RESPON BANJIR BANDANG MASAMBA MAHASISWA UIN JAKARTA MENUJU DESA TERISOLIR

RESPON BANJIR BANDANG MASAMBA MAHASISWA UIN JAKARTA MENUJU DESA TERISOLIR  

Relawan KMPLHK Ranita UIN Jakarta, menyurusi reruntuhan pasca banjir bandang di Masamba. (17/7/2020) Sumber: KMPLHK Ranita UIN Jakarta

Banjir bandang yang telah terjadi di sejumlah wilayah Kecamatan Masamba sejak sepekan membuat akses jalan tidak lagi mudah untuk dilalui. Namun mahasiswa UIN Jakarta yang tergabung kedalam organisasi KMPLHK Ranita (Kelompok Mahasiswa Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan Kembara Insani Ibnu Batuttah) turun sebagai relawan bencana. Menuju Desa Maipi salah satu desa di Kecamatan Masamba ditempuh dengan berjalan kaki selama dua jam menyebrangi Sungai demi menyerahkan bantuan dan asesmen kepada warga.

Dalam merespon bencana alam kali ini KMPLHK Ranita telah menurunkan dua orang relawan yakni Yasir dan Dewita sejak Kamis, (16/7/2020). Untuk menuju Desa Maipi, Tim Relawan ditemani  masyarakat sekitar, desa tersebut merupakan salah satu lokasi terdampak banjir bandang di Kecamatan Masamba, Luwu Utara. Perlu berjalan kaki sekitar tujuh kilometer untuk sampai ke desa ini akibat sejumlah fasilitas rusak semenjak banjir dan menjadikan desa terisolir.

Yasir dan Dewita, relawan utusan KMPLHK Ranita UIN Jakarta (17/7/2020). Sumber: KMPLHK Ranita UIN Jakarta

Tim melakukan asesmen kepada warga terdampak sekaligus mendistribusikan bantuan darurat berupa logistik kepada warga-warga sejak Jumat (18/7/2020).

“Kita ke Desa Maipi dalam rangka melakukan asesemen. Tetapi alhamdulillah kita juga ditemani beberapa warga untuk menyalurkan bantuan di daerah terdampak,” jelas Dewita.

Yasir, mengatakan bahwa desa tersebut terdampak cukup parah dan lokasinya terpencil. Sumber penghasilan utama warga juga tersapu banjir sehingga mereka sangat membutuhkan bantuan sebagai penyambung hidup.

“Kami melakukan asesmen di Desa Maipi yang mendapatkan data setidaknya ada  156 kepala keluarga penyintas dan 70 kepala keluarga yang mengungsi dikarenakan rumah mereka yang rusak, sedangkan berdasarkan data kerentanan di Desa Maipi ada 10 bayi, 51 balita, 3 ibu hamil, dan 108 orang Lansia yang sangat membutuhkan bantuan kita”, ujar Yasir relawan KMPLHK Ranita dilokasi.

Berdasarkan laporan langsung dilokasi, masyarakat sangat membutuhkan makanan pokok, terpal, penerangan dan obat-obatan.

Menyikapi hal ini Dewi, selaku Kepala Bidang Disaster Managemenet KMPLHK Ranita mengajak masyarakat dan pemerintah berkolaborasi membantu masyarakat yang terdampak, walaupun tengah diuji dengan pandemi Covid-19, namun rasa kemanusiaan terhadap bencana alam pun tidak boleh luntur.

“Alhamdulillah Tim Relawan Ranita sudah bisa menjangkau beberapa desa terisolir. Dalam beberapa waktu ke depan, tim Ranita berencana kembali ke lokasi untuk mendistribusikan bantuan lainnya. Insyaallah Desa Maipi menjadi salah satu lokasi pertimbangan kami untuk posko bersama masyarakat oleh sebab itu perlu uluran berbagai pihak untuk meringankan beban saudara-saudara kita. Beberapa kebutuhan masih mendesak seperti penerangan, keperluan bayi dan ibu hami, serta lauk pauk,” Ujar Dewi.

Respon mahasiswa UIN Jakarta  terhadap Banjir Bandang Masamba juga mendapat apresiasi dari Rektor UIN Jakarta  Amany Lubis, mahasiswa UIN Jakarta tetap konsisten membantu penyintas di Masamba walaupun di tengah pandemi Covid-19, dan rela berangkat jauh dari Jakarta demi membantu warga Masamba.

“Mewakili sivitas akademika UIN Jakarta kami merasa bangga  dan disini sangat berterima kasih mahasiswa UIN yang tergabung kedalam Ranita mau berjibaku membantu langsung masyarakat di Masamba yang terkena banjir bandang,” ungkapnya

Reporter: Yogi Handika (KMPLHK Ranita UIN Jakarta)