Talkshow Roffair 2021, Atasi QLC dan Kehidupan Media Sosial

Talkshow Roffair 2021, Atasi QLC dan Kehidupan Media Sosial

Reporter Farah Nur Azizah; Editor Farhan Mukhatami

Talkshow Roffair RDK FM  2021 “How to Deal with Quarter Life Crisis and Social Media’s Life” Minggu, (10/10).
Sumber: DNK TV-Farah Nur Azizah

Bertepatan dengan Hari Kesehatan Mental Sedunia, Radio Dakwah dan Komunikasi (RDK FM) UIN Jakarta menggelar Roffair 2021 dengan talkshow bertema “How to Deal with Quarter Life Crisis and Social Media’s Life, pada Minggu (10/10).

Talkshow ini bertujuan untuk menjawab berbagai macam keresahan dan mengetahui cara mengatasi quarter life crisis serta hidup bermedia sosial dengan positif.

Quarter Life Crisis (QLC) adalah sebuah periode seseorang yang sedang mengalami keraguan dan kekecewaan terkait karir, hubungan maupun finansial yang dialami seseorang pada usia 20-an ketika sudah memasuki kehidupan yang sebenarnya.

Ardhi Mohamad sebagai partner dari Alvi Syahrin seorang penulis buku dan pegiat media sosial, memaparkan yang dimaksud Crisis dalam QLC itu adalah identitasnya, seperti layaknya kehilangan identitas diri.

 “Crisis itu identitasnya kayak kehilangan identitas diri. Saya ini seorang apa sih? Pekerjaan kok gak jelas, nikah juga belum. Saya ini siapa? Mulai mempertanyakan hal itu,” ujar Ardhi.

Selain itu, generasi sekarang mengalami berbagai permasalahan yang seharusnya tidak dirasakan. Jika biasanya depresi terjadi pada usia 40 sampai 50 tahun, namun sekarang pada usia 20-an sudah mengalami indikasi terhadap depresi.

Ardhi juga menambahkan, kita butuh yang namanya berpikir secara absolut (mutlak) bukan justru selalu punya refference point (titik acuan).

“Mungkin kita pernah berada di lingkungan yang sekeliling kita tidak suka jalan-jalan, sering di dalam rumah. Terus kita punya lingkungan baru yang suka jalan-jalan, makan di luar, akhirnya kita punya standar baru dan itu terus berubah dan ini yang dimaksud dengan kita itu tidak berpikir secara absolut (mutlak), kita selalu punya refference point (titik acuan),” jelas Ardhi.

Selanjutnya, Ardhi menyampaikan hidup itu tidak selalu tentang kompetisi, semua ada porsi, kapasitas dan waktunya.

“Pada akhirnya kita semua memulai dari posisi yang berbeda. Jadi hidup tidak selalu tentang kompetisi. Semua ada porsinya, semua ada kapasitasnya, dan semua ada waktunya,” kata Ardhi.

Pemaparan Materi oleh Analisa Widyaningrum dalam Talkshow Roffair 2021, Minggu (10/10). Sumber: DNK TV-Farah Nur Azizah

Sementara itu, seorang Psikolog Analisa Widyaningrum menyampaikan bahwa terdapat hal-hal umum yang terjadi pada rentan usia 20-25 tahun, di antaranya memberi ekspetasi berlebih pada diri, kebingungan memilih karir, perencanaan keuangan yang keliru, menjalin hubungan ketika belum siap berkomitmen dan membandingkan diri dengan orang lain.

Widya juga mengatakan, dalam menjalani kehidupan, menemukan krisis dalam hidup itu adalah hal yang wajar dan bagaimana cara kita bangkit, menguatkan mental kita dan menebarkan kebaikan.

“Mengalami krisis dalam kehidupan itu hal yang wajar, karena setelah krisis ada kehidupan baru. Life after Crisis seperti setelah hujan ada pelangi. Maka dengan mental yang sehat kita mampu menebar kebaikan,” jelas Widya.

Di harapkan dengan adanya acara ini dapat membuat peserta  sadar akan pentingnya persiapan menghadapi quarter life crisis dan peduli terhadap kesehatan mental bagi diri sendiri.