Hari Lupus Sedunia 10 Mei 2022, Kenali dan Cegah Bersama!

Hari Lupus Sedunia 10 Mei 2022, Kenali dan Cegah Bersama!

Reporter Syaifa Zuhrina

Ha ri 
سل م ى S 
Sedunia 
10 Mei 2021
Flyer peringatan Hari Lupus Sedunia. (Instagram/@rst.dompetdhuafa)

Sejak tahun 2004, setiap tanggal 10 Mei diperingati sebagai hari lupus sedunia. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penyakit lupus atau autoimun yang berdasarkan data World Health Organization (WHO) terdapat kurang lebih lima juta orang penderita di seluruh dunia.

Lupus merupakan penyakit peradangan (inflamasi) kronis yang disebabkan oleh kesalahan pada sistem kerja imun tubuh. Normalnya imun tubuh seharusnya melindungi tubuh dari serangan virus atau bakteri namun pada penderita lupus imun justru menyerang jaringan tubuh sendiri.

Karena ini merupakan penyakit autoimun, maka penyebab lupus mayoritas karena adanya faktor genetik, hormon dan lingkungan. Selain itu, hal tersebut juga bisa disebabkan oleh beberapa faktor yakni paparan sinar matahari yang dapat memicu respons internal pada orang yang rentan, faktor infeksi, obat-obatan tekanan darah, anti kejang dan antibiotik serta faktor suku karena lupus sering terjadi pada orang Afrika-Amerika, Hispanik dan Asia-Amerika.

Penderita penyakit lupus. (Instagram/@centrofluminense)

Terdapat tiga gejala utama yang umum dirasakan penderita penyakit lupus yaitu rasa lelah yang ekstrem, dimana seseorang akan merasa sangat lelah yang berkepanjangan meskipun sudah beristirahat. Munculnya ruam atau bercak kemerahan pada kulit batang hidung, pipi, tangan, pergelangan tangan dan lain sebagainya, serta adanya rasa nyeri yang berpindah begitu cepat dari satu sendi ke sendi lainnya.

Kurangnya informasi masyarakat terkait pengenalan penyakit lupus tentu dapat berdampak besar bagi penderita dan keluarganya. Akibatnya tak sedikit penderita yang tak tertolong. Maka dari itu hari lupus sedunia ini ditujukan kepada masyarakat akan pentingnya mencegah penyakit lupus serta memberi semangat dan dukungan sebagai bentuk kontribusi terhadap penderita penyakit lupus.

Berikut hal yang dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan penyakit lupus yakni dengan menerapkan gaya hidup sehat, tidak merokok, hindari paparan sinar matahari saat siang hari, berolahraga secara teratur, hindari stress dan konsumsi obat-obatan, dan istirahat yang cukup selama kurang lebih 7-9 jam.

Menanggapi hal ini, salah satu Mahasiswi UIN Jakarta, Tika Puspa Asih memaparkan bahwa peringatan ini menjadi salah satu cara meningkatkan kesadaran masyarakat terkait penyakit lupus.

“Peringatan ini dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait penyakit lupus, karena saat ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang penyakit tersebut. Karena hampir semua orang mempunyai sosial media, hal itu bisa menjangkau lebih banyak masyarakat untuk ikut memperingati hari lupus sedunia, misalnya dengan postingan campaign world lupus day di instagram,” jelasnya saat diwawancarai langsung oleh reporter DNK TV pada Senin (9/5).

Ia juga berharap agar masyarakat lebih peduli terhadap adanya penyakit ini guna melakukan pencegahan sejak dini, serta memberi dukungan sosial kepada penderita karena tentunya ini akan memberikan dampak positif bagi mereka.