Inovasi PBAK Jurnalistik Melalui Slogan “Beraksi Gapai Kreasi”

Inovasi PBAK Jurnalistik  Melalui Slogan “Beraksi Gapai Kreasi”

Reporter Putri Anjeli; Editor Tiara De Silvanita

Penyampaian materi pengenalan mengenai Prodi Jurnalistikoleh Kholis Ridho selaku Ketua Prodi Jurnalistik, Jumat, (27/8).   
Sumber: DNK TV_Putri Anjeli

Program studi (prodi)  Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN  Jakarta mengadakan kegiatan tahunan yaitu Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) yang merupakan tahun kedua dilaksanakan secara online pada Jumat, (27/8). Tema yang diusung tahun ini adalah “Being Fast, Accurate and Limitless at the Role of the Era”. Dengan harapan sebagai jurnalis harus menjadi pribadi yang tepat, akurat dan tidak terbataskan ruang dan waktu.

Dalam sambutannya William Anwar selaku Ketua pelaksana PBAK prodi Jurnalistik menyampaikan makna slogan “Beraksi Gapai Kreasi”.

“Diam tidak selamanya emas namun dengan beraksi kita bisa menjalankan reaksi dan kita juga bisa mengapai suatu aksi.”

Kemudian acara dilanjutkan sambutan sekaligus membuka acara PBAK Jurnalistik oleh Bapak Kholis Ridho selaku Kepala Prodi (Kaprodi) Jurnalistik. Dilanjutkan sambutan dari Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Prodi (HMPS) Jurnalistik  Sulthony Hasanudin

Dalam materi pengenalan prodi Jurnalistik, Kaprodi Jurnalistik Kholis Ridho menjelaskan mengenai pemetaan mata kuliah, Profil Lulusan, juga dokumentasi potret kerja alumni. Beliau menjelaskan bagaimana cara beradaptasi dengan kehidupan baru sebagai mahasiswa. Tak lupa beliau menyampaikan bahwasannya menjadi mahasiswa harus memiliki tujuan atau pencapaian, dan target waktu yang jelas.

”Menjadi mahasiswa harus memiliki goal atau pencapaian, tujuan yang sudah ditargetkan dan usaha yang relevan dan memiliki batas waktu yang jelas. eksistensi sebagai mahasiswa dilihat dari kontribusi yang kita berikan, eksistensi tanpa kontribusi itu percuma saja” ujar Kholis Ridho

PBAK Program Studi Jurnalsitik tahun 2021, Jumat, (27/8).
Sumber: DNK TV_Putri Anjeli

.

Setelah sesi prodi, acara PBAK juga dimeriahkan dengan sharing session alumni Jurnalistik Sururoh Tullah Adedoin Uthman, yang meyampaikan tentang public speaking yang saling berkaitan dengan jurnalistik.

Salah satu peserta PBAK prodi Jurnalistik, Muhammad Damar Ramadhan, mengungkapkan senang mengikuti PBAK Jurnalistik.

“Tadi ada sesinya, ada sesi pemateri public speaking dan kewartawanan. Narasumber dengan kita (mahasiswa baru) tek-toknya asyik dan tidak bikin ngantuk dan ada lucunya juga,” tuturnya.

Serangkaian kegiatan yang dihadirkan dalam PBAK prodi Jurnalistik menambah inovasi dalam membuka wawasan mahasiswa baru meskipun kegiatan PBAK dilakukan secara virtual.

Implementasi Kemerdekaan Pers 76 Tahun Kemerdekaan RI

Implementasi Kemerdekaan Pers 76 Tahun Kemerdekaan RI

Reporter Amanda Agnes Kasfillah; Editor Fauzah Thabibah

Majelis Pertimbangan Organisasi AJI Jakarta, Asnil Bambani sebagai salah satu narasumber, Sabtu (21/8).

Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Jurnalistik  UIN  Jakata menggelar webinar pada Sabtu (21/8) secara virtual melalui video teleconference yang bertajuk ‘Implementasi Kemerdekaan Pers 76 Tahun Indonesia Merdeka’.

