Rayakan Idulfitri dengan Amalan Rasulullah, Apa Aja sih?

Rayakan Idulfitri dengan Amalan Rasulullah, Apa Aja sih?

Penulis Syaifa Zuhrina

Makanan khas saat lebaran. (Freepik/@ikarahma)

Setelah berpuasa satu bulan penuh, tentu umat muslim di seluruh dunia bersuka cita menyambut datangnya hari kemenangan. Yap, hari raya Idulfitri. Biasanya orang-orang di Indonesia berbondong-bondong untuk pulang ke kampung halamannya, berbelanja baju baru di Tanah Abang atau membuat ketupat dan kue nastar sebagai ikon lebaran. Lebih dari itu, sebenarnya Idulfitri memiliki sunah-sunah yang dapat dikerjakan oleh seluruh umat muslim, loh. Apa aja sih?

1. Takbiran

Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk melantunkan takbir dimulai sejak malam sebelum shalat Idulfitri berlangsung. Biasanya ini dilantunkan dari beberapa masjid atau dengan pawai obor mengelilingi kampung.

2. Mandi sebelum shalat Idulfitri

Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda yang artinya : “Dan dari Amdullah bin Abbas Radiyallahu Anhuma, ia berkata, bahwasanya Nabi SAW mandi pada hari Idulfitri dan Idul Adha.” (HR Ibnu Majah)

Maka dari itu, perlunya kita mandi, berhias diri, dan memakai pakaian terbaik sebelum beranjak ke masjid untuk shalat Ied, Guys. Jangan lupa untuk membaca niat sebelum mandi sunah Idulfitri yaitu “Nawaitul ghusla sunnatan li ‘idil fithri lillahi ta’ala“.

3. Makan sebelum shalat Idulfitri

Selain dianjurkan untuk mandi sunah, kita juga disunahkan untuk makan sebelum berangkat shalat Idulfitri. Terkait makanannya dibebaskan, namun dalam sebuah hadits disebutkan Rasulullah menganjurkan untuk makan kurma dalam jumlah yang ganjil.

Hadits Imam Bukhari yang dikutip At Tabrizi “Rasulullah SAW tidak pergi untuk melaksanakan shalat Idul Fitri sampai beliau memakan beberapa butir kurma. Beliau memakannya ganjil.” (HR. Bukhari).

Silaturahmi saat lebaran. (Freepik/@odua)

4. Memilih rute berbeda ketika pergi dan pulang dari masjid

Amalan sunah selanjutnya yakni umat muslim dianjurkan untuk memilih jalan berbeda ketika pergi dan pulang dari masjid. Hal ini bertujuan sebagai ajang silaturahmi antar kerabat dan lainnya. Kita bisa membagi kebahagiaan bersama orang-orang yang kita temui di jalan dengan memberi sapa dan salam, Guys.

5. Bersilaturahmi dan saling mengucapkan selamat

Berkunjung ke sanak saudara merupakan tradisi saat Idulfitri yang sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW. Selain itu, satu sama lain dianjurkan untuk saling megucapkan “Taqabbalallahu Minna Wa Minkum” yang artinya semoga Allah menerima amalan kami dan kalian.

Ternyata banyak ya amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah kepada umatnya saat menyambut hari raya kemenangan. Jangan lupa untuk selalu diterapkan agar kita menjadi umat terbaik Nabi Muhammad SAW, aamiin.

Ngabuburit Anti Mainstream yang Wajib Kamu Coba!

Ngabuburit Anti Mainstream yang Wajib Kamu Coba!

Penulis Latifahtul Jannah

Waktu istimewa sudah mulai datang, tentu umat muslim di dunia menyambutnya Ramadan dengan senang.Dimomen bulan suci Ramadan, ngabuburit adalah salah-satu aktivitas khasnya. Ngabuburit versi kamu bagaimana?

Ternyata ngabuburit berasal dari kata dalam bahasa Sunda, burit yang menggambarkan waktu pada sore hari saat matahari mulai terbenam. Memang, istilah ini akhirnya dikenal pada bulan puasa untuk menggambarkan waktu sebelum berbuka.

Jika kita tilik lebih dalam lagi, sebenarnya ngabuburit secara harfiah tidak ada hubungannya dengan bulan puasa, loh. Namun, tradisi kumpul-kumpul pada sore hari di Jawa Barat selama bulan puasa yang menjadi alasan di balik ngabuburit identik dengan bulan Ramadan.

