Eksistensi Mahasiswa dalam Gerakan Lingkungan dan Kesiapsiagaan Bencana

Eksistensi Mahasiswa dalam Gerakan Lingkungan dan Kesiapsiagaan Bencana

Reporter Zakiah Umairah; Editor Belva Carolina

Bukf»er Sallif)if 
• —en-finaran 
si"d dalqm 
Sera 
kunggn
Diskusi interaktif sedang berlangsung dihadiri oleh narasumber beserta moderator. (Dok. Kegiatan Diskusi Interaktif dari KMPLHK Ranita UIN Jakarta)

Memburuknya kondisi bumi saat ini mendorong masyarakat untuk bergotong royong dalam memulihkannya kembali. Dalam memperingati Hari Bumi dan Hari Kesiapsiagaan Bencana pada April lalu, KMPLHK Ranita UIN Jakarta menggelar diskusi interaktif bersama narasumber yaitu Climate Rangers, Fathan Mubina dan Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa, Achmad Lukman yang bertajuk “Peran Mahasiswa dalam Gerakan Lingkungan dan Kebencanaan”, pada Jumat (22/04) bertempat di Aula Madya UIN Jakarta.

Diskusi tersebut didasari oleh peran mahasiswa sebagai agent of change agar dapat berkontribusi dalam membangun gerakan lingkungan dan kebencanaan di Indonesia.

Segala bentuk kekayaan yang ada di bumi ini merupakan tanggung jawab masyarakat di seluruh dunia. Peringatan Hari Bumi ini menurut Climate Rangers, Fathan Mubina dapat menjadi momentum untuk kembali menyadarkan masyarakat. Peran pemuda harus saling berkontribusi untuk bahu membahu meningkatkan kualitas bumi sehingga perbuatan manusia yang merusak bumi dapat segera dituntaskan. Adanya kesempatan ini pun dapat menjadi evaluasi bagi seluruh masyarakat untuk membuat agenda tahunan mengenai target spesifik dalam perubahan lingkungan.

“Mahasiswa perlu terlibat aktif dalam forum-forum besar untuk menyampaikan gagasan-gagasan perubahan yang relevan dengan lingkungan dan masyarakat,” ucap Fathan.

Save the planet concept Free Vector
Ilustrasi masyarakat bahu membahu menjaga bumi. (Freepik.com/@Freepik)

Pembahasan mengenai peran mahasiswa dalam kegiatan sosial ini akan selalu dikaitkan dengan upaya membawa perubahan yang nantinya akan berdampak pada generasi selanjutnya.

“Melalui gerakan kecil tersebut harapannya dapat berbuah menjadi dampak besar yang akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” terang DMC DD, Achmad Lukman.

Pada diskusi tersebut, beliau pun setuju terkait partisipasi mahasiswa yang harus ditingkatkan lagi dalam aspek kesiapsiagaan bencana, melalui gerakan kecil untuk membangun suatu hal yang besar dan membuktikan bahwa peran mahasiswa sangatlah besar.

Ketua Umum Ranita 2022, Abdul Jabar memiliki pandangan yang sejalan dilihat dari salah satu inovasinya untuk menyelenggarakan diskusi interaktif tersebut untuk membentuk wadah bagi masyarakat. Dengan begitu, setiap kegiatan yang akan direncanakan akan saling bersinergi dan meluas bagi para penggiat lingkungan dan kebencaaan dengan harapan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Semarak 32 Tahun, Fdikom Gelar Serangkaian Kegiatan

Semarak 32 Tahun, Fdikom Gelar Serangkaian Kegiatan

Reporter Adinda Shafa Afriasti; Editor Syaifa Zuhrina

Sharing session oleh dekan dan wakil dekan dalam perayaan milad Fdikom ke-32. (DNK TV/Adinda Shafa Afriasti)

Dalam rangka memperingati hari lahir yang ke-32, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta menyelenggarakan berbagai rangkaian acara pada Selasa (26/4). Mulai dari kegiatan sharing session, kegiatan perlombaan antar mahasiswa Fdikom sampai buka puasa bersama.

Kegiatan dibuka dengan opening ceremony dan sharing session bertema “32 Tahun Fdikom Berdiri: Refleksi Historis dan Pendidikan” yang dilaksanakan di ruang teater lantai 2 gedung Fdikom dengan narasumber Dekan Fdikom, Suparto, Wakil Dekan (Wadek) Bidang Akademik, Siti Napsiyah serta Wadek Bidang Kemahasiswaan, Cecep Castrawijaya. 

Dalam sambutannya, Suparto memaparkan adanya kegiatan ini menunjukkan bahwa Mahasiswa Fdikom peduli dengan fakultas, karena menurutnya kepedulian merupakan modal utama kemajuan bangsa.

