Halal Bihalal dan Media Gathering Speak Project, Perkaya Skill Anak Muda Indonesia

Halal Bihalal dan Media Gathering Speak Project, Perkaya Skill Anak Muda Indonesia

Reporter Ariqah Alifia;  Editor Elsa Azzahraita

Halal Bihalal Partner & Media Gathering yang didakan Speak Project di MaxOneHotels, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (13/6)

Speak Project mengadakan Halal Bihalal bertempat di MaxOneHotels, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (13/6). Dihadiri oleh para alumni lulusan pelatihan Speak Project, mentor, rekan kerja, sahabat UMKM Jakarta, dan berbagai media partner. Menariknya, acara ini juga dihadiri oleh Asisten Deputi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Imam Gunawan.

Selain sebagai ajang silaturahim, acara ini juga bertujuan untuk mengenalkan Brand Ambassador Speak Project, Cristy Natalia dan para talent MC, sekaligus melakukan juga penandatanganan MOU Speak Project bersama Unionhouse untuk program Speak Disability Academy Batch 2.

Acara dipandu oleh Neysa yang merupakan bagian dari MC Talent Speak Project berlangsung meriah dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

Speak Project yang dikelola oleh Sandika ini sudah berjalan lebih dari lima tahun dan dianggap sudah waktunya untuk dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.

“Sebenarnya pesan yang mau kita sampein dalam kegiatan hari ini, kita mau ngasih tau bahwa kita mau melanjutkan program Speak Disability Academy Batch kedua dan di tahun ini kita memilih partner atau mitra kita untuk berkolaborasi, yaitu dengan Unionhouse,ujar Sandika.

Sandika berharap, program ini bisa dijadikan program percontohan di Indonesia dan pionir pencetus yang sangat bermanfaat untuk merangkul teman disabilitas dengan pelatihan yang intensif.

Sementara itu, Christy juga berharap agar visi Speak Project untuk memperkaya skill anak muda Indonesia akan terwujud.

“Harapannya ke depan, supaya Speak Project semakin dikenang oleh banyak orang dan visinya  Speak Project untuk memperkaya skill dari anak muda Indonesia semakin terwujud.” ujar Cristy.

Halal Bi Halal Fdikom, Idulfitri Momen Kembali Mensucikan Diri dan Hati

Halal Bi Halal Fdikom, Idulfitri Momen Kembali Mensucikan Diri dan Hati

Reporter Ahmad Fajarullah; Editor Aulia Gusma Hendra

Suasana Zoom Meeting Kegiatan Halal bi Halal, Selasa (25/5).

Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom)  UIN Jakarta, melaksanakan Halal Bi Halal dengan mengangkat tema “Idulfitri : Kembali Kesucian Diri dan Beragama dengan Hati” di ruang meeting Fdikom dan juga virtual melalui zoom, Selasa (25/5).

Acara ini dihadiri lebih dari 300 partisipan yang terdiri dari Wakil Rektor UIN Jakarta, Jajaran Dekanat Fdikom, Dosen, Civitas Akademika, Alumni, Ikatan Orang Tua dan mahasiswa Fdikom.

Dalam sambutannya,  Rektor UIN Jakarta,  yang diwakilkan oleh Ahmad Rodoni menyampaikan salam dan ucapan mohon maaf lahir dan batin dari Rektor.

“Saya mewakilkan Rektor, menyampaikan salam dan ucapan minal aidin wal faidzin  mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya.

Ahmad Rodoni juga menyampaikan agar Fdikom terus maju dan berkembang dengan prestasi yang meningkat baik di akademik maupun non akademik.

Ia juga mengatakan situasi pandemi ini membentuk diri untuk mengingat kematian agar memperkuat rasa tanggung jawab sebagai insan akademik.

Suasana meeting room mendengar tausiah guru besar Asep Usman Ismail, Selasa (25/5).
Sumber : DNKTV_Rama Dhianti

Kegiatan ini juga diisi dengan penyampaian tausiah oleh Para Dosen Fdikom yaitu, Asep Usman Ismail dan Ilyas Ismail.

Dosen Fdikom yang juga guru besar dalam kegiatan ini,  Asep Usman Ismail menyampaikan bahwa manusia yang fitri ialah manusia yang mampu mendayagunakan 5 potensi yaitu Jasmani, nafsh, ruh, aqal dan qolbu, dimana qolbu memiliki keistimewaan yaitu, bercahaya, memantulkan cahaya, menerima cahaya, dan menyimpan cahaya.

