Syarat Masuk Hingga Daftar Film yang Diputar Bioskop

Syarat Masuk Hingga Daftar Film yang Diputar Bioskop

Syarat Masuk Hingga Daftar Film yang Diputar Bioskop

Produser: Akmalul Iman ; Penulis Naskah: Chandra Hermawan

Sumber: Antara Foto-Hafidz Mubarak A

Kasus positif Covid-19 di Indonesia menurun secara perlahan. Namun demikian,  Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih diberlakukan. Walaupun begitu ada beberapa hal sudah bisa kita lakukan, salah satunya yaitu menonton film di bioskop. Pemerintah mengizinkan bioskop untuk kembali beroperasional untuk wilayah PPKM Level 2 dan Level 3. 

Dalam pembukaan bioskop ini protokol kesehatan tetap di perhatikan dengan menerapkan papan informasi dan mengaplikasikan floormarking di lingkungan bioskop. Untuk memenuhi protokol lainnya, bioskop menyediakan hand sanitizer serta sabun cuci tangan di toilet.

Namun, tidak hanya itu tetap dilakukan pemberlakuan aturan dan pembatasan bagi penonton di tengah pandemi Covid-19 seperti menunjukkan sertifikat vaksin Covid-19 melalui Aplikasi Peduli Lindungi, dan bagi masyarakat yang ingin menonton bioskop harus sudah melaksanakan vaksinasi sebanyak dua kali. Aplikasi PeduliLindungi digunakan untuk mengetahui apakah pengunjung yang akan masuk bioskop sudah melakukan vaksinasi Covid-19 atau belum.

Sumber: langgam.id-Dian

Dilansir dari kompas.com berikut cara Scan Barcode untuk masuk ke bioskop yaitu dengan membuka Aplikasi Peduli Lindungi dan melakukan login klik menu Scan QR Code, kemudian scan QR Code yang ada di lokasi pintu masuk dan tunjukkan hasil QR Code Anda ke petugas bioskop. Hasil dari pemindaian akan menunjukkan apakah diizinkan untuk memasuk area mall. Warna hijau menunjukan bahwa diperbolehkan masuk. Namun, jika muncul warna kuning maka petugas akan melakukan verifikasi ulang dan apabila merah, maka tidak akan diizinkan masuk oleh petugas. Aturan selanjutnya tidak diperbolehkannya membawa makanan dan minuman kedalam gedung bioskop. Kemudian menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, serta memakai dua masker yang terdiri dari masker medis dan masker kain serta tidak dianjurkan untuk membuka masker. Selain itu, walaupun hand sanitizer telah disediakan pastikan membawanya sendiri dan menyimpannya di dalam tas untuk memudahkan kita saat akan mencuci tangan. Kemudian penonton tidak boleh lebih dari 50 persen kapasitas bioskop. Pengunjung berusia di bawah 12 tahun belum diperbolehkan masuk ke area bioskop dan bioskop hanya bisa dibuka di daerah berstatus PPKM Level 2 dan 3.

Selain diwajibkan mematuhi 6 langkah pencegahan Covid-19 di atas, pastikan kondisi badan dalam keadaan sehat saat berpergian maupun saat mengunjungi bioskop. Apabila merasa sakit, sebaiknya menunda untuk mengunjungi bioskop demi melindungi kesehatan diri sendiri dan orang lain.

Berikut terdapat beberapa film yang akan ditayangkan oleh CGV dan Cinema XXI diantarnya Escape From Mogadishu, The Suicide Squad, Black Widow, Hard Hit, Fast Furious 9, Shang-Chi, Malignant, Free Guy, Jungle Cruise,  Space Jam: A new Legacy, Hitman’s Wife’s Bodyguard, Peter Rabbit 2: The Runaway, The Marksman, Jakarta vs Everybody, The Seventh Day, The Outpost, Gretel and Hansel.

Kabar Baik! Film Lokal Naik Kancah Internasional

Kabar Baik! Film Lokal Naik Kancah Internasional

Reporter Ilham Balindra; Editor Tiara De Silvanita

Poster Film Seperti Dendam Rindu Harus Terbayarkan
Sumber: Instagram-@sepertidendamfilm

Toronto International Film Festival (TIFF) ke-46 memasukkan film asal Indonesia “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” pada kategori Contemporary World Cinema.

