Kunjungan Prodi KPI dan BPI FUAD IAIN Metro Lampung ke Fdikom UIN Jakarta

Kunjungan Prodi KPI dan BPI FUAD IAIN Metro Lampung ke Fdikom UIN Jakarta

Reporter Ambarwati; Editor Belva Carolina

Kunjungan prodi KPI dan BPI FUAD IAIN Metro Lampung sehubungan dengan rencana Praktek Kerja Lapangan ke Fdikom UIN Jakarta. (DNKTV/Arsyad)

Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta menerima kunjungan mahasiswa dari prodi KPI dan BPI Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Metro Lampung dalam rangka rencana Praktek Kerja Lapangan pada Sabtu (6/6).

Menurut Dekan Fdikom UIN Jakarta, Suparto menjelaskan bahwa kunjungan yang dilakukan FUAD IAIN Metro Lampung sudah memiliki Memorandum of Understanding (MoU) yaitu dukungan kerja sama antara kedua belah pihak salah satunya melakukan kolaborasi dalam bidang akademik.

“Antara Fdikom UIN Jakarta dan FUAD IAIN Metro Lampung itu, kita sudah memliki MoU dan dukungan kerja sama, salah satunya berkolaborasi dalam bidang akademik. Dan hari ini mahasiswa program studi BPI dan KPI IAIN Metro Lampung berkunjung untuk belajar, seperti apa model pembelajaran di Fdikom,” ujar Suparto.

Dekan Fdikom juga menyampaikan kepada mahasiswa untuk kedepannya tidak hanya melakukan kunjungan saja, tetapi jika memungkinkan bisa membuat program kooperatif seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) maupun pembinaan masyarakat di Lampung.

Meskipun demikian, Kaprodi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) IAIN Metro Lampung, Hamdi menyampaikan jika kehadiran mereka bukanlah kunjungan, melainkan bagian dari aplikasi perkuliahan.

“Sebenarnya ini bukan kunjungan. Hal ini bagian dari aplikasi perkulihan jadi ada mata kuliah Praktek Kerja Lapangan atau PKL dan dalam aplikasi mata kuliah itu mahasiswa harus di bawa ke lapangan untuk mencari wawasan-wawasan terkait dengan jurusan BPI, misalkan apa nilai plus dari BPI UIN Jakarta, apa pembedanya, dan kurikulumnya seperti pertekom makro yang tidak ada di jurusan BPI IAIN Metro Lampung,” ujar Hamdi.

Dengan adanya PKL ini dapat memberikan dampak yang besar terhadap mahasiswa, khususnya prodi KPI dan BPI IAIN Metro Lampung. Mereka akan mendapatkan wawasan terbuka dan luas untuk kedepannya, sehingga mahasiswa KPI dan BPI IAIN Metro Lampung menjadi tidak ragu terhadap prospek kerja.

Dekan Fdikom, Suparto menyampaikan jika mahasiswa harus mempunyai kompetensi dasar dan umum. Hal ini berhubungan dengan adanya PKL yang dilakukan prodi KPI dan BPI IAIN Metro Lampung.

“Mahasiswa harus memiliki kompetensi dasar dan umum. Kompetensi dasar merupakan kompetensi yang relevan dengan bidang program bidang studi, misalnya KPI dan BPI. Tentunya tidak sekedar teoritis dalam ruang kelas sehingga mereka di asah dalam kompetensi yang terjun ke masyarakat secara langsung.”

Pamflet Kunjungan prodi KPI dan BPI FUAD IAIN Metro Lampung ke Fdikom UIN Jakarta. (Instagram/@bpiiainmetro)

Kaprodi BPI tersebut juga mengatakan jika prodi KPI dan BPI IAIN Metro Lampung tidak hanya mengunjungi UIN Jakarta. Namun, mereka juga akan melakukan kunjungan UIN Yogyakarta dalam rangka PKL dan akan berlangsung selama seminggu.

“PKL yang berlangsung selama ini terjadi dalam satu semester, tetapi untuk keluarnya selama satu minggu. Jadi setelah dari UIN Jakarta, besok kami lapas kelas 1 Bandung, rumah sakit jiwa Grhasia Yogyakarta. Kemudian,UIN Yogyakarta,” ucap Hamdi.

Ia juga menambahkan lebih lanjut bahwa dengan adanya PKL ini akan menambah semangat mahasiswanya untuk berkuliah dan menyelesaikan kuliahnya sesuai dengan rencana atau tidak berhenti di tengah jalan.

