Pusat Karir UIN Jakarta Gelar Skripsi Camp Perdana

Pusat Karir UIN Jakarta Gelar Skripsi Camp Perdana

Reporter Latifahtul Jannah

Pembukaan Kegiatan Skripsi Camp oleh Zulkifli, Kamis (17/02). (Dok. Istimewa)

Pusat Karier UIN Jakarta melaksanakan kegiatan Skripsi Camp 2022. Dengan tagline “Skripsi Butuh Aksi, Bukan Basa-Basi,” secara virtual, pada Kamis (17/02).

Wakil Rektor Bidang Akademik, Zulkifli membuka secara langsung Kegiatan ini. Dalam sambutannya, Zulkifli menyatakan bahwa skripsi yang baik itu adalah skripsi yang selesai.

“Segera memulai, karena skripsi yang baik dan bagus, adalah skripsi yang selesai. Skripsi yang lolos pada ujian munaqasah,” ucap Zulkifli.

Wakil Rektor tersebut juga menambahkan bahwa kuliah selesai tepat waktu merupakan prinsip dan kebijakan dari bidang akademik.

Kegiatan yang diikuti 240 peserta ini, merupakan upaya Pusat Karier dalam memotivasi dan memfasilitasi mahasiswa UIN Jakarta agar dapat segera memulai penulisan skripsi dan lulus tepat waktu.

Kepala Pusat Karier UIN Jakarta, Salamah Agung menyampaikan bahwa, Skripsi Camp ini diinisiasi oleh para peserta magang Pusat Karier UIN Jakarta yang bertujuan untuk memberi motivasi bagi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi.

“Kawan-kawan intern Pusat Karier memiliki kepedulian yang tinggi untuk dapat membantu rekan-rekannya yang sedang berjuang dengan skripsinya,” tutur Salamah.

Kegiatan Skripsi Camp 2022 ini dilakukan secara daring melalui Zoom Meeting selama tiga hari dari tanggal 15 – 17 Februari 2022. Sebanyak 240 pendaftar mahasiswa dari berbagai fakultas dan jurusan antusias mengikuti kegiatan ini.

Penyampaian materi oleh Maila D.H Rahiem, Kamis (17/02). (Dok. Istimewa)

Materi skripsi dibahas tuntas dalam kegiatan ini. Mulai dari upaya menumbuhkan motivasi, memulai dan membongkar langkah demi langkah penyusunan skripsi, metode penelitian kuantitatif dan kualitatif, protokol 3M (mencari, mengolah dan menganalisis) data, pengelolaan sitasi dan referensi, dan cara parafrase anti plagiarisme.

Keenam materi ini disampaikan dalam bentuk lokakarya dan diskusi interaktif oleh narasumber yang sangat berkompeten di bidangnya.

Sesi pertama dimulai oleh Ketua Program Studi Psikologi UIN Jakarta, Rena Latifa dan Wisudawan Terbaik, Muhammad Difa.

Pada sesi kedua disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Kedokteran UIN Jakarta, Flori Ratna Sari. Sesi ketiga oleh Kepala Pusat Pengembangan Bahasa UIN Jakarta, Siti Nurul Azkiyah.

Selanjutnya pada sesi keempat disampaikan oleh Direktur Centre of Excellence UIN Jakarta, Maila D.H Rahiem. Sesi kelima oleh Koordinator Layanan Teknis Pusat Perpustakaan UIN Jakarta, Ulpah Andayani. Dan sesi terakhir ditutup oleh Technical Supporting in IEPF (NGO in Japan), Yanti Herlanti.

Salamah Agung berharap kegiatan Skripsi Camp ini mampu mendorong para mahasiswa untuk segera menyelesaikan skripsi dan tugas akhir mereka dengan baik, serta memotivasi untuk tidak lambat dalam mengakhiri studinya di kampus dan meraih gelar sarjana.

