakuasi dan assessment. Kondisi di sana masih berstatus siaga dan saya berharap semua warga terdampak dan relawan yang sedang bertugas dalam kondisi aman,” ujar Ketua Umum Ranita, Ammar Abdul.

Kepala Bagian Kemahasiswaan UIN Jakarta, Ikhwan, memvalidasi keberangkatan personil Ranita untuk aktif membantu dan mengabdi pada warga Cibunian. Pihak UIN Jakarta memberikan dukungan dan doa selalu bagi warga terdampak dan tim relawan yang sedang bertugas.

“Terima kasih Ranita UIN Jakarta yang dengan semangat, tulus, dan spontanitas cepat beraksi untuk membantu sesama yang terkena musibah longsor di Cibunian Bogor. Ranita memang selalu terdepan dalam bereaksi terhadap peristiwa musibah di negeri ini, bahkan daerah terjauh sekalipun,” tuturnya.

Tim assessement lapangan Ranita mengidentifikasi ada 85 Kepala Keluarga yang terdampak bencana tanah longsor di wilayah Desa Cibunian. Adapun kebutuhan mendesak bagi warga Cibunian di antaranya makanan, air mineral, perlengkapan bayi, hygiene kit, selimut, pembalut wanita, obat-obatan, alat penerangan, makanan dan susu bayi, alat kebersihan, mi instan, dan pakaian.

UKM Ranita juga sedang membuka donasi untuk membantu pemulihan masyarakat terdampak bencana tanah longsor di Desa Cibunian, Kabupaten Bogor. Donasi dapat disalurkan melalui informasi yang tertera pada akun instagram @ranita_uin.

Peduli Lingkungan Bawa Ranita Raih Prestasi Tingkat ASEAN

Peduli Lingkungan Bawa Ranita Raih Prestasi Tingkat ASEAN

Reporter Akhmad Fattahul Rozzaq; Editor Belva Carolina

Potret Sindy Indah Oktavia dan Siti Robiatul Adawiyah yang meraih juara pada perlombaan ASEAN Young Climate Leaders Programme bertema “Green Conversations” yang digelar  ASEAN Foundation dan SAP SE. (uinjkt.ac.id)

Prestasi kembali ditorehkan oleh Mahasiswa UIN Jakarta yang berasal dari organisasi kelompok Mahasiswa Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan (KMPLHK) Ranita UIN Jakarta. Ranita mengirimkan 3 perwakilan pada perlombaan ASEAN Young Climate Leaders Programme bertema “Green Conversations” yang digelar  ASEAN Foundation dan SAP SE (perusahaan perangkat lunak multinasional) pada 22 Mei-5 Juni 2022.

Dari ketiga perwakilan yang ikut perlombaan, dua di antaranya meraih juara yaitu Sindy Indah Oktavia yang merupakan Mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) sebagai juara pertama dan Siti Robiatul Adawiyah Mahasiswi Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) sebagai juara kedua dalam nominasi kreatif kompetisi video.

Ilustrasi mahasiswa meraih prestasi. (Pinterest/@freepik)

Perlombaan tersebut merupakan ajang untuk menjaga lingkungan. Menurut Sindy yang mempelajari eko-populis dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ranita, lingkungan perlu dijaga untuk keberlangsungan semua makhluk hidup.

Sindy mengangkat video tentang kearifan lokal yang bertujuan untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya Indonesia kepada Association of Southeast Asian (ASEAN).

“Aku pikir, tujuanku dalam membuat video tersebut, sebagai mediaku untuk menulis dan menyampaikan secara visual, bentuk ideologi dan praktik masyarakat adat. Mengenai bagaimana penjawantahan nilai-nilai kearifan lokal dari masyarakat adat yang secara sustain berdampak terhadap lingkungan, khususnya di Indonesia. Aku ingin terus menjelajah, menyentuh peradaban secara langsung, menulisnya, lalu mengabarkannya kembali pada dunia,” ujarnya.

Peraih juara kedua, Siti Robiatul Adawiyah mengangkat tema pertanian urban yang menyoroti Situ Gintung, sebuah kawasan wisata di Ciputat yang hanya dipergunakan untuk rekreasi. Padahal, Situ Gintung merupakan contoh pertanian urban sehingga bisa dipergunakan untuk edukasi. Dia terinspirasi dari Sindy yaitu sebagai apresiator dalam pembuatan kreatif videonya.

Media digital semakin berkembang pesat, penggunaan yang bijak mendorong dalam membuat karya yang dapat di apresiasi banyak orang, bahkan dapat mengedukasi.