Bukan hanya Kaprodi BPI, Dekan Fdikom juga memberikan harapan untuk mahasiswa prodi KPI dan BPI IAIN Metro Lampung dalam melakukan PKL.

“Harapan pertama untuk kompetensi akademik, literasi, dan kompetensi sosial. Ketiga domian pertama, misalnya untuk kompetensi akademik yakni mengembangkan 4C (cooperation, communication, creativity, critycal thinking). Lalu, literasi ada dalam ranah media, teknologi, dan komunikasi. Kemudian kompetensi sosial yakni tanggung jawab, resiensi, bekerja dalam kelompok dan memecahkan masalah. Hal-hal tersebut yang akan kita kembangkan dalam aspek kompetensi,” tutup Suparto.

Benchmarking MBKM Fdikom UIN Jakarta dengan FUAD IAIN Metro Lampung

Benchmarking MBKM Fdikom UIN Jakarta dengan FUAD IAIN Metro Lampung

Reporter Dani Zahra Anjaswari

Pemaparan materi mengenai kebijakan sistem SKS. (DNK TV/Dani Zahra Anjaswari)

Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta mendapat kunjungan dari Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Metro Lampung. Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FUAD IAIN Metro Lampung beserta staf akademik yang bertempat di meeting room lantai 2 gedung Fdikom, pada Rabu (25/5).

Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi antar sesama Fakultas Dakwah serta benchmarking (tolak ukur) terkait dengan pelaksanaan kurikulum Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM) antara Fdikom UIN Jakarta dengan FUAD IAIN Metro Lampung. Poin benchmarking yang akan dibangun adalah pertukaran kegiatan mahasiswa di berbagai universitas lain serta MBKM terkait dengan beberapa kementerian salah satunya kementerian sosial.

Dekan FUAD IAIN Metro Lampung, Akla mengatakan bahwa dalam rangka persiapan dan pengembangan MBKM, FUAD IAIN Metro Lampung melakukan benchmarking untuk mengetahui hal yang sudah dilakukan oleh Fdikom UIN Jakarta.

“Dalam rangka persiapan dan pengembangan MBKM, kami ingin menggali bagaimana yang sudah dilakukan oleh Fdikom UIN Jakarta, ” katanya.

Ia juga mengatakan bahwasannya ada beberapa hal yang dapat diadopsi seperti pertukaran dosen, melakukan nota kesepakatan (MoU) dengan Fdikom serta kelanjutan dari MoU yang sudah dilakukan sebelumnya.

“Berapa hal yang bisa kita adopsi dalam diskusi ini seperti pertukaran dosen yang tentu diawali kesepakatan-kesepakatan antara kedua belah pihak juga termasuk dengan mahasiswa, melakukan MoU ke perguruan tinggi termasuk Fdikom jadi kehadiran kamu juga tindak lanjut dari MoU,” ujarnya.

νιςι & MISl 
ξΑΚΙ..ΙΙΤΑ5 ΙΙΜυ DAKWAH ΟΑΝΙΙΜυ ΚΟΜΙ.Ι 
Ι.ΙΙΝ Symlf Hldayalullah)akatta 
Ρώ 2016 
DAKWAH ΙΙΜΙ.ΙΚΟ 
DATADOSENDEROASARKANTINCKATPE ΟΙΟΙΚΑΝ 
23 
MlSl 
4. 
CMI" 
ΙΙαη 
4 lma d" 'lmu 
ΙΙΙ"' d" 
klual N 
pnd.'lln
Tanya jawab oleh FUAD IAIN Metro Lampung kepada Fdikom UIN Jakarta. (DNK TV/Dani Zahra Anjaswari)

Wakil Dekan Fdikom UIN Jakarta, Cecep Castrawijaya mengatakan bahwa nantinya akan ada kolaborasi dalam berbagai bidang untuk menyinergikan Fdikom UIN Jakarta dengan FUAD IAIN Metro Lampung.

“Berkolaborasi dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat termasuk dengan laboratorium yang mana implementasikan MBKM itu yang menyinergikan Fdikom UIN Jakarta dengan FUAD IAIN Metro Lampung,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa selain menjalin silaturahmi juga menjaga harmonisasi dan sebagai bagian integrasi dari masing-masing PTKIN di bawah naungan kementerian agama.