Wadek Bidang Akademik, Siti Napsiyah menuturkan bahwa tema yang diusung pada perayaan tahun ini sebagai ajang refleksi historis untuk tidak melupakan sejarah berdirinya Fdikom.

“Sudah saya sampaikan bahwa dahulu Fakultas Dakwah adalah hasil pemekaran dari Fakultas Ushuludin. Ini sebagai contoh bahwa milad ini perlu menjadi ajang refleksi historis sejarah berdirinya Fakultas ini,” jelasnya.

Ketua Umum Senat Mahasiswa (Sema) Fdikom, Safira Febby Ayu memaparkan sambutannya dengan harapan kedepannya agar mahasiswa lebih mengimplementasikan kegiatan akademik dan non akademik.

“Semoga ke depannya mahasiswa lebih bisa mengimplementasikan lagi kegiatan akademik serta kegiatan non akademiknya, dan semoga ormawa yang nantinya dilantik menjadi pengurus baru dapat menuntaskan perkuliahannya dengan baik di samping kegiatan organisasinya,” tuturnya Febby.

Perlombaan ranking 1 sebagai salah satu rangkaian acara perayaan milad Fdikom. (DNK TV/ Adinda Shafa Afriasti)

Salah satu serangkaian ajang perlombaan yakni lomba MTQ, ceramah, dan Ranking 1 yang diikuti beberapa Mahasiswa Fdikom. Panitia mewajibkan setiap jurusan untuk mengirim perwakilan dalam tiap mata lomba.

Meskipun dalam perencanaan yang singkat, Ketua Pelaksana Banu Naqueb mengaku bahwa kegiatan berjalan cukup memuaskan.

“Pelaksanaan dari perencanaan hingga hari H masih terbilang memuaskan, meski saat perencanaan kurang dalam segi waktu karena perencanaan sendiri mendadak dari pihak penanggung jawab acara. Antusias mahasiswa Fdikom juga cukup besar, terus bertambah seiring berjalannya acara,” ucap Banu saat diwawancarai langsung oleh Reporter DNK TV pada Selasa (26/4).

Salah satu Mahasiswa Fdikom yang berpartisipasi dalam perlombaan, Aulia Damayanti mengatakan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman baru baginya.

“Seneng karena bisa ikut perlombaan Ranking 1, terlebih ini dalam acara merayakan milad Fdikom, harapannya semoga Fdikom lebih maju dari tahun-tahun sebelumnya dan dapay menjadi fakultas unggulan di UIN Jakarta,”.

Ia juga berharap mahasiswa Fdikom dapat lebih berinovasi kembali dan terus berkarya agar bisa mengharumkan nama fakultas.

Kemudian kegiatan perayaan milad ini ditutup dengan acara buka bersama serta pembagian hadiah yang dilakukan oleh panitia dan para pemenang lomba.

Problematika Pendakwah Kian Terjadi

Problematika Pendakwah Kian Terjadi

Reporter Sifa Sevia; Editor Belva Carolina

Zoom Meeting 
U n mute 
P 
'Kei 
Alvia Azhar 
% Alvia Azhar 
Recording 
Henri 
Start V ideo 
o 
DNK TV Sifa sevia M... 
R9Jab Ritonga 
atiwi 
Asp. KG m 
uu•uø arbi V 
Reactio ns 
Apps 
32cc Cerah O 
View 
F9dhila 
185 
Participants 
Share Screen 
10:39 am 
25-Apr-22
Pemateri Problema Pelaksanaan Penyiaran dan Perundang-undangan di Indonesia, Henri Subaiakto memberikan materi melalui Zoom Meeting. (DNK TV/Sifa Sevia)

Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fdikom UIN Jakarta menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Hukum dan Undang-Undang Penyiaran di Indonesia” secara virtual melalui Zoom Meeting pada Senin (25/4).

Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB dihadiri oleh Guru Besar Komunikasi Universitas Airlangga, Henri Subiakto yang merupakan pemateri “Problema Pelaksanaan Penyiaran dan Perundang-undangan di Indonesia” dan Profesor Ilmu Komunikasi di Institut Komunikasi dan Bisnis London School of Public Relations Jakarta, Rajab Ritonga yang merupakan pemateri “Problema Pendakwah dan Materinya dalam Penyiaran di Indonesia”.

