Apa Benar Matematika Mampu Mencegah Penyakit Menular?

Apa Benar Matematika Mampu Mencegah Penyakit Menular?

Reporter Farah Nur Azizah; Editor Aulia Gusma Hendra

Ilustrasi Ilmu Matematika
Sumber: Pexels

Ilmu matematika merupakan suatu ilmu yang mempelajari perhitungan dan berkaitan dengan angka-angka. Ada banyak yang menyukainya, namun tak sedikit pula yang dibuat pusing oleh matematika sendiri.

Dilansir dari Kompas.com, Prof. Jaharuddin merupakan Guru Besar IPB Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), memaparkan bahwa ilmu matematika mampu dipakai sebagai bentuk pencegahan berbagai penyebaran penyakit menular.

Ia mengatakan bahwa kajian matematika terkait sifat-sifat dinamik dari model matematika berdasar dari penyebaran penyakit menular.

“Bilangan yang menunjukkan penyebaran penyakit yakni bilangan reproduksi dasar, diformulasikan untuk mencegah wabah penyakit ataupun menghilangkan kompartemen infeksi dalam populasi. Teorema kestabilan titik tetap yang dirumuskan mampu memberikan informasi kapan penyebaran penyakit campak menghilang dan menjadi wabah”, ujar Guru Besar IPB Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Jaharuddin.

Adapun model kompartemennya dikembangkan berdasarkan fakta vaksinasi dan pengobatan. Hal ini merupakan strategi dalam pengelolaan dan mitigasi penyebaran penyakit.

Model matematika dapat digunakan untuk memprediksi nilai dari parameter gelombang, selain dapat digunakan sebagai pencegahan penyebaran penyakit. Kemudian prediksi yang dihasilkan dari paremeter ini menjadi dasar sebagai upaya mengantisipasi resiko yang mungkin muncul.

Ilustrasi pembelajaran Matematika di sekolah
Sumber: Pexels

Dosen Matematika UIN Jakarta beranggapan akan hal ini bahwa benar adanya ilmu matematika mampu mencegah penyakit, berdasarkan model-model matematika yang ada.

“Benar, matematika itu bisa diterapkan kemana saja. Cuma terkadang dalam model kita melakukan asumsi-asumsi atau penyederhanaan. Sebagai contoh dalam model kita asumsikan bahwa setiap orang mempunyai tingkat imunitas yang sama, dan satu orang dianggap melakukan kontak dg minimal 4 orang. Padahal di lapangan faktanya bisa jadi tidak seperti itu”, ungkap Dosen Matematika Murni dan Terapan UIN Jakarta, Suma Inna. 

“Tetapi untuk melakukan tindakan preventif, model matematika sebaran penyakit harusnya sudah cukup menjadi dasar kebijakan apa yang akan dilakukan pemerintah untuk mencegah sebaran penyakit”, tambahnya.

Mahasiswa jurusan matematika semester 3, Rama Ardiansyah mengatakan bahwa hal ini ialah sifat-sifat dinamik dari model matematika yang menyebabkan pencegahan penyebaran penyakit menular.

“Ilmu matematika bisa mencegah penyakit menular dengan adanya pemodelan-pemodelan matematik, analisis-analisis dan juga perhitungan suatu peluang matematika”, ujarnya.

Dari laman detikedu, kontribusi model matematika guna menjelaskan fenomena gelombang internal dan kompleksitas penyebaran penyakit menular sangat terlihat jelas. Dan ilmu matematika dasar untuk mengendalikan fenomena  yang terkait.