Agar ngabuburit kamu makin berfaedah, berikut adalah 3 aktivitas seru yang tentunya bermanfaat bagi kamu dan orang lain.

1. Belajar bahasa asing dari film 

Ilustrasi menonton film. (Unsplash.com)

Agar waktu tidak terasa lama, kamu bisa mencari hiburan dengan menonton film favoritmu. Selain hiburan, kamu bisa mengasah kemampuan dengan menonton film berbahasa asing saat ngabuburit. Metode ini cukup efektif bagi sebagian orang, Guys.

Di era arusnya globalisasi sekarang, bahasa asing seperti Bahasa Inggris secara tidak langsung menjadi kebutuhan karena digunakan untuk berkomunikasi lintas negara. Ada banyak film dan series asal luar negeri yang dapat kamu tonton secara gratis ataupun berbayar. Lebih disarankan untuk menonton film religi, ya.

2. Wisata religi

Ilustrasi wisata religi. (Unsplash.com)

Jalan-jalan di sekitar komplek atau nongkrong di café pasti sudah sering kamu lakukan. Nah, DNK People bisa mencoba kegiatan baru dengan cara berwisata religi dengan menjelajahi masjid-masjid besar di daerahmu untuk ngabuburit yang lebih bermakna. Biasanya, setelah salat Ashar juga banyak dilakukan kegiatan keagamaan seperti kajian dan tadarus di masjid. Jadi menambah semangat ibadah kamu, kan?

3. Ikut volunteer

RAMADHAN 
BERANI 
BERBAGI 
#ReIawanRamadhan 
1438 H 
Daftarkan dirimu segera di:
Pendaftaran relawan Ramadan. (indorelawan.org)

Di bulan Ramadan, setiap orang berlomba-lomba untuk mendapatkan pahala dengan mencapai sesuatu yang bermanfaat. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan takjil gratis atau mengunjungi panti asuhan terdekat. Bagi kamu yang memiliki jiwa sosial yang tinggi, kamu bisa mencoba kegiatan bermanfaat untuk sesama yang anti mainstream yaitu dengan menjadi volunteer atau sukarelawan, Guys.

Selain bermanfaat bagi yang membutuhkan, berinteraksi dengan orang baru dan melakukan hal-hal yang baik dapat mengatasi stres yang kerap DNK People rasakan, loh. Ini akan berpengaruh baik pada kondisi psikologis kamu, termasuk dapat meredakan rasa jenuh dan penat karena stres.

Menu Sahur yang Wajib Dicoba Anak Kos

Menu Sahur yang Wajib Dicoba Anak Kos

Penulis Latifahtul Jannah

Susu dan pisang (Unsplash.com)

Selalu ada cara unik untuk anak kos bertahan di tanah rantau, salah satunya saat sahur di bulan suci Ramadan, makanan yang praktis dan mudah disajikan, sering kali menjadi pilihan.

Namun belum lengkap jika kata “hemat” yang identik dengan anak kos, belum menyertai menu tersebut. Nah buat kamu yang bingung, berikut 4 rekomendasi menu sahur hemat ala anak kos yang bisa dicoba, Guys!

1. Mie instan

Menu yang mudah didapat, murah, praktis serta nikmatnya yang tiada tara, membuat mie instan dikonsumsi 92 persen atau sekitar 248,7 juta penduduk Indonesia berdasarkan hasil olah Lokadata dari Suvei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) tahun 2020, jadi jangan ditanya lagi Guys, tentu menu ini juga menjadi andalan anak kos.

Namun lebih baik jangan dicampur dengan nasi ya, karena pada dasarnya, mie instan dan nasi merupakan sumber karbohidrat yang tinggi. Mengonsumsi keduanya secara bersamaan hanya akan membuat tubuh melebihi batasan kalori harian, okey?

2. Telur ceplok balado

Telur ceplok juga merupakan pilihan menu makan yang praktis. Tak melulu polosan, DNK People bisa meraciknya lagi dengan bumbu balado yang pedas gurih agar lebih nikmat.