TIFF adalah Festival Film yang diadakan setiap tahunnya  di Kanada sejak 1976. TIFF ke-46 sendiri berlangsung dari tanggal 9-18 September 2021

Berangkat dari novel Eka Kurniawan, film ini menceritakan tentang pria bernama Ajo Kawir yang mencari maskulinitas karena masalah dalam dirinya yakni impotensi.

Edwin yang menjadi sutradara dalam film  ini namanya sudah malang melintang di perfilman Indonesia. Sebelumnya Ia pernah menjadi sutradara terbaik di Festival Film Indonesia 2017 dengan film berjudul “Posesif” dan masuk nominasi dalam kategori yang sama di tahun berikutnya dengan film “Aruna dan Lidahnya”.

Mahasiswa UIN Jakarta, Asep Sopian yang juga pengulas film dalam youtube Nontonlagi Channel berpendapat bahwa tidak mengherankan film ini masuk dalam festival-festival internasional, mengingat  film tersebut digarap oleh sutradara handal seperti Edwin .

“Untuk masuk TIFF terus Locarno Festival itu susah banget, buat masuk ke sana sebagai official selection saja susah, banyak persyaratan, filmnya juga harus benar-benar bagus. Berarti film ini sudah tidak perlu diragukan lagi kualitasnya,” ujarnya.

Sebelum mengumumkan bahwa film ini masuk dalam TIFF, dalam laman Instagram @sepertidendamfilm juga masuk dalam ajang Locarno Film Festival yakni festival film yang digelar secara tahunan di Swiss sejak 1946.

Pada Locarno Film Festival, film ini mendapatkan Golden Leopard yang diberikan kepada tim terbaik dalam kompetisi Concorso Internazionale.

Mengenal Stuntman, Sosok Hebat di Balik Aksi Berbahaya

Mengenal Stuntman, Sosok Hebat di Balik Aksi Berbahaya

Siti Nurhalizah

Potret Benedict Cumberbatch dan Stuntmannya (Sumber: Pinterest Daily Mail)

Dalam proses pembuatan film, ada beberapa hal yang menjadi faktor keberhasilan sebuah adegan yang dilakukan oleh seorang aktor. Kita sering kali melihat adegan-adegan yang sangat berbahaya, misalnya adegan terjatuh dari atas gedung, terjun dari pesawat, atau adegan tabrakan. Adegan-adegan tersebut dinilai terlalu berbahaya untuk pemeran utama dari sebuah film, oleh karenanya sang aktor akan menggunakan pemeran pengganti atau Stuntman.

Pada umumnya stuntman dibutuhkan dalam pembuatan film action karena banyak sekali aksi-aksi berbahaya di dalamnya. Penggunaan stuntman ini diperlukan untuk menjaga keselamatan pemeran utama ketika menjalani aksi laga yang berbahaya, karena apabila terjadi kecelakaan ketika proses syuting terhadap sang aktor, maka hal tersebut akan berdampak pada produksi film. Inilah mengapa stuntman sangat dibutuhkan dan membuatnya dapat dikatakan sebagai pahlawan tanpa tanda jasa di industri perfilman. Kali ini, DNK Picture akan memberikan peran utama dan fakta-fakta menarik stuntman dalam produksi film.

1. Menggantikan Aktor Utama

Potret pemeran Thor dan Stuntmannya (Sumber: Pinterest.com)

Selain melakukan adegan berbahaya, tugas stuntman adalah menggantikan aktor utama yang banyak mengalami kendala seperti keterlambatan syuting atau tidak dapat hadir. Karenanya stuntman sangat dibutuhkan ketika proses pembuatan film. Selain itu, keahlian stuntman yang menampilkan keterampilan tertentu juga dapat membuat jalan cerita film menjadi lebih realistis dan terasa lebih hidup.