“Selain jalinan silaturahmi kita bersama-sama di bawah naungan kementerian agama Perguruan Tinggi Islam Negeri (PTKIN) mudah-mudahan terjaga dengan harmonis, dan juga sebagai bagian integrasi dari masing-masing PTKIN,” katanya.

Dekan FUAD IAIN Metro Lampung, Akla berharap dapat mengembangkan diri lebih maju lagi dan juga dapat menerapkan dari hasil benchmarking Fdikom dengan FUAD IAIN Metro Lampung.

“Tentu harapan kami sangat besar sekali apa yang kami dapat dari Fdikom tentunya kami juga dapat mengembangkan diri lebih maju lagi lebih besar lagi menyamakan langkah dengan Fdikom walaupun kami belum menuju universitas paling tidak pengembangan-pengembangan yang sudah dilakukan di fakultas ini bisa kami terapkan,” ujarnya.

Fdikom Teken Kerja Sama dengan Agen Travel Haji

Fdikom Teken Kerja Sama dengan Agen Travel Haji

Reporter Syifa Indah Lestari; Editor Latifahtul Jannah dan Fauzah Thabibah

Foto bersama civitas akademika Fdikom dan pihak Solusi Tours (DNK TV/ Wildan Ali Fikri)

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Fdikom dengan pihak Solusi Tours diselenggarakan di meeting room lantai 2 Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) pada Kamis (14/04).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Dekan Fdikom, Suparto, Wakil Dekan Bidang Akademik, Siti Napsiyah, Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Sihabudin Noor, Wakil Bidang Kemahasiswaan, Cecep Castrawijaya, Direktur Utama Solusi Tours, Muhammad Fadlol, serta beberapa jajaran dari pihak Fdikom UIN Jakarta yang berlangsung secara tertib dan khidmat.

Solusi Tours adalah agen travel yang bergerak di bidang haji dan umroh. Agen travel ini berupaya dalam membuat sertifikasi kepada para pembimbing agar memiliki sikap profesionalisme dalam membimbing jemaah haji dan umroh.

Dekan Fdikom UIN Jakarta, Suparto memaparkan adanya urgensi dalam kerja sama antara Fdikom dengan Solusi Tours yang dapat memperkuat Tri Dharma perguruan tinggi.

“Kerja sama Fdikom UIN Jakarta itu sebenarnya kerja sama yang memperkuat 3 Dharma perguruan tinggi, yaitu Dharma pengajaran, Dharma penelitian, dan Dharma pengabdian kepada masyarakat. Ketiga Dharma ini yang kemudian menjadi 3 pilar utama keunggulan perguruan tinggi. Ada penguatan keilmuan, ada penguatan relasi dengan dunia industri, dan ada penguatan relasi dengan masyarakat,” tuturnya.

Selain itu, dengan adanya perjanjian ini, pihak Fdikom maupun Solusi Tours akan mendapatkan manfaat yang positif. Kerja sama ini tidak hanya memberi keuntungan sustainability bagi fakultas namun meningkatkan relasi dosen dan juga dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk program magang.

“Kerja sama ini menjadi penting terutama untuk sustainability fakultas, dan juga untuk citra lembaga. Pengakuan lembaga itu menjadi penting sehingga kita dibutuhkan oleh masyarakat karena masyarakat melihat keunggulan-keunggulan kita.” Ucap Suparto.

Foto serah terima perjanjian kerja sama. (DNK TV/ Wildan Ali Fikri)

“Kemudian memberikan kesempatan bagi dosen untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang sifatnya bekerja sama dengan beberapa lembaga. Demikian juga, keuntungan kerja sama tidak hanya bagi dosen tapi juga bagi mahasiswa. Sebagaimana tadi disampaikan, bahwa kerja sama dengan agen travel itu bisa menjadi tempat mahasiswa melaksanakan program magang untuk menambah keterampilan, pengalaman langsung di dunia kerja,” sambungnya.

Direktur utama Solusi Tours, Muhammad Fadlol juga memaparkan bahwa perjanjian kerja sama dengan Fdikom dapat meningkatkan kualitas pembimbing haji Solusi Tours.

“Tujuan pertama adalah biar nantinya pembimbing-pembimbing dari Solusi Tours dan travel ini mendapatkan sertifikasi karena untuk menjadi pembimbing haji harus tersertifikasi. Itu bunyi undang-undang. Jadi, kalau nantinya ada pembimbing yang tidak tersertifikasi maka tidak diperkenankan untuk menjadi pembimbing haji,” ungkapnya.