Webinar ini dihadiri oleh Kaprodi Jurnalistik yaitu Kholis Ridho dan kedua narasumber yakni, Dosen Jurnalistik UIN Jakarta, Asrori S Karni dan Majelis Pertimbangan Organisasi AJI Jakarta, Asnil Bambani.

Masih dalam rangka perayaan HUT ke-76 RI, webinar ini banyak membahas mengenai perjalanan pers dari masa reformasi hingga saat ini. Tak hanya itu, kedua narasumber juga banyak membahas mengenai kekerasan-kekerasan yang masih marak terjadi pada jurnalis-jurnalis di Indonesia.

Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik dengan visi misi untuk memenuhi hak publik untuk mendapatkan informasi, menegakkan nilai dasar demokrasi, supremasi hukum, HAM dan menghormati kebhinekaan serta memperjuangkan keadilan dan kebenaran.

Dalam menjalankan tugasnya, tak jarang para jurnalis mengalami kekerasan. Asnil Bambani menyebutkan, bentuk kekerasan itu berupa mobilisasi massa/penyerangan kantor redaksi (30%), kekerasan fisik (20%), perusakan, perampasan alat kerja saat liputan (18%), dan ancaman kekerasan/teror (10%).

“Kekerasan pada jurnalis bukan hanya berupa kekerasan fisik, melainkan juga bisa berupa peretasan media dan juga akun media sosial, email, gojek dan akun pribadi jurnalis,” ujar Asnil Bambani.

Di era digital saat ini, seorang jurnalis  sangat memerlukan digital security untuk menghindari kekerasan tersebut.

Peserta webinar “Implementasi Kemerdekaan Pers 76 Tahun Indonesia Merdeka”.

Tak hanya itu, menurut Asrori, tantangan seorang Jurnalis menjadi bertamah dengan adanya iklim kebebasan yang menjadi ancaman tersendiri bagi pers di Indonesia.

“Problematika kebebasan pers masih menjadi hal yang serius, maka perlindungan hukum terhadap kebebasan pers ekosistemnya harus dibenahi secara khusus. Upaya mewujudkan kebebasan pers itu perlu diusahakan, karena kita seorang jurnalis perlu memenuhi hak masyarakat untuk mendapatkan informasi sebaik-baiknya,” jelas Asrori.

Kebebasan pers merupakan agenda perjuangan bersama berbagai pihak dalam sebuah ekosistem: Pers, Negara, dan Masyarakat. Semoga para jurnalis bisa menjalankan tugas dengan aman tanpa perlu takut terjadi lagi kekerasan dalam bentuk apapun.

BAN-PT Lakukan Visitasi Akreditasi Prodi Jurnalistik

BAN-PT Lakukan Visitasi Akreditasi Prodi Jurnalistik

Reporter Ika Selfiana; Editor Elsa Azzahraita

Asesmen Lapangan Daring IAPS 4.0 secara daring pada Rabu-Kamis, 18-19 Agustus 2021.
Sumber : DNK_Farhan

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) melakukan asesmen terhadap Program Studi (Prodi) Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom), secara daring dan luring di ruang meeting lantai 2 Fdikom pada Rabu-Kamis, 18-19 Agustus 2021.

Dihadiri oleh tim asesor BAN-PT diantaranya Catur Suratnoaji dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur dan Mite Setiansah dari Universitas Jendral Soedirman, Kepala Program Studi (Kaprodi) Jurnalistik Kholis Ridho serta jajaran Dosen Fdikom.

Proses akreditasi tersebut dilakukan untuk mengukur standar mutu pendidikan dan sebagai acuan informasi tentang kesiapan kegiatan belajar mengajar dalam prodi tersebut.

Dekan Fdikom Suparto menyampaikan bahwa penilaian yang harus diperhatikan yakni mengenai tata kelola sebuah lembaga.

”Dimulai dari melihat visi nya, lalu dari visi kemudian turun kepada rencana strategi program kerja yang seperti apa. Lalu kemudian dilihat dari program studi jurnalistik, perkembangan- perkembangan apa saja dari aspek mutu dan siklus PPEPP (Penetapan Pelaksanaan Evaluasi Pengendalian dan Peningkatan) standar nasional perguruan tinggi,” ujarnya.

