Morning Spirit Kedua, Suntikan Motivasi dan Inspirasi

Morning Spirit Kedua, Suntikan Motivasi dan Inspirasi

Reporter Diva Raisa; Editor Tiara Juliyanti Putri dan Nur Arisyah Syafani

Sambutan Rektor UIN Jakarta Amany Lubis, dalam kegiatan morning spirit.  Jum’at (10/9).
Sumber: DNKTV-Prayoga Adya Putra

Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 239 kembali menyelenggarakan kegiatan morning spirit kedua dengan tema “Suntikan Semangat di Masa Pandemi” bertempat di Gedung Aula Student Center UIN Jakarta pada Jum’at, (10/9).

Kegiatan ini diawali oleh sambutan Rektor UIN Jakarta Amany Lubis yang menyampaikan bahwa latar belakang dari Morning Spirit untuk dapat memperhatikan lagi tenaga kebersihan dan kemanan di UIN Jakarta serta mendo’akan agar semuanya diberikan kesehatan.

“Tujuan kegiatan ini agar mereka (tenaga kebersihan dan keamanan UIN Jakarta) mempunyai semangat kerja, serta mempunyai  tanggung jawab”

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat UIN Jakarta Kamarusdiana.

“Makna dari morning spirit ini sangat positif karena berkaitan dengan tenaga internal yang menjadi tulang punggung kampus.” paparnya.

Pembagian Doorprize kepada peserta penyampaian kesimpulan film.
Sumber: DNKTV-Prayoga Adya Putra

Acara dilanjutkan dengan pemutaran film yang berjudul “Errorist of Seasons” serta pembagian doorprize kepada peserta yang berhasil menyampaikan kesimpulan film.

Petugas Kebersihan Aula Student Center (SC) UIN Jakarta Jamaludin, menyampaikan bahwa film yang ditayangkan menjadi inspirasi para tenaga kebersihan dan keamanan di kampus untuk semangat.

“Acara ini sangat bagus, apalagi dengan adanya pemutaran video (film), yang memberikan inspirasi untuk meningkatkan semangat dan rasa syukur” jelasnya.

KKN-239: Morning Spirit Meningkatkan Semangat Kerja

KKN-239: Morning Spirit Meningkatkan Semangat Kerja

Reporter Khalilah Andriani; Editor Tiara De Silvanita

Sambutan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-239, Mastanah dalam kegiatan morning spirit, Jum’at (3/9)
Sumber: DNKTV-Prayoga Adya Putra

“Mengambil nama Morning Spirit ini, terkadang di pagi hari kita itu lesu, lemas, jadi kenapa kita ambil tema itu agar pagi-pagi kita semangat,” terang Ketua KKN-239, Khosim.

Kelompok 239 Kuliah Kerja Nyata (KKN) in Campus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menyelenggarakan kegiatan Morning Spirit dengan tema “Suntikan Semangat di Masa Pandemi” pada Jum’at (3/9).

Kegiatan ini akan diselenggarakan selama 3 kali pada tanggal 3, 10 dan 17 September 2021. Setiap harinya kegiatan tersebut diikuti oleh 30 tenaga kebersihan dan keamanan UIN Jakarta.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-239, Mastanah mengatakan latar belakang dari terselenggaranya kegiatan ini adalah karena masa pandemi yang membuat lingkungan kampus terksesan seperti mati.

Oleh karena itu, Mastanah merasa mempunyai tanggung jawab untuk membuat kampus tetap hidup dan lingkungan kampus yang bersih, dengan memberikan pembinaan kepada para karyawan melalui program KKN-239 tersebut.

“Karena pandemi ini terkesan seperti mati, saya selaku dosen UIN punya tanggung jawab, supaya UIN kampusnya tetap bersih, tetap hidup. Kalau tenaga keamanan dan kebersihan gak mungkin diceramahin, ya kita ajak nonton, ketika menonton mereka dapat menilai apa pesan film itu, paling tidak untuk dirinya, untuk keluarganya atau punya tanggung jawab atas tugasnya,” ucap Mastanah.

Tujuan dari kegiatan ini supaya tenaga kebersihan dan keamanan UIN Jakarta, mempunyai semangat kerja dan tetap mempunyai tanggung jawab walau sedang di masa Pandemi seperti saat ini.

Selain Mastanah, ketua acara KKN-239 Morning Spirit, Khosim Lambang, menyampaikan tujuan kegiatan tersebut semata-mata hanya untuk melaksanakan tugas KKN dan juga berbagi pemahaman kepada para karyawan melalui fim yang ditayangkan.

“Kita mengadakan acara ini itu semata mata kita ingin berbagi, cuman karena kita kelompok KKN, jadi kita sekalian membuat acara, dengan menampilkan film,” jelas Khosim.

