Gaya Hidup Frugal Living Atasi Gaya Konsumtif Mahasiswa

Gaya Hidup Frugal Living Atasi Gaya Konsumtif Mahasiswa

Penulis Fathiah Inayah; Editor Syaifa Zuhrina

DOES 
IFRUGAL MEAN 
POOR?
Ilustrasi frugal living. (Freepik/@freepik)

Mungkin frugal living merupakan istilah yang masih termasuk kata asing untuk sebagian kalangan. Sejak pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung lebih dari 2 tahun, membuat pendapatan masyarakat menurun hingga kehilangan pekerjaan. Hal tersebut memaksa sebagian orang untuk menghemat agar bisa bertahan hidup dengan aman serta tenang. Salah satunya dengan menerapkan gaya frugal living.

Apa itu frugal living?

Mengutip dari Wealthsimple seorang Advisor Forbes, Zina Kumok memaparkan bahwa frugal living merupakan bentuk sadar akan pengeluaran dan fokus pada prioritas yang ada. Mereka yang menerapkan frugal living bukan berarti pelit dengan diri sendiri atau orang lain, melainkan sikap dimana seseorang dapat memprioritaskan kebutuhan serta menahan keinginan yang tidak bermanfaat.

Mayoritas masyarakat berstigma bahwa frugal living sama dengan gaya hidup minimalis, pelit atau kikir. Namun, pada praktiknya sangat berbeda. Gaya hidup minimalis hanya membeli barang yang dibutuhkan serta memperhatikan nilai barang tersebut dengan tidak memikirkan harga barang, sedangkan gaya hidup frugal living lebih memperhatikan kepada prioritas.

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) beranggapan bahwa sikap pelit dengan hidup berhemat sama sekali tidak sama. Dengan berhemat maka secara tidak langsung menunda keinginan untuk mempersiapkan masa depan. Konsep ini diterapkan oleh beberapa tokoh dunia yaitu Warren Buffett, Ed Sheeran, Lady Gaga, dan juga jajaran bintang figur Indonesia seperti Raditya Dika, Cinta Laura, dan yang lainnya. Baginya gaya hidup tersebut dapat membuat mereka memiliki harta berlimpah.

• xooq-c.r. 
-o 
"000 
1 .ooo 
3-000 
5000 
G .czo 
000 
0. 
3 
3000 
10000 
10 • 
' 3000 
I $•CldÖ 
00 30 
Apro 
v ooo 
e•ooo 
ts•ooo 
»ooo 
3G oo 
49,000 
.000 
GG.ooo 
91000 
600 
: to 
ON elo 
10 
13 
30 
\ 6C:oo 
000 
*000 
000 
»ooo 
30 000 
•OOO 
goo •ooo 
3 
OGOoo
Ilustrasi cara menabung dan mengatur keuangan. (Instagram/@rusnaa_na)

Gaya hidup ini sangat tepat diterapkan di masa pandemi khususnya bagi mahasiswa yang ingin mengatur keuangan dengan cermat, baik, dan sehemat mungkin. Tentunya ini sangat mudah diterapkan dan mampu dilakukan oleh siapa saja termasuk mahasiswa yang belum memiliki penghasilan aktif.

Bagaimana caranya?

Salah satu public figure, Sheryl Sheinafia bersama Danang Suryonegoro yang juga menerapkan gaya hidup tersebut berbagi sudut pandang mengenai tips memulai hidup frugal living dalam tayangan YouTube CXO Media.

Frugal living dapat direalisasikan dengan mengatur ekspektasi atas kepemilikan yang kita punya dengan menabung dan berinvestasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan, mengamati pengeluaran melalui aplikasi pengelola keuangan, mengatur uang makan agar tidak melebihi batas, membeli barang yang diinginkan dengan memanfaatkan diskon, menjual barang yang sudah tidak digunakan, serta cerdik memilih transportasi yang murah dan aman.

Beberapa tips tersebut dapat dilakukan dengan mudah khususnya untuk mahasiswa. Belajar secara perlahan dan berproses untuk mengubah gaya hidup kita yang konsumtif menjadi gaya hidup frugal living. Selain mengajarkan untuk mampu mengatur pengeluaran, hal tersebut juga membantu perencanaan dalam jangka panjang. Ingat bahwa hidup itu tidak hanya hari ini, pastikan masa depanmu aman serta sudah tertata.