Studium General Manajemen Dakwah : Ciptakan Mahasiswa Berjiwa Islamic Entrepreneurship

Studium General Manajemen Dakwah : Ciptakan Mahasiswa Berjiwa Islamic Entrepreneurship

Reporter Salsabila Putri Azzahro; Editor Syaifa Zuhrina

Pemaparan narasumber terkait perkembangan entrepreneurship. (DNK TV/ Muhammad Alfa Rezi)

Program Studi (Prodi) Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta menyelenggarakan acara Studium General bertema “Perkembangan Entrepreneurship di Sektor Ekonomi Syariah dan Keuangan Sosial Islam” pada Selasa (21/6) di ruang teater lantai 2 gedung Fdikom UIN Jakarta.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan Fdikom, Suparto, Kepala Program Studi (Kaprodi) Manajemen Dakwah, Sugiharto, serta para narasumber ternama meliputi Direktur Utama PT Alfa Tours, Alfa Edison Haji, GM Pemberdayaan dan Pengembangan Zakat Dompet Dhuafa, Suheng Sri Widodo, Branch Manager BSI KCP UIN Jakarta, Defni Febrian, serta jajaran mahasiswa Manajemen Dakwah.

Dekan Fdikom, Suparto memaparkan pentingnya urgensi diadakannya kegiatan Studium General. Menurutnya, ini merupakan salah satu media untuk meningkatkan aspek keahlian secara spesifik serta dapat menghubungkan antara disiplin ilmu dan perkembangan zaman.

“Studium General atau kuliah umum itu adalah upaya fakultas untuk mengajak mahasiswa dan dosen untuk catching up dan responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan isu-isu kekinian yang terkait dengan disiplin progran studi. Dan Studium General ini adalah kegiatan yang memang disediakan untuk seluruh program studi yang merupakan disiplin ilmu di Fdikom,” tegas Suparto.

Para mahasiswa sedang memperhatikan paparan dari narasumber. (DNK TV/ Muhammad Alfa Rezi)

Kaprodi Manajemen Dakwah, Sugiharto memaparkan bahwa kegiatan ini merupakan program tahunan yang wajib dilaksanakan oleh program studi karena sudah tercantum dalam Rencana Bisnis Anggaran (RBA).

“Program seperti Studi General, Workshop, dan Seminar Nasional itu memang dilaksanakan setiap tahun, karena merupakan program tahunan. Dan ini berlaku untuk semua program studi di UIN,” tuturnya saat diwawancarai langsung pada Selasa (21/6).

Dalam paparan materinya, Alfa Edison Haji menjelaskan bahwa anak muda itu harus mempunyai mimpi. Jika ingin menghendaki sesuatu harus diiringi dengan niat yang kuat untuk membangkitkan semangat dalam berwirausaha.

“Tentu harus ada motivasi, membaca dan sering melihat pengalaman orang yang sukses itu seperti apa. Stimulus dari hal hal seperti itu nanti akan bertemu jalurnya. Tapi betul betul harus dicari passionnya dan ditumbuhkan oleh generasi muda sekarang. Harus banyak baca, harus banyak melihat, harus diikuti dan belajarlah dari situ,” jelasnya.

Ia juga berharap kepada generasi muda agar dapat menumbuhkan semangat untuk mengemban jiwa entrepreneurship dalam dirinya.

Salah satu peserta kegiatan, Fairuz Syafa’atur mengatakan kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang memilih konsentrasi studi sesuai pilihannya. Ia mengaku setiap narasumber telah menyampaikan materi dengan sangat baik dan mudah dimengerti. Fairuz juga berharap para mahasiswa dapat termotivasi serta membawa dampak baik bagi ke depannya.

Industri Ekonomi Syariah di Era Digitalisasi

Industri Ekonomi Syariah di Era Digitalisasi

Reporter Amanda Agnes Kasfillah; Editor Elsa Azzahraita

Rektor UIN Jakarta Amany Lubis menyampaikan sambutan.
Sumber: DNK TV-Amanda Agnes

Komando Resimen Mahasiswa Jayakarta Satuan “Wira Dharma” UIN Syarif Hidayatullah  Jakata menggelar Webinar Nasional secara virtual melalui video teleconference yang bertajuk ‘Industri Ekonomi Syariah di era Digitalisasi sebagai Solusi Meningkatkan Kembali Perekonomian Indonesia’,  pada Sabtu (11/9).

Webinar ini dihadiri oleh  Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, dan dibuka langsung oleh Rektor UIN Jakarta Amany Lubis, serta hadir beberapa narasumber, diantaranya Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi Islam UIN Jakarta M. Nur Rianto Al Arif, Komisaris Indepen BSI Muh. Arief Rosyid Hasan, dan Investment Specialist, PT Indo Premier Sekuritas Peni Rahmadani.

Melihat kemajuan teknologi 4.0 secara global, era digitalisasi akan menghilangkan  sekitar 1-1,5 miliar pekerjaan sepanjang tahun 2015-2025, karena digantikannya posisi manusia dengan mesin otomatis. Tentunya hal tersebut dapat berpengaruh kepada perekonomian Indonesia.

Berbicara mengenai perekonomian saat ini terlebih di masa pandemi, ekonomi syariah di Indonesia berkembang pesat, bahkan telah menduduki peringkat atas dunia.

“Terbukti, keuangan syariah Indonesia tumbuh positif selama 2020. Posisi Indonesia dalam ekonomi dan keuangan syariah menduduki peringkat ke-4 pada Global Islamic Economy Indicator 2020/21, meningkat dimana sebelumnya Indonesia berada pada posisi ke-5.“ ujar Arief Rosyid Hasan.

Salah satu arah kebijakan sektor jasa keuangan syariah ke depan ialah peningkatan inklusi keuangan guna mengoptimalisasikan pengembangan produk unik syariah yang berdaya saing tinggi dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Peserta webinar sedang mendengarkan materi mengenai perkembangan ekonomi syariah di Indonesia.
Sumber: DNK TV-Amanda Agnes

Webinar ini juga membahas mengenai saham syariah dan pasar modal syariah. Seperti diketahui, prinsip syariah ialah usaha yang halal, tidak mengandung mudharat, tidak ada unsur riba.

“Beberapa keuntungan dari investasi diantaranya adalah keuntungan investasi dari selisih harga beli dan jual serta keuntungan investasi dari pembagian keuntungan dari perusahaan” tutur Peni Rahmadani.

Diharapkan di era digitalisasi saat ini, seluruh masyarakat dan generasi muda dapat berperan aktif dalam meningkatkan perekonomian di Indonesia, terlebih dalam mendukung kemajuan ekonomi syariah.