Untuk bumbu baladonya, kamu bisa menyesuaikan dengan selera terutama tingkat pedasnya. Membuat menu ini juga tidak memakan waktu lama, loh. Telur ceplok balado enak dimakan dengan nasi hangat.

3. Susu

Susu juga bisa menjadi menu andalan anak kos loh, Guys. Selain sehat karena mengandung vitamin dan kalsium yang baik untuk tulang, minuman ini juga dapat mengenyangkan. DNK People bisa menambahkan pisang, karena pisang memiliki kandungan sejenis karbohidrat yang disebut resistant starch. Bersama serat pektin, nutrisi ini mampu memberikan efek mengenyangkan dan pastinya sehat!

4. Nasi goreng rice cooker

Nah, menu lain yang menjadi idaman dan praktis adalah nasi goreng rice cooker. Cara membuatnya pun sangat praktis, cuci 1 cup beras, tiriskan, tambahkan air, lalu tuang setengah bungkus bumbu nasi goreng instan. Tambahkan sosis jika ada, tambahkan kecap manis agar lebih sedap, setelah itu tinggal tutup rice cooker. Nasi goreng instan pun siap disantap.

Hindari Makanan ini saat Berbuka Puasa!

Hindari Makanan ini saat Berbuka Puasa!

Penulis Dani Zahra Anjaswari

Gorengan yang sering menjadi buruan ketika berbuka puasa. (istockphoto.com/@junardiey)

Tentunya di bulan Ramadan kita sangat menantikan momen berbuka puasa, biasanya saat akan berbuka berbagai hidangan telah disajikan untuk disantap bersama keluarga. Makanan yang sering disajikan adalah makanan yang manis-manis dan segar. Padahal selama berpuasa, memperhatikan asupan nutrisi sangat penting agar tubuh tetap sehat, loh.

Agar manfaat puasa bisa diraih secara maksimal, pilihan menu makanan juga harus disesuaikan. Dengan begitu, kerja sistem pencernaan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan tidak terganggu selama bulan puasa. Ada beberapa jenis makanan yang harus kamu hindari saat berbuka puasa. Yuk kita simak, apa saja jenis makanan tersebut!

1. Makanan berminyak

Eits, mungkin kita sudah tidak asing dengan gorengan atau makanan berminyak lainnya yang menjadi makanan favorit saat berbuka puasa, namun sebaiknya kamu perlu menghindari jenis makanan ini dikarenakan dapat mengganggu sistem pencernaan, DNK People. Lemak adalah salah satu zat gizi yang sulit dan lama dicerna. Oleh karena itu, lemak yang terkandung di dalam gorengan membuat organ pencernaan bekerja lebih ekstra, sehingga menyebabkan kenaikan berat badan serta memicu tekanan darah meningkat lebih tinggi.

2. Makanan Pedas

Salah satu makanan pedas yang harus dihindari kita berbuka. (dapurkobe.co.id)

Mengonsumsi makanan pedas memang dapat memancing selera makan kita, tapi tidak disarankan untuk kamu santap ketika baru berbuka puasa. Kandungan senyawa capsaicin dari cabai bisa membuat dinding lambung iritasi, sehingga menimbulkan reaksi asam yang membuat perut kram dan nyeri. Hal ini dapat memicu diare ketika DNK People mengonsumsi makanan pedas.

3. Makanan instan dan makanan kaleng

Apakah kamu tipe orang yang menyiapkan makanan serba instan ketika berbuka puasa? Mungkin sebagian kamu memilih makanan instan sebab kamu malas bergerak dan seolah tidak bertenaga ketika sedang menjalankan puasa sehingga memicu seseorang mengonsumsi makanan instan ketika berbuka. Makanan siap saji, seperti mie instan akan membuat tubuh kesulitan menyerap nutrisi dari makanan bergizi lainnya, Guys. Makanan kaleng pun tidak mengandung nilai gizi yang baik untuk tubuh.

4. Makanan yang tinggi gula 

Berbukalah dengan yang manis, tapi jangan manis-manis, DNK People. Mungkin kamu sering mendengar kalimat tersebut memang anjuran berbuka puasa dengan yang manis memang diperlukan untuk menaikkan kembali kadar glukosa dalam darah yang menurun setelah berpuasa. Ada baiknya jika kamu tidak mengonsumsi makanan yang tinggi gula terlalu berlebihan ketika berbuka puasa sebab kadar glukosa akan naik secara cepat dan tinggi. Hal ini dapat memicu seseorang menjadi mudah lelah dan juga memicu terkena penyakit diabetes, Guys.

