Pelepasan Wisudawan FDIKOM 119, Suparto : Jaga Almamater Kampus

Pelepasan Wisudawan FDIKOM 119, Suparto : Jaga Almamater Kampus

Reporter: Syafitri Rahmanda; Editor: Elsa Azzahraita

Pelepasan Wisudawan/wati  ke-119  secara virtual melalui Zoom Meeting, Jum’at (26/2)

Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Jakarta, menggelar pelepasan wisudawan/wisudawati ke-199 secara virtual, pada Jum’at (26/2). Dihadiri oleh Ketua Panitia Sugiharto, Dekan FDIKOM Suparto, beserta jajarannya, Alumni FDIKOM Arief Pradono, para Dosen, serta Wisudawan dan Wisudawati.

Sebanyak 176 wisudawan/wati  yang terdiri dari 74 wisudawan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), 22 wisudawan Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI), 43 wisudawan Program Studi Manajemen Dakwah (MD), 9 wisudawan Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), 14 wisudawan Program Studi Kesejahteraan Sosial (Kessos), 9 wisudawan Program Studi Jurnalistik, dan 5 wisudawan Program S2 Komunikasi Penyiaran Islam (KPI).

Dalam sambutannya, Dekan Suparto menyampaikan selamat kepada para wisudawan dan berpesan agar tidak melupakan almamater juga tetap menjalin silaturahmi.

“Yakinlah bahwa now is the beginning, not the end. Hari ini adalah permulaan, bukan akhir. Justru ini adalah pembuka kalian untuk melihat dunia yang lebih nyata, dunia yang lebih realistis, dunia yang lebih kompetitif.” ungkapnya.

Acara dilanjutkan dengan sharing session bersama Alumni FDIKOM Arief Pradono sebagai pemateri  yang sekaligus menjadi penutup acara pelepasan wisudawan/wati ke-119. Membahas mengenai Lembaga Keuangan Syari’ah, Arief menjelaskan bahwa perkembangan keuangan syari’ah di Indonesia saat ini cukup naik sehingga besar peluang untuk bergabung di lembaga keuangan syari’ah termasuk untuk alumni lulusan Fdikom.

“Kita ingin orang-orang yang bekerja dan berkarir disana adalah orang-orang yang lulusan dari UIN, lulusan dari Fakultas Dakwah, karena temen-temen lah yang punya tugas kesana. Sangat-sangat disayangkan kalau yang menjadi petinggi dan pegawai yang basicnya bukan dari agamis.” jelas Arief.

Arief menambahkan bahwa untuk menjadi bagian dalam SDM lembaga syari’ah, setiap insan harus memiliki nilai moralitas akhlak yang baik, keunggulan dan kemuliaan diri, bisa mengembangkan dan membangun ilmu pengetahuan serta keterampilannya dalam memantapkan diri kepada Allah.

Merdeka Belajar-Kampus Merdeka

Merdeka Belajar-Kampus Merdeka

Reporter: Shafina Madanisa; Editor: Fauzah Thabibah dan Elsa Azzahraita

Peserta rapat dosen dan seminar merdeka belajar-kampus merdeka (23/2).

Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Jakarta menyelenggarakan rapat dosen dilanjutkan dengan seminar nasional bertema “Optimalisasi Teknologi dan Kompetensi Dosen: Merespon Kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM)” secara virtual melalui Zoom Meeting pada Selasa (23/2).

Rapat dosen yang diselenggarakan setiap akan memasuki semester baru ini dihadiri oleh Dekan FDIKOM, Suparto Sunoko, Wakil Dekan I-III, Guru Besar, Kaprodi-Sekprodi setiap jurusan, serta para dosen di Fakultas Dakwah.

Dalam sambutannya, Suparto mengingatkan kembali perihal nilai produktifitas yang dipegang FDIKOM: Integrity, Professionalism, Creativity.

“Kita ingin membangun produk-produk Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi menjadi manusia-manusia yang memiliki integritas, berkerja secara profesional, dan profesional tidak akan lahir tanpa kreativitas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Suparto meminta kampus memberikan fasilitas dan wadah kepada mahasiswa agar bisa berkembang sesuai bakat dan kecenderungan intelektualitas mereka.

Salah satu usulan disampaikan oleh peserta rapat, Abdul Rozak. Ia menekankan bahwa Baca Tulis Qur’an (BTQ) harus diajarkan kepada mahasiswa dengan serius dan memberikan sertifikat kepada mereka yang telah lulus memenuhi kualifikasi dalam BTQ.