Fadlol juga berharap sertifikasi ini dapat menambah pengetahuan dan ilmu pembimbing haji Solusi Tours.

”Dengan adanya sertifikasi ini, pembimbing-pembimbing kami semakin tahu dan memiliki wawasan luas serta tahu ini untuk bagaimana ke depannya dengan mempunyai bekal-bekal lain selain ilmu keagamaannya, juga punya bekal sebagai tour leadernya,” sambungnya

UIN Jakarta dan Fdikom teken MoU-PKS dengan IPHI

UIN Jakarta dan Fdikom teken MoU-PKS dengan IPHI

Reporter Farah Nur Azizah; Editor Fauzah Thabibah

Foto bersama usai rangkaian penandatanganan MoU dan PKS antara UIN Jakarta dan Fdikom dengan IPHI.
Sumber: DNK TV-Muhammad Rizza Nur Fauzi

Pada Jum’at (21/1) dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta dan Fakultas dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) dengan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI).

Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor UIN Jakarta, Amany Lubis, Wakil Rektor bidang kerja sama, Lily Surraya Eka Putri, dan Dekan Fdikom, Suparto. Selain itu, dari pihak IPHI hadir Sekretaris Umum, Bambang Wiryanto, Wakil Ketua Bidang Dakwah, Anshori, dan Kepala Biro Bidang Haji dan Umrah, Dedi. Serta beberapa jajaran dari pihak Fdikom UIN Jakarta, yang berlangsung secara tertib dan khidmat.

IPHI merupakan suatu organisasi kemasyarakatan khususnya dalam masyarakat Islam dan sebagai suatu lembaga yang melestarikan juga menjadi wadah komunikasi, silaturahim bagi para alumni haji.

Sedangkan, UIN Jakarta sendiri ialah salah satu lembaga pendidikan yang mempunyai kolerasi dengan IPHI dan diperuntukan oleh para haji.

Kerja sama ini bertujuan agar terselenggaranya rencana IPHI dimana akan diadakan workshop, pelatihan, serta kegiatan lainnya. Untuk itu UIN Jakarta menjadi suatu lembaga yang akan berperan dalam bidang yang relevan. Sehingga kerja sama bisa terus dijalin dengan baik.

Dalam IPHI sendiri memiliki program-program yang mampu meningkatkan kompetensi para alumni UIN Jakarta. Salah satunya dalam bidang dakwah dan bimbingan haji. Ini merupakan tujuan berikutnya dilakukan kerja sama antara IPHI dengan UIN Jakarta dan Fdikom.

Ketua IPHI, Erman Suparno memaparkan bahwa program yang ada di IPHI mampu meningkatkan kompetensi para alumni UIN Jakarta.

“IPHI punya program-program yang bisa meningkatkan kompetensi dari pada alumni dengan program-program IPHI. Misalnya dibidang dakwah, kemudian dibidang bimbingan haji, umroh, dan ini relevan,” ujarnya.

Rektor UIN Jakarta, Dekan Fdikom, dan Ketua IPHI saat memperlihatkan surat MoU dan PKS yang telah ditandatangani.
Sumber: DNK TV-Muhammad Rizza Nur Fauzi

Adapun harapan dari Dekan Fdikom, Suparto adalah dengan terselenggaranya perjanjian ini dapat saling menguntungkan.

“Kerja sama ini bisa saling menguntungkan terutama dalam penguatan lembaga dan juga penguatan SDM,” harapnya.

Sejalan dengan Dekan Fdikim, Rektor UIN Jakarta, Amany Lubis menyampaikan bahwa adanya kegiatan ini menjadi salah satu langkah baik untuk kegiatan selanjutnya.

Ia juga berharap bahwa kerja sama ini tidak hanya dilaksanakan dengan Fdikom saja, melainkan juga dengan fakultas-fakultas lainnya yang ada di UIN Jakarta.

“Di sini bisa kita lakukan penyuluhan-penyuluhan, bekerja sama dengan dosen dan fakultas. Bukan hanya Fakultas Dakwah saya harap, jadi bisa fakultas lainnya bila memang diperlukan,” ucap Rektor UIN Jakarta tersebut.

Salah satu isi MoU antara UIN Jakarta dengan IPHI tentang pelaksanaan kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi pada Pasal 8 No. 5 yakni pelaksanaan dari nota kesepahaman ini akan dipantau dan dievaluasi oleh para pihak secara sendiri-sendiri atau bersama-sama paling kurang satu kali setahun sebagai bahan pertimbangan terhadap pelaksanaan kerja sama selanjutnya.