Rekomendasi Tempat Bukber Outdoor yang Wajib Dikunjungi 2022

Rekomendasi Tempat Bukber Outdoor yang Wajib Dikunjungi 2022

Penulis Syaifa Zuhrina

Suasana Jimbaran Lounge. (Instagram/@thr45h3r).

Momen Ramadan tidak pernah terlepas dengan budaya bukber atau buka bersama, semenjak pandemi berlangsung pada 2 tahun belakangan ini, beberapa tempat justru dihentikan atau dibatasi terkait jam operasional dan kapasitas pelanggannya. Tapi jangan khawatir, ternyata akhi-akhir ini sudah banyak destinasi yang dapat kamu kunjungi bareng keluarga, sahabat atau orang-orang tersayang untuk buka bersama. Simak, yuk!

1. Talaga Sampireun

Tempat makan bernuansa alam pedesaan yang berlokasi di area Ancol, Jakarta Utara ini bisa menjadi salah satu opsi yang cocok kalian kunjungi untuk ngabuburit dan berbuka bersama orang-orang tersayang. Tempatnya teduh dengan beberapa saung lesehan dan kolam ikan, loh.

2. Jimbaran Lounge

Masih di daerah Jakarta, bagi kamu yang ingin berbuka dengan menu makanan lokal sampai mancanegara, tempat ini wajib dikunjungi! Berlokasi di Ayana Midplaza, Jakarta Pusat tempat ini menawarkan nuansa alam Bali yang menarik, DNK People.

3. Danau Cisoka

Beralih ke Kabupaten Tangerang, danau ini dulunya merupakan bekas galian penambangan pasir, Guys. Terletak di Kampung Cigaru Kabupaten Tangerang, danau ini memiliki keunikan dengan airnya yang berwarna biru toska bahkan berwarna hijau, bisa menjadi tempat yang cocok untuk kamu yang menunggu waktu berbuka sambil naik perahu kecil dan mengeksplor keindahan alam di sana.

Jetski café. (Instagram/@jetskicafe)

4. Pantai Mutiara

Kamu salah satu pecinta nuansa pantai dan sunset? Ternyata di tengah perumahan elit kawasan Penjaringan Jakarta Utara, kamu bisa menghabiskan waktu ngabuburit dan buka bareng keluarga, teman atau pacar dengan berjalan-jalan santai atau hanya sekedar ngobrol asyik di pantai ini.

Uniknya, kamu juga bisa menunggu waktu berbuka puasa dengan menikmati keindahan sunset dan suasana gedung-gedung tinggi di Jakarta secara gratis, loh. Tidak hanya itu, di sana juga terdapat Jetski café sebagai salah satu lokasi favorit yang dapat kamu kunjungi.

5. Breeve Hills Resto & Café

Salah satu cafe dengan suasana lukisan alam di daerah Puncak yang wajib kamu kunjungi bersama keluarga adalah Breeve Hills Resto & Café . Selain menawarkan pemandangan alam yang sejuk, tempat ini juga menawarkan beberapa hidangan paduan konsep tradisional Sunda dan Minang serta berbagai makanan ala western. Bagi kamu yang suka berfoto ria, jangan cemas, karena disana banyak spot foto menarik untuk hunting foto, Guys.

Itu dia beberapa rekomendasi tempat ngabuburit dan berbuka puasa di luar rumah yang bisa kamu kunjungi bersama keluarga, sahabat atau pacar. Gimana? Tertarik kan? Karena masih dalam bayang-bayang pandemi, jangan lupa untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, ya!

DNK Berbagi 2022: Semangat Berbagi, Kuatkan Silaturahmi

DNK Berbagi 2022: Semangat Berbagi, Kuatkan Silaturahmi

Reporter Riyasti Cahya Rabbani; Editor Dani Zahra Anjaswari dan Fauzah Thabibah

Pembagian santunan kepada anak yayasan. (DNK TV/Debri Wahyu)

Sebagai bentuk silaturahmi dan kepedulian pada sesama, Dakwah dan Komunikasi Televisi (DNK TV) UIN Jakarta menyelenggarakan acara santunan bersama anak-anak Yayasan Cinta Yatim dan Dhuafa pada Minggu (17/4).

