Pelantikan Ormawa, Amany: Laksanakan Proker dengan Baik dan Elegan

Pelantikan Ormawa, Amany: Laksanakan Proker dengan Baik dan Elegan

Reporter Fauzah Thabibah; Editor Elsa Azzahraita

Sesi foto bersama seusai pelantikan organisasi mahasiswa tingkat universitas, Senin (12/4). Sumber: DNK-Akbar Rahmatullah

UIN Jakarta mengadakan Pelantikan Organisasi Kemahasiswaan Tingkat Universitas Masa Bakti 2021, pada Senin (12/4) yang berlokasi di Auditorium Harun Nasution UIN Jakarta, baik secara daring maupun luring.

Dihadiri oleh Rektor UIN Jakarta, Amany Lubis, Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan, Arief Subhan, serta perwakilan pengurus organisasi kemahasiswaan tingkat universitas seperti Senat Mahasiswa Universitas (Sema U), Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (Dema U), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), serta Lembaga Otonom (LO).

Amany Lubis mengungkapkan, pelantikan tahun ini sangat berkesan karena dapat dilakukan secara daring dan luring saat pandemi, dengan tujuan agar mahasiswa dapat lebih bertanggung jawab sebagai pemimpin.

“Saya berharap bahwa semua program dapat dilaksanakan dengan baik dan elegan merencanakan pengembangan mahasiswa dimasa yang akan datang  untuk UIN Jakarta," harapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan, Arief Subhan mendorong agar mahasiswa melakukan setiap perencanaan dengan baik di waktu yang tersisa dan lebih mengupayakan aspek pencapaian prestasi, baik akademik maupun nonakademik.

“Saya mendorong agar dalam menyelenggarakan kegiatan, mahasiswa lebih dahulu melakukan  perencanaan yang baik di dalam waktu yang pendek ini karena keterlambatan pelantikan. Rencana yang betul-betul diikuti dengan tahapan penyelenggaraan, waktu, dan seterusnya. Sehingga ketika nanti implementasi semua itu menjadi lebih mudah,” jelasnya.

Sebagai Ketua Umum Dema U periode 2021, Pebri Nurhayati mengaku merasa bersyukur karena adanya kejelasan melalui pelantikan ini. Pebri juga menambahkan pihak Dema U telah menyiapkan program kerja baik dalam lingkungan kampus hingga skala nasional.

“Ke depannya nanti akan ada banyak program yang sudah kita (pihak Dema U) siapkan. Tentunya itu bukan hanya berbicara tentang UIN Jakarta saja, tetapi juga skala nasional,” ucapnya.

Sesi foto bersama jajaran rektorat seusai pelantikan organisasi mahasiswa tingkat universitas, Senin (12/4). Sumber: DNK-Akbar Rahmatullah

Sama seperti Pebri, Ketua Umum Sema U periode 2021, Muhammad Sahrul juga merasa bersyukur, menurutnya pelantikan ini sebagai tanda adanya penyelesaian dari sengketa sebelumnya. Pihak sema U juga telah menyiapkan program yang dibagi menjadi 3 step.

“Program yang akan kita rencanakan itu  setidaknya ada 3 step. Step pertama itu untuk penyelesaian prosedur dalam tata kelola organisasi kemahasiswaan diintra. Kemudian step kedua itu adalah kita akan merealisasikan segala program kerja setelah rapat kerja kita itu selesai. Dan yang step ketiga itu kita akan melaksanakan yang namanya pergantian atau bisa disebut pemilihan raya,” jelas Sahrul.

Terlaksananya pelantikan organisasi mahasiswa tingkat universitas ini dapat dikatakan memakan waktu yang cukup lama setelah masa pesta demokrasi pemilihan mahasiswa berakhir pada Desember lalu, setidaknya berjarak kurang lebih 3 bulan. Maka perlu adanya strategi khusus untuk memaksimalkan program kerja yang ada dengan waktu yang tersisa.

Oleh karena itu, Ketua UKM Teater Syahid, Ahmad Fauzi memiliki strategi tersendiri seperti selalu mengadakan pertemuan dan diskusi bersama baik secara online maupun offline.

“Strateginya sih lebih ke sering berkumpul bersama, berdiskusi bersama baik luring maupun daring agar semua proker (program kerja) itu terlaksana dalam beberapa bulan ke depan,” ucapnya. Ia juga berharap semoga pandemi Covid-19 segera berlalu agar semua UKM dapat kembali aktif di hall Student Center UIN Jakarta, serta Teater Syahid dapat melakukan pertunjukan secara offline.

