Siap-Siap Perubahan Aturan dalam Perpajakan

Siap-Siap Perubahan Aturan dalam Perpajakan

Reporter Amelia Putri; Editor Ahmad Haetami

Pemerintah bersama DPR sepakati RUU Harmoniasi Peraturan Perpajakan
Sumber: Dokumentasi Kementerian Ekonomi RI

Rancangan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (RUU HPP) yang digadang-gadang Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menguatkan reformasi administrasi perpajakan ini telah disepakati oleh pemerintah dan DPR RI dan  akan dilaksanakan pada 1 Januari 2022 mendatang.

Hal-hal yang akan mengalami perubahan di antaranya implementasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai NPWP untuk Wajib Pajak (WP) orang pribadi, memperkuat posisi Indonesia dalam kerjasama internasional, dan memperkenalkan ketentuan mengenai tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) final.

Selain itu, faktor kunci dalam optimalisasi penerimaan pajak yaitu perluasan basis pajak juga akan dapat diwujudkan melalui pengaturan kembali tarif Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi dan badan, penunjukan pihak lain untuk melakukan pemotongan, pemungutan, penyetoran, dan atau pelaporan pajak, pengaturan kembali fasilitas PPN, kenaikan tarif PPN, implementasi pajak karbon dan perubahan mekanisme penambahan atau pengurangan jenis Barang Kena Cukai.

Kebijakan ini memicu penolakan dari berbagai pihak. Salah satunya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menolak kenaikan PPN dari 10% menjadi 12%  dan PKS juga tidak setuju jika jasa kesehatan, pendidikan, pelayanan sosial bahkan kebutuhan pokok akan kena biaya tarif pajak. Selain itu, PKS menolak pengenaan pajak karbon sebagai wajib pajak pribadi.

Sedangkan Menteri Keuangan Sri Mulyani, menyatakan RUU HPP ini sengaja disusun oleh pemerintah untuk meningkatkan skala perekonomian Indonesia ke depan. Mulyani juga mengeklaim bahwa RUU HPP ini melindungi rakyat kecil dan pelaku usaha kecil menengah (UKM).

Ilustrasi penghitungan pajak
Sumber: Istockphoto.com

RUU ini pun turut menjadi perbincangan di kalangan Mahasiswa. Salah satunya mahasiswa Ekonomi UIN Jakarta Faruq Dhiyaulhaq,  mengatakan jika RUU HPP ini direalisasikan akan menjadi kabar baik bagi negara dan pengaturan pajak akan menjadi lebih optimal.

“Menurut saya wajar jika setiap ada kebijakan baru ada saja yang kontra. Namun, RUU HPP tujuannya sudah bagus, apalagi di masa pandemi. Indonesia tidak boleh kehilangan target sama pembangunan yang belum tercapai. Dan tentang penambahan layer pajak bagi orang kaya itu saya setuju, karena memang  butuh regulasi di situ.”

Hal lain disampaikan oleh mahasiswa Ekonomi UIN Jakarta Alif Riawan, yang menilai bahwa di balik sisi positif RUU HPP yang memberikan ruang luas bagi para pengusaha untuk berkembang, terdapat beberapa hal negatif yang bisa memberatkan masyarakat.

“Sebenarnya RUU HPP ini ditujukkan untuk memajukan perekonomian Indonesia yang masih tahap berkembang, jadi RUU HPP ini merupakan strategi jangka panjangnya. Namun, ada beberapa hal yang cukup memberatkan buat masyarakat, seperti hal-hal pokok yang seharusnya tidak kena pajak malah dikenakan pajak, di antaranya barang pokok, pendidikan, kesehatan dan masih banyak lagi. Lalu, Pajak Penghasilan (PPh) juga naik tentunya hal ini bakal memberatkan para pekerja karena penghasilan mereka yang dipotong pajak akan makin besar,” ungkapnya.

