WHO Ungkap Ancaman Kesehatan Dunia

WHO Ungkap Ancaman Kesehatan Dunia

Reporter Diatma Lutfi; Editor Dani Zahra Anjaswari

Tema Hari Kesehatan Sedunia 2022. (who.int)

World Health Organization (WHO) menetapkan tanggal 7 April setiap tahunnya sebagai Hari Kesehatan Sedunia yang dikenal dengan sebutan World Health Day (WHD). Tujuan diadakannya Hari Kesehatan Sedunia adalah untuk menciptakan kesadaran tentang tema kesehatan tertentu dan menyoroti bidang prioritas yang menjadi perhatian WHO.

Dalam menghadapi pandemi Covid-19, planet yang tercemar, dan meningkatnya insiden penyakit, tema Hari Kesehatan Dunia 2022 adalah “Planet Kita, Kesehatan Kita”. Tema ini menyerukan pemulihan dari pandemi Covid-19, yang menempatkan kesehatan individu dan planet ini sebagai pusat kebijakan dan fokus pada kesejahteraan.

WHO mengungkapkan bahwa lebih dari 13 juta kematian di seluruh dunia setiap tahun disebabkan oleh lingkungan. Polusi udara, air yang terkontaminasi, sanitasi yang tidak memadai termasuk pengelolaan limbah padat, risiko yang terkait dengan bahan kimia berbahaya tertentu, dan dampak negatif dari perubahan iklim adalah ancaman kesehatan masyarakat lingkungan yang paling mendesak.

Melansir dari laman WHO pada Kamis (7/4), Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa saat ini krisis iklim sama dengan krisis kesehatan yang dapat membunuh planet dan manusia di dalamnya.

“Krisis iklim adalah krisis kesehatan: pilihan tidak berkelanjutan yang sama yang membunuh planet kita adalah membunuh orang,” katanya.

Ia juga memaparkan bahwa perlu adanya solusi transformatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

“Kita membutuhkan solusi transformatif untuk menghentikan ketergantungan dunia terhadap bahan bakar fosil, untuk menata kembali ekonomi dan masyarakat yang berfokus pada kesejahteraan, dan untuk menjaga kesehatan planet yang menjadi sandaran kesehatan manusia.”

Ilustrasi Covid-19. (Pexels/@CDC)

Covid-19 muncul sejak Oktober 2019 yang telah menginfeksi lebih dari 180 juta orang dan menyebabkan empat juta kematian secara global setelah diumumkan sebagai pandemi oleh WHO.

Menurut WHO, pada masa pandemi 2 tahun ke belakang telah menghantam semua negara, ada beberapa kelompok masyarakat yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan dengan sedikit pendapatan harian, memiliki kondisi perumahan dan pendidikan yang lebih buruk, lebih sedikit peluang kerja, mengalami ketidaksetaraan gender yang lebih besar, serta memiliki sedikit atau tidak ada akses ke lingkungan yang aman, air dan udara bersih, ketahanan pangan dan layanan kesehatan.

Pada laman resminya, WHO juga menuturkan bahwa mereka berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap orang, di mana pun, dapat mewujudkan hak atas kesehatan yang baik. Covid-19 menuntut untuk melakukan perubahan, baik dalam hal cara berpikir, cara berperilaku, dan cara bekerja. Tantangan selanjutnya adalah cara berpikir dan cara berperilaku yang dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan tangguh terhadap ancaman penyakit termasuk dari penyakit hari esok.

Semakin baik keadaan bumi, semakin tinggi juga angka kesehatan manusia di seluruh dunia. Selamat Hari Kesehatan Dunia 2022!