“Banyak sekali hal yang bisa dimanfaatkan di era millenial ini, kalau maupun sudah banyak faktor-faktor yang mendukung untuk kita berkembang menjadi generasi yang kreatif. Pilihannya hanya mau atau tidak mau memanfaatkan faktor-faktor itu. Pesan aku untuk generasi muda, lebih banyak lagi eksplor hal hal baru karena sudah banyak faktor-faktor mendukung yang tersedia tapi kita yang harus menggalinya,” ucapnya.

Bulan Reformasi : LPM Institut UIN Jakarta Luncurkan Majalah Institut Edisi Ke-47

Bulan Reformasi : LPM Institut UIN Jakarta Luncurkan Majalah Institut Edisi Ke-47

Reporter Ambarwati; Editor Belva Carolina

〔 」 A k 2 っ 一 6 
第 式 物 
【 ・ 骨 戸 U 三 
当 月 V ョ 
UIN SYARIF エ 一 0 ~ 
LEMB
Peluncuran Majalah LPM Institut UIN Jakarta oleh Pimpinan Redaksi, Syifa Nur Layla. (DNK TV/Ambarwati)

Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Institut UIN Jakarta pada bulan reformasi ini, meluncurkan Majalah LPM Institut edisi ke-47 dan mengadakan diskusi publik dalam rangka membahas permasalahan indeks demokrasi yang terjadi di negeri ini dari sudut siklus politik, Sabtu (28/05) yang berlokasi di Japricoffe, Ciputat Timur.

Pimpinan Redaksi LPM Institut UIN Jakarta, Syifa Nur Layla mengatakan bahwa peresmian acara ini merupakan wujud dari permasalahan demokrasi yang terjadi di Indonesia. Hal itu, dilihat dari demokrasi yang tengah menurun. Pada akhirnya LPM Institut melakukan rapat redaksi dan menyepakati “Launching dan Diskusi Majalah Institut Edisi ke-47: Bicara Indeks Demokrasi di Indonesia” menjadi tema acara tersebut.

第 を 
蠱 ど 人 S NTI 
い ヨ 1 
亠 可 ツ 
叫 。 ツ 
-LSS 
- し イ 亘 ツ
Diskusi publik bertema Indeks Demokrasi yang dikemukakan oleh para pemateri. (DNK TV/Ambarwati)

Acara yang diadakan terbuka untuk umum dihadiri oleh sejumlah anggota LPM Institut hingga kalangan pers kampus serta tiga pemateri yaitu Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Khoirunnisa Nur Agustyati, Kepala Divisi Hukum Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS), Andi Muhammad Rezaldi, dan Koordinator Amnesty International Indonesia Chapter UIN Jakarta, Muhammad Raihan Putra Wibisono. Bukan hanya memberikan selamat atas peluncuran majalah LPM Institut, tetapi pemateri juga menjawab pertanyaan terkait kondisi demokrasi di Indonesia yang masih diperbincangkan oleh masyarakat hingga saat ini.

Seperti halnya, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Khoirunnisa Nur Agustyati, mengatakan bahwa secara umum demokrasi telah mengalami penyumbatan dan tidak hanya di Indonesia, tetapi juga skala global. Berdasarkan data Economist Intelligence Unit (EIU), tahun 2022 lebih baik dari tahun sebelumnya dan dikategorikan demokrasi yang flowed.

“Dari tahun ke tahun Indonesia mengalami penurunan, kalau ada indikator-indikatornya merah, kuning, hijau sudah banyak yang bergeser dari warna hijau ke kuning, misalnya kriminalisasi aktivis dan kebebasan sipil itu sudah warna kuning atau ada tanda serunya dimana telah ada warningnya jadi harus hati-hati,” ujar Khoirunnisa.

Kepala Divisi Hukum Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS), Andi Muhammad Rezaldi juga menyampaikan mengenai akar dari kemundurannya suatu demokrasi bukan dari sebuah survei, tetapi banyak indikator salah satunya yaitu tindakan represif. Adapun kasus pelanggaran HAM dan kekerasan seksual di Indonesia yang belum dituntaskan oleh negara.

Selain itu, Koordinator Amnesty International Indonesia Chapter UIN Jakarta, Muhammad Raihan Putra Wibisono mengatakan pentingnya kritik terhadap pemerintah.

“Kita sebagai sipil, dimana pemerintah dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat jadi kita mempunyai kekuasaan dalam berkritik. Sebenarnya mereka yang memberikan janji dan tugas kita adalah menagih, kita hanya bertanya mana janji-janjinya kenapa tidak dilaksanakan, bukan hanya itu kita di kampus tidak memiliki kebebasan berekspresi untuk menyampaikan kritik,” ujar Raihan.

