Rewind Indonesia 2021, Netizen: Terharu

Rewind Indonesia 2021, Netizen: Terharu

Reporter Diva Raisa Zananda; Editor Aulia Gusma Hendra

Poster Rewind Indonesia 2021
Sumber: Warta Sidoarjo

Tiap tahun mulai dari tahun 2014, konten kreator Indonesia membuat satu video yang berisi kumpulan-kumpulan peristiwa yang viral pada tahun tersebut.

Pada tahun ini, Rewind Indonesia 2021 disutradarai oleh Chandra Liow dan Aulion,  mempersembahkan Rewind Indonesia 2021 yang dikemas dalam bentuk video performance.

Berdurasi sepanjang 20 menit. Didalam video performance ini Rewind Indonesia 2021 juga menggambarkan berbagai prestasi anak bangsa yang diperolah pada tahun ini. Rewind Indonesia 2021 menampilkan artis, kreator, atlet, hingga tokoh yang penting dan ikonik sepanjang tahun ini untuk memberikan edukasi dan pesan penting dari berbagai peristiwa tersebut.

Tema Rewind Indonesia tahun ini bernuansa hutan ditambah dengan paduan suara. Adinia Wirasati sebagai Ibu pertiwi, sangat mendalami perannya. Serta para youtuber lain yang meragakan sesuai konten yang mereka kuasai.

Mahasiswa jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fdikom UIN Jakarta Hendry Hermawan mengaku sudah menonton YouTube Rewind ini. Ia berpendapa isi dari video performance ini, Rewind Indonesia 2021 menggambarkan tahun 2021 yang penuh dengan tren dan peristiwa baru yang terjadi di Indonesia, mulai dari pendidikan dan lingkungan hingga peran anak muda dalam perubahan dan kemajuan.

Video Performance Rewind Indonesia 2021
Sumber: YouTube/ Indonesian YouTubers

“Bisa kita lihat pula bahwa Rewind Indonesia 2021 salah satunya menggambarkan kondisi hari ini yang dibenturkan dengan pandemi, sehingga berbagai permasalahan dan solusi kerja keras dihadirkan dalam film tersebut, mulai dari tim medis yang mencoba bekerja keras untuk menjaga dan membangkitkan pasiennya dengan diiringi lagu “Ibu Pertiwi” yang membuat saya terharu”  Ujar Hendry.

Para netizen Indonesia puas akan karya Chandra Liow, Aulion dan tim lainnya. Video ini baru diunggah kurang dari 24 jam dan sudah mencapai angka 4 juta penonton di YouTube.

Eternals: Ketika Marvel Bicara Krisis Eksistensi

Eternals: Ketika Marvel Bicara Krisis Eksistensi

Reporter Anggita Fitri Chairunisa; Editor Ahmad Haetami dan Taufik Akbar Harefa

Eternals
Sumber: Marvel Studios

Film “Eternals” yang diadaptasi dari komik terbitan Marvel pertama kali pada tahun 1976 ini disutradarai oleh Chloe Zhao. Kita diperkenalkan dengan sejumlah tokoh superhero baru di Marvel Cinematic Universe (MCU).

Film “Eternals”mengisahkan sekelompok ras alien abadi yang disebut Eternals. Mereka diutus ke bumi pada tahun 5000 sebelum masehi oleh penciptanya, yaitu Prime Celestial Arishem. Ini dilakukan agar mereka bisa melindungi umat manusia dari ancaman ras Deviants yang merupakan musuh mereka. Setelah memusnahkan semua Deviants, tiap anggota Eternals pun hidup tenang di bumi, sampai akhirnya Deviants kembali menyerang.

Eternals mengambil latar waktu setelah “Avengers: Endgame” berlangsung pada era modern ketika para Deviants muncul kembali. Di sepanjang film kita disajikan adegan flashback pada masa awal penciptaan Eternals dan perjuangan mereka melawan Deviants di masa lalu. Setiap momen flashback tersebut berkaitan dengan konflik yang sedang berlangsung pada latar waktu utamanya.

Alur cerita maju-mundur ini bisa dibilang sedikit kompleks dan berbeda dengan film MCU pada umumnya.

