Kolaborasi “Benteng Anti Kelaparan” bagi Masyarakat saat Pandemi

Kolaborasi “Benteng Anti Kelaparan” bagi Masyarakat saat Pandemi

Reporter Latifahtul Jannah; Editor Fauzah Thabibah

Poster Program Bantuan Kolaborasi Berbagi.

Gerak dan peran pemuda adalah peta baru untuk keluar dari rumitnya pandemi ini. Badai yang dihadapi terlalu besar dan kapal yang kita gunakan terlampau kecil, jika pergerakan ini dilakukan sendirian.

Salah satu bukti nyata dari pergerakan pemuda minggu ini yaitu Program Kolaborasi Berbagi, yang dilakukan Ikatan Cendekia Indonesia (ICI) bersama DNK TV, Meek Foundation, Yayasan Pondok Kasih, dan Harapan Pemuda Indonesia, menjadi solusi dalam menghadapi pandemi terutama di daerah Ciputat, Tanggerang Selatan.

DNK TV menjadi salah satu partner dalam langkah awal program kolaborasi ICI kali ini. Semakin berkembangnya teknologi, maka semakin banyak pula terobosan baru dalam industri media. Tentu hal ini dapat membuat perkembangan sayap kebaikan semakin bertambah luas.

Direktur ICI, Nur Muhaimin percaya dengan menggandeng DNK TV akan mampu menciptakan sebuah karya besar.

“Dalam program ini kita percaya tidak mampu menyelesaikan semuanya sendiri tanpa andil dari tim DNK TV, melihat DNK yang saat ini makin produktif meski dalam keadaan pandemi, kami yakin dengan kolaborasi yang apik ini mampu menciptakan karya yang bisa mendobrak media sosial saat ini,” ujar Nur Muhaimin.

Kolaborasi berbagi ini merupakan gerakan berbagi 1.500 paket nasi yang dilakukan setiap hari kepada yang membutuhkan.

Titik gerakan kolaborasi ini beraga di kawasan Legoso, Kampung Utan, Cirendeu, Pesanggrahan, Jl. Ki Hajar Dewantara, dan Kertamukti.

Penyaluran bantuan oleh tim Kolaborasi Berbagi

Krisis pandemi mengakibatkan kesejahteraan sosial menjadi kata asing ditelinga. Bantuan sosial (bansos) dari pemerintah selama pandemi virus Corona juga tak jauh berbeda, realitanya bansos tidak cukup menopang krisis pandemi.

Sehingga dengan adanya Kolaborasi Berbagi ini, diharapkan dapat mengurangi tragedi kelaparan yang seolah-olah menjadi suratan takdir bagi fakir di masa pandemi ini berkurang.

“Jika dilihat realitanya bansos tidak cukup untuk membangun surutnya perekonomian Indonesia saat ini, sehingga dengan Kolaborasi Berbagi ini dapat mengurangi atau membantu program bansos dari bawah,” imbuh Nur Muhaimin.

Menurunnya pendapatan masyarakat sudah menjadi rahasia umum saat pandemi. Usaha yang gulung tikar juga sudah menjadi santapan lezat setiap pedagang-pedagang kecil. Tentu dengan adanya program berbagi ini menjadi angin segar bagi para penerimanya.

Mahasiswa UIN Jakarta, Alma muthi mengaku bahwa program ini sangat membantu dirinya.

“Dengan adanya program berbagi makanan ICI ini setidaknya dapat mengurangi sedikit beban yang ada pada masyarakat, khususnya bagi saya anak kosan, tentu hal ini sangat membantu sekali,” ungkapnya.

Najwa shihab pernah berkata Indonesia tidak tersusun dari batas peta, tapi gerak dan peran besar kaum muda.

“Mari kolaborasi untuk menyelesaikan persoalan negeri,” titah Nur Muhaimin.

Dakwah melalui Profesi Komunikasi di Radio Silaturahim

Dakwah melalui Profesi Komunikasi di Radio Silaturahim

Reporter Muhammad Zidane Murtado ; Editor Aulia Gusma Hendra dan Elsa Azzahraita

Kegiatan Kolaborasi Prodi KPI Dengan Pengurus ISKI Pusat secara virtual pada Selasa (13 /04).

Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Jakarta, melakukan kolaborasi dengan pengurus Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Pusat secara virtual melalui zoom, Selasa (13/4).

Pengurus ISKI, Mona Ganiem, menjelaskan tentang dekadensi moral dimana dibagi menjadi dua yaitu teori keseimbangan (orang berusaha menyeimbangkan), kemudian muncul Radio Silaturahim (Rasil) sebagai penyeimbang.


“Saya melakukan riset dimana saya membantu meriset tentang M-Power Impect,” ujar Mona Ganiem.

Mona menjelaskan radio memiliki peran penting di masyarakat sebagai private and casting institute. Sebenarnya radio itu di biayai oleh iklan, tetapi rasil tidak demikian.

Radio tetap bertahan karena memiliki pendekatan story telling. Sehingga narasi radio itu bisa menjadi komersil.

Mona juga memaparkan terkait teori klasifikasi dari hansmoun ada donative. Tujuan penelitian on-Air dan off-Air informen ini ialah untuk menunjukkan bahwakegiatan pemberdayaan masih bisa dispesifikasikan dalam segi agama.

Rasil mempunyai mekanisme untuk membuka diri yang diberi nama transparansi dan dilakukan dalam forum berjudul “Tingting”. Hal ini dalam rangka membangun radio dakwah sebagai pejuang dakwah.