Pelantikan Pemimpin IKN, Dosen: Terburu-Buru

Pelantikan Pemimpin IKN, Dosen: Terburu-Buru

Reporter Ainun Kusumaningrun; Editor Latifatul Jannah

 

Pelantikan Bambang Susanto dan Dhony Rahajoe. (Instagram/@jokowi) 

Bambang Susanto dan Dhony Rahajoe resmi dilantik oleh Presiden Jokowi sebagai Kepala dan Wakil Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Pelantikan tersebut dilaksanakn pada Kamis (10/03) di Istana Negara Jakarta.  

Sebelum dilantiknya Bambang Susanto, Jokowi sempat mendiskusikan dengan DPR dan salah satu nama yang dijagokan yakni, Bambang Susanto. Isu ini pun mendapat respon dari TB Hasanuddin, ia menjelaskan dua syarat untuk memimpin IKN.  

“Siapa yang layak jadi Kepala Badan Otorita, tentu kalau yang tersirat dalam aturan perundang-undangannya adalah orang yang mampu membangun tahap awal, sebagai kepala badan membangun ibu kota tersebut,” kata Hasanuddin.  

Yang kedua, lanjutnya, setelah ibu kota dibangun nantinya, dia menjadi Kepala Pemerintahan, sehingga dua syarat itulah yang harus dipenuhi. 

Meninjau dari kedua syarat ini, Jokowi menyebut rekam jejak Bambang Susanto sebagai lulusan ITB di bidang sipil infrastruktur dan juga bidang urban planning, ditambah pengalaman Bambang di bidang yang berkaitan dengan transportasi, finance hingga pengalamannya sebagai Vice President ADB sesuai dengan apa yang dibutuhkan sebagai Kepala Otorita IKN. 

“Saya kira dari semua sisi ini lengkap, kemudian didukung Pak Dhony yang mempunyai pengalaman di bidang properti dari A-Z, sehingga akan gampang sekali beliau berdua berbicara dengan Pak Suharso untuk sisi perencanaannya,” jelas Jokowi dalam Kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (10/3). 

Momen pelantikan pemimpin Otorita IKN, Kamis (10/03). (Instagram/@Sibranisofian)  

Bambang menyatakan dirinya mulai dihubungi pihak istana sekitar dua minggu yang lalu. Kemudian kemarin Bambang resmi menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya di ADB. 

Bambang sendiri mengaku ia baru awal minggu ini tiba di Indonesia dan langsung dihadapkan untuk mempelajari semua dokumen terkait IKN. Oleh karena itu ia mengaku belum sempat merespon berbagai pesan yang berisi pertanyaan dari media kepada dirinya.  

Menanggapi dilantiknya Bambang dan Dhony, mahasiswa Ilmu Politik UIN Jakarta, Ibrahim Maulana mengatakan bahwa dilantiknya Bambang dapat dikatakan cocok untuk perkembangan IKN.  

“Sosok Bambang Susanto ini kan jago masalah perencanaan infrastruktur dan transportasi. Bahkan pada tahun 2010-2014 zaman Kabinet Indonesia Bersatu II ia menjabat jadi Wamen (Wakil Menteri) Perhubungan. Jadi ya, cocok untuk IKN apalagi nantinya banyak pembangunan yang harus dilakukan di sana,” ungkap Ibrahim 

Salah satu Dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom), Syahirul Alim menyatakan bahwa penunjukan Bambang Susanto terkesan terburu-buru.  

“Penunjukan Bambang Susanto sebagai pemimpin IKN tentu saja seperti tergesa-gesa disaat proses uji materil UU No. 3 tahun 2022 masih belum selesai. Saya kira track record para pimpinan IKN yang baru saja dilantik memang memiliki sejumlah pengalaman di bidang pemerintahan yang mungkin tak akan menjadi persoalan.” 

“Saya pribadi tidak mempersoalkan mengenai pengangkatan pimpinan IKN ini, namun kajian yang belum tuntas mengenai pemindahan ibu kota seolah-olah memberikan nuansa politik yang semakin terasa, khususnya di tengah wacana pemilu yang akan diundur sejalan dengan isu perpanjangan masa Presiden 3 periode karena alasan pandemi. Saya tidak melihat sosok pemimpin IKN, tapi yang lebih penting bagaimana soal IKN ini tidak berbenturan dengan UUD 1945,” lanjut Syahirul.

Vaksinasi Dosen – Mahasiswa, Paristiyanti: Kuliah Tatap Muka akan Berjalan

Vaksinasi Dosen – Mahasiswa, Paristiyanti: Kuliah Tatap Muka akan Berjalan

Reporter: Aulia Gusma Hendra; Editor Redaksi: Nur Arisyah Syafani

Ilustrasi vaksinasi

Vaksinasi Covid-19 di Indonesia sudah berlangsung sejak awal 2021. Presiden RI, Joko Widodo menjadi orang pertama yang disuntikkan vaksin.

Vaksinasi dilanjutkan untuk tenaga medis yang tergolong rentan terpapar virus. Kemudian, vaksinasi untuk lansia, awak media, dan atlet. Tahap selanjutnya vaksinasi difokuskan untuk para tenaga pendidik.

Presiden Joko Widodo mengatakan Dosen termasuk salah satu kelompok prioritas penerima vaksin. Agar kegiatan perkuliahan di kampus dapat berjalan di tengah pandemi.

“Tenaga pendidik, salah satunya adalah dosen menjadi prioritas agar wacana pendidikan tatap muka dapat dilakukan” ungkap Jokowi.

Mahasiswa juga mendapatkan vaksinasi pada tahap ini. Vaksinasi corona untuk mahasiswa dan dosen akan berlangsung  pada Maret sampai Juni mendatang. Hal ini dibenarkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Paristiyanti Nurwardani.

Paris mengatakan antar menteri sedang menyiapkan surat keputusan bersama (SKB) terkait vaksinasi untuk mahasiswa, dosen, tenaga pendidik, dan pegawai kementerian.

“Sesuai arahan Pak Presiden, Menteri menyiapkan PTM (pembelajaran tatap muka) bulan Juli dengan tetap mematuhi protokol kesehatan 5M. Sehingga akan ada waktu transisi PTM dengan protokol 5M” Kata Paris melalui pesan singkat pada Sabtu (6/3).

Paris juga menambahkan bahwa kegiatan belajar tatap muka untuk pendidikan tinggi akan berjalan dengan memenuhi kuota 25-50 persen kapasitas gedung.