Sebagai Bentuk Duka Cita, Fdikom Gelar Tahlil dan Doa Bersama

Sebagai Bentuk Duka Cita, Fdikom Gelar Tahlil dan Doa Bersama

Reporter Alda Wahyuni; Editor Dani Zahra Anjaswari

Gin 
Syarli }11t-lgppUIJÈ1h 
FIDKOMUINJakarta 
KejLlE1rtJËj FilklllÈ13 LIE1kb'E1h llrrju KorrjurjikE13j 
merjgucgjpl„grj turut 
j) Prot. Dr. ArrjÈ1rry Lubls, AA 
UI" }litlayatl.llbh Jakarta) 
PerrE1rjdu 
Dra }Jj. BIA 
Meeting 974 7276 0954 
Passcode: tahlilan 
zoom 
Dra BIL13i 
, r h Nur
Flyer pengumuman tahlil dan doa bersama. (dok. Istimewa)

Kabar duka datang dari Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta. Salah satu dosen kebanggaan Fdikom, Khodijah telah berpulang ke rahmatullah. Kepergian almarhumah membawa duka yang mendalam bagi keluarga, sahabat, serta seluruh dosen dan mahasiwa Fdikom.

Acara tahlil dan doa bersama diselenggarakan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhumah. Acara dilakukan secara virtual yang diikuti oleh Rektor UIN Jakarta, Amany Lubis, Dekan Fdikom, Suparto, staf akademik, dan mahasiswa Fdikom. Turut hadir pula keluarga almarhumah dalam acara yang dilaksanakan pukul 19.30 WIB ini.

Illustrasi pembacaan ayat Al-Quran. (Freepik/@freepik)

Dalam acara tahlilan dan doa bersama ini, Rektor UIN Jakarta, Amany Lubis menuturkan bahwa almarhumah adalah sosok yang sangat peduli dengan mahasiswa dan mahasiswinya untuk menghafal Al-Qur’an. Salah satu sahabat almarhumah yang juga merupakan dosen Fdikom, Mastanah memberi kesaksiannya. Dirinya bersaksi dengan mengatakan bahwa almahrumah adalah wanita shalihah, wanita yang baik, teman yang baik, selalu memberikan motivasi untuk kebaikan, dan secara pribadi beliau merasa kehilangan.

Tausiyah yang dibawakan oleh Muhammad Zen, mengingatkan kembali mengenai kematian yang memang sudah ditakdirkan dan menjadi pembelajaran bagi semua umat manusia. Zen juga menjelaskan bawah ilmu yang diberikan atau diajarkan oleh para dosen seperti almarhumah, akan selalu mengalir kepada mahasiswanya. Dalam hadits nabi dijelaskan bahwa, walaupun seseorang telah meninggal dunia seperti halnya almarhumah, tetapi jika mahasiswanya masih membaca Al-Qur’an seperti yang selalu di ajarkan almarhumah, maka pahalanya akan selalu mengalir dari ilmu yang bermanfaat tersebut.

Ungkapan turut berduka cita dan belasungkawa terus diberikan kepada pihak keluarga almarhumah. Pihak keluarga juga berterima kasih atas diselenggarakannya acara tahlilan dan doa bersama tersebut. Mereka berharap semoga partisipan yang dapat hadir dalam acara tersebut senantiasa diberikahi oleh Allah SWT.

Bulu Tangkis Indonesia Berduka, Markis Kido Tutup Usia

Bulu Tangkis Indonesia Berduka, Markis Kido Tutup Usia

Reporter Syaifa Zuhrina; Editor Nur Arisyah Syafani

Sang legendaris bulu tangkis Indonesia, Markis Kido tutup usia.
Sumber: instagram_@yuni.kartika73

Kabar duka datang dari dunia bulu tangkis Indonesia, sang legendaris bulu tangkis, Markis Kido menghembuskan nafas terakhirnya pada Senin (14/6), tepatnya di Rumah Sakit Omni Alam Sutera, Serpong Utara, Tangerang Selatan.

Pria kelahiran Jakarta, 11 Agustus 1984 ini diduga tutup usia karena serangan jantung yang menimpa nya saat bermain bulu tangkis di GOR Petrolin, Tangerang. Candra Wijaya, yang juga merupakan pebulu tangkis ganda putra Indonesia mengatakan bahwa ia terkejut melihat Markis Kido tiba-tiba terjatuh dan tak sadarkan diri.

“Kido baru main 1/2 [setengah] set, pas pindah tempat [skor] 15-8, tiba-tiba saya lihat sudah jatuh enggak normal ke depan. Mulai ga sadar dan ngorok,” tulis Candra menjelaskan kronologi peristiwa.

Melihat hal tersebut, Candra langsung menghampiri dan mencoba memberikan pertolongan pertama, dan melarikan Markis ke Rumah Sakit (RS) Omni Alam Sutera, Tangerang Selatan. Semasa hidupnya, Markis Kido dikenal sebagai salah satu atlet bulu tangkis Indonesia yang berhasil mengukir banyak prestasi. Bersama Hendra Setiawan, Markis Kido berhasil menyabet medali emas SEA GAMES, Asian Games, dan Olimpiade.

Markis Kido dan Hendra Setiawan
Sumber : Instagram_@infomrrya

Selain itu, sang legendaris ini juga meraih gelar juara dalam ajang BWF World Cup 2006, BWF World Championship 2007, juga sejumlah seri BWF Grand Prix seperti China Open bersama Hendra Setiawan.

Kabar duka ini pun juga dinyatakan resmi oleh akun media sosial Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI) sebagai tanda belasungkawa terhadap kepergian Markis Kido.

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah meninggal dunia salah satu pahlawan bulu tangkis Indonesia, peraih emas Olimpiade Beijing 2008, Markis Kido. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Selamat jalan Kido!” demikian keterangan dari @INABadminton.