Soal Larangan Reuni 212, Mahasiswa UIN Angkat Bicara

Soal Larangan Reuni 212, Mahasiswa UIN Angkat Bicara

Reporter Amalia Riskiyanti; Editor Elsa Azzahraita

Potret Reuni 212 berjalan menuju Patung Arjuna Wiwaha
Sumber : instagram-donalhusni

Aparat kepolisian menyerukan kepada massa bahwa Reuni 212 yang semula akan digelar di kawasan Patung Arjuna Wiwaha, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, tidak mendapatkan perizinan.

Seruan pembubaran disampaikan polisi melalui pengeras suara kepada ratusan massa Reuni 212 yang berada di kawasan Masjid Al Fatah atau kantor Gerajan Pemuda Jslam (GPI), Jalan Menteng raya, Kelurahan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Sebelumnya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar, Endra Zulpan menuturkan kegiatan ini tidak sejalan dengan rekomendasi Satuan Tugas Covid-19 DKI Jakarta. Ia juga menegaskan akan menerapkan sanksi hukum kepada massa yang memaksa tetap menggelar kegiatan ini.

“Kita akan menerapkan ketentuan hukum berlaku pada mereka yang memaksakan kita akan persangkakan tindak pidana KUHP Pasal 212 sampai 218, khususnya mereka yang tidak mengindahkan,” tutur Zulpan yang dikutip dari Tempo.co pada Rabu (1/12).

Polisi serukan larangan berkerumun kepada massa
Sumber : instagram-donalhusni

Ratusan massa Reuni 212 sempat memblokade Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat. Setelah beberapa pimpinan Presidium Alumni 212 menyampaikan orasi Ketua PA 212, Slamet Maarif meminta massa reuni 212 membubarkan diri dalam keadaan damai. 

“Setelah ini kita akan kembali ke tempat kita masing-masing, kita datang untuk damai, kita disuruh pulang ya kita pulang, kita datang untuk damai, siap untuk pulang dengan tertib,” kata Slamet yang dikutip dari CNNIndonesia.com, Kamis (2/12).

Mochammad Taufiqurahman salah satu mahasiswa Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta yang pernah terlibat dalam aksi 212 menanggapi tindakan polisi yang dinilai tidak adil dalam hal ini.

“Menurut saya ada 2 perspektif, pertama tidak tepat, karena tujuan kita reuni sebenarnya hanya ingin bernostalgia di momen yang sangat langka ya, yaitu momen bersatunya umat Islam, tapi perspektif kedua tepat diambil tindakan tersebut, karena kita tau bahwa situasi saat ini masih pandemi dan mungkin kepolisian atau pihak lain masih merasa khawatir akan keramaian itu. Tetapi kalau alasan di bubarkannya karena keramaian, menurut saya ada ketidakadilan,” jelasnya.

Berbeda dengan Taufiq, Azizah Reviva mahasiswi Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Jakarta menilai tindakan polisi sudah tepat, mengingat situasi saat ini yang masih menghadapi pandemi Covid-19.

Sarasehan Humas MPR RI dalam Pekan Legislatif

Sarasehan Humas MPR RI dalam Pekan Legislatif

Reporter Ariqah Alifia; Editor Ainun Kusumaningrum

Sarasehan Kehumasan RI bertemakan “Pekan Mahasiswa sebagai Tonggak Pemersatu dalam Kebhinekaan”. Sumber: DNKTV-Ainun Kusumaningrum

Senat Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Sema Fdikom) UIN Jakarta menggelar acara Sarasehan Kehumasan RI bertemakan “Pekan Mahasiswa sebagai Tonggak Pemersatu dalam Kebhinekaan” di lantai 2 Aula Madya UIN Jakarta pada Senin (29/11), dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

Kerja sama antara Senat Fdikom dengan Humas Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) untuk menyapa sahabat kebangsaan di pekan legislatif ini dihadiri oleh kurang lebih 60 peserta.