Santunan tersebut merupakan puncak dari kegiatan DNK Berbagi 2022.

DNK Berbagi sendiri merupakan acara tahunan DNK TV yang dilaksanakan untuk berbagi rezeki dan keberkahan pada bulan Ramadan.

Rangkaian puncak acara DNK Berbagi 2022 berisi kegiatan edukasi serta hiburan, santunan kepada anak yatim, dan ditutup dengan buka puasa bersama.

Sebelumnya, DNK Berbagi 2022 telah melaksanakan Takjil On The Road (TOTR) dengan rute dari Ciputat hingga Bintaro, pada Sabtu (16/4).

Pengemudi ojek dan orang pinggir jalan menjadi sasaran pembagian TOTR untuk mempermudah mereka yang masih berada di jalan ketika waktu berbuka tiba.

Pelaksanaan TOTR di sekitar wilayah Ciputat. (DNK TV/Zharfan Zahir)

Ketua Pelaksana DNK Berbagi 2022, Syahrabiel, mengatakan acara kali ini mengusung tema “Semangat Berbagi, Kuatkan Silaturahmi” yang bertujuan membangkitkan semangat, rasa ikhlas, dan jiwa kekeluargaan bersama anak-anak yatim dan duafa.

“Keunikan dari acara DNK Berbagi tahun ini kita menambahkan edukasi mengenai media sosial kepada anak-anak yayasan, karena di usia ini penting sekali untuk memberikan edukasi seperti itu agar mereka tidak kecanduan dengan media sosial,” tambahnya.

Dalam acara DNK Berbagi 2022 terdapat 44 anak yatim dan duafa yang mendapatkan santunan. Bukan hanya itu, donasi berupa sembako pun turut diberikan kepada yayasan panti.

Diketahui total donasi yang masuk untuk DNK Berbagi 2022 mencapai lebih dari 25 juta rupiah yang berasal dari para donatur diberbagai lapisan masyarakat.

Acara ini mendapat tanggapan positif dari pihak yayasan, Akhmad Zaenudin Al-Hanif, ia berterima kasih karena dengan kegiatan ini membuat anak binaan yayasan lebih produktif di bulan suci Ramadan.

“Harapan kami mudah-mudahan DNK Berbagi bisa melanjuti kegiatannya, tidak berhenti sampai di sini mengingat kegiatan ini sangat positif untuk anak-anak,” ujarnya.

Ide Menu Sahur yang Bisa Tingkatkan Imun Tubuh!

Ide Menu Sahur yang Bisa Tingkatkan Imun Tubuh!

Penulis Ahmad Haetami

Pernah enggak kamu ngerasa lelah terus enggak semangat untuk ngelakuin kegiatan apa pun pas di bulan Ramadan? Mungkin ada yang salah sama menu sahur kamu, Gengs!

Makanan sahur seharusnya jadi bekal terbaik kamu buat menjalani seharian berpuasa. Sayangnya, masih banyak di antara kita yang masih belum begitu peduli tentang apa yang kita makan pada saat sahur. Alhasil, tubuh pun jadi lemas karena kurang asupan gizi bermanfaat untuk tubuh.

Kira-kira makanan apa saja yang cocok jadi menu sahur biar imun kamu tetap terjaga dan sehat, ya? Berikut ini rekomendasi menu sahur yang kaya akan gizi dan pastinya bakal tingkatin imun tubuh kamu. Baca terus sampai akhir ya, DNK People!

1. Telur Ayam

Telur. (Unsplash/Louis Hansel) 

Telur yang gampang untuk ditemukan dan diolah jadi beragam makanan ini sangat cocok untuk kamu santap pas sahur, loh. Telur mengandung banyak kandungan yang bermanfaat bagi tubuh. Bayangin, dalam satu telur terdapat protein, vitamin A, lemak, dan kalori yang pas banget untuk menopang badan kamu seharian berpuasa. 

Kamu bisa mengolah telur ayam dengan cara direbus, digoreng, atau mencampurkannya ke makanan lain sesuai selera kamu.