Zoom Meeting 
Reco 
rd Ing 
P 
ASP 1 K" m 
armawati arbi 
DNK TV Sifa sevia M... 
pan Otomatis 
File Beranda 
Sisipkan Gambar 
Rajab Ritonga 
STUDIUM GENR.. 
Desain 
Transisi 
Animasi 
Peragaan Slide 
Nurul Fadhila 
Rekam Peninjauan 
Tampilan 
iÉllya Pratiwi 
Bantuan 
AGUS HS- IBI K... 
AGUS HS- 181 KOSGO... 
@ Rekam gagikan 
Tempel 
klip 
6 
slide 7 dan 14 
o 
Atur Ulang 
slide 
gam v 
Slide 
Klik untuk menambah catatan 
IngYis (merika Aksesibilitas' Sélidiki 
gentuk Atur 
Gayd 
Ganti v 
Pilih 
Diktekan 
Efek Bentuk 
PROBLEMATIKA PENDAKWAH 
upendakwah di media 
Seseorang bisa jadi 
"Dali" bila punya 
follower, subscriber, 
atawviewer banyak 
Mereka menjadi 
tempet ruiukan dari 
persoalan agama 
Varga digital padahal 
ilmunya belum tentu 
memadai (Humeira, 
2021 ) 
•MARAH SU 
310 
C 
Kabut O 
10:25 am 
25-Apr-22
Materi yang disampaikan oleh Rajab Ritonga melalui Zoom Meeting. (DNK TV/ Sifa Sevia)

Rajab Ritonga menjelaskan bahwa pendakwah merupakan komunikator dan bukanlah provokator.

“Pendakwah sebetulnya komunikator bukan provokator, bukan mau memanas-manaskan situasi kondisi atau keadaan ya, seharusnya begitu,” ujar Rajab dalam kuliah umum.

Ia juga mengatakan bahwa komunikasi massa berkaitan erat dengan teknologi, begitupun dengan pendakwah. Dengan begitu, problematika pendakwah saat ini adalah pendakwah yang menjadi selebriti.

“Karena memang sejak awal komunikasi massa itu kaitannya erat dengan komunikasi, sejak pertama kali ditemukan mesin cetak oleh Gutenberg sampai sekarang itu selalu terkait dan mengubah lingkungan masyarakat serta penggunaannya, termasuk di sini adalah penggunaan dakwah,” ucapnya.

Saat ini banyak pendakwah di media sosial hanya dengan memiliki banyak pengikut dan penonton dapat dijuluki sebagai dai.

“Dia bisa saja menjadi dai, dengan catatan dia memiliki followers, punya subscriber, punya viewers yang banyak dia tiba-tiba menjadi dai,” tambahnya.

Tasyakuran Milad Fdikom ke-32 jadi Momentum Refleksi dan Evaluasi

Tasyakuran Milad Fdikom ke-32 jadi Momentum Refleksi dan Evaluasi

Reporter Syahrul Rachmat; Editor Belva Carolina

Sambutan Dekan Fdikom UIN Jakarta, Suparto dalam tasyakuran milad Fdikom ke-32. (DNK TV/Syahrul Rachmat)

Dalam rangka memperingati milad yang ke-32 tahun, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta mengadakan tasyakuran di ruang teater lantai 2 Fdikom pada Senin (25/4) yang dihadiri oleh dosen dan para staf Fdikom.

Acara ini berjalan dengan lancar dengan adanya dukungan dari banyak pihak seperti sumbangan dari para dosen hingga Baznas, kemudian kontribusi DNK TV, RDK FM, Kontras, dan lain sebagainya.

Rangkaian acara diawali dengan sambutan Dekan Fdikom UIN Jakarta, Suparto, dilanjutkan dengan pembagian seserahan hingga sesi hiburan yang ditampilkan oleh Lembaga Semi Otonom (LSO) Kontras.

Dekan Fdikom, Suparto mengatakan bahwa tujuan diselenggarakannya tasyakuran adalah momentum untuk merefleksi dan mengevaluasi pencapaian untuk menciptakan perubahan-perubahan baru.

“Kita harus menciptakan momentum, refleksi diri, evaluasi, dan bersyukur atas segala pencapaian dan prestasi yang telah kita raih dan kita juga mengingat usia fakultas yang sudah 32 tahun, kira-kira sudah terjadi perubahan apa saja dalam 32 tahun ini,” ujar Suparto.

Mengevaluasi kekurangan akan menjadi hal baik dalam menemukan program kerja kedepannya. Suparto juga berharap agar Fdikom dapat maju di segala aspek.

“Fdikom lebih mampu berkiprah pada segala aspek, baik akademik maupun non akademik. Lalu pada aspek layanan akademik dan layanan masyarakat,” tambahnya.

١١ 
ك
Pemaparan ceramah oleh Kepala Laboratorium, Zakaria. (DNK TV/Syahrul Rachmat)

Berdasarkan Pernyataan Wakil Ketua Dewan Mahasiswa tingkat fakultas (DEMA-F), Musa Adhe Chandra bahwa tasyakur ini merupakan unjuk rasa syukur atas produktivitas dan eksistensi dalam birokrasi baik horizontal maupun vertikal yang masih terjaga dan seimbang.