2. Melakukan Adegan Khusus

Cameron Diaz dan Stuntwomennya (Sumber: twistedsifter.com)

Memilih profesi sebagai stuntman memang dituntut agar memiliki keahlian untuk melakukan adegan khusus dalam proses pembuatan film. Karena selain berperan menggantikan aktor utama dalam sebuah adegan, mereka juga menjadi faktor cerita yang disampaikan sesuai dengan drama yang diinginkan.

3. Stuntman Memiliki Spesialisasi

Profesi stuntman bukanlah profesi yang mudah, mereka harus memiliki beberapa keahlian  khusus, mulai dari bertarung hingga kejar-kejaran mobil. Ada tiga kategori aksi yang dapat dilakukan oleh seorang stuntman: efek praktis (mulai dari aksi jatuh hingga pertarungan), efek mekanis (aksi yang membutuhkan bantuan mesin, seperti jatuh jarak jauh) dan aksi kendaraan (seperti melompat dari mobil ke kapal hingga pesawat). Dan untuk semua itu, stuntman memiliki sekolah khusus. Mereka belajar mulai dari menunggang kuda hingga menggunakan senapan.

4. Stuntman Dibayar Untuk Cedera

James Bond stuntman (Sumber: Pinterest.com)
 

Mengapa stuntman dibayar untuk cedera? Karena dalam profesinya sebagai pemeran pengganti, mereka akan dihadapkan oleh adegan yang berbahya. Stuntman eksis, karena cedera atau kematian pada aktor utama dapat mengakibatkan berakhirnya produksi film. Meski cedera sering terjadi tapi jarang diberitakan, untuk memperhatikan hal itu, Taurus Award  menggalang dana untuk stuntman yang cedera dan keluarganya. Kematian kadang tidak bisa dihindari, selama syuting Tears of the Sun misalnya, Michael Barber sebagai stuntman Bruce Willis tewas dalam adegan terjun payung dan masih banyak lagi kasus-kasus stuntman yang cedera hingga mengalami kematian.

5. Stuntman Yang Menua Tak Harus Berhenti

Seseorang dalam hidupnya pasti akan menua. Akan tetapi, stuntman yang sudah menua tak harus berhenti menjalani profesinya selama mereka masih mampu dan dapat menjalankan perannya dengan baik. Ron Cunningham, stuntman yang berasal dari Inggris mengaku bahwa dirinya merupakan stuntman tertua di dunia dengan menyebut dirinya “The Great Omani” karena usianya yang sudah menginjak 90 tahun. Selain itu, stuntman senior dapat menjadi pengarah aksi yang bekerja di belakang layar.

6. Mereka Harus Terus Giat Belajar Dan Berlatih

Kemampuan bekerja bagi stuntman bergantung pada seberapa sering mereka belajar dan berlatih. Semakin sering mereka belajar dan berlatih, maka akan semakin meningkat pula kemampuan mereka di berbagai adegan aksi. Mereka akan memiliki banyak kesempatan memerankan banyak adegan. Banyak dari mereka yang sengaja untuk mengambil kelas beladiri untuk mengasah kemampuan mereka.

7. Stuntman Memiliki Ajang Penghargaan Sendiri

Ini adalah hal menarik yang jarang sekali diketahui orang. Dari sudut pandang industri film, stuntman tetaplah seorang aktor. Tapi, tak seperti aktor pada umumnya, stuntman tidak masuk dalam nominasi Academy Award. Oleh sebab itu, organisasi stuntman membuat ajang penghargaan sendiri di bidang mereka.

Taurus World Stunt Award adalah ajang penghargaan untuk stuntmen dengan berbagai kategori, dari adegan pertarungan terbaik sampai adegan kejar-kejaran terbaik. Pengarah adegan aksi, dalam ajang penghargaan tersebut dianggap sama seperti peran sutradara dalam film.

Itulah peran utama dan fakta-fakta menarik stuntman yang penting untuk kita ketahui sebagai penikmat film. Setelah mengetahui hal tersebut, adakah di antara kalian yang tertarik untuk menjadi seorang stuntman? Jika iya, maka kalian perlu banyak berlatih dari sekarang.

