UIN Jakarta dan Fdikom teken MoU-PKS dengan IPHI

UIN Jakarta dan Fdikom teken MoU-PKS dengan IPHI

Reporter Farah Nur Azizah; Editor Fauzah Thabibah

Foto bersama usai rangkaian penandatanganan MoU dan PKS antara UIN Jakarta dan Fdikom dengan IPHI.
Sumber: DNK TV-Muhammad Rizza Nur Fauzi

Pada Jum’at (21/1) dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta dan Fakultas dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) dengan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI).

Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor UIN Jakarta, Amany Lubis, Wakil Rektor bidang kerja sama, Lily Surraya Eka Putri, dan Dekan Fdikom, Suparto. Selain itu, dari pihak IPHI hadir Sekretaris Umum, Bambang Wiryanto, Wakil Ketua Bidang Dakwah, Anshori, dan Kepala Biro Bidang Haji dan Umrah, Dedi. Serta beberapa jajaran dari pihak Fdikom UIN Jakarta, yang berlangsung secara tertib dan khidmat.

IPHI merupakan suatu organisasi kemasyarakatan khususnya dalam masyarakat Islam dan sebagai suatu lembaga yang melestarikan juga menjadi wadah komunikasi, silaturahim bagi para alumni haji.

Sedangkan, UIN Jakarta sendiri ialah salah satu lembaga pendidikan yang mempunyai kolerasi dengan IPHI dan diperuntukan oleh para haji.

Kerja sama ini bertujuan agar terselenggaranya rencana IPHI dimana akan diadakan workshop, pelatihan, serta kegiatan lainnya. Untuk itu UIN Jakarta menjadi suatu lembaga yang akan berperan dalam bidang yang relevan. Sehingga kerja sama bisa terus dijalin dengan baik.

Dalam IPHI sendiri memiliki program-program yang mampu meningkatkan kompetensi para alumni UIN Jakarta. Salah satunya dalam bidang dakwah dan bimbingan haji. Ini merupakan tujuan berikutnya dilakukan kerja sama antara IPHI dengan UIN Jakarta dan Fdikom.

Ketua IPHI, Erman Suparno memaparkan bahwa program yang ada di IPHI mampu meningkatkan kompetensi para alumni UIN Jakarta.

“IPHI punya program-program yang bisa meningkatkan kompetensi dari pada alumni dengan program-program IPHI. Misalnya dibidang dakwah, kemudian dibidang bimbingan haji, umroh, dan ini relevan,” ujarnya.

Rektor UIN Jakarta, Dekan Fdikom, dan Ketua IPHI saat memperlihatkan surat MoU dan PKS yang telah ditandatangani.
Sumber: DNK TV-Muhammad Rizza Nur Fauzi

Adapun harapan dari Dekan Fdikom, Suparto adalah dengan terselenggaranya perjanjian ini dapat saling menguntungkan.

“Kerja sama ini bisa saling menguntungkan terutama dalam penguatan lembaga dan juga penguatan SDM,” harapnya.

Sejalan dengan Dekan Fdikim, Rektor UIN Jakarta, Amany Lubis menyampaikan bahwa adanya kegiatan ini menjadi salah satu langkah baik untuk kegiatan selanjutnya.

Ia juga berharap bahwa kerja sama ini tidak hanya dilaksanakan dengan Fdikom saja, melainkan juga dengan fakultas-fakultas lainnya yang ada di UIN Jakarta.

“Di sini bisa kita lakukan penyuluhan-penyuluhan, bekerja sama dengan dosen dan fakultas. Bukan hanya Fakultas Dakwah saya harap, jadi bisa fakultas lainnya bila memang diperlukan,” ucap Rektor UIN Jakarta tersebut.

Salah satu isi MoU antara UIN Jakarta dengan IPHI tentang pelaksanaan kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi pada Pasal 8 No. 5 yakni pelaksanaan dari nota kesepahaman ini akan dipantau dan dievaluasi oleh para pihak secara sendiri-sendiri atau bersama-sama paling kurang satu kali setahun sebagai bahan pertimbangan terhadap pelaksanaan kerja sama selanjutnya.

Perwujudan Pembimbing Haji Umrah Profesional, Sesuai Undang-undang

Perwujudan Pembimbing Haji Umrah Profesional, Sesuai Undang-undang

Reporter Wafa Thuroya Balqis; Editor Tiara De Silvanita dan Elsa Azzahraita

Sambutan Ketua Sertifikasi Fdikom UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ade Marfuddin

Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah Profesional Angkatan Ke-V tahun 2021 diselenggarakan secara virtual, pada Sabtu (13/3). Acara ini merupakan agenda kerjasama Dirjen PHU Kementerian Agama beserta Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta, DPP Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus (HIMPUH) dan DPP Asosiasi Muslim Penyelenggara Umrah dan Haji (AMPUH).

Dihadiri oleh Ketua DPP-AMPUH, Abdul Aziz, Ketua Umum DPP-HIMPUH, Budi Darmawan, Ketua Tim Sertifikasi Fdikom UIN  Jakarta, Ade Marfuddin, Kabid Haji Kanwil DKI Jakarta, Thabroni, Dekan Fdikom UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Suparto, jajaran dosen yang termasuk tim sertifikasi pembimbing haji dan umrah serta peserta.

Ketua umum HIMPUH, Budiman Darmawan mengatakan tujuan kolaborasi ini untuk melahirkan pembimbing haji dan umrah profesional. Budiman  juga berharap segera adanya kepastian terkait dibukanya kembali pelaksanaan haji dan umrah.

“Kami juga minta dari pemerintah khususnya Kementerian Agama untuk  terus mengeksplor kondisi dan situasi yang ada agar mendapat informasi dan kepastian. Kalau semakin ditunda yang dikhawatirkan makin banyak jamaah yang akan membatalkan dan kita tidak tahu bagaimana kedepannya.” Ungkap Budiman.

Ketua Tim Sertifikasi Fdikom, Ade Marfuddin mengatakan perlu adanya upaya inovasi dengan perbaikan dari sisi pembimbingnya.

“Pemerintah dari tahun 2013 sampai sekarang konsisten melahirkan pembimbing ibadah haji profesional yang paham regulasi, masalah inti, dan masalah penunjang.” ujarnya.

Sambutan Kabid Haji Kanwil DKI Jakarta, Thabroni

Ketua DPP-AMPUH, Abdul Aziz mengungkapkan bahwa sertifikat pembimbing haji dan umrah ini ada dua macam, ada yang perlu diperpanjang sertifikasinya ataupun tidak.

Lahirnya Undang-Undang No. 8 Tahun 2019 bahwa syarat mutlak  pembimbing ibadah haji dan umrah yakni harus memiliki sertifikat.

Tidak hanya sekedar sertifikat, Dekan Fdikom UIN Jakarta, Suparto menginginkan pembimbing haji dan umrah juga mendapat manfaat, pengalaman, pengetahuan, keterampilan, dan sikap sehingga menjadi nilai tambah bagi pembimbing haji dan umrah.