“Ensiklopedia Pahala” : Estensi Pahala dalam Dimensi yang Berbeda

"Ensiklopedia Pahala" : Estensi Pahala dalam Dimensi yang Berbeda

Awak Liputan: Reporter: Iis Suryani; Editor: Taufik Akbar Harefa dan Elsa Azzahraita

Syamsul Yakin, memaparkan materi dalam webinar dan bedah buku "Ensiklopedia Pahala" (17/02)

Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Jakarta menggelar Webinar Nasional dan bedah buku “Ensiklopedia Pahala” secara virtual pada Rabu, (17/2).

Pahala dalam bahasa Sanksekerta berarti Phala, “buah” yang artinya hadiah yang diperoleh karena kelakuan baik. Menurut Syamsul Yakin, penulis buku “Ensiklopedia Pahala,” pahala adalah ganjaran kebaikan yang diberikan Allah SWT kepada hamba yang dicintai-Nya.

“Merujuk pada bahasa Sanksekerta, phala itu berarti pahala dunia. Yang kalau kita berbuat baik maka ganjarannya langsung di dunia. Pahala bukan persoalan nanti di akhirat, tapi urusan disini.” tuturnya, Rabu (17/2).

Fatmawati, selaku pembedah buku juga memaparkan bahwa pahala menunjukan kebaikan.   “Kebaikan yang dimaksud adalah kebaikan yang bersifat umum, yakni kebaikan dunia dan akhirat melalui lisan dan perbuatan dan bermanfaat dan dirasakan oleh orang lain.” ujar Fatmawati.

Syamsul Yakin menambahkan, “dimensi-dimensi pahala juga tidak selamanya bersifat religius. Pahala bisa dipandang dari sudut sosial, antropologis, ekologi, psikologis, filosofis dan komunikasi. Seperti halnya menanam pohon. Jika dipandang dari sisi sosial, dimana menanam pohon bisa berpengaruh terhadap lingkungan, kehidupan dunia maka menanam pohon adalah suatu perbuatan baik yang bernilai pahala,”.

Lanjutnya, dari sudut psikologis, manusia menyukai keindahan alam yang menghijau, taman, air yang mengalir yang secara tidak langsung memberikan gambaran seperti surga. Menciptakan surga bagi orang lain maka akan dinilai pahala.

Diharapkan dengan adanya bedah buku ini, dapat menambah wawasan baru terkait estensi pahala dalam dimensi yang berbeda.

Rapat Kerja DEMA FDIKOM 2021: Wujudkan Kinerja dalam Amplifikasi Meraki Bersama

Rapat Kerja DEMA FDIKOM 2021: Wujudkan Kinerja dalam Amplifikasi Meraki Bersama

Awak Liputan: Reporter: Laode M. Akbar; Editor; Fauzah Thabibah dan Elsa Azzahraita

Presidium Sidang Rapat Kerja DEMA FDIKOM UIN Jakarta periode 2021-2022

Dewan Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (DEMA FDIKOM) UIN Jakarta periode 2021-2022 menyelenggarakan Rapat Kerja secara virtual, Selasa (16/02). Rapat kerja ini merupakan acara tahunan yang dilaksanakan guna membahas program kerja dari setiap departemen DEMA FDIKOM selama satu tahun periode kepengurusan.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Pelaksana Rapat Kerja DEMA FDIKOM Raihan Islami Meha, dan Ketua Umum DEMA FDIKOM Aji Juasal Mahendra, serta dihadiri oleh pengurus dan anggota DEMA FDIKOM periode 2021-2022.

Sidang pendahuluan, sidang pleno, sidang komisi, dan sidang paripurna merupakan inti rangkaian acara dalam merumuskan dan menetapkan jalannya sidang rapat kerja serta program kerja kepengurusan.

Dengan mengangkat tema “Wujudkan Kinerja DEMA FDIKOM dalam Amplifikasi Meraki Bersama dengan Kerja Nyata”, Aji Juasal berharap agar dalam menjalankan program kerja ini seluruh pengurus dan anggota DEMA FDIKOM dapat bersinergi dengan baik sesuai dengan konsep, ide, dan pemikiran yang telah dibangun bersama.

“Kita berharap komunikasi yang kita bangun ini menjadi jalan awal untuk selanjutnya kita melakukan program kerja bersama,” ujarnya.

Para Peserta Sidang Rapat Kerja DEMA FDIKOM

Selain itu, melihat pemaparan program kerja tiap departemen, terdapat program kerja yang dilaksanakan secara offline dan online mengingat pandemi Covid-19 yang belum usai. Hal ini menjadi tantangan tersendiri untuk melaksanakan program kerja bagi kepengurusan DEMA FDIKOM periode tahun ini.

