Studium General: Kurikulum MD Berbasis Kewirausahaan

Studium General: Kurikulum MD Berbasis Kewirausahaan

Reporter Shafina Madanisa; Editor Elsa Azzahraita

Studium General dari program studi Manajemen Dakwah secara virtual, pada Kamis (27/5).
Sumber : DNKTV_Shafina

Program studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta menyelenggarakan Studium General melalui virtual Zoom Meeting dan disiarkan langsung di kanal Youtube Manajemen Pelatihan Dakwah pada Kamis (27/5).

Acara yang mengangkat tema “Kurikulum Prodi Manajemen Dakwah Berbasis Kewirausahaan” ini menghadirkan tiga narasumber, diantaranya Guru Besar Fakultas Ekonomi di Universitas Negeri Jakarta Dedi Purwana, Ketua Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) Erwin Hanapi Noekman dan Muhammad Zen.

Dalam pemaparannya, Dedi Purwanba menjelaskan bahwa Indonesia berpotensi menjadi 5 negara dengan pendapatan tertinggi dan ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2045. Namun sebelum itu, kita harus menjawab beberapa tantangan seperti mengembangkan infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM).

SDM Indonesia di masa depan diharapkan berkarakter kuat, inovatif dan entrepreneur, kewargaan global, memiliki berbagai keterampilan abad 21 dan bersertifikat, elastis serta pembelajar sepanjang hayat.        

Terkait kurikulum program studi, setidaknya ada empat syarat yang perlu dipenuhi. Pertama, berorientasi Outcome Based Education (OBE), mengakomodir program merdeka belajar kampus merdeka (MBKM), mengakomodir kompetensi abad 21, dan memperkuat literasi data, literasi digital, literasi kemanusiaan serta literasi kewirausahaan.

Materi pertama dengan Dedi Purwana sebagai narasumbernya.

“Yang paling penting, kurikulum yang nantinya mau diarahkan berbasis kewirausahaan, pastikan komponen mana yang termasuk kategori hard skill, mana yang soft skill. Bagaimana prodi menciptakan atmosfir supaya anak-anak kita itu punya kemampuan memimpin, berani mengambil risiko, kreatif dan inovatif, kemudian fleksibiliti, dan jangan lupa kalau tidak ada itu ya percuma.” ungkapnya.

Selanjutnya, Erwin Hanapi Noekman menjelaskan terkait “Prospek dan Peluang Asuransi Syariah”. Erwin mengatakan perkembangan asuransi Syariah di Indonesia pada tahun 2020 sampai 2021 terjadi perbaikan dan pertumbuhan yang cukup baik, walaupun situasi saat ini sedang dilanda Covid-19.

“Sebenarnya ada benang merah antara jurusan Manajemen Dakwah dengan etika berbisnis. Salah satunya dari sisi tabligh. Bahwa seseorang harus bisa menyampaikan  kebenaran, bukan berarti membohongi.” ujar Erwin.

Terakhir, materi mengenai peran da’i dalam kewirausahaan dibawakan oleh Muhammad Zen. Menurutnya, seorang da’i harus berwirausaha dan berkerja, agar ikhlas tak mengharapkan imbalan dalam berdakwah dan dakwahnya bisa berjalan optimal.

“Peran dai adalah memotivasi manusia menuju kepada kebaikan dan petunjuk.  Prinsipnya mengajak bukan mengejek, merangkul bukan memukul, menyatukan bukan memisahkan” tambah Zen.