Pergerakan Masa Reformasi Dikorupsi KPK Dikebiri

Pergerakan Masa Reformasi Dikorupsi KPK Dikebiri

Reporter Ainun Kusumaningrum; Editor Aulia Gusma Hendra

Suasana Aksi Reformasi di Korupsi KPK di Kebiri Selasa(22/6).
Sumber: DNK-Taufik Nur Rohman

Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Jakarta menggelar Aksi pergerakan masa Reformasi di Korupsi KPK di Kebiri  di depan Halte UIN Jakarta, Selasa (22/6).

Presiden Dema UIN Jakarta, Pebri Nurhayati mengatakan bahwa pergerakan masa ini dilatar belakangi oleh inisiatif Dema UIN Jakarta, yang menyadari adanya kejanggalan sejak RUU KPK pada tahun 2019 hingga menimbulkan puncaknya yaitu pada hari ini.

“Hingga hari ini banyak kejangalan-kejanggalan yang harus kita kritisi, selain daripada undang-undang, tes wawasan kebangsaan, beralihnya anggota KPK menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara) dan juga lembaga independent menjadi di bawah tangan-tangan penguasa yang tidak bertanggung jawab atas keberadaannya. Hal-hal tersebut yang meinisiasi teman-teman Dema UIN Jakarta melaksanakan aksi untuk  menyampaikan aspirasi tentang kita masih peduli dengan anak kandun reformasi itu sendiri yaitu KPK. Sehingga kita memperjuangkan untuk mengembalikan marwah KPK itu sendiri.” Ujar Pebri.

Dalam pergerakan masa kali ini, ada beberapa hal yang menjadi tuntutan utama. Diantaranya adalah :

  1. Mendesak presiden untuk bertanggung jawab  atas segala bentuk upaya pelemahan KPK.
  2. Menurut dewan penawas, untuk memeriksan, menyidangkan dan menjatuhkan hukuman berat kepada Firli Bahuri selaku ketua KPK terkait Penon-aktifan 75 pegawai dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)  yang cacat formil dan tidak substansial.
  3. Mendesak KPK agar menjaga profesionalitas dan integritas dalam memberantas korupsi.
  4. Mendesak KPK agar segera menyelesaikan segala kasus korupsi seperti Bansos, suap KPU, dsb.

 Aksi pergerakan masa ini dimulai pada pukul 14.00- 17.00  WIB. Koordinator Lapangan, Farid Abdullah Lubis mengatakan selama berlansungnya aksi ini terdapat beberapa rangakaian.

“Yang pertama kita bakal ada orasi-orasi seperti biasa, panggung bebas untuk kawan-kawan yang hari ini mau menyuarakan dipersilahkan di forum ini,kemudian nanti akan ada teaterikal membakar ban sebagai bentuk dari kekecewaan kita kepada KPK hari ini, mungkin setelah itu akan ada iring-iringan sebagai closing kedalam kampus.” Ujarnya.

Selama berlangsungnya aksi ini, para Mahasiswa tetap menerapkan rangkaian protokol kesehatan. Seperti mengunakan masker sepanjang aksi pergerakan masa ini.

Kemudian, Pebri mengatakan bahwasannya aksi ini sempat terjadi situasi dan kondisi yang kurang kondusif sehingga masa atau mahasiswa segera mengakhiri aksi ini.

Suasana Aksi Reformasi di Korupsi KPK di Kebiri Selasa(22/6).
Sumber: DNK-Taufik Nur Rohman

Dibalik aksi pergerakan mahsiswa ini, ada urgensi serta peranan mahasiswa sebagai mitra kritis pemerintah.

“Sehingga dalam momentum seperti ini banyak isu-isu yang harus di kritisi. Bukna hanya KPK, nanti ada eskalasi atau isu-isu yang lebih hangat nantinya seperti RKUHP, lingkungan dan lain-lain. Harusnya mahasiswa mengisi pos-pos kritis tersebut. Disitu penting dan sangat urgent peran mahasiswa itu sendiri dalam menyuarakan aspirasi. Jika usul ditolak maka hanya ada satu kata yaitu lawan.” Ungkap Pebri.

Salah satu partisipan dalam aksi ini,  Nur Ahmad Zulfikar mengungkapkan “Ini kan (aksi pergerakan masa) merupakan yang pertama kali dalam pandemi ini walaupun partisipannya tidak terlalu banyak, saya berharap banyak teman-teman yan terpanggil pada aksi ini sehingga kita bisa bergerak dengan gelombang yang lebih besar lagi dan tentunya membangkitkan pergerakan mahasiswa kembali khususnya dalam lingkup UIN Jakarta.”Ujarnya