Acara ini juga dihadiri langsung oleh Kepala Bagian Pemberitaan dan Hubungan Antar Lembaga Setjen MPR, Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaan Fdikom, organisasi legislatif fakultas serta mahasiswa UIN Jakarta.

Acara yang berlangsung dengan khidmat ini diawali dengan sambutan Wakil Dekan Fdikom, Cecep Castrawijaya dan Ketua Senat, Syafira Febby Ayu. Syafira berharap kerja sama ini dapat terjalin lebih erat ke depannya.

Berlangsungnya sarasehan bersama Humas MPR RI.
Sumber: DNKTV-Ariqah Alifia

Dilanjut dengan seminar yang dipandu oleh Rifqi Ramdani, diisi oleh Wakil Dekan 3 Fdikom, Cecep Castrawijaya dan Kepala Humas MPR RI, Budi Mulyawan.

Cecep menyampaikan tujuan kebhinekaan adalah untuk mengisi kenegaraan yang rukun, makmur, dan bersatu. Selain itu, Cecep juga berpesan dalam strategi perwujudan kebhinekaan tersebut, “Kita sebagai mahasiswa juga harus memiliki kecerdasan. Dengan kecerdasan, segala sesuatu dapat diselesaikan.”

Budi menegaskan semua elemen masyarakat adalah sahabat MPR, termasuk mahasiswa. Maka dari itu, sangat penting diadakannya acara sebagai pengingat mahasiswa agar dapat menjadi role model dan mengambil peran pada masyarakat luas.

Budi juga berharap fungsi mahasiswa sebagai iron stock, agent of change, pengabdi masyarakat dapat teraktualisasikan sebagaimana mestinya, dan bisa mewujudkan eksistensi nilai pancasila.

Pesan terakhir yang disampaikan oleh Budi ialah, “Sebagai mahasiswa boleh salah, tapi jangan berbohong,” ucapnya.

Acara ini diakhiri dengan harapan dari kedua narasumber. Mereka berharap, kelak Indonesia bisa menjadi baldatun tayyibatun wa rabbun ghaffur, negeri yang baik dengan Tuhan yang Maha Pengampun.

BMKG Luncurkan Sistem Informasi Gempa Berbasis Radio

BMKG Luncurkan Sistem Informasi Gempa Berbasis Radio

Reporter Dani Zahra Anjaswari; Editor Ainun Kusumaningrum

Infomasi mengenai gempa bumi
Sumber: Instagram-@infobmkg

Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi luncurkan sistem informasi peringatan dini gempa yang berpotensi terjadi tsunami dengan basis radio atau handy talky (HT) dan android. Peluncuran sistem ini dilakukan oleh Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Senin (04/10).

Sistem informasi tsunami sebagai backup sistem peringatan dini dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD ke masyarakat. Dimana sistem ini menggunakan frekuensi radio HT guna mengantisipasi putusnya aliran listrik maupun sinyal telepon seluler atau internet akibat adanya gempa bumi.

Inisiator sistem informasi peringatan dini, Setyoajie Prayoedhie
Sumber: twitter-@SetyoajieP

Inisiator dari sistem ini ialah Setyoajie Prayoedhie. Ia mengatakan sistem informasi berbasis radio (radio broadcaster) merupakan salah satu media diseminasi info gempa bumi dan peringatan dini tsunami dari BMKG.

Radio broadcaster ini, informasi disampaikan dalam bentuk suara, tidak berbasis teks atau grafis, sehingga harapannya bisa menjangkau kelompok masyarakat rentan khususnya yang mengalami kendala dalam melihat atau membaca. Oleh karena informasinya dalam bentuk suara, harapan kami info tersebut lebih mudah oleh masyarakat,” jelasnya.

Sementara untuk sistem peringatan dini berbasis Android berupa aplikasi Sirita (Sirens for Rapid Information on Tsunami Alert), kata dia, hal itu sebagai alternatif dari keterbatasan jumlah sirine yang terpasang.