Industri Ekonomi Syariah di Era Digitalisasi

Industri Ekonomi Syariah di Era Digitalisasi

Reporter Amanda Agnes Kasfillah; Editor Elsa Azzahraita

Rektor UIN Jakarta Amany Lubis menyampaikan sambutan.
Sumber: DNK TV-Amanda Agnes

Komando Resimen Mahasiswa Jayakarta Satuan “Wira Dharma” UIN Syarif Hidayatullah  Jakata menggelar Webinar Nasional secara virtual melalui video teleconference yang bertajuk ‘Industri Ekonomi Syariah di era Digitalisasi sebagai Solusi Meningkatkan Kembali Perekonomian Indonesia’,  pada Sabtu (11/9).

Webinar ini dihadiri oleh  Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, dan dibuka langsung oleh Rektor UIN Jakarta Amany Lubis, serta hadir beberapa narasumber, diantaranya Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi Islam UIN Jakarta M. Nur Rianto Al Arif, Komisaris Indepen BSI Muh. Arief Rosyid Hasan, dan Investment Specialist, PT Indo Premier Sekuritas Peni Rahmadani.

Melihat kemajuan teknologi 4.0 secara global, era digitalisasi akan menghilangkan  sekitar 1-1,5 miliar pekerjaan sepanjang tahun 2015-2025, karena digantikannya posisi manusia dengan mesin otomatis. Tentunya hal tersebut dapat berpengaruh kepada perekonomian Indonesia.

Berbicara mengenai perekonomian saat ini terlebih di masa pandemi, ekonomi syariah di Indonesia berkembang pesat, bahkan telah menduduki peringkat atas dunia.

“Terbukti, keuangan syariah Indonesia tumbuh positif selama 2020. Posisi Indonesia dalam ekonomi dan keuangan syariah menduduki peringkat ke-4 pada Global Islamic Economy Indicator 2020/21, meningkat dimana sebelumnya Indonesia berada pada posisi ke-5.“ ujar Arief Rosyid Hasan.

Salah satu arah kebijakan sektor jasa keuangan syariah ke depan ialah peningkatan inklusi keuangan guna mengoptimalisasikan pengembangan produk unik syariah yang berdaya saing tinggi dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Peserta webinar sedang mendengarkan materi mengenai perkembangan ekonomi syariah di Indonesia.
Sumber: DNK TV-Amanda Agnes

Webinar ini juga membahas mengenai saham syariah dan pasar modal syariah. Seperti diketahui, prinsip syariah ialah usaha yang halal, tidak mengandung mudharat, tidak ada unsur riba.

“Beberapa keuntungan dari investasi diantaranya adalah keuntungan investasi dari selisih harga beli dan jual serta keuntungan investasi dari pembagian keuntungan dari perusahaan” tutur Peni Rahmadani.

Diharapkan di era digitalisasi saat ini, seluruh masyarakat dan generasi muda dapat berperan aktif dalam meningkatkan perekonomian di Indonesia, terlebih dalam mendukung kemajuan ekonomi syariah.

Indonesia-China Resmi Gunakan Yuan untuk Transaksi Bilateral

Indonesia-China Resmi Gunakan Yuan untuk Transaksi Bilateral

Reporter Salsabila Saphira; Editor Aulia Gusma Hendra

Foto Bank Indonesia
Sumber: Google Imageinanto

Bank Indonesia (BI) dan People’s Bank of China (PboC) secara resmi memulai implementasi kerja sama penyelesaian transaksi bilateral dengan mata uang lokal atau Local Currency Settlement (LCS) antara Indonesia dan China, Senin (6/9).

Dikutip dari keterangan pers Bank Indonesia, kerangka kerja sama dimaksud meliputi, antara lain, penggunaan kuotasi nilai tukar secara langsung (direct quotation) dan relaksasi regulasi tertentu dalam transaksi valuta asing antara mata uang Rupiah dan Yuan.

United Overseas Bank Limited (UOB)mengumumkan, anak perusahaannya yakni UOB China dan UOB Indonesia menjadi bank yang ditunjuk untuk melaksanakan transaksi mata uang atau yang dikenal dengan appointed cross currency dealer (ACCD) untuk mata uang rupiah (Indonesia) (CNY/IDR).

