Mulan Tahun 1998 vs Mulan Tahun 2020

Mulan Tahun 1998 vs Mulan Tahun 2020

Muhammad Ilham Balindra

Gambar Liu Yifei dalam karakter Fa Mulan (Sumber: movieden.net)

Film Disney yang diangkat dari animasi pada tahun 1998, menjadi booming dan bahan pembicaraan para penggemar Disney. Film ini awalnya direncanakan akan ditayangkan di Bioskop pada tahun 2020, tapi ternyata film ini tidak rilis di bioskop akibat Covid-19 dan ditayangkan di Disney+ Hotstar pada 4 Desember lalu.

Dalam film Mulan di Disney+ Hotstar Indonesia, ada tiga aktor Indonesia yang mengisi suara. Ketiga aktor tersebut adalah Yuki Kato sebagai pengisi suara Hua Mulan,  Luna Maya sebagai Xianniang, dan Dion Wiyoko sebagai Chen Honghui.

Terdapat beberapa perbedaan film Mulan 2020 dengan versi animasi pada tahun 1998. Pertama, pada karakter Mulan itu sendiri dimana pada versi 1998 Mulan bertarung tanpa kekuatan super dan hanya menggunakan insting dalam bertarung tetapi pada versi film 2020 ini Mulan mempunyai chi yang baik sehingga bisa hebat dalam bertarung. Kedua, Mulan mempunyai adik bernama Xiu, pada film Mulan 2020 Mulan memiliki adik yang bernama Xiu sedangkan pada versi animasi Mulan adalah anak tunggal yang tidak memiliki adik. Ketiga, karakter kapten Shang pada film animasi 1998 digambarkan sebagai pemimpin sekaligus pasangan Mulan sedangkan pada film 2020-nya peran tersebut dibagi menjadi dua peran yakni Komander Tung (diperankan Donnie Yen) serta Chen Honghui, tentara yang memiliki perasaan kepada Mulan.

Terlepas dari perbedaan film Mulan dengan versi animasi tahun 1998, film Mulan 2020 dinilai lebih mirip dengan cerita asli rakyat asal China yang ditulis pada abad ke-5, “The Ballad of Mulan”.

Film ini menggambarkan perjuangan wanita dan kesetaraan gender dalam struktur sosial. “Setia, berani, dan jujur” adalah tulisan yang tertera di pedang ayahnya dimana ketiga prinsip itu menjadi pegangan Mulan ketika dia memberanikan diri untuk mempertaruhkan martabat keluarga untuk menjaga kekaisaran. Untuk menyelamatkan ayahnya dari kematian, Mulan menyamar dengan baju besi merah, pergi ke kamp pelatihan tentara, dan berpura-pura menjadi laki-laki.

Dengan kegigihannya dalam memperjuangan kekaisaran dan martabat keluarga, Mulan berhasil menyelamatkan nyawa Kaisar yang sudah diikat tidak berdaya. Di penghujung film, Kaisar memilih Mulan sebagai prajurit kehormatan dan petugas pengawal Kaisar. Diberikannya pedang baru yang bertuliskan “Setia, berani dan, jujur” yang kemudian dibelakangnya ditambahkan “Pengabdian kepada keluarga” adalah bentuk penghargaan kepada Mulan yang sudah menerapkan prinsip-prinsip tersebut.

Film ini berhasil memanjakan mata penonton dengan artistiknya yang menawan. Latar suasana tempat yang cocok dengan cerita yang dibawakan dan wardrobe pemain yang menggambarkan budaya China zaman itu menjadi salah satu faktor mengapa film ini menarik. Penggambaran cerita yang berubah dengan versi animasinya juga dirasa cocok karena terasa lebih real untuk dunia nyata.

Film ini juga menjadi film yang penuh kontroversi,  Pada penggambarannya “Jalur Sutra, China Barat Laut” adalah daerah yang harus dijaga oleh pasukan kekaisaran dimana daerah tersebut merujuk pada Xinjiang. Itu bukanlah realitas sejarah juga bukan realitas puisi asli yang menjadi dasar kisah legendaris yang menggambarkan Mulan sebagai pelayan seorang khan dari dinasti Wei Utara, bukan kaisar China yang sangat berkuasa. Riset yang kurang kuat dari para penulis barat membuat terjadi beberapa kerancuan dalam beberapa mitos budaya China.