Persiapan Hingga Kendala Peserta UM-PTKIN 2022

Persiapan Hingga Kendala Peserta UM-PTKIN 2022

Reporter Mazaya Riskia Shabrina; Editor Dani Zahra Anjaswari

M PTKIN 2022 — 
SISTEM SELEKSI ELEKTRONIK WIAN MASUK 
PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN ISLAM NEGERI (SSE UM-PTKIN) 
Pelaksanaan SSE UM-PTKIN tahun 2022 ini diselenggarakan secara online dari lokasi 
masing.masing peserta, lewat aplikasi Android dan Laptop/PC Desktop yang dapat diunduh 
pada laman https://um-ptkin.ac.id/home/aplikasl. pelaksanaan uji coba dan ujian akan 
dilakukan pada pada 7-10 Juni 2022 (LJji coba), dan 14-17 Juni 2022 (Ujian) 
•Span umptkin
Poster pelaksanaan UM-PTKIN 2022. (kemenag.go.id)

Pelaksanaan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) tahun 2022 telah diselenggarakan terhitung dari tanggal 14-17 Juni 2022. Seleksi ini dilaksanakan secara daring dari lokasi masing-masing peserta dengan Sistem Seleksi Elektronik (SSE). UIN Jakarta sendiri turut menyelenggarakan UM-PTKIN tahun ini di sebagai pusat seleksi di gedung National Information and Communication Technology (NICT).

Sebagai salah satu pusat penyelenggaraan UM-PTKIN, panitia lokal UM-PTKIN di UIN Jakarta sudah siaga 30 menit sebelum ujian dimulai. Setiap sesi ujian dapat diikuti maksimal oleh 800 orang peserta. Total keseluruhan peserta yang mengikuti ujian dengan pusat UIN Jakarta sendiri mencapai 7.038 peserta dari total 18.126 peserta yang berminat masuk di UIN Jakarta melalui jalur UM-PTKIN.

Sistem ujian yang diselenggarakan oleh UM-PTKIN diketahui masih sama seperti tahun sebelumnya yaitu menggunakan aplikasi SSE UM-PTKIN. Tentunya peserta diharapkan menyesuaikan lokasi ujian dengan jaringan yang stabil. Perangkat yang digunakan juga diharapkan dapat berfungsi dengan baik terutama di bagian kamera dan microphone, karena meskipun dilaksanakan secara daring panitia tetap memantau peserta dari pusat ujian berlangsung untuk mengantisipasi tindakkan kecurangan.

Berbeda dengan tahun sebelumnya yang mewajibkan peserta menggunakan pakaian hitam-putih, panitia UM-PTKIN tahun ini hanya menyarankan peserta menggunakan kemeja polos dan bawahan berwarna gelap asalkan tetap sopan dan rapi. Selain dari perangkat dan pakaian, peserta ujian tentunya juga mempersiapkan diri dengan mempelajari materi yang akan diuji.

Peserta seleksi UM-PTKIN pusat Gedung NICT UIN Jakarta. (uinjkt.ac.id)

Salah satu peserta UM-PTKIN, Abdullah Rabbani yang telah mengikuti ujian di hari pertama merasa sudah mempersiapkan diri dengan baik dan mengharapkan hasil yang terbaik. Ia juga mengungkapkan bahwa UIN Jakarta menjadi pilihan kampus yang dituju pada seleksi UM-PTKIN tahun ini.

“Untuk persiapan saya belajar dari soal-soal tahun sebelumnya karena kebetulan gap year jadi agak susah kalau harus belajar keseluruhan materi. Insyaallah cukup untuk menjawab soal-soal yang diujikan dan semoga diterima menjadi salah satu mahasiswa di UIN Jakarta tahun ini,” ungkap Abdul.

Kesiapan yang dilakukan peserta menjelang UM-PTKIN dapat menjadi penentu kelancaran ketika ujian sedang berlangsung. Sebisa mungkin hindari lokasi yang bising supaya fokus selama mengerjakan tidak terganggu. Periksa juga kondisi perangkat dan jaringan yang digunakan untuk meminimalisasi kendala seperti aplikasi yang keluar dengan sendirinya ketika melaksanakan ujian.

Peserta UM-PTKIN lainnya, Muhammad Irfan menambahkan bahwa aplikasi SSE UM-PTKIN sudah cukup baik karena mudah untuk diakses. Hanya saja, ketika simulasi ujian dilaksanakan terdapat sedikit kendala dari aplikasi yang menyebabkan durasi waktu cukup lama untuk memuat laman tersebut.