Pembagian Doorprize kepada 2  pemenang penyampaian kesimpulan film
Sumber: DNKTV-Prayoga Adya Putra

Rangkaian kegiatan ini di awali pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, lalu sambutan oleh ketua Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) UIN Jakarta Kamarusdiana, selanjutnya pemutaran film yang berjudul “Arang dan Asa” dan “Dari Gea Untuk Bapak”, dilanjut dengan penyampaian kesimpulan oleh peserta dan pemberian doorprize, lalu kegiatan tersebut di tutup dengan sambutan dari DPL KKN-239 Mastanah, dan di akhiri dengan doa.

Petugas kebersihan Aula Student Center (SC) UIN Jakarta, Andriyanto menyampaikan kesan pesan dan ucapan terimakasihnya kepada kelompok 239 KKN in Campus dan kepada DPL KKN-239 ibu Hj. Mastanah yang telah menyelenggarakan acara tersebut.

“Saya berterima kasih kepada KKN-239, terutama ibu Hj. Mastanah, karena apa yang tadi disampaikan itu dapat mengingatkan kembali kepada kita petugas kebersihan. Kita merasa lebih dihargai dan mengingatkan kita harus bekerja dengan tanggung jawab dan ikhlas agar mendapatkan keberkahan,” ucap Andriyanto.

Selain itu, Andriyanto juga menyampaikan harapannya untuk mahasiswa dengan petugas agar kedepannya lebih terjalin kedekatan dan mahasiswa lebih bisa menghargai lingkungan kampusnya.

 “Mudah-mudahan kedepannya mahasiswa lebih dekat lagi dengan petugas, lebih menghargai, lebih sopan, terutama mengenai sampah. Lebih sering lagi mengadakan kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Webinar Visi 18: Getting to Know South Korean College Culture and Activities

Webinar Visi 18: Getting to Know South Korean College Culture and Activities

Reporter Erika Oktaviani; Editor Tiara De Silvanita dan Fauzah Thabibah

E-Poster International Webinar Visi 18: Getting to Know South Korean College Culture and Activities (16/8).

Kuliah Kerja Nyata dari Rumah (KKN-DR) UIN Jakarta menyelenggarakan Web Seminar Virtual Kolaborasi (Webinar Visi) 2018 oleh 38 kelompok KKN-DR dengan tema “Getting to Know South Korean Collage Cultures and Activities”. Webinar kedua yang diusung oleh angakatan 2018 ini dihadiri oleh ketua PPM UIN Jakarta, Dr. Kamarusdiana untuk memberikan sambutan pembuka. Dengan dua narasumber, di antaranya Dosen sekaligus Direktur Kereta Api Nasional Korea Selatan, Kim Ku Young, dan Mahasiswa Universitas Nasional Korea, Kim Woo Young.

Acara virtual ini membahas mengenai kebudayaan dan pendidikan di Korea Selatan. Diikuti oleh lebih dari 450 peserta dari seluruh Indonesia dan disiarkan langsung di kanal YouTube Fauzi Noerdin Senin (16/8) pagi.

Ketua pelaksana seminar, Waro Sufi Al Karim mengatakan bahwa tujuan dari diadakannya seminar internasional ini ialah untuk mencari pengalaman, menjadi mahasiswa yang berkarakter serta mengimplementasikan nilai-nilai KKN-DR.

“Tujuan Webinar Visi 18 ini adalah menjadi wadah teman-teman untuk mencari pengalaman, upgrade skill, mencari jati diri, menemukan versi terbaik, belajar leadership, menjadi orang yang berkarakter, dapat mengimplementasikan nilai-nilai KKN-DR sehingga berdampak positif untuk jangka waktu panjang dan dapat bekerja di bawah tekanan,” ujar Sufi.

International Webinar Visi 18 bersama narasumber pertama, Kim Woo Young (16/8).

Kim Woo Young mengatakan bahwa universitas di Korea Selatan tidak jauh berbeda dengan universitas lainnya. Untuk mencapai kelulusan, ada yang menerapkan sistem tes, membuat proyek, dan juga skripsi. Tak hanya itu, ia juga mengenalkan bahwa ada beragam aktivitas yang bisa diikuti oleh mahasiswa, seperti mengikuti klub, membership training, menyelenggarakan festival, belajar budaya asing, tarian k-pop, sampai atletik.

Sedikit berbeda dari narasumber sebelumnya, Kim Ku Young memberikan pemaparan mengenai Universitas yang berkonsentrasi di bidang transportasi khususnya kereta api. Menurutnya, mahasiswa di Korea Selatan cenderung memilih jurusan yang nantinya akan memudahkan mereka dalam mencari pekerjaan. Salah satunya sebagai masinis ataupun pemegang kontrol dari sistem kereta api di Korea. Di sana setidaknya setiap sekolah memiliki tiga tipe simulator kontrol kereta api untuk menunjang kebutuhan mahasiswa.

