Menu Sahur yang Wajib Dicoba Anak Kos

Menu Sahur yang Wajib Dicoba Anak Kos

Penulis Latifahtul Jannah

Susu dan pisang (Unsplash.com)

Selalu ada cara unik untuk anak kos bertahan di tanah rantau, salah satunya saat sahur di bulan suci Ramadan, makanan yang praktis dan mudah disajikan, sering kali menjadi pilihan.

Namun belum lengkap jika kata “hemat” yang identik dengan anak kos, belum menyertai menu tersebut. Nah buat kamu yang bingung, berikut 4 rekomendasi menu sahur hemat ala anak kos yang bisa dicoba, Guys!

1. Mie instan

Menu yang mudah didapat, murah, praktis serta nikmatnya yang tiada tara, membuat mie instan dikonsumsi 92 persen atau sekitar 248,7 juta penduduk Indonesia berdasarkan hasil olah Lokadata dari Suvei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) tahun 2020, jadi jangan ditanya lagi Guys, tentu menu ini juga menjadi andalan anak kos.

Namun lebih baik jangan dicampur dengan nasi ya, karena pada dasarnya, mie instan dan nasi merupakan sumber karbohidrat yang tinggi. Mengonsumsi keduanya secara bersamaan hanya akan membuat tubuh melebihi batasan kalori harian, okey?

2. Telur ceplok balado

Telur ceplok juga merupakan pilihan menu makan yang praktis. Tak melulu polosan, DNK People bisa meraciknya lagi dengan bumbu balado yang pedas gurih agar lebih nikmat.

Untuk bumbu baladonya, kamu bisa menyesuaikan dengan selera terutama tingkat pedasnya. Membuat menu ini juga tidak memakan waktu lama, loh. Telur ceplok balado enak dimakan dengan nasi hangat.

3. Susu

Susu juga bisa menjadi menu andalan anak kos loh, Guys. Selain sehat karena mengandung vitamin dan kalsium yang baik untuk tulang, minuman ini juga dapat mengenyangkan. DNK People bisa menambahkan pisang, karena pisang memiliki kandungan sejenis karbohidrat yang disebut resistant starch. Bersama serat pektin, nutrisi ini mampu memberikan efek mengenyangkan dan pastinya sehat!

4. Nasi goreng rice cooker

Nah, menu lain yang menjadi idaman dan praktis adalah nasi goreng rice cooker. Cara membuatnya pun sangat praktis, cuci 1 cup beras, tiriskan, tambahkan air, lalu tuang setengah bungkus bumbu nasi goreng instan. Tambahkan sosis jika ada, tambahkan kecap manis agar lebih sedap, setelah itu tinggal tutup rice cooker. Nasi goreng instan pun siap disantap.

Hindari Makanan ini saat Berbuka Puasa!

Hindari Makanan ini saat Berbuka Puasa!

Penulis Dani Zahra Anjaswari

Gorengan yang sering menjadi buruan ketika berbuka puasa. (istockphoto.com/@junardiey)

Tentunya di bulan Ramadan kita sangat menantikan momen berbuka puasa, biasanya saat akan berbuka berbagai hidangan telah disajikan untuk disantap bersama keluarga. Makanan yang sering disajikan adalah makanan yang manis-manis dan segar. Padahal selama berpuasa, memperhatikan asupan nutrisi sangat penting agar tubuh tetap sehat, loh.

Agar manfaat puasa bisa diraih secara maksimal, pilihan menu makanan juga harus disesuaikan. Dengan begitu, kerja sistem pencernaan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan tidak terganggu selama bulan puasa. Ada beberapa jenis makanan yang harus kamu hindari saat berbuka puasa. Yuk kita simak, apa saja jenis makanan tersebut!

1. Makanan berminyak

Eits, mungkin kita sudah tidak asing dengan gorengan atau makanan berminyak lainnya yang menjadi makanan favorit saat berbuka puasa, namun sebaiknya kamu perlu menghindari jenis makanan ini dikarenakan dapat mengganggu sistem pencernaan, DNK People. Lemak adalah salah satu zat gizi yang sulit dan lama dicerna. Oleh karena itu, lemak yang terkandung di dalam gorengan membuat organ pencernaan bekerja lebih ekstra, sehingga menyebabkan kenaikan berat badan serta memicu tekanan darah meningkat lebih tinggi.