Mulan Tahun 1998 vs Mulan Tahun 2020

Mulan Tahun 1998 vs Mulan Tahun 2020

Muhammad Ilham Balindra

Gambar Liu Yifei dalam karakter Fa Mulan (Sumber: movieden.net)

Film Disney yang diangkat dari animasi pada tahun 1998, menjadi booming dan bahan pembicaraan para penggemar Disney. Film ini awalnya direncanakan akan ditayangkan di Bioskop pada tahun 2020, tapi ternyata film ini tidak rilis di bioskop akibat Covid-19 dan ditayangkan di Disney+ Hotstar pada 4 Desember lalu.

Dalam film Mulan di Disney+ Hotstar Indonesia, ada tiga aktor Indonesia yang mengisi suara. Ketiga aktor tersebut adalah Yuki Kato sebagai pengisi suara Hua Mulan,  Luna Maya sebagai Xianniang, dan Dion Wiyoko sebagai Chen Honghui.

Terdapat beberapa perbedaan film Mulan 2020 dengan versi animasi pada tahun 1998. Pertama, pada karakter Mulan itu sendiri dimana pada versi 1998 Mulan bertarung tanpa kekuatan super dan hanya menggunakan insting dalam bertarung tetapi pada versi film 2020 ini Mulan mempunyai chi yang baik sehingga bisa hebat dalam bertarung. Kedua, Mulan mempunyai adik bernama Xiu, pada film Mulan 2020 Mulan memiliki adik yang bernama Xiu sedangkan pada versi animasi Mulan adalah anak tunggal yang tidak memiliki adik. Ketiga, karakter kapten Shang pada film animasi 1998 digambarkan sebagai pemimpin sekaligus pasangan Mulan sedangkan pada film 2020-nya peran tersebut dibagi menjadi dua peran yakni Komander Tung (diperankan Donnie Yen) serta Chen Honghui, tentara yang memiliki perasaan kepada Mulan.

Terlepas dari perbedaan film Mulan dengan versi animasi tahun 1998, film Mulan 2020 dinilai lebih mirip dengan cerita asli rakyat asal China yang ditulis pada abad ke-5, “The Ballad of Mulan”.

Film ini menggambarkan perjuangan wanita dan kesetaraan gender dalam struktur sosial. “Setia, berani, dan jujur” adalah tulisan yang tertera di pedang ayahnya dimana ketiga prinsip itu menjadi pegangan Mulan ketika dia memberanikan diri untuk mempertaruhkan martabat keluarga untuk menjaga kekaisaran. Untuk menyelamatkan ayahnya dari kematian, Mulan menyamar dengan baju besi merah, pergi ke kamp pelatihan tentara, dan berpura-pura menjadi laki-laki.

Dengan kegigihannya dalam memperjuangan kekaisaran dan martabat keluarga, Mulan berhasil menyelamatkan nyawa Kaisar yang sudah diikat tidak berdaya. Di penghujung film, Kaisar memilih Mulan sebagai prajurit kehormatan dan petugas pengawal Kaisar. Diberikannya pedang baru yang bertuliskan “Setia, berani dan, jujur” yang kemudian dibelakangnya ditambahkan “Pengabdian kepada keluarga” adalah bentuk penghargaan kepada Mulan yang sudah menerapkan prinsip-prinsip tersebut.

Film ini berhasil memanjakan mata penonton dengan artistiknya yang menawan. Latar suasana tempat yang cocok dengan cerita yang dibawakan dan wardrobe pemain yang menggambarkan budaya China zaman itu menjadi salah satu faktor mengapa film ini menarik. Penggambaran cerita yang berubah dengan versi animasinya juga dirasa cocok karena terasa lebih real untuk dunia nyata.

Film ini juga menjadi film yang penuh kontroversi,  Pada penggambarannya “Jalur Sutra, China Barat Laut” adalah daerah yang harus dijaga oleh pasukan kekaisaran dimana daerah tersebut merujuk pada Xinjiang. Itu bukanlah realitas sejarah juga bukan realitas puisi asli yang menjadi dasar kisah legendaris yang menggambarkan Mulan sebagai pelayan seorang khan dari dinasti Wei Utara, bukan kaisar China yang sangat berkuasa. Riset yang kurang kuat dari para penulis barat membuat terjadi beberapa kerancuan dalam beberapa mitos budaya China.

