Webinar Nasional Milad Dakwah: Sikap Mahasiswa, Kontribusi Negara

Webinar Nasional Milad Dakwah: Sikap Mahasiswa, Kontribusi Negara

ReporterJenni Rosmi Aryanti; Editor Syaifa Zuhrina

Pemaparan Materi Oleh Ray Rangkuti
Sumber: DNK TV-Jenni Rosmi

Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Dema Fdikom) menyelenggarakan Webinar Nasional bertajuk “Mahasiswa Sebagai Sumber Kontrol dan Menjadi Motor Demokrasi yang Baik” secara virtual melalui zoom meeting pada Kamis (18/11).

Kegiatan ini sekaligus menjadi pembuka dari rangkaian kegiatan Milad Fdikom ke-31 tahun 2021 yang diresmikan oleh Wakil Dekan Fdikom Bidang Administrasi Umum, Sihabudin Noor.

Dihadiri juga oleh Kepala Bidang Politik dan Demokrasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) DKI Jakarta, Theodor Adolf Ngantung, serta beberapa narasumber diantaranya Direktur Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin, dan Co-Founder DARISKRO, Aidil Afdan Pananrang.

Ray Rangkuti yang juga merupakan pengamat politik memaparkan bahwa beban dan tanggung jawab demokrasi bangsa Indonesia termasuk mahasiswa cukup besar, namun hal tersebut dapat dilawan dengan menciptakan mahasiswa yang kritis dan berani melawan kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN)

Selain itu, Ujang Komarudin juga menegaskan bahwa mahasiswa hari ini akan menjadi pemimpin esok hari.

 “Tugas kita ialah mengkritisi siapapun di dunia ini. Jika mahasiswa hanya diam, negara ini tidak akan berubah. Sikap mahasiswa justru ditunggu oleh negara, yaitu dengan memberikan kontribusi terhadap negara ini,” ujarnya.

Penyampaian Materi oleh Aidil Afdan Pananrang 
Sumber: DNK TV-Jenni Rosmi

Dalam paparannya yang berfokus pada gerakan mahasiswa di era distrupsi, Aidil Afdan Pananrang menyampaikan bahwa anak zaman sekarang malas berkomitmen dan cenderung tidak loyal. Hal ini menjadi alasan gerakan tagar lebih diminati dibanding gerakan mahasiswa yang bernilai historis.

“Poin dalam membuat sebuah gerakan yaitu hilangkan pembatas bahwa orang-orang harus terdaftar dalam gerakan tersebut, dan baiknya langsung definisikan tujuan gerakan tersebut, lalu sebarkan secara digital,” ucapnya.

Salah satu peserta webinar yang sekaligus Mahasiswa UIN Jakarta, Muti’ah mengaku pembahasan yang disampaikan narasumber membuatnya banyak belajar dan paham akan kondisi demokrasi Indonesia langsung melalui kacamata pengamat politik dan aktivis.

“Acaranya keren, sebagai pembuka sudah dibuat webinar dengan mengangkat tema yang akan selalu hangat dibicarakan bagi mahasiswa, apalagi mahasiswa yang disebut mempunyai kekuatan untuk menjalankan demokrasi, sangat cocok acaranya untuk kalangan mahasiswa,” jelas Muti’ah.

Bansos Fdikom 2021: Respon Mahasiswa Atas Keresahan Masyarakat

Bansos Fdikom 2021: Respon Mahasiswa Atas Keresahan Masyarakat

Reporter Tiara De Silvanita; Editor Elsa Azzahraita

Bansos Fdikom 2021 yang diselenggrakan di Kampung Pemulung, Jakarta Selatan, Sabtu (3/4).
Sumber: Ali Marzuki-DNK TV

Dalam rangka memeringati Milad Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) Ke-31 UIN Jakarta Dewan Eksekutif Masiswa (Dema) Fdikom menyelenggarakan Bantuan Sosial (Bansos) dengan mengusung tema “Satu Langkah Kecil untuk Kepedulian, Bergerak Maju dengan Kebersamaan”.

Rangakain acara dimulai dari pembukaan donasi pada 17 Maret lalu hingga pendistribusian donasi yang dilaksanakan di Kampung Pemulung Lebak Bulu, Jakarta Selatan pada Sabtu, (3/4).

Donasi berupa 100 paket sembako dan 200 paket makanan ringan yang ditargetkan peneriman dengan kategori janda dan anak-anak di Kampung Pemulung.

Presiden Dema Fdikom, Aji Juasal Mahendra mengatakan persiapan yang dilakukan sudah berjalan sesuai rencana.

“Persiapan yang dilakukan kurang lebih sudah sesuai dengan rencana karena bantuan dari beberapa pihak termasuk dari fakultas kita sendiri (Dakwah dan Ilmu Komunikasi),” Ungkap Aji.

Aji juga menyampaikan tujuan diadakannya bansos Fdikom ini adalah bentuk implementasi  Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Tujuan kami mengadakan bansos ini adalah sebagai implementasi kita salah satu bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat dan kami mencoba untuk mengenalkan kepada mahasiswa baru bahwa Fakultas Dakwah terkenal dengan pengabdiannya kepada masyarakat,” Ujarnya.

Ia juga menandaskan kegiatan ini sebagai bentuk respon mahasiswa untuk tidak menutup mata melihat keresahan masyarakat yang terdampak ekonominya  akibat pandemi yang sudah berlangsung selama satu tahun ini.