Siaga Bencana, Pemerintah Sampaikan Peringatan melalui SMS Blast

Siaga Bencana, Pemerintah Sampaikan Peringatan melalui SMS Blast

Reporter Belva Carolina; Editor Fauzah Thabibah

Kementerian Kominfo dan Badan Geologi Kementerian ESDM melakukan kerjasama penyebarluasaan informasi kebencanaan. Sumber: esdm.go.id

SMS Blast atau SMS Blasting siap peringatkan warga yang berada di kawasan rawan bencana (KRB) geologi. Peringatan ini merupakan hasil kerja sama antara sistem informasi bencana yang dimiliki oleh Badan Geologi Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) khususnya Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dengan sistem penyampaian informasi bencana yang dibangun Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), pada Senin (12/4) di Auditorium Badan Geologi, Bandung.

Kepala Badan Geologi, Eko Budi menegaskan bahwa upaya ini sebagai bentuk penyebaran informasi kebencanaan hingga ke daerah atau lokasi yang masih belum terjangkau, khususnya oleh jaringan telekomunikasi.

“Program penyebarluasan informasi kebencanaan melalui penyelenggara telekomunikasi dan lembaga penyiaran di Kawasan Rawan Bencana adalah salah satu solusi untuk permasalahan tersebut,” ucapnya dalam siaran pers (12/4).

Ia berkomitmen terhadap kualitas penyebaran informasi bencana geologi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan melalui beragam kanal, baik itu aplikasi, media sosial ataupun berupa pesan pendek atau SMS.

SMS Blast semacam ini sudah diuji coba sehari menjelang penandatanganan kerja sama ke telepon genggam masyarakat di KRB Geologi jika terjadi bencana sebagai peringatan dini. Salah satu SMS Blast yang sudah diujicobakan ke masyarakat yaitu saat terjadinya erupsi Gunung Sinabung pada 10 April 2021 lalu.

Kepala PVMBG Andiani menyebutkan, PVMBG sebelumnya berhasil mengembangkan sistem informasi kebencanaan geologi berbasis internet yaitu MAGMA Indonesia. Sistem ini dapat diakses melalui website maupun aplikasi Android di mana isinya meliputi beragam informasi kebencanaan geologi termasuk gunung api, gerakan tanah, gempa bumi, dan tsunami. Namun, inovasi tersebut belum dapat dinyatakan sempurna untuk diakses secara efektif dan efisien.

Oleh karena itu, inovasi baru dikembangkan berupa sistem notifikasi bahaya geologi melalui SMS secara massal bagi masyarakat ini.

Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemenkominfo, Ahmad M. Ramli mengatakan, momen peluncuran SMS Blast ini sangat tepat untuk segera diimplementasikan, mengingat beberapa gunung api menunjukkan aktivitasnya.

Koordinasi pun telah dilakukan Kominfo sejak Desember 2020 dan saat ini secara teknis telah terhubung dengan Sistem SMS Operator Seluler di beberpa provider. Ia juga menyatakan perlu pengembangan metode penyampaian informasi lain seperti melalui Penyiaran Televisi.