Hal ini menjadi UOB sebagai Bank Singapura pertama yang menyandang status sebagai bank ACCD untuk mata uang CNY/IDR di China dan Indonesia. UOB China juga merupakan satu-satunya bank yang berkantor pusat di Singapura yang disetujui oleh People’s Bank of China (PBC) menjadi direct market maker untuk mata uang CNY/IDR.

Mata Uang China
Sumber: Thinkstock

Ekonom Makrokonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky menilai, penambahan negara mitra kerja sama akan membawa sentimen positif pada pergerakan nilai tukar rupiah, karena mengurangi ketergantungan terhadap dollar Amerika Serikat (AS).

“Berarti, ini juga menurunkan potensi volatilitas dari pergerakan dollar AS. Karena, kita bisa menggunakan mata uang lokal sebagai penyelesaian transaksi perdangangan dan investasi, dengan negara-negara yang memiliki kerja samaLCS ini,” ujar Riefky Senin, (6/9).

Belum lagi, China merupakan negara mitra dagang terbesar Indonesia. Dalam hal ini, bila perdagangan diselesaikan dengan mata uang Yuan maupun Rupiah, bisa meningkatkan volume perdangangan antara kedua negara.

Tak hanya itu, kesiapan pengusaha maupun bank-bank di negara masing-masing untuk berperan sebagai Appointed Cross Currency Dealer (ACCD) untuk menjalankan skema ini juga harus diperhatikan.

Penting juga, adanya kemudahan implementasi, sehingga pelaku usaha tidak kesulitan dalam menggunakan kerja sama ini dan menghasilkan keuntungan yang optimal.

Mahasiswi UIN Jakarta program studi Ekonomi Syariah, Firda Aulia mengatakan hal ini perlu dipertimbangkan lagi oleh Indonesia.

“Resmi berlakunya kerja sama antara Indonesia dan China dengan menggunakan mata uang China untuk pembayaran Internasional membuat Indonesia semakin bergantung kepada China, walaupun selama beberapa tahun belakangan rupiah melemah terhadap dollar, namun harus lebih diperhatikan lagi bahwasanya China semakin ingin menguasai perdagangan internasional khususnya Indonesia” ujarnya.

Firda juga menambahkan sudah banyak sekali investor-investor China kini bekerja sama dengan Indonesia. Maka dari itu sebenernya sangat perlu sekali pertimbangan untuk hal seperti ini, mengingat bahwa utang Indonesia pun sangat banyak sekali, jangan sampai China memanfaatkan keadaan untuk bisa menguasai perdagangan internasional.

Workshop Teknik Ecoprint, Menyokong Ekonomi Perempuan

Workshop Teknik Ecoprint, Menyokong Ekonomi Perempuan

Reporter Ika Selfiana; Editor Aulia Gusma Hendra

Kegiatan Workshop Teknik Ecoprint di Pelataran Fdikom, Selasa (4/5).
Sumber: DNK TV-Zidane

Tren ramah lingkungan kini tengah merambah dunia busana. Kain – kain dengan pewarna alam mulai diburu para konsumen. Peluang ini dimanfaatkan oleh dosen Fdikom UIN Jakarta dengan menggelar workshop mengenai teknik ecoprint di pelataran Fdikom UIN Jakarta pada Selasa (4/5).

Dosen Fdikom UIN Jakarta, Umi Musyarofah.
Sumber: DNK TV -Zidane

Dosen Fdikom, Umi Musyarofah mengatakan bahwa urgensi dari diadakannya kegiatan ini ialah untuk membantu perekonomian perempuan yang terdampak pandemi.

“Perempuan itu untuk punya tambahan kegiatan dimana menghasilkan ekonomi ada ketahanan ekonomi yang dikeluarkan atau diadakan oleh perempuan itu sendiri.” Ujar Umi

Pembimbing pengrajin ecoprint, Pupung menjelaskan bahwa teknik ini dilakukan dengan memanfaatkan alam sebagai bahan dasarnya.

“Kain ecoprint adalah kain yang dibuat dari warna – warna alam, pewarnanya juga dengan warna alam dari kayu – kayuan dan motifnya dari daun atau bunga.” Ujar pupung

Peneliti Balai Besar Kimia dan Kemasan Kementerian Perindustrian, Retno Yunilawati mengatakan bahwa kegiatan ini membawa dampak baik terhadap lingkungan dan perekonomian masyarakat.

