Perkembangan Teknologi Turunkan Kualitas Pendidikan?

Perkembangan Teknologi  Turunkan Kualitas Pendidikan?

Reporter Latifahtul Jannah; Editor Tiara De Silvanita

نم 
ت) _\lI?Eå!E 
a:ÉE,C• • 
a* *FEZ ركة ج 
6ي 
FAO? 
33 El لا 3 33 ZIZ a AZI 
——9)• —VS
Futuristic smart city with 5G global network technology Ilustrasi perkembangan teknologi. (freepik.com) Futuristic smart city with 5G global network technology

Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Dyah Roro Esti menilai Teknologi Informatika dan Komunikasi (TIK) memiliki peran penting di tingkat global dalam menjembatani interaksi guru dan murid, khususnya di masa pandemi. Oleh karena itu ia berharap seluruh parlemen menjadi pendorong akses TIK bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Dalam diskusi Standing Committee on Sustainable Development ke-144, Inter-Parliamentary Union (IPU) Roro mengatakan selama pandemi Covid-19 sektor pendidikan menjadi salah satu yang paling terpukul, khususnya dalam proses belajar mengajar dengan sebagian besar kampus dan sekolah ditutup untuk menghindari penularan penyakit pad Senin, (21/3).

Kepala Program Studi Teknik Informatika UIN Jakarta, Imam Marzuki Shofi mengatakan di era revolusi industri, ada ataupun tidak ada pandemi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dari awal mendorong pendidikan tinggi memanfaatkan pembelajaran jarak jauh (PJJ)

“Di era revolusi industri 4.0 dan society 5.0, peranan TIK menjadi sangat vital terutama di bidang pendidikan, termasuk di Indonesia. Sehingga muncul istilah pendidikan 4.0, pendidikan tinggi 4.0. Saat pandemi sekarang peran TIK menjadi sangat penting untuk keberlangsungan pendidikan yang menuntut diberlakukannya pembelajaran jarak jauh” ujarnya.

Imam juga menambahkan, perkembangan teknologi yang tanpa henti maka kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) juga perlu diwanti-wanti.

“karena perkembangan teknologi, khususnya TIK itu grafiknya eksponensial,  sehingga perlu kesiapan SDM kita dalam memanfaatkan teknologi tersebut. pendidikan dan sarana prasana TIK juga perlu ditingkatkan secara terus-menerus (continues improvement),”Sambung Imam

Ilustrasi kombinasi bentuk kepala, kecerdasan buatan, dan moral dunia. (freepik.com)

Mahasiswa UIN Jakarta, Ahmad Malik Fajar menanggapi, efektivitas dari perkembangan teknologi masih menjadi persoalan negeri.

“Kebutuhan terhadap educational technology (EdTech) yang efektif ini makin mendesak. Tantangan terbesar teknologi didunia pendidikan saat ini adalah efektivitas yang menurun, karena yang dirasakan siswa hingga orang tua yang tidak siap menggunakan EdTech (G-Suite for Education, Microsoft for Education, Zoom). Dan menurut survei (SRMC) pada tahun 2020 menunjukan 92 persen siswa mengalami banyak masalah dalam pembelajaran secari daring,”pungkasnya.

Dosen Informatika UIN Jakarta, Fenty Eka Muzayyana Agustun menegaskan secepat apapun teknologi berkembang peran guru tetap tidak akan tergantikan.

“TIK hanya alat, kemampuan bonding (ikatan emosional), kemampuan menyampaikan materi, dan membangkitkan semangat siswa oleh seorang guru adalah skill yang tidak dapat digantikan, jadi TIK hanya sebagai pendukung,”

Fenti menambahkan realita peran guru tak sesuai dengan yang seharusnya, guru yang hanya mengejar konten pembelajaran karena tuntutan kurikulum juga menuntut murid atau mahasiswa hanya memenuhi penguasaan materi dan tuntutan penilaian semata.