Rapat Kerja Virtual Serentak HMPS FDIKOM : Bersinergi Ciptakan Kebermanfaatan

Rapat Kerja Virtual Serentak HMPS FDIKOM : Bersinergi Ciptakan Kebermanfaatan

Awak Liputan: Reporter: Amanda Agnes Kasyfillah; Editor: Elsa Azzahraita dan Nur Arisyah Syafani

( Rapat Keja Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam )

Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) periode 2021-2022 Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM)  UIN  Jakata melaksanakan rapat kerja yang berlangsung serentak pada Kamis, (11/2) secara virtual melalui video teleconference. Rapat kerja ini merupakan acara tahunan yang bertujuan untuk membahas program kerja kepengurusan selama satu tahun kedepan.

Turut hadir jajaran kepala program studi serta para pengurus HMPS FDIKOM UIN Jakarta. Rapat kerja tahun ini tentunya berbeda dengan tahun sebelumnya, karena dilakukan secara online akibat pandemi. Namun hal ini tidak mematahkan semangat para pengurus HMPS dalam menyiapkan program kerja terbaiknya.

Rapat Keja Himpunan Mahasiswa Program Studi Jurnalistik

“Seluruh pengurus khususnya pada program studi jurnalistik senantiasa untuk ikut andil membantu dan menjadikan acara tersebut sukses terlaksana dan bisa menjawab situasi dan kondisi saat ini ditengah pandemi,” ujar Ariek Ardhan, ketua HMPS Jurnalistik.

GBHO (Garis Besar Haluan Organisasi), pemaparan, pemantapan, dan pengesahan program kerja untuk kepengursan satu tahun kedepan, menjadi pembahasan dalam rapat kerja HMPS 2021 ini.

Ketua HMPS Komunikasi dan Penyiaran Islam, Mochamad Farhan menyampaikan bahwa terdapat hambatan dalam penyelenggaraan rapat kerja secara online di tengah pandemi ini.

“Situasi Covid-19 ini menjadi problem besar untuk kita, Karena kita dipaksa untuk melaksanakan kegiatan rapat kerja kali ini dilakukan sekarang daring/online tentunya banyak sekali hambatan-hambatan ataupun noise yang menjadi problem utama," ungkapnya.

Meski terdapat hambatan, pandemi Covid-19 ini tidak menjadi halangan bagi seluruh kepenguruan HMPS FDIKOM UIN Jakarta untuk menghasilkan kualitas dan kebermanfaatan serta tetap bersinergi dalam membangun FDIKOM lebih baik.

MoU FDIKOM dengan AMPUH Terkait Pelaksanaan Haji dan Umrah

PKS FDIKOM dengan AMPUH Terkait Pelaksanaan Haji dan Umrah

Awak Liputan: Reporter: Cut Raudhatul Zahbi; Editor: Aulia Gusma Hendra dan Elsa Azzahraita




Penandatanganan PKS FDIKOM UIN Jakarta dengan Afiliasi Mandiri Haji dan Umrah (AMPUH), Senin (8/2).

Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Jakarta bekerjasama dengan Afiliasi Mandiri Haji dan Umrah (AMPUH) menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS)  di ruang meeting lantai 2 FDIKOM UIN Jakarta pada Senin (8/2).

Acara ini  dihadiri oleh Ketua DPP AMPUH, Abdul Aziz, Kabid PHU Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta, Tabroni, Kasi Pembinaan Haji Bidang PHU Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta, Syamsudin, Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama UIN Jakarta, Andi M. Faisal Bakti, Jajaran Dekanat Fdikom, Kaprodi Manajemen Dakwah, Sugiharto serta beberapa Dosen  yang termasuk tim sertifikasi haji.

Andi M. Faisal Bakti mengatakan tujuan mengadakan kerja sama antara FDIKOM dengan AMPUH adalah untuk menindak lanjuti kegiatan pemerintah dalam melatih Dosen FDIKOM dan civitas akademik terkait  sertifikasi pembimbing pembina haji dan umrah.

Wakil Dekan FDIKOM bidang Kemahasiswaan, Cecep juga memaparkan bahwa AMPUH akan memberikan kontribusi dalam penyelenggaraan sertifikasi Haji dan Umrah dalam bentuk anggaran dan peserta. Dengan tujuan penguatan kedisiplinan dari mahasiswa dalam mengikuti praktikum di beberapa rektor di bawah asosiasi AMPUH.

"Kerja sama kegiatan sertifikasi antara pihak FDIKOM dan AMPUH ini sudah berangsur lima kali. Substansi dalam penandatanganan MoU tahun ini sama seperti tahun sebelumnya hanya berbeda secara pelaksanaan saja.  Tetapi tidak mengurangi dari sisi khidmat proses pembelajaran,” Ujar Cecep.

Ketua DPP AMPUH, Abdul Aziz menjelaskan, substansi dari kerja sama penandatangan PKS dengan FDIKOM ialah agar masyarakat dapat melaksanakan haji dan umrah sesuai tuntunan Rasulullah.