Warcraft, Resident Evil & Film Lain yang Diadaptasi dari Video Game

Warcraft, Resident Evil & Film Lain yang Diadaptasi dari Video Game

Andika Ramadhan

Poster Film Warcraft (Sumber: imdb.com)

Selain diadaptasi dari novel, ternyata banyak film yang diadaptasi dari video game. Tak jarang film yang dihasilkan meraih kesuksesan hingga dilanjut menjadi sequel. Berikut sederet film yang diadaptasi dari video game.

1. Angry Birds

The Angry Birds Movie adalah film yang disutradarai oleh Clay Kaytis dan Fergal Reilly dirilis pada 2016. Film ini banyak mendapat kritik dari sisi cerita dan humornya, tetapi dipuji untuk animasi dan suaranya.

Jason Sudeikis, Josh Gad, Danny McBride, Bill Hader, dan Peter Dinklage menjadi pengisi suara untuk film berdurasi 97 menit ini. Dirasa sukses dengan film pertama, Sony Pictures merilis sequel Angry Birds 2 pada 2019, dengan penambahan Nicki Minaj sebagai salah satu pengisi suara.

2. Silent Hill

Film horor asal Kanada ini diadaptasi dari video game dengan nama yang sama keluaran Konami pada 1999. Sementara film ini sendiri dirilis pada 2006, dan sequel-nya pada 2012.

Disutradarai oleh Christopher Gans, film ini diawali rasa putus asa dan kecemasan Rose Da Silva (Radha Mitchell) yang mencari anak perempuannya Sharon (Jodelle Ferland) yang hilang saat tersesat di sebuah kota mati (Silent Hill). Saat menyusuri kota, ia menyadari bahwa dirinya dan Sharon hanya sebuah bagian dari permainan misteri yang memaksanya mempertaruhkan nyawa dan membuat perjanjian dengan iblis berwujud gadis kecil (Alessa).

3. Resident Evil

Pertama kali dirilis pada 2002, dengan Paul W. S. Anderson sebagai sutradara, Resident Evil berhasil laris secara komersial di seluruh dunia.

Diadaptasi dari nama game yang sama, film ini menggambarkan sekelompok manusia yang harus bertahan dari serangan zombie. Hanya saja, alur cerita dari versi filmnya tentu telah dikemas dengan jalan cerita yang jauh lebih menarik.

Kesuksesan film ini dibuktikan dengan sudah dirilisnya lima sequel-nya. Diantaranya Resident Evil: Apocalypse (2004), Resident Evil: Extinction (2007), Resident Evil: Afterlife (2010), Resident Evil: Retribution (2012) dan Resident Evil: The Final Chapter (2016).

4. Warcraft

Film ini diadaptasi dari video game dengan nama yang sama, dirilis pada 2016. Film ini mengisahkan tentang Draenor yang di ambang kehancuran. Bangsa Orc terpaksa mencari dunia baru untuk ditempati. Dalam keadaan terdesak, mereka berupaya pindah ke Alzeroth yang dihuni manusia, peri, dan kurcaci. Buntut dari rencana tersebut justru membuat bangsa manusia dalam keadaan bahaya.

Film yang disutradarai oleh Duncan Jones ini dinilai gagal. Kritikus banyak menilai film ini gagal dari sisi cerita dan editing. Mengadopsi video game menjadi film, terbukti tak mudah.

5. Wreck-it Ralph

Film animasi yang disutradarai Rich Moore menghasilkan pendapatan dua kali lipat dari biaya produksinya. Berkat kesusksesan itu, film ini dibuat menjadi dua sekuel yang dirilis pada 2012 dan sekuel keduanya dirilis pada 2018.

