Pestarama Kenang Wisran Hadi Lewat Sastra dan Drama

Pestarama Kenang Wisran Hadi Lewat Sastra dan Drama

Reporter Hasna Nur Azizah; Editor Ahmad Haetami

Pameran dalam Pestarama ketujuh sambut pengunjung dengan karya-karya dari sastrawan Wisran Hadi. (DNK TV/Hasna Nur Azizah)

Program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) menyelenggarakan Pekan Apresiasi Sastra dan Drama (Pestarama) ketujuh di Aula Student Center UIN Jakarta pada Jumat (25/03).

Dengan membawa tema “Membumi Bersama Wisran Hadi”, pentas yang diadakan tiap tahun ini bertujuan untuk memenuhi mata kuliah Kajian Drama 2 bagi mahasiwa PBSI semester 6.

Di samping itu, acara ini juga bertujuan merevitalisasi kebudayaan Indonesia dan membangkitkan kesadaran masyarakat awam akan kebudayaan.

Acara yang membutuhkan persiapan selama kurang lebih tiga bulan ini diselenggarakan selama delapan hari, mulai dari 21 hingga 28 Maret 2022.

Selain dihadiri oleh mahasiswa UIN Jakarta, pementasan ini terbuka untuk umum dengan kuota 50 peserta. Untuk dapat menghadiri pentas drama ini, para pengunjung dapat membeli tiket seharga Rp25.000.

Dengan mengadaptasi karya-karya dari sastrawan asal Minangkabau untuk dipentaskan dalam drama, Pestarama membawakan karya dari Wisran Hadi secara beragam setiap harinya. Karya-karya tersebut, yakni Singa Podium, Makam Dipertuan, Nyonya-Nyonya, Penjual Bendera, Nilam Sari, Roh, dan Salon Song.

Mahasiswa PBSI sumbangkan lukisan Wisran Hadi dalam Pestarama ketujuh. (DNK TV/Hasna Nur Azizah)

Mahasiswi PBSI UIN Jakarta, Adelia mengatakan bahwa acara ini meninggalkan kesan yang menyenangkan baginya, sebab ia jadi mendapat pengetahuan tentang kebudayaan Minangkabau setelah menonton pentas drama ini.

“Kalau bagi saya sendiri, ini pengalaman pertama dan ternyata seru banget. Kita jadi tahu tentang adat Padang. Buat pengalaman pertama, sih, ini pengalaman yang menyenangkan banget,” katanya.

Selain itu, mahasiswa PBSI UIN Jakarata lainnya, Anisa Rahmayanti turut menanggapi terkait pementasan ini. Menurutnya, akting dari para pemeran sangat mendalami peran, sehingga meninggalkan kesan yang menarik bagi penontonnya.

“Kalau buat aku menonton teater bukan pengalaman pertama, tetapi keren banget para pemainnya. Misalnya yang berperan sebagai ayahnya Nilam. Lalu, semua aktris dan aktor sangat mendalami peran. Jadi kita yang tidak tahu tentang adat Padang jadi tahu,” tutupnya.

PBSI Tarik Mundur Tim Bulu Tangkis Indonesia dari Turnamen India

PBSI Tarik Mundur Tim Bulu Tangkis Indonesia dari Turnamen India

Reporter Ika Selfiana

Tangkapan layar uggahan pernyataan resmi PP PBSI
Sumber: Twitter-@INABadminton

Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) resmi menarik mundur tim bulu tangkis Indonesia dari tiga turnamen di India pada awal tahun 2022.

Tiga turnamen yang seharusnya diikuti oleh tim bulu tangkis Indonesia yaitu India Open 2022 (11-16 Januari), Syed Modi India Internasional (18-23 Januari), serta Odisha Open 2022 (25-30 Januari).

Pernyataan tersebut secara resmi disampaikan oleh PP PBSI melalui Instagram @badminton.ina dan twitter @INABadminton pada Minggu (19/12).

Adapun alasan utama PBSI menarik mundur tim bulu tangkis Indonesia dari tiga turnamen terkait dengan pemulihan kondisi atlet Indonesia.

“Performa pemain diprediksi tidak akan maksimal,” tulis unggahan tersebut.

Melansir dari Instagram @badminton.ina, mereka diprediksi akan tampil secara tidak maksimal karena baru saja rehat dari pertandingan intensitas tinggi dan terus menerus sejak September hingga Desember 2021.

Lebih lanjut @badminton.ina menyampaikan, bahwa persiapan pemain juga kurang optimal karena terganggu dengan kegiatan libur merayakan Natal dan Tahun Baru 2022. Selain itu seluruh penghuni Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) PBSI di Cipayung, Jakarta Timur sejak 18 Desember 2021 telah dikembalikan ke klub masing-masing sehingga pemain memiliki persiapan yang tidak akan maksimal.

Dokumentasi atlet bulu tangkis Indonesia
Sumber: Instagram-@badminton.ina

Penggunaan fasilitas lapangan dalam kegiatan seleksi nasional oleh PBSI di Pelatnas Cipayung yang diikuti oleh ratusan pemain dari 34 Provinsi juga menjadi salah satu alasan PBSI dalam penarikan pemain pada turnamen India 2022.

“Dengan hadirnya para peserta seleksi nasional, tidak ada fasilitas untuk berlatih karena lapangan yang biasa digunakan pemain untuk berlatih dipakai untuk menggelar pertandingan,” tulisnya lagi.

@badminton.ina dalam laman instagram pun kembali menyampaikan, bahwa sebagai negara bulu tangkis maka Indonesia akan mengirimkan pemain dengan kondisi fisik, teknik, fokus, dan pikiran yang prima untuk merebut gelar juara.

“Setiap pengiriman pemain ke turnamen Internasional harus dibebani target tinggi, yaitu harus mampu merebut gelar juara.”

Badminton Lovers yang juga merupakan mahasiswa Jurnalistik UIN Jakarta, Tegar Tsabiul Azmi menyatakan bahwa dirinya setuju dengan keputusan PBSI untuk menarik mundur atlet dari turnamen India.

“Setuju terlebih cukup banyak agenda PBSI yang berbenturan di bulan ini dan akan berdampak jika bulan depan tetap memaksakan untuk mengikuti turnamen tersebut dan atlet pun perlu istirahat dari kegiat,”ujarnya.

PBSI berharap dengan menarik diri dari turnamen Internasional di awal tahun, para pemain sejatinya diharapkan dapat memanfaatkan waktu libur dari ajang kompetisi untuk melakukan recovery.

“Memulihkan kondisi dan rehat sejenak, apalagi di tahun 2022 masih banyak ajang-ajang prioritas yang lebih menjadi sasaran utama bagi pemain PBSI.”