“Jadi substansi dari penandatanganan ini adalah upaya kita untuk memberikan keahlian dalam ibadah umrah dan haji untuk masyarakat haji yang lebih baik diantaranya adalah masyarakat dapat melaksanakan umrah dan haji sesuai dengan tuntunan rasulullah SAW.” Ujar Abdul Aziz.

Diharapkan kerjasama antara FDIKOM dengan AMPUH ini dapat berlanjut dan segera terealisasi, sehingga dapat membawa dampak positif bagi masyarakat.

Moderasi Beragama Sebagai Pencegahan Radikalisme

Moderasi Beragama Sebagai Pencegahan Radikalisme

Rahmatul Hidayat

Webinar series oleh PPIM UIN Jakarta melalui zoom meeting (5/2)

Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bekerjasama dengan  Convey Indonesia menggelar Webinar series dengan tema “Moderasi Beragama” secara virtual melalui Zoom Meeting dan Live Streaming YouTube Convey Indonesia , Jumat (5/2).

Mengusung topik “Masjid dan Moderasi Beragama”, webinar ini dihadiri oleh Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama  RI, Juraidi,  Ketua Majelis Ulama Indonesia, Sudartono Abdlu Hakim, Pengurus PP Dewan Masjid Indonesia, Kustini, Koordinator Penelitian Buletin PPIM UIN Jakarta, Kusmana,  serta moderator, Jamhari Makruf selaku Team Leader Convey Indonesia.

Kusmana mengatakan beberapa masjid disalahgunakan untuk dakwah yang berbau radikal, sehingga hal tersebut menjadi tantangan besar.

“Kita dihadapkan dalam dua tantangan besar, yaitu munculnya parokialisme paham keagamaan dan konservatisme paham keagaamaan  yang berimplikasi dalam sikap radikalisme baragama”.

Kusmana juga mengatakan bawasanya masyarakat juga perlu waspada dan prihatin karena ada buletin-buletin tertentu yang menyebarkan paham radikalisme yang beredar di masjid. Bulletin tersebut tentu tidak bertanggung jawab atas tulisannya.

2021-02-05 (27)
Sudarnoto Abdul Hakim selaku Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Sudarnoto Abdul Hakim selaku Ketua MUI menambahkan bahwa kebanyakan anak muda dari golongan moderat itu enggan untuk mengurusi masjid, sehingga pengurus masjid diambil kelompok-kelompok radikal.

“Kelompok-kelompok seperti ini akan terus bergerak meskipun secara kelembagaan sudah tidak ada tapi tidak ada jaminan bahwasanya pikiran itu mati, tidak ada jaminan kelompok itu mati karena kelompok radikal tersebut akan bergerak dengan berbagai cara," ujar Sudartono.

Juraidi memastikan pemerintah memperhatikan bagaimana moderasi beragama yang terjadi di masijd-masjid. Pemerintah membuat berbagai macam regulasi masjid, dengan harapan  untuk memaksimalkan fungsi dari masjid tersebut.

Flyer Bedah Buku

Bedah Buku “Manajemen Halal”: Transformasi Manajemen Konvensional ke Syariah

Bedah Buku “Manajemen Halal”: Transformasi Manajemen Konvensional ke Syariah

Aulia Gusma Hendra

Webinar Nasional dan Bedah Buku Manajemen Halal, Selasa (02/02)

Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan webinar nasional dan bedah buku berjudul “Manajemen Halal (Transformasi Paradigmatik dan Konvensional ke Syari’ah)” secara virtual pada Selasa (02/02).

Acara secara resmi dibuka oleh Dekan Fdikom, Suparto yang diwakili oleh Dekan I Bidang Akademik Siti Napsiyah dengan moderator Fita Fathurokhmah. Materi dari acara ini disampaikan oleh A. Ilyas Ismail, penulis buku, Arief Subhan dan Muhamad Zein selaku Pembedah buku. 

Foto : Ilyas Ismail (Pemateri dan Penulis Buku)

Ilyas Ismail mengatakan manajemen halal merupakan asas-asas yang digali dari Al-Quran dan Sunnah serta pemikiran Ulama dan diikat secara kuat oleh nilai-nilai Islam. Konsep manajemen halal ini mengutamakan benefit, sedangkan manajemen konvensional berbicara profit (uang atau kekayaan dunia).

”Jika menggunakan istilah, manajemen halal sama dengan manajemen syariah, manajemen yang sesuai syariah itu halal dan juga sebaliknya manajemen yang tidak sesuai dengan syariah itu tidak halal,” ujar Ilyas.

Ilyas juga memaparkan bahwa ada relevansi dalam komunikasi dengan leader dimana sebagai pemimpin atau top management harus mampu menyampaikan komunikasi seca