Diproduksi Walt Disney Animation Studios, film ini mendapat respon positif dari penikmat film. Wreck-It Ralph bercerita tentang salah satu karakter dari arcade game, Ralph yang merupakan tokoh jahat. Berkat peran jahatnya dalam game membuat dirinya dikucilkan oleh teman-temannya. Kemudian, Ralph ingin membuktikan bahwa dirinya juga bisa menjadi tokoh yang baik.

“ Break The Silence” The Way to Love Yourself

“ Break The Silence” The Way to Love Yourself

Nur Arisyah Syafani

Foto poster film BTS, Break The Silence (sumber : pikiranrakyatcirebon.com)

Bangtan Boys (BTS) boy group asal negeri Macan Asia, Korea Selatan kembali merilis film documenter setelah mencetak rekor pada film documenter Bring The Soul: The Movie dengan penjualan 2.55 Juta tiket secara global untuk kategori film bergenre event cinema dengan keuntungan mencapai US$ 24,3 Juta.

Boy group asuhan Big Hit Entertaiment yang beranggotakan RM, Jin, Suga, Jhope, Jimin, V, dan Jungkook kembali menyapa penggemar melalui film documenter terbaru mereka berjudul “Break The Silence: The Movie Persona.”

Disutradarai oleh Park Jun Soo, dan diproduksi oleh Big Hit Three Sixty, film ini resmi tayang perdana pada 5 November 2020. Tak melulu menyajikan tentang gemerlapnya mereka di atas panggung, sebagai bintang dunia. Dalam film ini, kita akan diajak untuk mengetahui bagaimana sisi lain dari tujuh member BTS.

Break The Silence: The Movie Persona menjadi film dokumenter keempat Bangtan Boys yang membawa misi berbeda dari ketiga film dokumenter sebelumnya, Burn the Stage: The Movie (2018), BTS World Tour: Love Yourself in Seoul (2019), dan Bring the Soul: The Movie (2019). Film ini mengajak kita untuk lebih mencintai diri sendiri dengan mencari tahu dan memahami bagaimana sosok diri kita sendiri.

“Belakangan ini saya menyadari, banyak gambaran sempurna di sosial media, baik itu ekonomi, bentuk fisik, atau hal lain tentang gaya hidup. Semakin tinggi kita, bahkan akan ada orang yang lebih sempurna, dan ternyata ada lagi yang lebih sempurna. Sementara itu saya merasa bahwa saya tidak memiliki sesuatu, dan sebenarnya kadang kita berpikir ‘hidup seperti ini juga tidak apa’ jadi kita tidak perlu memaksakan kesempurnaan itu, lihatlah saya, kulit yang sedikit gelap, mata dan suara saya yang seperti ini. Dan saya ingin menyampaikan terima kasih ARMY, saya telah mencintai diri saya sendiri” Ujar RM pada Final BTS World Tour Love Yourself: Speak Yourself Concert di Seoul (10/2019)

Selain menceritakan bagaimana bentuk dari persona membernya, film ini berlatarkan cerita tur konser dunia BTS yang bertajuk “Love Yourself: Speak Yourself 2019” yang diadakan di 10 kota besar seperti, Los Angeles, Chicago, New York, São Paulo, London, Paris, Osaka, Shizuoka, Riyadh, dan Seoul.

Lewat sinematografi yang memenajakan mata, film ini juga menceritakan bagaimana BTS  menjadi grup Korea pertama yang tampil di Wembley Stadium, dan memuncaki Billboard Boxscore pada tur konser dunia kali ini.

Kabar gembira bagi kamu para ARMY, Big Hit kembali merilis “Break The Silence: The Movie Commentary Package” yang berisi film dokumenter itu sendiri serta film commentary  yang resmi dirilis 16 Desember mendatang dan 19-21 Desember untuk film commentary. Informasi tersebut resmi diampaikan oleh Big Hit melalui akun twitter @weverseofficial.

Teknologi di Film Yang Jadi Kenyataan

Teknologi di Film Yang Jadi Kenyataan

Siti Nurhalizah

Film biasanya hanya imajinasi belaka dari pembuatnya. Tapi pernahkah kamu membayangkan apa yang ada di film menjadi sebuah kenyataan? Salah satunya teknologi. Banyak sekali film bergenre Science Fiction atau fiksi ilmiah era masa lalu yang menyuguhkan penontonnya dengan teknologi-teknologi canggih, film  ini biasanya mengambil setting di masa depan di mana manusia telah hidup berdampingan dengan teknologi yang super canggih.