2. Makanan Pedas

Salah satu makanan pedas yang harus dihindari kita berbuka. (dapurkobe.co.id)

Mengonsumsi makanan pedas memang dapat memancing selera makan kita, tapi tidak disarankan untuk kamu santap ketika baru berbuka puasa. Kandungan senyawa capsaicin dari cabai bisa membuat dinding lambung iritasi, sehingga menimbulkan reaksi asam yang membuat perut kram dan nyeri. Hal ini dapat memicu diare ketika DNK People mengonsumsi makanan pedas.

3. Makanan instan dan makanan kaleng

Apakah kamu tipe orang yang menyiapkan makanan serba instan ketika berbuka puasa? Mungkin sebagian kamu memilih makanan instan sebab kamu malas bergerak dan seolah tidak bertenaga ketika sedang menjalankan puasa sehingga memicu seseorang mengonsumsi makanan instan ketika berbuka. Makanan siap saji, seperti mie instan akan membuat tubuh kesulitan menyerap nutrisi dari makanan bergizi lainnya, Guys. Makanan kaleng pun tidak mengandung nilai gizi yang baik untuk tubuh.

4. Makanan yang tinggi gula 

Berbukalah dengan yang manis, tapi jangan manis-manis, DNK People. Mungkin kamu sering mendengar kalimat tersebut memang anjuran berbuka puasa dengan yang manis memang diperlukan untuk menaikkan kembali kadar glukosa dalam darah yang menurun setelah berpuasa. Ada baiknya jika kamu tidak mengonsumsi makanan yang tinggi gula terlalu berlebihan ketika berbuka puasa sebab kadar glukosa akan naik secara cepat dan tinggi. Hal ini dapat memicu seseorang menjadi mudah lelah dan juga memicu terkena penyakit diabetes, Guys.

Darurat Literasi Nutrition Fact dan Si Manis yang Diam-diam Berbahaya

Darurat Literasi Nutrition Fact dan Si Manis yang Diam-diam Berbahaya

Oleh Fadlil Chairillah; Editor Nur Arisyah Syafani

Aneka makanan yang mengandung gula
Sumber : loveicecream.com

Kesehatan merupakan aspek yang sangat penting bagi manusia. Karena dengan kondisi tubuh yang sehat, manusia bisa melakukan berbagai aktivitas. Berbicara tentang kesehatan, tak lepas kaitannya dengan pembahasan soal makanan. Jika konsisten mengkonsumsi makanan yang sehat dengan gizi yang seimbang maka tubuh juga akan sehat, dan risiko terjangkit penyakit akan sangat kecil. Salah satu unsur makanan yang sangat  berpengaruh terhadap kesehatan adalah gula. Gula aman dikonsumsi jika tidak berlebihan dan berbahaya jika dikonsumsi berlebihan.

Bahaya konsumsi gula berlebihan

Makanan atau minuman yang kita konsumsi sehari-hari tidak terlepas dari yang namanya gula. Gula terbagi menjadi dua, yaitu gula alami dan buatan. Gula alami didapat dari buah-buahan, nasi dan lainnya. Sedangkan gula buatan itu berasal dari makanan kemasan atau makanan olahan. Sebut saja makanan yang sering kita konsumsi, kopi instan, aneka kue, makanan ringan hingga makanan pokok mayoritas masyarakat Indonesia yaitu nasi mengandung gula. Ini berarti jika dikaitkan dengan kesehatan maka gula sangat berperan penting untuk memengaruhi kesehatan manusia.

Dikutip dari video The Secret of Sugar, Dr. Robert Lustig seorang Medical Professor mengatakan “Mana yang lebih berbahaya, Gula atau Lemak ? Gula 1000 kali lipat lebih berbahaya daripada lemak. Hal itu menunjukan kepada kita bahwa gula adalah sesuatu yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan sebelum mengonsumsinya. Diabetes, obesitas dan penyakit berbahaya lainnya disebabkan oleh gula salah satunya.