Mahasiswa Universitas Semarang, Tia Nur Fadilah mengaku sangat senang dengan diadakannya acara ini, sebab ia bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan gratis.

“Acaranya keren banget, sih. Bisa ngobrol sama orang Korea Selatan langsung. Tapi yang paling utama bisa dapat ilmu-ilmu baru yang bermanfaat pastinya,” ungkap Tia.

Selain itu, Tia juga berharap agar Indonesia bisa mencontoh sistem pendidikan di negara maju dan semakin banyak universitas yang menggelar acara serupa sebagai ajang untuk saling bertukar informasi.

“Harapannya semoga instansi pendidikan yang ada di Indonesia bisa sedikit banyak mencontoh atau terinsipirasi dari sistem pendidikan di Korea Selatan. Terus makin banyak universitas-universitas yang mau menyelenggarakan istilahnya tukar informasi dengan universitas-universitas luar negeri. Biar pelajar Indonesia juga bisa sedikit banyak termotivasi buat tidak bosan belajar dan berprestasi,” jelas Tia.

Sebagai Ketua Panitia sekaligus penggagas Webinar Visi 18, Sufi berharap dengan diadakannya Webinar Visi 18 pihak kampus dapat memberikan dukungan dan kepercayaan penuh untuk acara-acara selanjutnya. Sekaligus memberikan dorongan untuk mahasiswa lain untuk membuat inovasi baru dan tidak ragu untuk melangkah, sehingga UIN Jakarta akan identik dengan pendidikan yang berkualitas.

Mewujudkan Masyarakat Sejahtera dan Perubahan Perilaku melalui KKN 2021

Mewujudkan Masyarakat Sejahtera dan Perubahan Perilaku melalui KKN 2021

Reporter Laode M. Akbar; Editor Elsa Azzahraita

Menteri DPTT Abdul Halim Iskandar bersama para Peserta KKN 2021 dalam Pembekalan Akhir KKN 2021 melalui Zoom Meeting, Kamis (1/7).
Sumber: DNK TV_Laode M. Akbar

Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) UIN Jakarta bekerja sama dengan Satgas Penanganan Covid-19 Bidang Perubahan Perilaku serta Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menyelenggarakan Kuliah Umum dan Sosialisasi Program Duta Perubahan Perilaku sebagai pembekalan akhir bagi Peserta KKN 2021 dengan tema “Pengabdian Mahasiswa dalam Mewujudkan Masyarakat Desa Sejahtera”. Acara ini digelar secara virtual melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube PPM UIN Jakarta, Kamis (1/7).

Acara ini resmi dibuka oleh Rektor UIN Jakarta Amany Lubis dan Ketua LPM UIN Jakarta Jajang Jahroni serta dimoderatori oleh pengurus PPM UIN Jakarta Yudi.

Dengan menghadirkan 2 narasumber yaitu Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar dan Ketua Bidang Perilaku Perubahan Satgas Penanganan Covid-19 Sonny Harry B. Harmadi. Dihadiri oleh sekitar 4.612 peserta KKN UIN Jakarta 2021 serta jajaran wakil rektor dan para dosen pembimbing.

Dalam sambutannya, Jajang mengatakan bahwa kondisi pandemi saat ini menyebabkan pembatasan berbagai kegiatan menjadi lebih ketat, khususnya untuk pulau Jawa dan Bali.

“Sehingga dengan pembatasan seperti ini, para peserta dituntut untuk memiliki ide-ide yang lebih cemerlang dan out of the box untuk mengatasi segala pembatasan dalam kondisi pandemi dan memberikan hasil positif kepada masyarakat pada KKN kali ini.” ujarnya.

Rektor Amany dalam sambutannya berharap agar pelaksanaan KKN yang dilakukan dari 1 Juli hingga 30 September ini dapat berjalan lancar dan hasil yang diberikan akan baik pula bagi masyarakat.

“Hasilnya nyata buku ber-ISBN, kemudian hasilnya juga nyata menjadikan desa-desa kita lebih sejahtera, baik fisik maupun mental, Insya Allah. Dan juga hasilnya mahasiswa kita menjadi duta perubahan perilaku di masa pandemi Covid-19 ini,” ujar Rektor.