“Acara ini berjalan dengan lancar secara sederhana untuk memperingati hari lahirnya Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi,” ujar Musa.

Musa berharap Fdikom dapat menjadi lebih baik dimana adanya kesalahan dan evaluasi yang dapat diperbaiki untuk ke depannya.

Nada Comfest : Optimasi Bahasa melalui Kompetisi

Nada Comfest : Optimasi Bahasa melalui Kompetisi

Reporter Ariqah Alifia; Editor Latifahtul Jannah

DNKTV_Ariqah... 
DNKTV Ariqah Alifia 
Recording 
Shinta Nurfitrianß Insa.„ 
FakultasDakwah dan ll.„ 
NATIONAL DAKWAHI 
COMPETITION FESTIVAL2022 
Fauziyyah Imma R (Juri) 
NADACONFES 2022 
Operator
Sambutan Suparto sebagai pembuka acara. (DNK TV/Ariqah Alifia)

Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) mengadakan Final Pidato Bahasa Inggris yang merupakan bagian dari kegiatan National Dakwah Competition Festival (Nada Comfest) pada Kamis (21/4), bertempat di teater 2 Fdikom dan Zoom Clouds Meeting.

Gagasan diadakannya lomba yang berlangsung secara hybrid ialah untuk meningkatkan kualitas dakwah dan bermulti bahasa mahasiswa. Terdapat 6 finalis perwakilan universitas di Indonesia, salah satunya UIN Jakarta, UIN Banten, dan UIN Purwokerto. 

“Diadakannya lomba ini adalah untuk meningkatkan kualitas berdakwah, khususnya berdakwah dalam bahasa Inggris. Karena berdakwah dengan bahasa Inggris pastinya sesuatu hal yang kompleks karena melibatkan 2 hal ya dalam keagamaannya atau Islamnya, kemudian dalam komunikasi atau speech bahasa Inggris,” ujar Efrida, ketua pelaksana.

Acara yang dimulai pukul 13.00 ini, dibuka dengan penyampaian sambutan oleh Dekan Fdikom, Suparto. Ia mengatakan, diadakannya Nada Comfest selaras dengan tujuan Fdikom yang ingin menciptakan bibit-bibit pembicara yang profesional juga agamis.

This is the first Nada Comfest, National Dakwah Competition Festival the first ever held in Indonesia, especially for the student of the Faculty of Dakwah, all over state Islamic University or PTKIN. So this event, this is event special to you, because you know our goal or our aim as a faculty members that our students would have professioncy or competence to be very good speaker. Specially you gonna be the religious speakers“, ujar Suparto.

pnm 
DNKTV_Ariqah... 
DNKTV_Ariqah Alifia 
Recording 
Operator 
Fillah FM 
FakultasDakwah dan 11„. 
NATIONAL DAKWAH 
COMPETITION FESTIVAL2022 
Participants 
Chat 
Share Screen 
Record 
Reactions
Salah satu finalis lomba pidato bahasa Inggris. (DNK TV/Ariqah Alifia)

Para finalis bersaing dalam menunjukkan kemampuannya dan langsung dinilai oleh para dewan juri yang berkompeten dalam setiap aspek penilaiannya.

Salah seorang finalis, Putri Dinda berharap, National Dakwah Competition Festival dapat terselenggara kembali di tahun selanjutnya dan memberi kesan yang lebih baik lagi. Kompetisi merupakan tradisi.  Fastabiqul khairat, bersaing dalam kebaikan untuk guna menciptakan sebuah perubahan.

Spesial Hari Kartini : Fdikom Gelar Bedah Buku Karya Rektor UIN Jakarta

Spesial Hari Kartini : Fdikom Gelar Bedah Buku Karya Rektor UIN Jakarta

Reporter Qo’is Ali Humam; Editor Latifahtul Jannah dan Tiara De Silvanita

Suasana bedah buku “Perempuan Bicara Dari Dakwah Hingga Sosial-Politik” di ruang meeting lt. 2 Fdikom (DNK TV/Muhammad Fajrul Amiq)

Bertepatan dengan Hari Kartini, Kamis (21/4), Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta mengadakan bedah buku yang berjudul “Perempuan Bicara Dari Dakwah Hingga Sosial-Politik” yang diselenggarakan secara bauran di ruang meeting lantai 2 gedung Fdikom dan melalui Zoom Cloud Meeting.