Sementara itu, penceramah kedua, Ahmad Ilyas Ismail menyampaikan Idulfitri menjadi momen untuk kembali menjadi pemenang sejati.

“Esensi idulfitri adalah kembali kepada petunjuk Allah dan orang yang mendapat petunjuk adalah orang yang menang (al-Fauz). Al-Fauz adalah orang yang menang dalam menaklukkan syetan, hawa nafsu dan Ankara murka.” ungkap Ilyas.

Mengembangkan Peta Jalan Sukses bagi Lulusan PMI

Mengembangkan Peta Jalan Sukses bagi Lulusan PMI

Halal Bihalal dan Pertemuan Alumni PMI UIN Jakarta (28/7)

Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fidikom) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengadakan Halal bi Halal dan Pertemuan Alumni Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) dengan tema “Mengembangkan Peta Jalan Sukses bagi Lulusan PMI” melalui aplikasi Zoom, Selasa (28/7).

Acara ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fidikom, Suparto, dengan dimoderatori oleh Ketua Jurusan PMI, Muhtadi. Lima narasumber acara ini adalahbKomisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susianah, Pengusaha, Ita Puspitawati,Akademisi, Dicky Andika, Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Halimatusa’diah, dan Penulis dan Aktivis Literasi, Milastri Muzakkar.

Terkait peluang lulusan PMI, Susianah mengungkapka banyak lembaga seperti pemerintahan, membutuhkan lulusan jurusan tersebut. Artinya permintaan pasar terbilang banyak terhadap lulusan ini. Bahkan ada 25 universitas yang membuka jurusan mengenai pengembangan masyarakat.

Namun, meskipun peluangnya terbilang cukup besar. Persaingan yang terjadi juga sebanding. Kepercayaan diri menjadi salah satu faktor yang diperlukan dalam persaingan.

“Janganlah merasa malu, tetap percaya diri, dan buat jurusan jadi populer. Jika berbicara mengenaik kesuksesaan, ada tiga yang dapat diraih yaitu ekonomi, sosial, agama.” Ujar Halimatusa’diahPeneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Melakukan evaluasi terhadap diri juga diperlukan untuk menyeimbangi kepercayaan diri. Menurut Dicky Andika, kuncinya adalah aktif memperbaiki diri. 

Menikmati proses selama menuju kesuksesan juga diperlukan. Karena kesuksesan bukan hanya tentang apa yang diraih, melainkan juga apa yang telah dilewati.

Reporter : Aulia Gusma

Strategi Dakwah dalam Menghadapi Era New Normal

Strategi Dakwah dalam Menghadapi Era New Normal

Live streaming Webinar Diskusi & Halal bi Halal Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (3/6)

Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fidikom) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Web Seminar (Webinar) Diskusi dengan topik “Strategi Dakwah dalam Menghadapi Era New Normal” dan Halalbihalal secara virtual bersama civitas akademika yang dilaksanakan melalui aplikasi Zoom,  Rabu (03/06).

Acara ini secara resmi dibuka oleh Dekan Fidikom Suparto dengan dimoderatori oleh Wakil Dekan Fidkom Sitii Napsiyah, serta sambutan dari Rektor UIN Jakarta Amany Lubis. Materi pembahasan webinar diskusi ini disampaikan oleh dua narasumber, yakni Wakil Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia Jamhari Makruf dan Guru Besar Fidikom UIN Jakarta, Prof. Murodi.

Pemaparan Materi Diskusi Strategi Dakwah dalam Era New Normal (3/6)

Setelah beberapa bulan pemerintah menerapkan kebijakan PSSB, pemerintah menerapkan kebijakan new normal. Kebijakan ini melonggarkan kembali berbagai macam kegiatan secara normal namun tetap mengikuti protokol kesehatan. Kebijakan new normal ini pun berdampak pada strategi berdakwah yang sebaiknya dilakukan pada masa new normal.

Murodi menjelaskan bahwa berdakwah, baik pada masa PSSB maupun new normal tidaklah mengalami perubahan. Menurutnya, berdakwah masa pandemi Covid-19 ini lebih baik dilakukan melalui media massa atau media sosial guna mencegah penyebaran virus Covid-19, baik itu dilakukan secara lisan maupun tulisan.