2. Sayur Bayam

Potongan sayur bayam. (Unsplash/Gil Ndjouwou)

Yup, jenis sayuran satu ini juga masih gampang untuk kamu temukan dan olah. Sayur hijau ini kaya akan antioksidan, serat, asam folat, serta vitamin B yang cocok untuk meningkatkan imun kamu. Konsumsi bayam pas sahur cukup buat penuhi nutrisi harian kamu, DNK People.

3. Nasi Merah

Beras merah. (Unsplash/David Gabrielyan)

Coba sesekali ganti nasi putih kamu dengan nasi merah saat menyantap makanan sahur. Nasi putih punya kandungan karbohidrat yang tinggi sedangkan nasi merah kaya akan serat. Sebenarnya, DNK People enggak disarankan untuk mengonsumsi banyak karbohidrat agar stamina butuh kamu tetap terjaga selama seharian berpuasa.

4. Sayur Asam

Satu mangkok sayur asam. (Shutterstock/Nur El Imany)

Jangan remehkan sayur yang satu ini, karena sayur asam kaya akan serat. Dalam sayur asam, ada jagung, melinjo, gori, dan nangka yang bagus banget untuk memperlambat pencernaan. Di samping itu, bawang putih yang jadi salah satu bahan pembuatan sayur asam ini terbukti dapat meningkatkan fungsi sistem imun tubuh kamu, loh!

5. Sayur Brokoli

Brokoli. (Unsplash/Tyrrell Fitness and Nutrition)

Tahu enggak kalau sayur brokoli menyimpan banyak manfaat untuk tubuh kamu? Ada vitamin A, C, asam folat, dan juga glukosinolat yang berfungsi sebagai antioksidan dan penetralan radikal bebas di dalam tubuh kamu, Gengs. Bukan hanya itu, sayur brokoli punya manfaat memperbaiki sistem kekebalan tubuh dan mencegah tumbuh kembangnya sel kanker. Wah, luar biasa bukan?

6. Jahe

Secangkir jahe hangat. (Unsplash/Julia Topp)

Kamu pernah ngerasa pengen sakit dengan muncul tanda-tanda flu dan hidung mulai tersumbat pas bulan puasa? Coba deh konsumsi jahe hangat-hangat pas lagi sahur. Secangkir jahe terbukti ampuh untuk memulihkan daya tahan tubuh kamu karena kandungan antimikrobanya yang tinggi. Selain itu, tubuh juga bakal kerasa hangat pas kamu menyeruput minuman satu ini.

7. Susu

Segelas susu. (Unsplash/Mirza Mustofa)

Sayang banget kalo kamu enggak konsumsi satu gelas susu pas waktu sahur. Susu kaya akan kandungan kalsium dan protein yang bisa menetralisir racun dalam tubuh kamu, DNK People. Terus, susu juga bisa buat imun kamu makin terjaga dan bahkan lebih baik lagi berkat karbohidrat, lemak, laktosa, vitamin, dan mineral yang terkandung di dalamnya. Biarpun begitu, jangan lupa minum air putih habis minum susu biar enggak seret dan dehidrasi saat menjalani puasa, ya.

Nah, itu dia tadi daftar rekomendasi menu sahur yang bisa kamu coba buat tingkatkan imun tubuh kamu.

Bagi kamu yang selama ini mungkin masih makan gorengan bekas buka puasa semalam atau hanya mengonsumi mie instan selama sahur, boleh deh coba menu yang sudah direkomendasikan tadi.

Rata-rata menu tersebut gampang untuk dijumpai di sekitar kamu dan enggak begitu mahal demi tubuh sehat di bulan puasa, kan? Cus, besok siapin menu sahur pakai makanan atau minuman yang sehat, ya!

Pandemi Melanda, Ini 7 Tradisi Ramadan yang Dirindukan

Pandemi Melanda, Ini 7 Tradisi Ramadan yang Dirindukan

Penulis Belva Carolina

Ilustrasi bulan Ramadan. (Freepik/@freepik)

Bulan suci Ramadan merupakan waktu yang dinanti-nanti oleh para umat muslim. Bulan Ramadan seringkali dijadikan sebagai momen untuk lebih dekat dengan Sang Pencipta lewat beribadah secara berjamaah atau berkumpul bersama keluarga dan teman-teman diberbagai kesempatan.