Handoyo sebagai narasumber memberikan penjelasan

Dilanjutkan dengan seminar nasional ‘Merdeka Belajar-Kampus Merdeka’ bersama Handoyo Puji Widodo sebagai narasumber. Ia berpendapat kurikulum merdeka yakni merdeka membangun kompetensi dan mencapai sebuah keunggulan.

“Kurikulum merdeka tidak bisa berbasis keinginan dosen. Selain itu kurikulum merdeka harus menekankan negoisasi, dialog, kesadaran diri, perubahan, transformasi, partisipasi, dan inovasi, “ ujarnya.

Sementara bentuk kegiatan pembelajaran dalam ‘Merdeka Belajar-Kampus Merdeka’ sendiri meliputi pertukaran pelajar, magang, asistensi mengajar di satuan pendidikan, penelitian, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, studi/ proyek independen, dan KKN.

‘Merdeka Belajar-Kampus Merdeka’ bertujuan memberi ruang kepada dosen dan mahasiswa untuk lebih bisa mengekspresikan karyanya dalam bidang akademik. “Kurikulum sebenarnya adalah dosen pembelajar yang harus terus belajar,” tutup Handoyo.

Pelantikan DNK TV & RDK FM Masa Bakti 2021

Pelantikan DNK TV & RDK FM Masa Bakti 2021

Reporter : Cut Soraya; Editor : Fauzah Thabibah, Elsa Azzahraita, dan Nur Arisyah Syafani

Peserta Pelantikan DNK TV dan RDK FM Masa Bakti 2021

Lembaga Penyiaran Kampus (LPK) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Jakarta menyelenggarakan pelantikan pengurus Dakwah dan Komunikasi Televisi (DNK TV) & Radio Dakwah dan Komunikasi (RDK FM) Dakwah masa bakti 2021secara virtual, Selasa (23/2).

Dihadiri oleh Wakil Dewan Kemahasiswaan Cecep Sastrawijaya, Kepala Laboratorim FDIKOM Zakaria, dan General Manager DNK TV dan RDK FM Dedi Fahrudin, serta anggota RDK FM dan DNK TV.

Kepala Laboratorium FDIKOM Zakaria, mengatakan kepada seluruh anggota DNK TV dan RDK FM agar memiliki 4 soliditas, yaitu solid secara personal (individual), solid secara internal, solid secara institusional, dan solid secara sosial. Ia berharap dengan cara ini DNK TV dan RDK FM dapat lebih maju dan berkembang lagi.

Sebelum agenda pelantikan, Cecep juga mengucapkan terima kasih kepada kepengurusan DNK TV dan RDK FM sebelumnya yang sudah bersinergi dalam kegiatan kemahasiswaan.

“Saya sampaikan kepada saudara pengurus agar menjadi pengurus yg definitif tatkala kalian ini melaksanakan program pengembangan minat dan bakat yg ada di DNK atau di RDK tentu itu harus mengikuti norma-norma yang ada sebagai mahasiswa. “ ujarnya.

Ia juga menambahkan akan pentingnya koordinasi terhadap wadek, kepala bagian (kabag), dan kepala sub bagian (kasubag) agar kegiatan tidak terasa terbentur dengan suatu aturan.

Koordinasi itu penting, mulai dari wadek, kabag, dan kasabag. Tatkala anda melaksanakan kegiatan tidak terasa terbentur dengan aturan,” tambahnya.

Anggota DNK TV dan RDK FM membacakan ikrar pelantikan secara virtual (23/2)

Station Manager DNK TV dan RDK FM, turut memberikan sambutan dan harapan untuk DNK TV dan RDK FM kedepannya.

“..bahu membahu, menjalankan semua tugas dan program kerja yang ada demi mewujudkan visi dari RDK FM sendiri yaitu: Mengedepankan media informatif yang knowledge, piety & integrity,” ujar Zahir Station Manager RDK FM

Rian juga tidak lupa, menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota DNK dan RDK sebagai representasi dari FDIKOM. Ia juga mengatakan akan menampung aspirasi dari orang lain selaras dengan visi FDIKOM sendiri

“Kita akan menampung aspirasi dari orang lain dengan visi fakultas yaitu menjadi fakultas terdepan (leading faculty) dalam pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat berbasis ilmu dakwah dan ilmu komunikasi dalam bingkai integrasi keilmuan, keislaman, dan keindonesiaan pada tingkat regional dan internasional pada 2026”

PKS Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah

PKS Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah

Reporter: Laode M. Akbar; Editor: Aulia Gusma Hendra dan Elsa Azzahraita

Penandatanganan MOU antara FDIKOM dengan HIMPUH, Senin (22/02)

Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Jakarta bekerjasama dengan Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus (HIMPUH) menandatangani perjanjian kerjasama atau MOU di Ruang Teater Lantai 2 FDIKOM UIN Jakarta pada Senin (22/02).

Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum HIMPUH, Budiman Darmawan, Dekan FDIKOM, Suparto, Jajaran Dekanat FDIKOM, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Lily Surraya Eka Putri, serta jajaran dosen yang termasuk tim Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah.

Suparto mengatakan kerjasama ini bertujuan untuk mengikuti kebijakan terbaru pemerintah serta mengetahui permasalahan-permasalahan terbaru yang berkaitan dengan manajemen ibadah haji dan umrah.

Ketua Umum HIMPUH, Budiman memaparkan bentuk kerja sama HIMPUH dengan FDIKOM ini berupa pelatihan pembimbing ibadah haji dan umrah.

“Ini merupakan kerja sama pertama di periode kami yaitu 2020/2024 ini supaya para anggota kami dapat bisa melaksanakan bimbingan ini biarpun dalam kondisi pandemi. Tetap ini adalah penting di mana pelayanan terhadap jemaah harus maksimal,” ujar Budiman.

Ia berharap, dari setiap track record pelatihan, pembimbing haji dan umrah memiliki sertifikasi yang dikeluarkan oleh Kementrian Agama melalui UIN Jakarta, sehingga mereka memiliki kapabilitas yang baik dan benar serta sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Hadits.

Dalam kesempatan ini, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Lily juga mengatakan bahwa dalam Perjanjian Kerjasama ini, FDIKOM telah membantu pemerintah dalam manajemen ibadah haji dan umrah karena sertifikasi pembimbing haji dan umrah sangat dibutuhkan saat ini.

“Jadi pada saat pembimbing haji itu memang sudah biasa secara teknis, keilmuan ada, tetapi legalitas untuk sertifikasi sangat dibutuhkan saat ini. Dan itulah sudah diterima oleh FDIKOM, kepercayaannya FDIKOM itu bisa berkolaborasi dengan HIMPUH dalam menjalankan sertifikasi para pembimbing haji dan umrah ini luar biasa,” ujar Lily.

MoU FDIKOM dengan AMPUH Terkait Pelaksanaan Haji dan Umrah

PKS FDIKOM dengan AMPUH Terkait Pelaksanaan Haji dan Umrah

Awak Liputan: Reporter: Cut Raudhatul Zahbi; Editor: Aulia Gusma Hendra dan Elsa Azzahraita




Penandatanganan PKS FDIKOM UIN Jakarta dengan Afiliasi Mandiri Haji dan Umrah (AMPUH), Senin (8/2).

Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Jakarta bekerjasama dengan Afiliasi Mandiri Haji dan Umrah (AMPUH) menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS)  di ruang meeting lantai 2 FDIKOM UIN Jakarta pada Senin (8/2).

Acara ini  dihadiri oleh Ketua DPP AMPUH, Abdul Aziz, Kabid PHU Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta, Tabroni, Kasi Pembinaan Haji Bidang PHU Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta, Syamsudin, Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama UIN Jakarta, Andi M. Faisal Bakti, Jajaran Dekanat Fdikom, Kaprodi Manajemen Dakwah, Sugiharto serta beberapa Dosen  yang termasuk tim sertifikasi haji.

Andi M. Faisal Bakti mengatakan tujuan mengadakan kerja sama antara FDIKOM dengan AMPUH adalah untuk menindak lanjuti kegiatan pemerintah dalam melatih Dosen FDIKOM dan civitas akademik terkait  sertifikasi pembimbing pembina haji dan umrah.

Wakil Dekan FDIKOM bidang Kemahasiswaan, Cecep juga memaparkan bahwa AMPUH akan memberikan kontribusi dalam penyelenggaraan sertifikasi Haji dan Umrah dalam bentuk anggaran dan peserta. Dengan tujuan penguatan kedisiplinan dari mahasiswa dalam mengikuti praktikum di beberapa rektor di bawah asosiasi AMPUH.