“Karena keterbatasan jumlah sirine yang terpasang, otomatis kita harus punya solusi alternatif. Jadi, kami kembangkan aplikasi sirine tsunami berbasis telepon seluler, namanya Sirita.”

Setyoajie juga mengatakan pengguna telepon pintar yang telah memasang aplikasi Sirita secara otomatis akan menerima sirine ketika BPBD mengaktifkan fitur peringatan dini tsunami meskipun teleponnya dalam posisi hening atau getar.

Mahasiswa UIN Jakarta, Salsabila Musidah memberikan tanggapannya mengenai peluncuran sistem informasi berbasis radio dan android dari BMKG. Menurutnya, hal ini sangat baik dalam perkembangan teknologi saat ini yang harus dimanfaatkan untuk kemajuan bangsa.

“Sistem informasi yang diluncurkan oleh BMKG di Cilacap akan sangat bermanfaat lantaran menjadi cadangan sistem peringatan dini dari Pusdalops BPBD ke masyarakat. Sistem peringatannya pun memakai teknologi yang relatif sederhana karena masyarakat cukup mendengarkan dari frekuensi radio yang digunakan oleh BPBD, sehingga ketika terjadi gempa bumi masyarakat secara otomatis akan dengar informasi tersebut,” ucapnya.

Teluk Jakarta Tercemar Parasetamol, Bahayakan Ekosistem Laut

Teluk Jakarta Tercemar Parasetamol, Bahayakan Ekosistem Laut

Reporter Muhammad Zidane; Editor Ainun Kusumaningrum

Teluk Jakarta
Sumber : Instagram-@blessmylens

Kandungan paracetamol ditemukan di muara Angke dan Ancol dengan konsentrasi sangat tinggi. Terkait temuan tersebut, Humas Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Yogi Ikhwan menyampaikan bahwa Pemprov DKI Jakarta berencana mengusut sumber pencemaran yang menyebabkan Teluk Jakarta tersebut mengandung parasetamol.

“Kami akan dalami dan telusuri sumber pencemarannya,” ujar Yogi.

Dugaan tersebut berasal dari konsumsi masyarakat akan bahan kimia yang berlebihan, rumah sakit, serta industri farmasi.

Terkait dugaan pencemaran dari konsumsi masyarakat yang berlebihan ini bisa bersumber dari tingginya angka penduduk di Jakarta dan bebasnya obat yang beredar dijual tanpa resep dokter.

Kepala Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Zainal Arifin yang merupakan salah satu peneliti dalam temuan tersebut menjelaskan lebih lanjut.

“Semua obat itu racun kalau kita menggunakan berlebih. (Itulah) mengapa dokter selalu memberi dosis (misalnya) diminum dua kali sehari, karena ada indikasi. Artinya sama saja, semua obat tidak jauh berbeda.”

Meski demikian, pihaknya enggan menyebut Teluk Jakarta yang memiliki kandungan parasetamol tersebut beracun. Hal ini karena kandungan parasetamol yang ditemukan tidak berada di level yang dapat membahayakan seseorang. “Artinya ini kan belum sampai menyebabkan keracunan atau kematian, karena ini kan konsentrasinya nano gram per liter,” ungkap Zainal.

Pengambilan sampel air laut teluk Jakarta
Sumber : Dinas Lingkungan Hidup DKI-Diah Ayu

Terkait dengan temuan ini, Yogi Ikhwan juga menyampaikan terima kasih kepada para peneliti. Namun, ia menyebutkan, pihaknya sebenarnya secara rutin sudah memantau kualitas air di Jakarta. Akan tetapi, memang variabel pencemaran parasetamol tidak termasuk. Aturan terkait variabel pencemaran ini sebagaimana tercantum dalam PP 22/2021.

Meski demikian, pada prinsipnya temuan parasetamol memberi indikasi adanya pencemaran di Teluk Jakarta.