Proses Asesmen Prodi Jurnalistik UIN Jakarta oleh BAN-PT dihadiri oleh civitas akademika secara dari maupun luring.
Sumber : DNK_Farhan

Sementara itu, Kepala Program Studi (Kaprodi) Jurnalistik, Kholis Ridho menyampaikan bahwa penilaian ini menggunakan model instrumen akreditasi program studi baru.

“Yaitu IAPS 4.0 sebelum memakai 3.0 menggunakan kriteria 7 sedangkan IAPS 4.0 menggunakan kriteria 9. Dan Hasilnya juga beda nanti hasilnya a b c, sementara kalau IAPS 4.0 menggunakan unggul, sangat baik dan baik dan Alhamdulillah jurnalistik merupakan program studi pertama yang menggunakan IAPS 4.0,” ujarnya.

Diharapkan melalui asesmen ini, kualitas mutu program studi Jurnalistik Fdikom dapat terus ditingkatkan, agar nantinya dapat menjadi program studi unggulan di UIN Jakarta.

Literasi Media: Meningkatkan Pemanfaatan Media Sosial

Literasi Media: Meningkatkan Pemanfaatan Media Sosial

Reporter M Rizza Nur Fauzi; Editor Aulia Gusma Hendra

Rahmat Hidayat menyampaikan materinya dalam acara Literasi Media secara virtual, Sabtu (24/4).

Himpunan Mahasiswa Program Studi Jurnalistik (HMPS Jurnalistik) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta menggelar webinar Literasi Media bertemakan “Upload Sedekah, Download Berkah” secara virtual pada, Sabtu (24/4).

Dihadiri oleh Ketua Program Studi Jurnalistik, Kholis Ridho, Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaaan Fdikom, Cecep Castrawijaya, anggota HMPS Jurnalistik, narasumber, serta peserta dari kalangan mahasiswa dan umum, ,

Ketua Program Studi Jurnalistik,  Kholis Ridho, mengungkapkan rasa antusiasnya terhadap acara ini.

“Menurut saya ini sangat keren, kreatif dan inovatif dalam mengisi waktu Ramadan kita dengan sesuatu yang berkah, sesuai dengan tema acaranya, upload sedekah, download berkah. Saya harap dengan adanya kegiatan ini, kita bisa memaksimalkan fungsi media sebagai informasi, kritik, edukasi sekaligus hiburanhiburan, ” ujar Kholis.

Budaya Literasi ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaaan, Cecep Castrawijaya, dengan  harapan bentuk kreativitas ini dapat menjadi amal soleh sehingga dapat dicontoh oleh adik-adik tingkat atau yang lainnya.

Rahmat Hidayat, content creator dan penulis buku “Aku Ingin Hijrah” menjelaskan bahwa kita harus lebih bijak dalam menggunakan media sosial agar lebih bermanfaat bagi diri kita sendiri dan juga orang lain.

“Ketika kita menjadi orang baik, kemudian mengajak orang lain menuju kebaikan dengan konten-konten kita yang bermanfaat, maka perkataan dan perbuatannya lebih baik dari pada hal-hal yang lain,” ujar Rahmat.

Ramadhan Fajri menyampaikan materinya dalam acara Literasi Media secara virtual, Sabtu (24/4).

Ramadhan Fajri, yang juga Wirausaha dan aktif di @yukngajiid menambahkan bahwasanya kita bisa bersedekah melalui media sosial salahsatunya dengan cara menjadi content creator. Seorang content creator akan lebih mudah mengumpulkan dana untuk disedekahkan karena memiliki banyak relasi dan juga pengikut di sosial medianya.

“Ketika teman-teman ingin bersedekah melalui media sosial, maka kalian tidak mungkin akan mendapatkan dana yang banyak tanpa adanya ukhuwah. Di dalam berukhuwah tidak cuma harus satu sama, melainkan mempunyai point of view yang berbeda, namun dengan tujuan yang samasama,” jelas Ramadhan.