Di tengah pandemi Covid-19 tentu banyak pengalaman baru yang dirasakan saat Ramadan datang. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kini masyarakat pun harus dihadapkan pada virus Corona yang menyebar dengan cepat sehingga segala bentuk antisipasi harus diterapkan.

Berikut beberapa hal yang membedakan kegiatan bulan Ramadan saat sebelum dan sesudah pandemi Covid-19.

1. Sahur dan Berbuka Puasa

Ramadan sebelum pandemi Covid-19, kita semua dapat menikmati sahur dan buka puasa bersama teman dan kerabat. Bahkan, beberapa dari kita sudah memenuhi jadwal satu bulan penuh dengan ajakan buka puasa baik dari teman kerja, kuliah, hingga teman lama. Namun, saat pandemi ini sahur dan buka puasa hanya dilakukan secara individu atau dilakukan bersama keluarga inti di rumah. Bahkan, sahur atau takjil on the road pun tidak ada.

2. Salat Tarawih

Ilustrasi salat berjemaah. (Freepik/@rawpixel.com)

Salat tarawih merupakan ajang jumpa bersama teman kecil di rumah. Bahkan, menjadi salah satu momen mengenang masa kecil saat dimana kita menjajaki jajanan di masjid hingga meramaikan masjid dengan petasan. Sayangnya, salat tarawih hanya dapat dilakukan secara individu atau berjamaah bersama keluarga di rumah.

3. Tilawah dan Tadarus Al-Quran

Sebelum adanya pandemi, tilawah atau tadarus Al-Quran dilakukan di masjid bersama teman-teman sebaya serta bertukar ilmu satu sama lainnya. Pandemi ini memaksa kita untuk melakukan semua hal di rumah masing-masing. Maka dari itu tilawah dan tadarus Al-Quran hanya dapat dilakukan secara individu di rumah.

4. Peringatan Nuzululqur’an

Ilustrasi Nuzululqur’an. (Freepik/@freepik)

Peringatan Nuzululqur’an dalam bentuk tablig dengan menghadirkan penceramah dan massa dalam jumlah besar di masjid-masjid berbagai wilayah menjadi bagian dari pelengkap hikmatnya bulan Ramadan. Namun, tidak dapat kita temui sejak pandemi melanda.

5. Iktikaf, Pesantren Kilat, dan Ziarah Kubur

Iktikaf pada 10 malam terakhir bulan Ramadan di masjid atau musala, takbiran keliling wilayah sekitar, pesantren kilat di masjid atau musala, hingga ziarah kubur yang menjadi rutinitas setiap tahunnya bersama teman-teman dan sanak saudara tidak dapat kita jumpai demi menghentikan rantai penyebaran Covid-19. Rasanya aneh sekali ya jika hal tersebut tidak lagi kita laksanakan.

6. Halalbihalal

Silaturahim atau halalbihalal lazim dilaksanakan ketika hari raya Idul Fitri dengan menikmati berbagai masakan khas lebaran hingga pulang mengantongi banyaknya THR yang diberikan kerabat. Sayangnya pandemi ini hanya dilakukan melalui media sosial dan video call atau conference.

7. Mudik

Bagi para perantau bertemu sanak saudara di kampung halaman mungkin hanya dapat dilakukan satu kali dalam setahun, yaitu saat Idul Fitri. Maka dari itu, momen mudik menjelang lebaran sangat dinanti. Namun, keinginan itu sebaiknya ditunda terlebih dahulu, karena potensi penularan Covid-19 naik berkali lipat.

Namun, janganlah bersedih hati, karena kasus pandemi Covid-19 yang lambat laun mulai menurun, hal yang biasa kita nikmati saat bulan Ramadan dapat kembali kita jumpai. Dengan catatan tidak lepas dari protokol kesehatan yang harus kita taati.

Lepas Sambut Dosen Fdikom dan Tasyakuran Jelang Ramadhan

Lepas Sambut Dosen Fdikom dan Tasyakuran Jelang Ramadhan

Reporter Nurdiannisya Rahmasari dan Syifa Indah Lestari; Editor Latifatul Jannah

・ 0 
/ 日 Ⅱ 目 【 
. い 議 ツ
Foto bersama dosen Fdikom (DNK TV/ Rizky Faturahman)

Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta menyelenggarakan acara lepas sambut dan tasyakuran menjelang Ramadan 1443 H di Ruang Teater lantai dua UIN Jakarta, pada Kamis (31/3).