” Pertama kegiatan ini untuk pemanfaatan bahan – bahan alam, mungkin  yang kedua pemberdayaan usaha – usaha mandiri di masyarakat sehingga nantinya akan berdampak pada perekonomian masyarakat.” Ujar Retno

Kegiatan ini disambut secara antusias oleh peserta workshop, karena dengan mengikuti kegiatan ini peserta dapat mengetahui cara memanfaatkan sesuatu barang yang tidak terpakai terutama kain.

Peserta workshop ecoprint, Farah mengatakan bahwa kegiatan ini sudah berjalan baik, karena materi dijelaskan secara detail dan sederhana sehingga dapat dipahami oleh kaum muda dan ibu – ibu.

“Harapannya semoga ecoprint ini bisa terus berkembang lagi, bisa dapat memajukan perekonomian di Indonesia. Apalagi ini dari segi kreatifnya menurut saya sudah sangat kreatif sekali apabila juga dilibatkan anak – anak muda itu sudah kreatif sekali.” Ujar farah

Memaksimalkan Ekonomi dengan Media Sosial

Memaksimalkan Ekonomi dengan Media Sosial

Reporter Annisa Nahwan; Editor Fauzah Thabibah

Salah satu pemateri dan EGGA (Emina Girl Gang Ambassador) di  Workshop Makeup ECONOWEEKS 2021

Emina dan Rodamas kembali mengadakan acara  Workshop Make Up ECONOWEEKS 2021 secara virtual melalui Zoom Cloud Meeting, pada Sabtu (24/4).

Acara ini bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang bagaimana memaksimalkan penggunaan media sosial, terutama dalam mengasah dan menambah kemampuan yang kita miliki.

Indonesia sendiri menjadi negara urutan ke-6 di dunia dengan pengguna media sosial terbanyak pada tahun 2019 lalu. Maka dari itu salah satu EGGA (Emina Girl Gang Ambassador), Annisa Riveliamemberikan kiat-kiat dalam memaksimalkan penggunaan media sosial.

Pertama, membuat akun dengan nama atau username yang mudah diingat. Hal tersebut memudahkan orang lain untuk mencari akun media sosial yang kita miliki. Buatlah media sosial yang kita miliki sekreatif mungkin melalui bakat atau kemampuan yang kita miliki.

Kedua, mematuhi peraturan yang ada di media sosial. Bukan hanya dalam kehidupan nyata, kehidupan di media sosial juga memiliki peraturan tersendiri, yang paling utama good attituade, dilanjut dengan confident, dan positive content.

Ketiga, jangan pernah menyerah atau berhenti untuk berkreasi karena terlalu mendegarkan argumentasi orang lain. Kita harus dapat mengubah prespektif menjadi sebuah motivasi, balas ucapan atau pandangan jelek orang lain dengan kebaikan. Kita tidak perlu selalu memenuhi ekspetasi orang lain, yang harus kita lakukan adalah memperbaiki diri kita. Seperti yang Annisa Rivelia katakan ‘’Do not hesitate to trying on what you’re passionate about. Just do it constantly, lightly yet whole heartedly’’ .

Keempat, dalam media sosial seperti instagram, kita dapat memanfaatkan instastory untuk memiliki jangkauan akun yang lebih luas dengan share QnA, atau pun dengan membalas komentar dari followers.

Kelima, kita juga dapat menggunakan tagar untuk memperbanyak reaksi dari orang banyak. Namun, penggunaan tagar tetap memiliki batas maksimal dalam tiap unggahan yaitu 5 tagar.

Terakhir, kita juga harus konsisten terhadap konten yang akan kita buat dengan menjaga mood. Apabila bosan dengan konten yang biasa dibuat, kita dapat mengubah konten agar lebih baru atau kreatif. Lihat referensi sebanyak-banyaknya dapat  menjadi cara lain untuk mengubah mood untuk membuat konten baru.