“Sistemnya sudah cukup bagus, tapi kemarin sempat ada kendala waktu simulasi ujian. Mungkin karena banyak yang akses jadi server-nya agak down,” tuturnya.

Aplikasi SSE UM-PTKIN berupaya memberikan kemudahan bagi para peserta dengan adanya petunjuk berupa informasi seputar cara untuk menggunakan aplikasi tersebut. Sebelumnya, panitia UM-PTKIN telah melakukan uji coba pada tanggal 7-10 Juni lalu supaya peserta ujian tidak merasa asing dan kesulitan dengan aplikasi SSE UM-PTKIN ketika sudah waktunya ujian berlangsung.

Gunakan Chip, Peserta UTBK-SBMPTN 2022 Bertindak Curang

Gunakan Chip, Peserta UTBK-SBMPTN 2022 Bertindak Curang

Reporter Sifa Sevia Muslimah; Editor Belva Carolina

Ilustrasi pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer. (ANTARA/Zumrotun Solichah)

Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang berlokasi di Pusat UTBK Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tengah menjadi topik perbincangan publik. Pasalnya, terdapat sejumlah peserta UTBK-SBMPTN terindikasi melakukan kecurangan saat melaksanakan ujian pada hari kedua, Rabu (18/5).

Dilansir dari laman Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIII Kemdikbud, Ketua Pusat UTBK UNJ, Suyono memaparkan bahwa sebanyak empat peserta yang berasal dari wilayah Sumatera dan Jawa menggunakan chip canggih sebagai alat bantu dengar yang ditanam di telinga. Namun, tidak diketahui secara persis bagaimana cara kerja alat tersebut. Suyono hanya memastikan alat canggih yang digunakan dapat membantu ujian.

“Jadi, seolah-olah seperti alat dengar tunarungu. Namun, akhirnya pelakunya sudah mengaku,” ujar Suyono dalam laporan kepada Plt Dirjen Diktiristek Kemendikbudristek Nizam yang meninjau pelaksanaan UTBK SBMPTN 2022 hari kedua di UNJ, Rabu (18/5).

Menariknya, keempat peserta tersebut memilih program studi yang cukup sulit, yaitu Fakultas Kedokteran. Namun, dapat dipastikan diantara mereka tidak memiliki keterkaitan satu sama lain.

“Ada laki-laki sesi pagi, ada perempuan yang siang ini. Jadi, mereka kita amankan di sekretariat, mereka buat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan tanda tangan BAP atas segala kejadian yang dilakukan. Mereka kami amankan sampai selesainya pelaksnaan tes. Mereka tidak ikut tes dan kami silakan untuk pulang,” tutur Suyono. 

Panitia Pusat UTBK UNJ behasil menggagalkan aksi dari keempat peserta tersebut. Tindakan curang selalu terjadi setiap tahunnya, hal tersebut membuat panitia memberlakukan SOP yang ketat, salah satunya menggunakan alat metal detector yang dapat mengidentifikasi logam. Sehingga dapat menemukan barang berbahan metal sekalipun yang ditanam di telinga.

Ketua Pusat UTBK UNJ Suyono menjelaskan kronologi peserta yang terindikasi melakukan kecurangan saat pelaksanaan UTBK SBMPTN 2022. (ANTARA/Indriani)

Direktur Eksekutif Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Budi Prasetyo Widyobroto memaparkan bahwa kejadian serupa selalu terjadi, terutama peserta dengan pilihan program studi favorit serta strategi perjokian kian semakin canggih. Maka dari itu, LTMPT terus meningkatkan SOP dalam pelaksanaannya. Salah satunya dengan menggunakan metal detector yang berkualitas.

Peristiwa seperti ini sangat disayangkan oleh Plt Dirjen Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi (Diktiristek), Nizam karena pada UTBK SBMPTN 2022 masih terjadi tindakan curang. Dia mengingatkan kepada peserta untuk tidak mengulangi hal serupa karena akan berdampak pada diri sendiri.

“Kalaupun lolos dari pengawasan, ketika lulus, peserta yang susah sendiri karena tidak bisa mengikuti proses perkuliahannya,” ujarnya dalam laman LLDikti Wilayah XXI Kemdikbud.

Nasib keempat peserta yang terindikasi bertindak curang tersebut kini telah didiskualifikasi. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan efek jera bagi peserta UTBK SBMPTN dan Budi menegaskan berdasarkan SOP kepada peserta yang bertindak curang tidak berhak mengikuti UTBK SBMPTN 2022.