Acara ini dihadiri oleh Rektor UIN Jakarta, Amany Lubis yang sekaligus penulis buku “Perempuan Bicara Dari Dakwah Hingga Sosial-Politik”, Dekan Fdikom, Suparto, Wakil Dekan Bidang Akademik Fdikom, Siti Napsiyah. Juga dihadiri oleh para pembedah buku dari berbagai kalangan yaitu Staf Khusus Menteri Sosial RI, Faozan Amar, Dosen Fdikom, Bintan Humeira, Direktur Eksekutif Nurcholis Majid Society, Fachrurozi Majid, serta segenap civitas akademik dan mahasiswa Fdikom UIN Jakarta.

Diadakannya bedah buku ini selain sebagai bentuk penghargaan terhadap sosok perempuan di Hari Kartini juga bertujuan untuk mengupas berbagai tema dan substansinya. Sebagaimana yang tertera pada judulnya, buku ini mengusung tema besar terkait dakwah Islam hingga berbagai isu sosial dan politik yang kerap kali dijumpai di tengah masyarakat.

Dekan Fdikom, Suparto dalam sambutannya mengatakan bahwa buku ini menjadi penting terutama dalam dua tema besar bukunya, yaitu dakwah dalam konteks budaya hingga ekonomi umat, kemudian krisis politik Islam dan strategi melawan radikalisme.

“Buku ini mengulas tentang tantangan Islam dalam kebudayaan, dakwah perkotaan dengan model dan perkembangannya, lalu penekanan dakwah dalam konteks seni dan budaya. Oleh karena itu buku ini kami pilih sebagai salah satu sumber untuk kami belajar dan akan kami analisa isi buku ini yang sangat bermanfaat bagi civitas akademik Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi” ujarnya.

Recording 
DNKTV 
% Siti Napsivah 
Binta-. Humeira 
all Prof. Amany Lubis
Penulis buku “Perempuan Bicara Dari Dakwah Hingga Sosial-Politik”, Amany Lubis memberikan sambutan melalui Zoom Meeting (DNK TV / Qo’is Ali Humam)

Amany Lubis mengungkap bahwa sebenarnya tema dalam buku ini tidak ada pembahasan tema yang terkhusus pada perempuan. Ia menjelaskan bahwa penamaan judul buku “Perempuan Bicara” karena memang itu adalah karya tulis yang dibuat oleh dirinya yang seorang perempuan, dan juga memiliki tujuan untuk menyuarakan emansipasi wanita, bahwa perempuan juga berhak untuk berbicara dan berkarya.

“Sebenarnya tema tidak ada tentang perempuan, yang ada tentang dakwah, seni, pendidikan, sejarah, kemudian ada juga tentang krisis ekonomi, pemberdayaan ekonomi, sosial politik, radikalisme, dan masih banyak lagi. Nah, alasan diberi judul khusus perempuan hanya untuk fokus bahwa ini adalah karya seorang perempuan”

Dosen Fdikom, Bintan Humeira selaku pembedah buku pada acara ini mengaku sangat mengagumi buku hasil karya Rektor UIN jakarta ini, Ia menyampaikan bahwa karena buku ini ditulis oleh seorang perempuan maka menjadi representasi yang mampu mematahkan stigma yang selama ini melekat pada diri perempuan, bahwa perempuan dianggap hanya mampu berkiprah pada urusan domestik dan pengasuhan.

“Buat saya buku ini sebagai optimisme, bahwa perempuan-perempuan Indonesia khususnya, punya ruang yang terbuka, dan berbagai kesempatan bisa diraih untuk terus berkarya. Buku ini juga dapat mengsinspirasi saya bahwa di tengah kesibukan penulis ternyata tetap mampu untuk menysusun pemikiran-pemikiran yang sangat relevan untuk kita bicarakan pada saat ini” ucapnya.

Di penghujung acara Staf Khusus Menteri Sosial RI, Faozan Amar, yang turut hadir dan menjadi pembedah buku memberikan closing steatment agar karya tulis yang luar biasa ini dapat memberikan inspirasi kepada perempuan Indonesia agar dapat terus berprestasi dan dapat memberikan pencerahan bagi para pembaca lainnya.

Ragam Drama Pelaksanaan Pemilwa

Ragam Drama Pelaksanaan Pemilwa

Reporter Belva Carolina;  Editor Tiara De Silvanita

Ilustrasi Pemilihan Umum. (Pixabay/OrnaW)

Pemilihan mahasiswa (Pemilwa) yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Mahasiswa (KPM) UIN Jakarta dan diawasi oleh Badan Pengawas Pemilihan Mahasiswa (BPPM) UIN Jakarta bertujuan untuk memilih Ketua dan Wakil Ketua Eksekutif dan Anggota Legislatif Intra kampus UIN Jakarta berlangsung secara e-voting pada Senin, (18/4) pukul 07.00 sampai 17.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang didapatkan DNK TV, di tengah berlangsungnya pemungutan suara beberapa mahasiswa mengeluhkan kendala log in laman El-Musyma menggunakan NIM dan password AIS.