“Sesuatu yang tidak pada tempatnya atau sesuatu yang melebihi kadarnya di suatu tempat adalah pencemaran,” ujar Yogi. Dalam buletin tersebut disampaikan bahwa konsentrasi tinggi parasetamol yang terdeteksi di Angke dengan kadar 610 ng/L dan Ancol 420ng/L.

Namun berbeda dengan hal itu, Mahasiswa UIN Jakarta, Yusuf mengatakan bahwa pencemaran yang terjadi bisa merusak ekosistem laut.

“Hal ini menurut saya dapat berbahaya bagi ekosistem laut serta mempengaruhi kualitas air,” ucapnya.

Dalam membenahi pencemaran ini tentu membutuhkan jangka waktu yang panjang. Maka dari itu, tetap harus dibutuhkan kerja sama antara masyarakat dan pemerintah dalam menjaga serta menindak secara tegas pelaku pencemaran yang terjadi.

Optimalisasi Pemberdayaan dan Pengelolaan TV Online

Optimalisasi Pemberdayaan dan Pengelolaan TV Online

Reporter Ilham Ramadhan; Editor Farhan Mukhatami

Webinar Pengelolaan TV Online Pemberdayaan, Rabu (15/09).
Sumber: DNK TV-Ilham Ramadhan

Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) UIN Jakarta menyelenggarakan webinar berjudul “Pengelolaan TV Online Pemberdayaan.” Pada Rabu, (15/9).

Ketua Program Studi (Kaprodi) PMI, Muhtadi menyampaikan bahwa  sebagai civitas akademika harus paham dan mengerti bagaimana media digital itu bekerja serta menggunakannya dengan bijak.

‘‘Dan tentunya dengan berlangsungnya acara webinar ini diharapkan bahwa kita sebagai civitas akademika antara dosen juga mahasiswa harus dengan benar-benar paham dan mengerti bagaimana media digital itu bekerja serta bagaimana kita menggunakan media digital itu dengan bijak,” ujar Muhtadi.

Dalam sambutan tersebut, dirinya ingin menjadikan media digital sebagai tempat menyiarkan kegiatan-kegiatan pemberdayaan sekaligus memberi manfaat dan mencerahkan kepada seluruh masyarakat bahwa kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh prodi PMI, penting dan bisa menjadi inspirasi untuk selalu lebih berdaya dan juga produktif.

Setelahnya, dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh CEO BuruhOnlineTV, Muhammad Hafidz  dan General Manager DNK TV, Dedi Fahrudin.

‘‘Sangat sulit untuk kita melakukan pembelajaran tatap muka dengan banyaknya mahasiswa, maka hal yang paling mungkin dilakukan adalah dengan memanfaatkan aplikasi atau media sosial sebagai tempat kita belajar saat ini, dan perlu kalian ingat sebagai mahasiswa PMI bukan hanya memperhatikan bagaimana memberdayakan masyarakat saja, namun diperhatikan pula nilai dakwahnya,” ujar Hafidz.

Sedangkan Dedi Fahrudin membahas mengenai manajemen produksi konten video pemberdayaan. Menurutnya sebelum kita membuat sebuah konten, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa itu Standard Operating Procedure (SOP) ketika membuat sebuah konten. Tentu disana ada beberapa tahapan seperti Pre-Production, Rehearsal, Production, serta Post Production.”

Penjelasan Standard Operating Procedure (SOP) pada webinar: Pengelolaan TV Online Pemberdayaan, Rabu (15/09).
Sumber: DNK TV-Ilham Ramadhan

Dedi juga menjelaskan hal-hal yang harus dilakukan sebelum menggarap sebuah konten, yaitu pertama dalam tahap Pre-Production yakni penyampaian ide, pengaturan format, pengisi acara, dan juga penulisan naskah. Setelah itu masuk kedalam tahapan Rehearsal, lalu mulai untuk memproduksi sebuah konten serta pada akhirnya konten tersebut dapat di unggah pada media sosial dengan tujuan dapat ditonton orang lain, memberikan pesan yang terkandung dalam konten, serta menghibur para penonton.