Fdikom UIN Jakarta Teken Kerja Sama dengan Sejumlah PTKIN

Fdikom UIN Jakarta Teken Kerja Sama dengan Sejumlah PTKIN

Reporter Ainun Kusumaningrum; Editor Fauzah Thabibah

Penandatanganan MoU antar Dekan Fdikom PTKIN
Sumber : Dokumentasi Fdikom UIN Jakarta

Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta menandatangani surat kerja sama dengan beberapa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Acara ini bertempat di Hotel Java Heritage, Purwokerto pada (24/9).

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Dekan Fdikom UIN Jakarta, Supartro dengan Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Yogyakarta, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung, Dekan Fakultas Dakwah UIN Banten, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikiasi IAIN Bunga Bangsa Cirebon, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatra Utara Medan serta Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Ponorogo.

Nota kesepahaman tersebut menjadi dasar pengembangan  fakultas masing-masing dalam tiga matra utama yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya implementasi kampus merdeka dan merdeka belajar.

Dokumentasi penandatanganan surat kerja sama antar Fdikom PTKIN
Sumber : Dokumentasi Fdikom UIN Jakarta

Acara penandatangan tersebut berlangsung khidmat dan sederhana disela-sela pertemuan Forum Dekanat Fakultas Dakwah dan Komunikasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia yang diselenggarakan di UIN Saifuddin Zuhr Purwokerto. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilakukan oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi se-Indonesia.

Menurut Ketua Forum Dakanat Fdikom PTKAI Se-Indonesia sekaligus Dekan Fdikom UIN Jakarta, Suparto menjelaskan secara rinci tentang MoU.

”MoU merupakan dokumen tertulis yang menjadi bukti kesepakatan dua perguruan tinggi keagamaan Islam negeri untuk mengembangkan dan membangun keilmuan dakwah dan komunikasi yang responsif terhadap perkembangan zaman dan  kerja sama antar lembaga adalah keniscayaan apabila perguruan tinggi berkeinginan mencapai visi dan misinya.”

Penandatanganan MoU, Amany: Fdikom Kreatif dalam Mengembangkan Kerja Sama

Penandatanganan MoU, Amany: Fdikom Kreatif dalam Mengembangkan Kerja Sama

Reporter Amelia Putri; Editor Fauzah Thabibah dan Elsa Azzahraita

Foto bersama penandatangan MoU (mulai dari kiri) Lily Surraya , Amany Lubis, Gunawan Surbakti, dan Suparto (22/3).
Sumber: DNK TV-Ilham Ramadhan

Fdikom UIN Jakarta mengadakan pendatanganan Memorendum of Understanding (MoU) dengan Forum Halal Tourism (FHT) yang digelar di gedung Rektorat UIN Jakarta, pada Senin (22/3).

Dihadiri oleh Rektor UIN Jakarta, Amany Lubis, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Lily Surraya Eka Putri, Dekan Fdikom, Suparto, Kepala Biro, Fachrul Razi, dan Assesor of Competency FHT, Gunawan Surbakti bersama tim.

Selama ini, FHT telah melakukan pelatihan tour leaders sebanyak 22 kali, tour guide sebanyak 6 kali, dan pelatihan bedah Muslim dan dunia sebanyak  42 kali. Gunawan mengungkapkan, dirinya melihat adanya peluang kerja sama lewat pelatihan Sertifikasi Haji dan Umrah yang dilaksanakan sejak 13 Maret 2021 lalu.

“Saat kemarin hadir di pelatihan Haji dan Umrah Angkatan Ke-V, saya menangkap ada peluang bisnis yang bisa dikerjasamakan,” ujar Gunawan.

Menurut Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Lily Surraya Eka Putri, tujuan dari kerja sama ini adalah untuk memonitoring dan saling mendukung kegiatan satu sama lain.

“Untuk memonitoring serta mendukung, sehingga pada saat kerja sama itu dapat diketahui oleh pihak universitas tentu akan memiliki suatu tanggung jawab untuk kelanjutan monitoring dan evaluasi dari MoU yang sudah dilakukan saat ini,” ucap Lily.

Perjanjian MoU tersebut berisikan program-program yang difokuskan untuk pemberian sertifikasi haji dan umrah dimana setiap programnya cukup diminati, sehingga banyak testimoni positif terkait kerjasama ini.