Beragam tanggapan mahasiswa UIN Jakarta, salah satunya Melba Zahrani yang menilai banyaknya mahasiswa mengakses dalam waktu bersamaan menyebabkan gagal  log in berulang kali dan cukup memakan waktu.

Menurut keluhan salah satu Mahasiswa UIN Jakarta berinisial L,  kendala ini menjadi salah satu faktor pemicu golput.

“Karena down seperti ini saya jadi malas untuk buka ulang. Kan kalau malas gini, nantinya akan muncul kemungkinan saya tidak akan balik lagi untuk milih. Kalau tidak balik lagi untuk milih, ya jadinya golput,” jelasnya pada Senin, (18/4).

Penuturan mahasiswa UIN Jakarta, Juva Salma Chotika menyayangkan teknis maupun sistem pelaksanaan yang sudah dipersiapkan jauh hari dan bukan kali pertama kegiatan Pemilwa diselenggarakan secara e-voting, semestinya dapat menghindari adanya kesalahan teknis serupa tahun lalu.

“Mungkin untuk pemilihannya dapat dilakukan secara bergilir, per fakultas atau per prodi agar tidak banyak yang akses dalam waktu bersamaan,” ucap Juva.

Selain ketidakstabilan server dalam pemungutan suara, DNK TV juga mendapatkan laporan dari beberapa mahasiswa bahwa maraknya pihak tim sukses (timses) paslon menghubungi para pemilih untuk menanyakan siapa yang akan dipilihnya hingga meneror via WhatsApp call  untuk memengaruhi pilihan para pemilih secara paksa.

Mahasiswa UIN Jakarta berinisial F menerangkan bahwa intervensi tersebut tidak hanya dilakukan secara intensif pada saat hari pemungutan suara berlangsung tetapi pihak timses sudah bergerilya jauh sebelum hari pelaksanaan.

“Menanyakan persiapan dalam pemilihan mahasiswa, menunjukan cara-cara e-voting, hingga meminta untuk screen record,” jelasnya.

F juga merasa sangat terganggu atas pemilihan yang tidak sesuai hati nurani dan asas-asas pemilu yaitu Luber dan Jurdil. Semestinya dapat memilih tanpa adanya paksaan dari pihak manapun. Dengan adanya intervensi pemilih akan terbesit pikiran untuk melakukan golput.

DNK Berbagi 2022: Semangat Berbagi, Kuatkan Silaturahmi

DNK Berbagi 2022: Semangat Berbagi, Kuatkan Silaturahmi

Reporter Riyasti Cahya Rabbani; Editor Dani Zahra Anjaswari dan Fauzah Thabibah

Pembagian santunan kepada anak yayasan. (DNK TV/Debri Wahyu)

Sebagai bentuk silaturahmi dan kepedulian pada sesama, Dakwah dan Komunikasi Televisi (DNK TV) UIN Jakarta menyelenggarakan acara santunan bersama anak-anak Yayasan Cinta Yatim dan Dhuafa pada Minggu (17/4).

Santunan tersebut merupakan puncak dari kegiatan DNK Berbagi 2022.

DNK Berbagi sendiri merupakan acara tahunan DNK TV yang dilaksanakan untuk berbagi rezeki dan keberkahan pada bulan Ramadan.

Rangkaian puncak acara DNK Berbagi 2022 berisi kegiatan edukasi serta hiburan, santunan kepada anak yatim, dan ditutup dengan buka puasa bersama.

Sebelumnya, DNK Berbagi 2022 telah melaksanakan Takjil On The Road (TOTR) dengan rute dari Ciputat hingga Bintaro, pada Sabtu (16/4).

Pengemudi ojek dan orang pinggir jalan menjadi sasaran pembagian TOTR untuk mempermudah mereka yang masih berada di jalan ketika waktu berbuka tiba.

Pelaksanaan TOTR di sekitar wilayah Ciputat. (DNK TV/Zharfan Zahir)

Ketua Pelaksana DNK Berbagi 2022, Syahrabiel, mengatakan acara kali ini mengusung tema “Semangat Berbagi, Kuatkan Silaturahmi” yang bertujuan membangkitkan semangat, rasa ikhlas, dan jiwa kekeluargaan bersama anak-anak yatim dan duafa.

“Keunikan dari acara DNK Berbagi tahun ini kita menambahkan edukasi mengenai media sosial kepada anak-anak yayasan, karena di usia ini penting sekali untuk memberikan edukasi seperti itu agar mereka tidak kecanduan dengan media sosial,” tambahnya.

Dalam acara DNK Berbagi 2022 terdapat 44 anak yatim dan duafa yang mendapatkan santunan. Bukan hanya itu, donasi berupa sembako pun turut diberikan kepada yayasan panti.