Raihan juga menyampaikan bahwa peran penting dalam berkritik dapat dimulai dari kampus sebagaimana yang telah dimulai oleh LPM Institut serta perlunya mendukung LPM Institut yang merupakan bagian dari suara mahasiswa terhadap penyimpangan di lingkungan kampus.

Acara peluncuran majalah LPM institut dan diskusi publik tersebut diakhiri dengan penyerahan simbolis kepada pemateri serta foto bersama.

Ranita UIN Jakarta Punya Prestasi, Apa Aksi Nyatanya untuk Lingkungan dan Kemanusiaan?

Ranita UIN Jakarta Punya Prestasi, Apa Aksi Nyatanya untuk Lingkungan dan Kemanusiaan?

Reporter Herlinda Mendrofa; Editor Latifatul Jannah

KMPLHK RANITA RAIH PRESTASI NASIONAL
Potret Ranita di kejuaraan nasional. (kmplhkranita.org)

Kelompok Mahasiswa Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan (KMPLHK) Ranita UIN Jakarta berhasil meraih empat kejuaraan pada perlombaan yang diadakan oleh Disaster Management Center (DMC) dan Dompet Dhuafa di Hopeland Camp, Jawa Barat pada 25-27 Maret 2022.

Dalam kesempatan tersebut, Ranita mengirimkan beberapa delegasi untuk empat cabang perlombaan dan berhasil meraih juara, di antaranya juara 1 Navigasi Darat, juara 1 Vertical Rescue, juara 1 Managemen Bencana, dan juara terbaik 2 Water Rescue.

Tentunya hal ini merupakan tambahan prestasi terbaik yang diperoleh Ranita UIN Jakarta, pasalnya Ranita pun sering kali mengikuti perlombaan baik di kancah nasional maupun internasional.

Banyaknya prestasi yang di raih Ranita menjadi sebuah eksistensi tersendiri dan menjadi sorotan dalam aksi nyata yang mereka lakukan. Lantas aksi nyata terbaik apa yang telah dilakukan Ranita untuk kesejahteraan lingkungan hidup dan kemanusiaan?

“Untuk aksi terdekat yang telah dilakukan oleh Ranita adalah penanaman pohon di wilayah Leuwi Pangaduan, Sentul, Bogor yang diadakan pada tanggal 21-22 Maret 2022. Ini bertepatan dengan hari ulang tahun Ranita dan juga hari air sedunia. Kegiatan tersebut untuk melakukan penghijauan, menjaga kelestarian lingkungan, dan menolak terjadinya krisis air bersih bagi masyarakat di sekitar wilayah Leuwi Pangaduan.” Kata salah satu delegasi kejuaraan nasional Distater Management Center (DMC) dan Dompet Dhuafa di Hopeland Camp, Desra Putri.

KMPLHK RANITA RAIH PRESTASI INTERNASIONAL
Potret kejuaraan internasional Ranita, Desember 2021. (kmplhkranita.org)

Tidak sampai di situ saja, Ranita juga kerap mengirim relawan yang terjun langsung dalam peristiwa bencana lokal maupun nasional, seperti bencana erupsi gunung Semeru, banjir bandang Masamba, banjir bandang NTT, gempa Lombok, gempa Palu, banjir Jabodetabek dan masih banyak lagi.

Sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang terfokus pada lingkungan hidup dan kemanusiaan, tentu anggota Ranita diberikan beberapa pelatihan khusus serta pemahaman untuk menghadapi berbagai situasi yang ada, terlebih di bidang lingkungan hidup dan kemanusiaan.

“Kita melakukan pelatihan-pelatihan, seperti di lingkungan hidup kita melakukan pelatihan keadaan lingkungan dan manajemen aksi. Begitu pun pada kemanusiaan kita melakukan pelatihan kesiapsiagaan bencana dan mitigasi bencana,” ujar Mantan Ketua Umum Ranita Periode 2021-2022, Elpiana pada Kamis (7/4).

“Untuk aksinya sendiri pada saat sebelum turun ke lapangan kita terlebih dahulu melakukan kajian diskusi di berbagai aspek terkait isu yang kita fokuskan. Kita juga melakukan kaji cepat, yaitu menganalisis seluruh aspek yang ada,” sambungnya.

Elpiana berharap, setiap anggota Ranita baik yang ikut terjun langsung ke lapangan maupun yang telah meraih prestasi agar dapat terus meningkatkan kualitas diri dan ilmu baru. Sehingga nantinya daat diterapkan dan bermanfaat untuk banyak orang.