Pandemi Melanda, Ini 7 Tradisi Ramadan yang Dirindukan

Pandemi Melanda, Ini 7 Tradisi Ramadan yang Dirindukan

Penulis Belva Carolina

Ilustrasi bulan Ramadan. (Freepik/@freepik)

Bulan suci Ramadan merupakan waktu yang dinanti-nanti oleh para umat muslim. Bulan Ramadan seringkali dijadikan sebagai momen untuk lebih dekat dengan Sang Pencipta lewat beribadah secara berjamaah atau berkumpul bersama keluarga dan teman-teman diberbagai kesempatan.

Di tengah pandemi Covid-19 tentu banyak pengalaman baru yang dirasakan saat Ramadan datang. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kini masyarakat pun harus dihadapkan pada virus Corona yang menyebar dengan cepat sehingga segala bentuk antisipasi harus diterapkan.

Berikut beberapa hal yang membedakan kegiatan bulan Ramadan saat sebelum dan sesudah pandemi Covid-19.

1. Sahur dan Berbuka Puasa

Ramadan sebelum pandemi Covid-19, kita semua dapat menikmati sahur dan buka puasa bersama teman dan kerabat. Bahkan, beberapa dari kita sudah memenuhi jadwal satu bulan penuh dengan ajakan buka puasa baik dari teman kerja, kuliah, hingga teman lama. Namun, saat pandemi ini sahur dan buka puasa hanya dilakukan secara individu atau dilakukan bersama keluarga inti di rumah. Bahkan, sahur atau takjil on the road pun tidak ada.

2. Salat Tarawih

Ilustrasi salat berjemaah. (Freepik/@rawpixel.com)

Salat tarawih merupakan ajang jumpa bersama teman kecil di rumah. Bahkan, menjadi salah satu momen mengenang masa kecil saat dimana kita menjajaki jajanan di masjid hingga meramaikan masjid dengan petasan. Sayangnya, salat tarawih hanya dapat dilakukan secara individu atau berjamaah bersama keluarga di rumah.

3. Tilawah dan Tadarus Al-Quran

Sebelum adanya pandemi, tilawah atau tadarus Al-Quran dilakukan di masjid bersama teman-teman sebaya serta bertukar ilmu satu sama lainnya. Pandemi ini memaksa kita untuk melakukan semua hal di rumah masing-masing. Maka dari itu tilawah dan tadarus Al-Quran hanya dapat dilakukan secara individu di rumah.

4. Peringatan Nuzululqur’an

Ilustrasi Nuzululqur’an. (Freepik/@freepik)

Peringatan Nuzululqur’an dalam bentuk tablig dengan menghadirkan penceramah dan massa dalam jumlah besar di masjid-masjid berbagai wilayah menjadi bagian dari pelengkap hikmatnya bulan Ramadan. Namun, tidak dapat kita temui sejak pandemi melanda.

5. Iktikaf, Pesantren Kilat, dan Ziarah Kubur

Iktikaf pada 10 malam terakhir bulan Ramadan di masjid atau musala, takbiran keliling wilayah sekitar, pesantren kilat di masjid atau musala, hingga ziarah kubur yang menjadi rutinitas setiap tahunnya bersama teman-teman dan sanak saudara tidak dapat kita jumpai demi menghentikan rantai penyebaran Covid-19. Rasanya aneh sekali ya jika hal tersebut tidak lagi kita laksanakan.

6. Halalbihalal

Silaturahim atau halalbihalal lazim dilaksanakan ketika hari raya Idul Fitri dengan menikmati berbagai masakan khas lebaran hingga pulang mengantongi banyaknya THR yang diberikan kerabat. Sayangnya pandemi ini hanya dilakukan melalui media sosial dan video call atau conference.

7. Mudik

Bagi para perantau bertemu sanak saudara di kampung halaman mungkin hanya dapat dilakukan satu kali dalam setahun, yaitu saat Idul Fitri. Maka dari itu, momen mudik menjelang lebaran sangat dinanti. Namun, keinginan itu sebaiknya ditunda terlebih dahulu, karena potensi penularan Covid-19 naik berkali lipat.

Namun, janganlah bersedih hati, karena kasus pandemi Covid-19 yang lambat laun mulai menurun, hal yang biasa kita nikmati saat bulan Ramadan dapat kembali kita jumpai. Dengan catatan tidak lepas dari protokol kesehatan yang harus kita taati.