Penutupan Sertifikasi Haji dan Umrah sebagai Motivasi Para Pembimbing

Penutupan Sertifikasi Haji dan Umrah sebagai Motivasi Para Pembimbing

Reporter Belva Carolina

Para peserta Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah saat melakukan sesi foto bersama.
Sumber: DNK TV-Kevin Philips

Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah Angkatan ke VI Tahun 2022 kerja sama Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Republik Indonesia, UIN Jakarta, dan Dewan Pimpinan Wilayah Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah (DWP FK KBIHU) Provinsi DKI Jakarta telah sampai pada acara penutupan yang diselenggarakan pada hari Rabu, (26/01) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

Acara ini dihadiri oleh para peserta pembimbing haji dan umrah, Direktur Jenderal PHU Kemenag RI, Hilman Latief, Wakil Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Cecep Castrawijaya, Ketua FK KBIHU Provinsi DKI Jakarta, M. Machdum, serta Ketua Asesor Sertifikasi, Ade Marfuddin.

Pengumuman kelulusan peserta pembimbing haji dan umrah serta penetapan kelompok terbaik dan peserta terbaik dibacakan oleh Ketua Tim Asesor Sertifikasi, Ade Marfuddin. Ditetapkan 97 orang dinyatakan lulus, 5 orang dinyatakan lulus bersyarat, dan 1 orang dinyatakan tidak lulus serta menetapkan kelompok terbaik terdapat 3 kelompok dan peserta terbaik terdapat 5 peserta.

Ketua FK KBIHU Provinsi DKI Jakarta, M. Machdum menyatakan bahwa sertifikasi merupakan sebuah keharusan segenap pembimbing haji dan umrah di Indonesia khususnya DKI Jakarta.

“Kami sebagai pengurus FK KBIHU DKI Jakarta melaksanakan ini. Mencermati dan mengamati jalannya sertifikasi sesuai dengan amanat UUD No. 8 Tahun 2019, seluruh asesor dan panitia sudah melaksanakan tugasnya dan sudah tercapai pesan dan harapan dari sertifikasi ini,” ucapnya.

Kegiatan ini memberikan ilmu yang bermanfaat dan bermaslahat, serta memberikan legalitas kepada para pembimbing yang dapat diakui dalam membimbing dan memotivasi jemaah haji dan umrah.

Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah akan diadakan kembali, sehubungan dengan terdapat pembimbing yang belum melaksanakan Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah.

“Karena sertifikasi ini merupakan sebuah keharusan setiap pembimbing dan belum semua pembimbing mengikuti sertifikasi. Insyaallah FK KBIHU DKI Jakarta akan melaksanakan setiap ada kesempatan dan tahun depan kami akan melaksanakan kembali yang lebih konsentrasi, meriah, serta diminati oleh seluruh pembimbing haji dan umrah khususnya DKI Jakarta,” jelas M. Machdum.

Salah satu peserta terbaik Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah, Ikhwan Agus Mughofar merasakan adanya kerukunan, kekompakan, kerja sama, dan hubungan komunikasi yang baik dalam Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah.

“Apresiasi untuk seluruh panitia, asesor, dan peserta dari penjuru Indonesia. Begitu bahagia, gembira, nan haru bisa mengikuti Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah profesional seperti ini,” ujarnya.

Ikhwan memaparkan bahwa tujuan dan urgensi secara umum sudah tersampaikan dengan baik dan maksimal.

“Secara maksimal, kaffah, full time saya rasa tidak ada habisnya. Urgensi, tujuan, hajat, keinginan, cita-cita saya rasa sudah terwujud dan terlaksana secara maksimal dan khusus,” jelasnya.

Harapan darinya selaku peserta dan penyuluh Agama Islam di Kementerian Agama Kalimantan Tengah akan mengembangkan ilmu yang diperolehnya agar menjadi pembimbing haji dan umrah yang profesional, komitmen, dan religius serta melaporkan kegiatan sertifikasi kepada Kepala Kantor Wilayah Kalimantan Tengah.

“Insyaallah akan berkomunikasi dengan Forum KBIHU dan membuka KBIHU di Kalimantan Tengah,” tegas Ikhwan.

Tak hanya itu, M. Machdum berharap bahwa pembimbing dapat mengamalkan, melaksanakan, mengaktualisasikan ilmu, dan pengalaman yang diperoleh dari sertifikasi serta bimbingan para pembimbing tersampaikan dengan baik kepada jemaah haji dan umrah.

Sertifikasi Haji dan Umrah, Amany Lubis; Harus Paham Digitalitas Zaman

Sertifikasi Haji dan Umrah, Amany Lubis; Harus Paham Digitalitas Zaman

Reporter Prayoga Adya Putra; Editor Fauzah Thabibah

Foto para calon pembimbing haji dan umrah.
Sumber: DNK TV-Prayoga Adya Putra

Sertifikasi Haji dan Umrah hari ke-4 berlangsung lancar dengan diisi materi dari berabagai narasumber.

Di antaranya turut hadir Rektor UIN Jakarta Amany Lubis, Guru Besar Bidang Psikologi Islam Fakultas Psikologi UIN Jakarta, Abdul Mujib, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi DKI Jakarta, Cecep Khairul Anwar, serta Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU,) Machdum.

UIN Jakarta sendiri menjadi salah satu lembaga pendidikan yang mendukung adanya sertifikasi pembimbing haji dan umroh.  

Tujuan diselenggarakannya acara ini sebagai cara untuk mempererat hubungan para calon pembimbing haji dan umrah dengan para jemaah.

Guru Besar Bidang Psikologi Islam Fakultas Psikologi UIN Jakarta  sekaligus pembimbing peserta Sertifikasi Haji dan Umrah, Abdul Mujib memaparkan bahwa mempersiapkan para calon pembimbing jemaah bukan hanya sekedar manasik di bidang masalah haji, melainkan melatih kesiapan mereka untuk turut eksis dalam membimbing jamaah haji dan umrah nantinya.

“Terkait dengan hal-hal yang lain tentang ibadah haji, misalnya terkait (kesiapan) psikologi para calon pembimbing (yang nantinya) ikut serta mengantarkan jemaah haji,” ujarnya.

Rektor UIN Jakarta, Amany Lubis menyampaikan materi untuk para calon pembimbing haji dan umrah.
Sumber: DNK TV-Prayoga Adya Putra

Peserta Sertifikasi Haji dan Umrah, Muhammad Anis  mengatakan materi pembekalan yang disampaikan hari ini banyak sekali. Ia juga berharap kegitan ini menjadikan para pembimbing haji dan umrah semakin profesional.

“Harapan ke depannya adalah tetap kita menjadi pembimbing profesional dan lebih baik lagi,”  ujar Anis.

Rektor UIN Jakarta Amany Lubis menyampaikan, bahwa adanya kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk calon pembimbing haji menghadapi jemaah.

Menurutnya, jemaah haji perempuan dan laki-laki harus memahami aplikasi serta mengetahui  bahasa Arab dan bahasa Inggris. Ia juga berharap bahwa pembimbing haji dan umrah dapat memahami digitalisasi zaman ini.

“Orang Indonesia pun sekarang masih tidak tau soal aplikasi kesehatan,” katanya menyayangkan.