Diketahui total donasi yang masuk untuk DNK Berbagi 2022 mencapai lebih dari 25 juta rupiah yang berasal dari para donatur diberbagai lapisan masyarakat.

Acara ini mendapat tanggapan positif dari pihak yayasan, Akhmad Zaenudin Al-Hanif, ia berterima kasih karena dengan kegiatan ini membuat anak binaan yayasan lebih produktif di bulan suci Ramadan.

“Harapan kami mudah-mudahan DNK Berbagi bisa melanjuti kegiatannya, tidak berhenti sampai di sini mengingat kegiatan ini sangat positif untuk anak-anak,” ujarnya.

Sekilas Debat Kandidat Dema UIN Jakarta 2022

Sekilas Debat Kandidat Dema UIN Jakarta 2022

Reporter Anggita Fitri Chairunisa; Editor Latifahtul Jannah

LIVE 
on YouTube 
OI_HELIZA & SYAUQI_DEMAU 
View 
Talking OI_HELIZA & SYAUQI 
M. Abid Al-Akbar I zaini Lubis 
U n mute 
Start V ideo 
AUQI 
• • 26 
Partic i pants 
Share Screen 
Reactions 
n Wahil Ketua Dema UIN Jakarta I NO, 
Apps
Suasana Debat Dema UIN Jakarta. (DNK TV/Anggita Fitri Chairunisa)

Komisi Pemilihan Mahasiswa (KPM) UIN Jakarta menyelenggarakan Debat kandidat Dewan Mahasiswa tingkat Universitas (Dema-U) secara daring melalui Zoom Cloud Meeting dan live streaming YouTube KPM UIN Jakarta, Kamis (14/4).

Adapun peserta dari debat Dema-U ini terdiri dari pasangan calon (paslon) Ketua dan Wakil Ketua nomor urut 01, Siti Nur Heliza dan Muhammad Syauqi, dan paslon nomor urut 02, Muhammad Abid Al Akbar dan Zaini Lubis.

Debat kandidat Dema-U kali ini mengalami kemunduran jadwal yang seharusnya dilaksanakan pada 8 April 2022, menjadi 14 April 2022.

Acara debat virtual ini dihadiri oleh Rektor UIN Jakarta, Amany Lubis dan juga Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Arief Subhan sebagai panelis debat.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Arief Subhan mengatakan bahwa Pemilihan Mahasiswa (Pemilwa) merupakan suatu proses pembelajaran politik bagi mahasiswa.

“Pemilwa merupakan suatu proses pembelajaran politik yang adil, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini juga sebagai modal kita ketika nanti diberikan amanah sebagai seorang pemimpin,” ujar Arief.

Debat diawali dengan penyampaian visi-misi, serta program kerja dari kedua paslon. Paslon nomor urut 01, Heliza-Syauqi, membawa gagasan besar untuk mahasiswa UIN Jakarta yaitu arah baru UIN Jakarta.

“Berangkat dari keresahan yang dihadapi bagaimana mahasiswa dapat memberikan kontribusi secara konkrit dalam mewujudkan cita-cita kita bersama yaitu world class university, maka dari itu kami membawa gagasan besar untuk mahasiswa UIN Jakarta dengan arah baru UIN Jakarta,” ucap Paslon nomor urut 01

Dalam visinya, Paslon nomor urut 01 ingin mewujudkan Dema-U yang bersinergitas, progresif, dan transparan demi terciptanya UIN Jakarta yang unggul dan bermartabat serta aktif dalam mencetak generasi yang siap dalam era pembaharuan.

Senada dengan hal itu, Paslon nomor urut 02, Abid-Zaini, mengangkat dua hal penting dalam visi-misinya yaitu progresif dan modern.

“Pertama, progresif yang dibarengi dengan pemberdayaan. Kami ingin memberdayakan seluruh elemen mahasiswa untuk berpartisipasi aktif untuk mewujudkan UIN Jakarta yang progresif, melompat maju setelah terdampak pandemi. Yang kedua, Modern, bukan hanya yang sifatnya fisik, tapi modern cara berpikir dan juga bersikap,” pungkas Abid.

Selaras dengan visinya yakni menciptakan instansi yang modern, Paslon nomor urut 02 bermaksud untuk menyebarluaskan digitisasi dan digitalisasi di UIN Jakarta.

on YouTube 
% Prof. many Lubis 
M. Abid Al-Akbar I zaini Lubis 
dan Wahil Ketua Dema UIN Jakarta I No. 02 
View 
Talking OI_HELIZA & SYAUQI . 
AUQ 
CI_HELIZA & SYAUQ_ EMAU 
KEWIRAUSAHAAN MAHAS\S 
U n mute 
Start V ideo 
• • 26 
Partic i pants 
Arief Subhan 
Share Screen 
Reactions 
TAHUN ANGGARAN 
latan, 13-15 
ang Se 
Apps
Sesi Tanya Jawab Panelis dengan Kedua Paslon Dema-U (DNK TV/Anggita Fitri Chairunisa)

Usai beradu gagasan, kedua paslon Ketua dan Wakil Ketua Dema-U akan bertarung melalui e-voting pada Pemilwa yang akan dijadwalkan pada 18 April 2022 mendatang.