Acara ini dihadiri oleh Dekan Fdikom, Suparto, Wakil Dekan Bidang Mahasiswa, Cecep Castrawijaya, Kepala Laboratorium (Kalab), Zakaria, jajaran Kepala Program Studi (Kaprodi), dan para staf Fdikom.

Dalam sambutannya, Dekan Fdikom, Suparto mengajak para civitas akademika UIN Jakarta untuk menyambut Ramadan sebagai tamu agung dengan jiwa yang bersih.

“Spirit untuk menyambutnya (Ramadan) seolah-olah tamu agung. Ramadan yang membawa oleh-oleh begitu banyak adalah tamu agung yang diberikan Allah untuk kita. Kemudian menjadi luar biasa ketika kita mempersiapkan kehadiran tamu agung ini dengan membersihkan jiwa,” ajaknya.

Dalam rangkaian acara ini, Kalab Fdikom, Zakaria juga menyampaikan tausiahnya. Ia membahas terkait dengan kebiasaan dan tradisi masyarakat Indonesia yang menyambut bulan suci Ramadan dengan cara yang berbeda-beda.

“Di Indonesia menyambut datangnya Ramadan itu dengan tiga tradisi. Ada tradisi nyadran atau nyekar, munggahan, dan tarhiban. Hari ini kita menyambut dengan penuh kebahagiaan dan kegembiraan,” tuturnya.

Selain menyambut Ramadan, acara ini juga dirangkaikan dengan pelepasan dosen Fdikom sekaligus mantan General Manager DNK TV, Dedi Fahrudin. Ia dipindahkan ke Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Jakarta dengan tujuan dapat memperkuat fakultas tersebut. Sebagai penggantinya mantan Pegawai Rektorat bagian Peraturan Perundang-Undangan, Saifullah ditempatkan di Fdikom.

Penyerahan cendera mata kepada dosen sekaligus General Manager DNK TV dan RDK FM, Dedi Fahrudin (DNK TV/ Rizky Faturahman)

Selain tasyakuran, tujuan diselenggarakannya acara ini adalah untuk membangun tradisi baik bagi Fdikom dalam membangun nilai kebersamaan.

“Tujuan lain di samping tasyakuran sebelum Ramadan adalah membangun tradisi baik di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi terkait dengan bagaimana membangun nilai-nilai kebersamaan, etos kerja, kolektifitas, kolegial, maupun komunalitas. Makanya tadi kan acaranya maaf-memaafkan, tidak ada pimpinan bawahan, semuanya sama,” ucap Dekan Suparto.

Ia juga menjelaskan tradisi Fdikom yang senantiasa menghargai pegawai yang berpindah tugas di tempat lain dengan memberikan cendera mata sebagai simbolis ikatan batin dan menyambut pegawai baru agar dapat beradaptasi serta membangun Fdikom menjadi lebih baik.

Dedi Fahrudin juga menyampaikan kesan dan pesannya untuk Fdikom khususnya DNK TV dan RDK FM. Ia juga mengucap syukur atas perkembangan dua Lembaga Penyiaran Komunitas (LPK) yang pernah dikelolanya ini.

“Banyak kesan selama di Fdikom ini, ya. Pertama kekeluargaan dan kemudian kekompakan. Terutama di Fdikom saya mengelola DNK TV dan RDK FM kurang lebih 14 tahun. Itu luar biasa dinamikanya, bagaimana kita bekerja sama, bersinergi, dan berkreasi menciptakan sebuah karya. Dan alhamdulillah, DNK TV dan RDK FM sudah berkembang lebih baik lagi,” tambahnya.

Selanjutnya Dedi berharap Fdikom dapat menjadi fakultas yang bisa berkembang lebih baik lagi dari segi akademik maupun prestasi. Harapannya juga tertuju kepada DNK TV dan RDK FM agar meningkatkan prestasi dan banyak berkarya.

“Harapannya, Fdikom dapat lebih baik lagi dalam berbagai hal, dalam segi akademik kemudian prestasi. Kemudian terutama pada adik-adik DNK TV dan RDK FM, saya harap juga prestasinya lebih ditingkatkan lagi, ya. Karya-karyanya juga diperbanyak agar lebih bermanfaat lagi untuk orang banyak,” tutup Dedi.