Selain itu, kerja sama ini bersifat akademik yang memungkinkan mahasiswa melaksanakan program magang dan menciptakan “Merdeka Belajar”.

Dalam kesempatan ini, Rektor UIN Jakarta Amany Lubis berharap kerja sama ini dapat efektif dan menjadikan Fdikom kreatif untuk mengembangkan halal tourism yaitu bepergian dengan tujuan menjelajahi alam ciptaan Allah.

“Harapan saya adalah kerja sama ini bisa efektif, artinya kita jalankan, sudah ada perjanjian kerja samanya dengan Fakultas Dakwah dan ilmu Komunikasi. Saya kira Fakultas sangat kreatif untuk mengembangkan kerja sama ini,” tuturnya.

Senada dengan Amany, Dekan Fdikom, Suparto juga berharap, penandatanganan MoU ini bukan hanya sebatas perjanjian di atas kertas, melainkan akan adanya keberlanjutan program-program yang dilaksanakan  dalam jangka panjang.

“Terkait kerja sama dengan Fdikom dapat dilakukan dengan lebih mengembangkan kontinuitas, kerja sama tidak hanya mencakup spesifik, tetapi kita juga dapat mengembangkan spesifikasi yang lebih luas yang ada di masing-masing prodi,” ucap Suparto.

MoU FDIKOM dengan AMPUH Terkait Pelaksanaan Haji dan Umrah

PKS FDIKOM dengan AMPUH Terkait Pelaksanaan Haji dan Umrah

Awak Liputan: Reporter: Cut Raudhatul Zahbi; Editor: Aulia Gusma Hendra dan Elsa Azzahraita




Penandatanganan PKS FDIKOM UIN Jakarta dengan Afiliasi Mandiri Haji dan Umrah (AMPUH), Senin (8/2).

Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Jakarta bekerjasama dengan Afiliasi Mandiri Haji dan Umrah (AMPUH) menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS)  di ruang meeting lantai 2 FDIKOM UIN Jakarta pada Senin (8/2).

Acara ini  dihadiri oleh Ketua DPP AMPUH, Abdul Aziz, Kabid PHU Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta, Tabroni, Kasi Pembinaan Haji Bidang PHU Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta, Syamsudin, Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama UIN Jakarta, Andi M. Faisal Bakti, Jajaran Dekanat Fdikom, Kaprodi Manajemen Dakwah, Sugiharto serta beberapa Dosen  yang termasuk tim sertifikasi haji.

Andi M. Faisal Bakti mengatakan tujuan mengadakan kerja sama antara FDIKOM dengan AMPUH adalah untuk menindak lanjuti kegiatan pemerintah dalam melatih Dosen FDIKOM dan civitas akademik terkait  sertifikasi pembimbing pembina haji dan umrah.

Wakil Dekan FDIKOM bidang Kemahasiswaan, Cecep juga memaparkan bahwa AMPUH akan memberikan kontribusi dalam penyelenggaraan sertifikasi Haji dan Umrah dalam bentuk anggaran dan peserta. Dengan tujuan penguatan kedisiplinan dari mahasiswa dalam mengikuti praktikum di beberapa rektor di bawah asosiasi AMPUH.

“Kerja sama kegiatan sertifikasi antara pihak FDIKOM dan AMPUH ini sudah berangsur lima kali. Substansi dalam penandatanganan MoU tahun ini sama seperti tahun sebelumnya hanya berbeda secara pelaksanaan saja.  Tetapi tidak mengurangi dari sisi khidmat proses pembelajaran,” Ujar Cecep.

Ketua DPP AMPUH, Abdul Aziz menjelaskan, substansi dari kerja sama penandatangan PKS dengan FDIKOM ialah agar masyarakat dapat melaksanakan haji dan umrah sesuai tuntunan Rasulullah.

“Jadi substansi dari penandatanganan ini adalah upaya kita untuk memberikan keahlian dalam ibadah umrah dan haji untuk masyarakat haji yang lebih baik diantaranya adalah masyarakat dapat melaksanakan umrah dan haji sesuai dengan tuntunan rasulullah SAW.” Ujar Abdul Aziz.

Diharapkan kerjasama antara FDIKOM dengan AMPUH ini dapat berlanjut dan segera terealisasi, sehingga dapat membawa dampak positif bagi masyarakat.