Calon Ketua Dema-U nomor urut 02, Abid Al Akbar mengaku ia dan Zaini terus mempersiapkan mental dan fisik dalam menghadapi pemilwa ini.

“Akhir-akhir ini kami terus meminta dukungan dan arahan bagaimana kita membangun mental pemimpin karena itu tidak diciptakan secara instan tapi perlu proses, perihal persiapan fisik pastinya kami tetap menjaga kesehatan, yang pasti membangun emosional antara saya dengan wakil agar kedepannya bisa jauh lebih baik,” tutur Abid pada Kamis, (14/4) saat dihubungi DNK TV.

Berbeda dari paslon nomor urut sebelumnya, paslon 01 enggan mananggapi saat dihubungi DNK TV. Tentu siapapun nanti pemimpin Dema-U agar dapat menjadi perwakilan bagi seluruh mahasiswa UIN Jakarta menyampaikan aspirasi.

SPAN-PTKIN: UIN Jakarta Peringkat 2 Pendaftar Terbanyak

SPAN-PTKIN: UIN Jakarta Peringkat 2 Pendaftar Terbanyak

Reporter Adellia Prameswari; Editor Ahmad Haetami

Logo SPAN PTKIN (Span-ptkin.ac.id)

Hasil Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) 2022 diumumkan pada Kamis (15/4) pukul 14.00 WIB.

Dari 172.971 pendaftar hanya 58.140 calon mahasiswa yang berhasil lolos proses seleksi.

Para peserta dapat mengakses hasil pengumuman SPAN-PTKIN 2022 melalui laman https://pengumuman.span-ptkin.ac.id dengan memasukkan nomor pendaftaran untuk melakukan pengecekkan.

C 
pengumuman.span-ptkin.ac.id/page 
PENGUMUMAN KELULUSAN 
SPAN-PTKIN 2022 
Cek Kelulusan Anda 
Masukkan NISN Anda: 
Q Lihat Hasil 
Panitia Pus-at SPAN-PTKIN 2022 
Error
Laman pengumuman SPAN-PTKIN (Span-ptkin.ac.id)

Melansir dari Antara, Kepala Sekretariat SPAN-UM PTKIN, Mukhsin Jamil menyebut, proses seleksi telah dilaksanakan secara transparan, khususnya dengan mempertimbangkan nilai rapor dan prestasi akademik para peserta.

“Proses seleksi sudah dilakukan dan itu murni berdasarkan nilai rapor dan prestasi akademik. Tidak ada intervensi,” katanya.

Mukhsin menyebutkan, pendaftar SPAN-PTKIN didominasi lulusan sekolah umum ketimbang madrasah. Meski demikian, hal itu tidak menjadi persoalan karena banyak program studi di PTKIN yang tidak mengharuskan memiliki dasar pengetahuan agama yang tinggi.

Sementara itu, UIN Jakarta pada tahun ini menduduki perguruan tinggi keagamaan kedua dengan jumlah pendaftar terbanyak, yaitu 31.549 pendaftar. Program studi (prodi) UIN Jakarta yang paling banyak pendaftar pada tahun ini adalah Ekonomi Syariah, dengan total pendaftar mencapai 6.628 orang. Setelah Ekonomi Syariah, ada Manajemen Keuangan Syariah, Perbankan Syariah, Manajemen Keuangan Syariah, dan Pendidikan Agama Islam yang masuk ke daftar 5 prodi dengan jumlah daftar terbanyak tahun ini.

Adapun UIN Jakarta menyediakan kuota sebanyak 1.384 kursi untuk jalur SPAN-PTKIN 2022.

Bagi peserta yang lolos SPAN-PTKIN UIN Jakarta dapat melakukan daftar ulang dengan tahapan sebagai berikut:

1. Verifikasi rapor (16 – 26 April)

2. Pengisian UKT (15 April – 04 Mei)

3. Pengumuman UKT (10 Mei)

4. Klarifikasi UKT (11 – 12 Mei)

5. Pengumuman Hasil Klarifikasi UKT (17 Mei)

6. Daftar Ulang (15 April – 27 Mei)

Setelah menyelesaikan proses tahapan di atas, calon mahasiswa dapat menjalani Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) sebelum resmi menjadi mahasiswa UIN Jakarta.