“Dakwah melalui tabligh akbar di masa sekarang akan mengumpulkan orang dengan jumlah yang banyak sehingga dihindari dulu karena masih dalam masa pandemi, oleh karena itu strategi dakwah yang terbaik bisa melalui Youtube, karena ada peluang untuk berdiskusi disitu.” ujarnya.

Murodi juga menjelaskan bahwa ada beberapa problematika dalam berdakwah melalui media digital seperti yang sering ditemukan yaitu minimnya penguasaan teknologi para da’i, terutama para da’i yang sudah berusia tidak muda lagi. Dan juga pesan-pesan dan dampak negatif yang marak beredar di era digital. Problematika seperti itu harus segera diatasi.

Sementara itu, narasumber lain Jamhari menyebut, menurut beberapa survei, banyak dari ustadz dan ustadzah seperti Mamah Dedeh dan Ust. Yusuf Mansyur memiliki kepopuleran yang tinggi di masyarakat karena menggunakan media massa dan media sosial dalam berdakwah.

Mengenai dakwah digital di Indonesia, Jamhari menjelaskan bahwa tidak ada negara lain yang memiliki keunikan dakwah melalui media sosial dan media massa kecuali di Indonesia. Sehingga dakwah-dakwah di Indonesia bisa memiliki kemampuan ke kancah internasional dan menjadikan dakwah di Indonesia memiliki keunikan dan keunggulan.

“Sayangnya belum banyak yang menulis dan melakukan risetnya, bahkan risetnya dilakukan oleh orang lain. Sehingga yang seharusnya riset itu dilakukan oleh para da’i-da’i di Indonesia namun malah orang luar yang melakukannya.”ujarnya.

Peserta Diskusi Strategi Dakwah dalam Era New Normal (3/6)

Sehingga ia pun berpesan untuk seluruh civitas Fidikom agar tidak hanya berdakwah dalam ceramah dan tulisan, namun juga melakukan riset dakwah guna mengetahui strategi dakwah yang up-to-date. Kemudian, kurikulum di Fidikom juga harus link and match dengan yang sedang terjadi di masyarakat sehingga mahasiswa dapat mengetahui dan memenuhi kebutuhan masyarakat sekarang ini. Mahasiswa Fidikom juga harus menguasai teknologi dan informasi serta memiliki networking atau kerjasamayang baik dengan berbagai lembaga guna memudahkannya dalam berdakwah yang lebih efektif.

“Orang yang tidak melakukan riset akan ketinggalan jaman sehingga tidak akan dipakai, orang yang tidak melakukan kerjasama akan terkucil karena sekarang ini tidak ada yang bisa melakukan pekerjaan sendirian, semuanya harus berkoordinasi, lintas ilmu, dan lintas pengetahuan untuk mempunyai media dalam mempromosikan dakwahnya.” imbuhnya.

Reporter : Laode Akbar

DNK TV dan RDK FM Gelar Halal Bihalal Virtual

DNK TV dan RDK FM Gelar Halal Bihalal Virtual

Halal Bihalal Secara Virtual DNK TV dan RDK FM (29/05/20)

DNK TV dan RDK FM Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar tradisi halal bihalal secara virtual. Kegiatan daring ini dihadiri oleh General Manager, Stasion Manager, alumni serta anggota DNKTV dan RDKFM, Jumat (29/05).

Halal Bihalal berlangsung melalui aplikasi Google meeting ini bertujuan untuk menjaga tali silaturahim antara DNK TV dan RDK FM, walaupun berada dalam situasi Work From Home.

Kegiatan dibuka dengan kalam ilahi serta sambutan dari General Manager Dedi Fahrudin dan  Stasion Manager DNKvTV dan RDKvFM. Halal bihalal dilanjutkan dengan ucapan saling bermaaf-maafan antar seluruh anggota.

“Walaupun dalam kondisi work from home, tidak menghentikan kita untuk bersilaturahim dan tetap produktif” ungkap Dedi Fahrudin selaku General Manager DNK TV dan RDK FM dalam sambutannya.

Kegiatan halal bihalal virtual ini ditutup dengan diskusi terkait kegiatan kolaborasi DNK TV dan RDK FM untuk lebih produktif selama masa pandemi Covid-19.

Reporter: Ida Ruspita