Ternyata beranjak dari ramalan sebuah film, teknologi tersebut benar-benar menjadi sebuah kenyataan dan bisa kita nikmati di masa kini. Lalu apa saja teknologi canggih di film yang jadi kenyataan?

Berikut teknologi di film yang jadi kenyataan versi DNK Picture:

1. Ponsel

Sumber : YouTube CBS

Ponsel pertama kali muncul dalam film Star Trek pada tahun 1960. Kemunculan ponsel dalam film ini menginspirasi Martin Cooper salah satu pencipta ponsel. Berawal dari dirinya yang melihat para kru film menggunakan ponsel ketika di pesawat, kemudian pada tahun 1983 ia membuat ponsel. Beberapa tahun setelah film ini muncul hingga saat ini, ponsel menjadi teknologi yang melekat dengan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

2. Video Call dan Tablet

Sumber : YouTube imaucblog

Penemuan ini bermula pada tahun 2001, dirilisnya film yang berjudul A Space Odyssey. Dalam film itu terdapat adegan di mana sang aktor melakukan komunikasi melalui video call menggunakan tablet. Dan sekarang dua teknologi itu sudah menjadi bagian dari kehidupan.

3. Hoverboard

Sumber : Youtube

Pernahkah kalian menonton film Back to The Future? Kalau iya, tentu kalian tidak asing dengan teknologi satu ini. Film ini menghadirkan Hoverboard melayang yang saat ini menjadi kenyataan dan akan diproduksi oleh Lexus untuk dipasarkan kepada publik.

4. Alat Penerjemah

sumber : YouTube BadfishKoo

Rasanya sangat tepat bila kita menyebut film Star Trek peramal handal masa depan. Pasalnya di film ini alat penerjemah universal yang dapat menerjemahkan berbagai bahasa pertama kali muncul. Selain film Star Trek, alat ini juga muncul dalam film  Hitchhiker’s Guide to Galaxy, alat tersebut berbentuk ikan kecil bewarna kuning yang disebut “babel fish”. Cara kerja babel fish dapat dikatakan sedikit menyiksa karena harus masuk melalui lu ang telinga untuk mencapai otak.

5. Hologram

Sumber : YouTube Ty Voltaire

Star Wars menjadi salah satu film yang populer karena prediksi teknologinya. Salah satunya hologram yang muncul pada adegan film Star Wars tahun 1977 ketika Princess Leia keluar dari sebuah robot dengan format hologram. Saat ini, hologram yang sama diciptakan oleh printer 3D. Penemuan itu disebut volumetric images yang dikembangkan oleh kelompok electro-holography dari Universitas Brigham.

6. Virtual Reality

Sumber : YouTube Page Muncher

Sebelum terkenal dan diminati saat ini, virtual reality diperkenalkan melalui film yang berjudul Jhonny Mnemonic pada tahun 1995. Dalam film tersebut, teknologi itu digunakan oleh Keanu Reeves dalam bentuk kacamata dengan tangannya mengarahkan sesuatu. Selain dalam film Jhonny Mnemonic, virtual reality juga muncul di film The Matrix Trilogy.

7. Fingerprint

Sumber : YouTube IntlSpyMuseum

Bagi kalian yang gemar menonton film-film tentang agen rahasia seperti James Bond mungkin sudah tidak asing dengan teknologi canggih yang satu ini. Dalam film James Bond era masa lampau, agen rahasianya dilengkapi oleh sistem pengaman sidik jari yang sekarang sudah ada pada ponsel kita.

Itulah beberapa teknologi di film masa lalu yang menjadi kenyataan di masa kini versi DNK Picture. Hal ini tak menutup kemungkinan akan ada juga teknologi-teknologi canggih yang terwujud di masa mendatang. Jadi, kalian menunggu teknologi canggih apa nih?