Grand Opening IBF UI: Momentum Temukan Identitas Diri

Grand Opening IBF UI: Momentum Temukan Identitas Diri 

Reporter Taufik Akbar Harefa; Editor Nur Arisyah Syafani

Suasana Grand Opening IBF UI ke-7 tahun 2021 (12/12).

Nuansa Islam Mahasiswa Indonesia (Salam) Universitas Indonesia (UI) kembali menggelar acara festival buku terbesar atau UI Islamic Book Fair (IBF) ke-7 dengan mengusung tema “Discover Your Identity Through the Bost Worlds: From the Fantasy and Reality” yang dilaksanakan mulai hari ini 12 Desember, hingga 26 Desember 2021 mendatang. 

Adapun rentetan kegiatan acara ini di antaranya seminar dan talkshow, workshop, bedah buku, serta berbagai perlombaan. 

Grand Opening UI IBF bertajuk “Being Open Minded as A Muslim: A Threat or Necessity in Shaping Identity” , dihadiri oleh Ketua Salam UI Ilham Prakoso, Ketua Ikatan Alumni UI Andre Rahadian, Influencer Millenial dan Tokoh Muda Nasional Sherly Annavita Rahmi, serta dimeriahkan oleh Penyanyi Pop Religi Tiara Al Fayza. Kegiatan ini berlangsung secara virtual pada Minggu (12/12).

Project Officer UI IBF Dinda Asfarul, mengatakan bahwa UI IBF hadir berawal dari keresahan mengenai tingkat literasi masyarakat Indonesia yang rendah. Melalui tema ini kiranya dapat meningkatkan minat literasi, khususnya peningkatan identitas diri. 

“Dalam berliterasi tentunya bukan hanya informasi begitu saja yang kita harapkan, tapi juga informasi yang bermanfaat untuk keberlangsungan hidup manusia. Sebuah pencarian makna diri, sebuah pencarian tentang kehidupan yang ada dalam diri kita, bagaimana kita menemukan identitas diri, melalui informasi entah itu yang datang dari pola pikir kita imajinasi kita, ataupun dari sebuah realitas yang sudah kita hadapi di dunia ini,” ujar Dinda.

Ia juga berharap acara ini dapat menjadi langkah untuk menemukan versi terbaik dalam diri.

“Harapannya Kegiatan ini dapat menjadi wadah, tempat, juga media untuk menemukan jati diri sehingga individu tersebut dapat menuju versi terbaik dalam dirinya, sebagai seorang muslim yang merasa bangga dan keren dengan identitas yang dimilikinya, terkhusus sebagai seorang muslim,” tambahnya. 

Narasumber Sherly saat menyampaikan materinya dalam Grand Opening IBF UI ke-7.

Dalam materinya, Sherly menyampaikan bahwa angka literasi Indonesia saat ini menurut PISA adalah 60 dari 61 negara. Ia juga menyampaikan harapannya kepada anak muda untuk dapat memberi kontribusi meningkatkan angka literasi Indonesia.  

“10 sampai 15 tahun kedepan kita pengen angka itu naik peringkatnya menjadi 15 atau 20 peringkat, gimana caranya? kita sudah terhubung dengan mayoritas anak muda se-Indonesia, kita mulai merangkul kawan-kawan kita khususnya yang berada di kawasan 3 T umur 6-7 tahun untuk mulai bisa membaca, dan bukan hanya sekedar membaca bahasa, tapi juga membaca dalam konteks. Kita pengen lihat angka buta huruf di Indonesia yang saat ini juga masih tergolong tinggi, yang mempengaruhi tingkat literasi kita, ini juga pelan-pelan membaik. Setidaknya hadirnya kita memberikan kontribusi membuat berkurang 10-15 persen,” Tutur Sherly.

Dilain sesi, Grand Opening UI IBF juga menggelar talkshow dengan tema “Muslim and Proud of It” dimoderatori oleh Kepala Departemen Sosial Masyarakat BEM FISIP UI Rahma Maghfira, bersama narasumber penulis buku “Rahasia Melepaskan” dan founder Teman Cerita Kartini F. Astuti. 

Narasumber Kartini F. Astuti saat menyampaikan materinya dalam Grand Opening IBF UI ke-7.

Sebagai Muslim, kita sepatutnya mempertanyakan “Haruskah aku bangga dengan muslim?” dalam diskusinya Kartini menjelaskan segala aspek yang harus diketahui oleh seorang muslim mulai dari pengenalan apa itu muslim, apa urgensinya muslim, hingga apakah aku layak menjadi seorang muslim. 

Di antara poin yang disampaikan, menjadi jati diri muslim yang sebenarnya harus patuh dan tunduk kepada Allah Tuhan Semesta Alam, sebagaimana dalam Syahadat yang memiliki arti sangat dalam.  

“Nah berarti posisi Syahadat itu dalam sekali, bahwa kita itu diminta untuk membersihkan hati kita, dari apa-apa selain Allah Kata Allah dalam surat Al-Bayyinah “Mukhlisiina Lahuddiin”  kita diminta untuk mukhlis, memurnikan ketaatan, artinya tidak ada campuran lain di hati kita selain hanya dan hanya Allah,” tegas Kartini. 


Dengan adanya sesi talkshow ini semakin menarik antusias peserta yang hadir, dengan  menerima afirmasi positif yang membuat semakin tersadar dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

Annisa Dwi Aprilia mahasiswa Universitas Mulawarman, sekaligus penggemar Kartini F. Astuti mengaku sangat tertarik dengan acara ini. “Sangat tertarik karena temanya ini sagat sesuai banget yang aku lagi butuhin untuk ngembangi diri aku sendiri, semoga bisa menginspirasi orang-orang yang ada disini untuk menjadi pribadi lebih baik kedepannya,” ujar Annisa.