Menurut Kementerian Kesehatan di Indonesia, batas konsumsi gula perhari adalah 50 gram atau setara dengan 4 sendok makan. Makanan yang kita konsumsi perhari mulai dari sarapan, makan siang, makan malam sampai camilan harus cermat dalam menelisik kandungan gula di dalamnya, jangan sampai melewati batas yang dianjurkan. Jika melewati batas konsumsi yang dianjurkan dan secara terus-menerus maka semakin besar peluang untuk terkena obesitas bahkan parahnya terkena diabetes yang mematikan.  

Jika kita berbicara lebih spesifik lagi terhadap salah satu makanan pokok sehari-hari kita yaitu nasi. Nasi memiliki indeks glikemik yang tinggi. Dilansir dari Kompas Health, indeks glikemik adalah ukuran seberapa cepat tubuh mengubah karbohidrat menjadi gula yang dapat diserap ke dalam aliran darah. Indeks glikemik tergolong rendah jika berada di bawah 55 dan tergolong tinggi jika berada diatas 70. Tapi bukan berarti kita harus menghindari nasi sama sekali, lebih tepatnya jika dikonsumsi dalam porsi yang tepat dan tidak berlebihan maka aman-aman saja.

Minimnya Membaca Nutrition Fact pada Makanan dan Minuman

Nutrition Fact
Sumber : Food.ndtv.com

Banyak makanan atau minuman yang dijual di supermarket atau warung di sekitar rumah kita. Kebanyakan di setiap produknya tertera nutrition fact yang mayoritas dari kita sering kali enggan untuk membacanya. Padahal hal itu sangat penting untuk diperhatikan jika kita ingin menerapkan prinsip hidup sehat. Dicantumkannya nutrition fact agar konsumen mengetahui kandungan gizi yang terdapat di masing-masing produk. Dengan mengetahui kandungan gizinya maka kita dapat mempertimbangkan untuk mengonsumsinya atau tidak.

Kita ambil contoh produk yang mayoritas masyarakat menganggap produk tersebut sehat, sebut saja susu kemasan yang mengandung rasa coklat, strawberry dan beragam rasa lainnya, jika diperhatikan nutrition factnya maka kandungan gulanya bisa dibilang tidak sedikit. Karena itulah menurut pakar kesehatan, kita disarankan untuk membeli susu rendah gula atau less sugar. Contoh lainnya seperti minuman Vitamin C jika kita lihat nutrition factnya maka ada beberapa produk yang mengandung gula 20-25 gram atau setara dengan setengah dari konsumsi gula yang dianjurkan perhari.

Dengan adanya fakta tersebut menjadi bukti bahwa makanan atau minuman yang dinilai sehat, belum tentu sepenuhnya sehat. Kita bisa menimbang sehat tidaknya suatu makanan atau minuman tanpa membaca Nutrition Fact yang ada dibalik kemasan terlebih dahulu. Jika lebih teliti membacanya maka ada hal yang bisa kita renungkan. Di nutrition fact, sajian lemak atau fat itu diletakkan di baris paling atas, yang membuat kita berfikir kalau lemak merupakan zat yang paling jahat untuk tubuh kita, padahal lemak itu bukan yang paling jahat. Yang paling berbahaya sebenarnya ada di baris paling bawah yaitu gula. Gula adalah zat yang paling berbahaya dari semua zat lainnya. Kenapa diletakkan di bawah? Karena peluang untuk tidak terlalu memperhatikan jumlah kandungan gula lebih besar.

Jadi kesimpulannya, penting bagi kita semua untuk mulai mempertimbangkan atau mengukur kandungan pada makanan minuman yang kita konsumsi. Sehat atau tidaknya suatu makanan minuman tergantung dari kandungan tiap komposisi makanan atau minuman yang kita konsumsi, berlebihan atau tidak. Sehat jika porsinya tepat, dan sebaliknya akan menjadi tidak sehat jika berlebihan.