Dalam pemaparannya, Halim menjelaskan bahwa Kemendes PDTT selalu berusaha melakukan pembenahan dan peningkatan dalam penyediaan data dan informasi KKN agar sesuai kebutuhan dan keahlian mahasiswa pada lokasi setempat. Sehingga  akan terus berupaya agar semakin lengkap data-data yang dimiliki desa, baik data potensi dan masalah serta data terkait pemerintahan/desa dan kependudukan/kewargaan desa.

Dalam pemutakhiran data desa, Kemendes PDTT melalui basis Suistanable Development Goals (SDG’s) Desa berhasil terdata 70 persen dari 118 juta warga desa dan masuk ke dalam sistem informasi desa. Terdapat 18 goals SDG’s Desa yang diantaranya sesuai dengan tema pembekalan KKN tahun ini yaitu desa yang sehat dan sejahtera. Terkait penanganan penyebaran Covid-19, menurutnya penanganan lebih mudah dilakukan melalui desa karena merupakan sistem terkecil dalam wilayah dengan level mikro, sehingga lebih mudah dan cepat terdeteksi dan tertangani.

Sonny Harry B. Harmadi dalam pemaparannya terkait duta perubahan perilaku.
Sumber: DNK TV_Laode M. Akbar

Sonny juga menjelaskan terkait peran peserta KKN dalam membantu pencegahan Covid-19. Salah satunya dengan melakukan sosialisasi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Ia berharap agar para peserta menjadi duta perubahan perilaku untuk membantu pemerintah dalam mengubah perilaku masyarakat agar terhindar dari Covid-19.

Peserta KKN tahun ini diwajibkan mendaftar menjadi duta perubahan perilaku melalui link Google Form Https://bit.ly/DPPUINJKT.

Setelah mendaftar, tugas bagi para duta tersebut yaitu mengikuti pelatihan yang disediakan, menjadi teladan bagi masyarakat dengan mematuhi protokol kesehatan, mengedukasi bahaya dan pencegahan covid-19, serta berperan dalam posko desa/kelurahan. Terakhir, para duta dapat melaporkan hasil dari kegiatannya tersebut melalui aplikasi Bersatu Lawan Covid-19 (BLC).

KKN 2021: Pengabdian Mahasiswa untuk Mencerdaskan Bangsa

KKN 2021: Pengabdian Mahasiswa untuk Mencerdaskan Bangsa

Reporter M Rizza Nur Fauzi; Editor Taufik Akbar Harefa

Rektor UIN Jakarta menyampaikan sambutannya dalam Pembekalan KKN Gelombang V secara virtual (24/3).

Dalam menindaklanjuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2021, Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) UIN Jakarta menggelar webinar pembekalan KKN 2021 Gelombang ke-5 dengan tema “Pengabdian Mahasiswa untuk Mencerdaskan Bangsa” secara virtual, Rabu (24/3).

Dalam sambutannya, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Jakarta Jajang Jahroni menjelaskan, KKN pada tahun ini akan dilakukan secara daring, melihat kondisi terkini yang belum sepenuhnya pulih pasca diumumkannya Covid-19 sebagai wabah nasional.

Oleh karena itu, Jajang berharap kepada seluruh mahasiswa yang akan mengikuti kegiatan KKN untuk lebih kreatif dan inovatif agar tetap berjalan lancar walau dilaksanakan secara daring. 

“Kalian mengikuti KKN itu untuk mengabdi ke masyarakat, karena kalian juga merupakan bagian dari masyarakat. KKN sekarang berbeda, karena dilaksanakan secara online. Maka dari itu, sangat diharapkan atas kreatif dan inovatifnya, karya kalian ditunggu oleh masyarakat.” ujar Jajang.

Selanjutnya Rektor UIN Jakarta Amany Lubis sangat antusias terhadap jumlah mahasiswa yang mengikuti program KKN ini. Saat KKN luring biasanya hanya terdapat sekitar 3 ribu mahasiswa, sedangkan pada KKN daring tahun ini terdapat 4.500 mahasiswa yang ikut berpartisipasi.

“Subhanallah, ini adalah prestasi dan kinerja yang baik dan penuh konsisten. Untuk itu sangat perlu kerja sama dan komunikasi yang baik antara kita bersama.” ujar Amany.

Sementara itu, Dosen Universitas Hasanudin Ishaq Rahman, Dosen International Women University Sintia Catur Sutantri, dan Dosen Universitas Maritim Raja Ali Haji Sayed Fauzan Riyadi, memberikan gambaran dan beberapa inovasi KKN yang bisa dilakukan secara daring.

Selanjutnya Dosen UIN Jakarta, Yudhi Munadi menjelaskan mengenai alur pelaksanaan KKN 2021 dari tahap pendaftaran hingga nilai dan sertifikat. Beliau menjelaskan bahwa KKN tahun ini akan dilaksanakan mulai 1 Juli hingga 30 September 2021.