Positif Covid-19, Empat Calon Mahasiswa di Kendari Tak Bisa Ikut Ujian Masuk PTN

Positif Covid-19, Empat Calon Mahasiswa di Kendari Tak Bisa Ikut Ujian Masuk PTN

Suasana peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi SBMPTN di Universitas Haluoleo. Sabtu (11/7/2020) (Foto iNews/Febriyono)

Empat calon mahasiswa di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari gagal mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dikarenakan positif  Covid-19.

Rektor UHO Muhammad Zamrun mengatakan, keempatnya gagal mengikuti UTBK SBMPTN atas ketentuan Surat Edaran dari Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

“Kalau yang positif itu kan surat dari LTMPT, mereka sudah tidak boleh mengikuti UTBK. Itu jelas suratnya dari LTMPT,” ujar Zamrun, Sabtu (11/7). Dilansir dari Antara.

Sebagai syarat mengikuti UTBK SBMPTN di UHO, seluruh calon mahasiswa wajib mengikuti tes cepat atau rapid test. Keempat calon mahasiswa tersebut mendapatkan hasil tes reaktif, sehingga diarahkan untuk tes swab dan hasilnya positif (Covid-19).

Zamrun mengatakan, tidak hanya calon mahasiswa yang positif Covid-19 saja yang tidak boleh mengikuti UTBK. Terdapat persyaratan lain yang wajib dilewati para calon mahasiswa agar bisa mengikuti UTBK.

“Jadi sebenarnya bukan itu saja bukan rapid test saja. Kemudian yang lain yang nggak pakai masker tidak boleh masuk (ruang UTBK). Yang kedua kalau suhu tubuhnya lebih dari 37,5 derajat Celcius juga tidak boleh masuk (ruang UTBK),” tutur Zamrun. Dilansir dari liputan6.com

Ketua Pelaksana Eksekutif LTMPT Budi Prasetya pun sebelumnya telah memberi penjelasan mengenai hal ini.

“Dan kalau itu tidak lolos screening kesehatan dan itu sudah ada disclaimernya. Tidak akan diizinkan (ikut UTBK),” ujar Budi pada ‘sosialisasi pendaftaran UTBK-SBMPTN 2020’ di kanal Youtube LTMPT, Minggu, 31 Mei 2020.

Budi menjelaskan, kebijakan ini bertujuan untuk mencegah penularan dan penyebaran virus Covid-19 dan agar UTBK bisa berlangsung dengan standar protokol kesehatan. Kebijakan ini merupakan kesepakatan dari para panitia.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan hingga pada hari ujian dilaksanakan. Karena tidak ada kesempatan penggati bagi para calon mahasiswa yang tidak lolos pengecekan medis dan tidak bisa mengikuti UTBK.

Di lain pihak, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan diminta untuk tidakbersikap diskriminatif.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Amirul Tamim memberikan komentar terhadap kebijakan yang dinilainya diskriminatif itu.

“Pemerintah tidak boleh diskriminatif hanya karena mereka terinfeksi virus corona. Hak dan kewajiban mereka juga harus dipenuhi,” kata Amirul Tamim, saat dihubungi tim Cnnindonesia.com, Sabtu (11/7). Dilansir dari cnnindonesia.com.

Ia meminta kepada pemerintah agar bersikap adil kepada seluruh rakyat, termasuk para calon mahasiswa yang terinfeksi Covid-19. Karna, menurutnya, calon mahasiswa yang terinfeksi virus corona juga memiliki hak yang sama untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi negeri.

“Jangan kita matikan semangat dan masa depan mereka. Kasihan mereka. Negara sudah mengeluarkan anggaran besar soal penanganan corona ini. Harus ada kebijakan baru agar mereka juga ini diakomodir untuk ikut tes. Apakah ikut tes di ruang isolasi atau seperti apa,” ujarnya. Dilansir dari cnnindonesia.com

Anggota DPR RI Riwan Bae juga ikut memberikan komentar, bernada sama dengan Amirul Tamim, Ia menilai kebijakan larangan mengikuti ujian bagi yang terinfeksi Covid-19 tersebut sama saja mematikan masa depan para calon mahasiswa.

 “Makanya poinya adalah ada kebijakan yang sama dengan perlakuan berbeda soal lokasi dan fasilitas tesnya. Jangan langsung diminta tidak boleh ikut tes. Virus corona ini berbeda dengan penyakit yang lain. Meskipun mereka terinfeksi, tapi kan masih bisa beraktivitas, kecuali misalnya dia tidak mampu (beraktivitas),” tutur Ridwan. Demikian dilansir dari cnnindonesia.com

Amirul Tamim dan Ridwan Bae sama-sama berharap agar Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan membuat kebijakan susulan terhadap calon mahasiswa baru yang terinfeksi Covid-19.

Reporter: Adibayu Firmansyah