“Kerja sama kegiatan sertifikasi antara pihak FDIKOM dan AMPUH ini sudah berangsur lima kali. Substansi dalam penandatanganan MoU tahun ini sama seperti tahun sebelumnya hanya berbeda secara pelaksanaan saja.  Tetapi tidak mengurangi dari sisi khidmat proses pembelajaran,” Ujar Cecep.

Ketua DPP AMPUH, Abdul Aziz menjelaskan, substansi dari kerja sama penandatangan PKS dengan FDIKOM ialah agar masyarakat dapat melaksanakan haji dan umrah sesuai tuntunan Rasulullah.

“Jadi substansi dari penandatanganan ini adalah upaya kita untuk memberikan keahlian dalam ibadah umrah dan haji untuk masyarakat haji yang lebih baik diantaranya adalah masyarakat dapat melaksanakan umrah dan haji sesuai dengan tuntunan rasulullah SAW.” Ujar Abdul Aziz.

Diharapkan kerjasama antara FDIKOM dengan AMPUH ini dapat berlanjut dan segera terealisasi, sehingga dapat membawa dampak positif bagi masyarakat.

Pelantikan ORMAWA FDIKOM 2021: Berkarya dan Bersinergi Membangun FDIKOM

Pelantikan ORMAWA FDIKOM 2021 : Berkarya dan Bersinergi Membangun FDIKOM

Fauzah Thabibah

Pelantikan ORMAWA FDIKOM 2021 secara virtual melalui Zoom Meeting, Selasa (2/2)

Senat Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu komunikasi (SEMA FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengadakan pelantikan Organisasi Mahasiswa (ORMAWA), SEMA, DEMA, dan HMPS FDIKOM UIN Jakarta masa bakti 2021, secara virtual melalui Zoom Meeting, Selasa (2/2).

Mengusung tema “Berkarya dan Bersinergi dalam Satu Komitmen”, acara pelantikan ini dihadiri oleh  para Wakil Dekan, Kepala Program Studi beserta Sekretaris Program Studi, Kepala Bagian beserta kepala Sub Bagian, Staf, Dosen, pengurus ORMAWA masa bakti 2019, dan pengurus baru ORMAWA masa bakti 2021 yang akan dilantik.

 Tsani Irsyadi, Ketua DEMA FDIKOM masa bakti 2019 berharap seluruh pengurus ORMAWA yang baru dapat meningkatkan produktivitas di masa pandemi.

“Saya mengharapkan kepada seluruh jajaran pengurus yang baru agar produktivitas dan program-program yang menyasar langsung kepada seluruh elemen mahasiswa  di tengah pandemi lebih digiatkan lagi, terlebih mahasiswa baru yang hari ini masih melaksanakan kuliah secara online. Ini menjadi tantangan terbesar bagi teman-teman di tengah pandemi, harus bisa beradaptasi,” tuturnya.

Ketua SEMA FDIKOM masa bakti 2019, Muhammad Khadafi dalam sambutannya berpesan agar seluruh jajaran kepengurusan yang baru tetap menjaga daya berpikir kritis sebagai mahasiswa sehingga nantinya dapat menjadi agen dalam melakukan pendobrakan, perubahan, dan pengabdi an kepada masyarakat.

“Nalar kritis teman-teman harus terus dibangun dan diasah. Kekritisan ini semakin hari terlihat semakin berkurang karena susahnya bertemu selama pandemi ini. Semoga teman-teman bisa menjadi agen-agen pendobrak, perubahan, dan pengabdi masyarakat yang baik, juga menjalankan seluruh cita-cita dari Tri Dharma Perguruan Tinggi” Ucap Khadafi.

Foto : Cecep Castrawijaya, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FDIKOM UIN Jakarta

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Cecep Castrawijaya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus ORMAWA masa bakti 2019 yang telah bersinergi membangun FDIKOM ini. Ia juga berharap, pengurus yang baru dapat membuat program-program  yang disesuaikan dengan kondisi yang ada dengan tetap terorganisir dan berkoordinasi kepada fakultas.

“ Mudah-mudahan apa yang sudah Anda lakukan dapat memberikan amal sholeh bagi kita semua dan bermanfaat  sebagai pengalaman Anda dimasyarakat nanti dalam rangka membina dan membangun bangsa dan negara  yang kita cintai,” ujarnya.