Di film ini, kita diperkenalkan dengan 10 anggota Eternals. Terbagi atas lima Eternals pemikir dan lima Eternals petarung. Eternals pemikir adalah Sersi (Gemma Chan), Ajak (Salma Hayek), Sprite (Lia McHugh), Phastos (Brian Tyree Henry), dan Druig (Barry Keoghan). Sedangkan, Eternals petarung adalah Ikaris (Richard Madden), Thena (Angelina Jolie), Kingo (Kumail Nanjiani), Makkari (Lauren Ridloff), dan Gilgamesh (Ma Dong Seok).

Bak dewa-dewi, kesepuluh Eternals memiliki kekuatan yang sangat besar. Mereka membantu manusia dalam melawan Deviant bahkan turut membantu perkembangan peradaban manusia. Setiap karakter memiliki ciri khas tersendiri, yang sayangnya tidak mendapatkan porsi yang setara. Pengenalan karakter dari setiap Eternals terasa kurang mendalam sehingga penonton tidak memiliki kedekatan secara emosional dengan setiap karakter.

Kurang mendalamnya pengenalan setiap karakter di film ini terjadi karena langsung ditampilkannya 10 tokoh secara sekaligus. Selain itu, bagi penonton Indonesia, faktor itu juga terjadi karena adanya pemotongan adegan yang berkaitan dengan keintiman hubungan beberapa karakternya. Padahal adegan tersebut adalah unsur yang cukup penting terhadap konflik serta emosi para tokoh.

Potongan scene Eternals
Sumber: Marvel Studios

Eternals menyuguhkan sinematografi yang apik dan megah. Bahkan, Eternals layak dinobatkan sebagai film MCU dengan visual yang paling indah. Hal itu dikarenakan pemilihan lokasi syuting pemandangan alam asli, bukan di studio. Pemandangan gunung dan hamparan pasir gurun yang indah berhasil menunjukkan sisi terbaik planet bumi dan sukses memanjakan mata penonton.

Konflik yang terjadi di antara para Eternals menunjukkan krisis kepercayaan yang menarik. Konflik yang terjadi pada Eternals berfokus pada relasi rumit mereka dengan Celestials selaku “Tuhan”. Sebagai utusan Celestial Arishem, Eternals harus selalu tunduk dan percaya pada rencana Arishem. Eternals tidak diperbolehkan untuk ikut campur permasalahan manusia kecuali yang berhubungan dengan Deviants. Namun, dikarenakan Eternals telah hidup ribuan tahun dengan manusia, ketika melihat manusia dalam bahaya Eternals pun berempati dan ingin membantu. Celestials sangat menentang hal tersebut, khawatir manusia menjadi manja dan evolusi peradaban melamban. Hal tersebut menyulut perdebatan internal sehingga Eternals terpecah menjadi dua kubu, pro-Celestials dan anti-Celestials.

Konflik yang mereka alami menggambarkan krisis kepercayaan dan bahkan krisis eksistensial. Chloe Zhao memperlakukan pendekatan itu dengan apik. Setiap keputusan dan argumen yang diambil oleh Eternals sama-sama memiliki kebenaran di dalamnya.

Pada intinya, Eternals adalah cerita di mana para pahlawan super yang mengalami krisis keyakinan dan eksistensi keberadaan mereka mencoba memahami apa artinya menjadi pahlawan super.

Voice of Baceprot: Band Metal Asal Garut yang Mendunia

Voice of Baceprot: Band Metal Asal Garut yang Mendunia

Reporter Diva Raisa Zananda; Editor Tiara  Juliyanti Putri

Member Voice of Baceprot
Sumber: medcom.id

Voice of Baceprot (VOB) atau “Baceprot” yang berarti berisik dalam bahasa sunda, tersusun dari tiga perempuan yang sebaya, yaitu Firdda Marsya Kurnia sebagai vokal dan gitar, Euis Siti Aisyah sebagai pemain drum, dan Widi Rahmawati sebagai pemain bass.  Mereka memulai perjalanan musiknya sejak duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah (MTS) yang dipersatukan oleh ekskul teater di sekolahnya.

Pada awalnya ketika di kelas, Siti suka memukul meja seakan akan itu alat musik perkusi, dialuni nyanyian dari Marsya. Karena tindakan kedua gadis tersebut mereka sering dipanggil guru Bimbingan Konseling (BK) yang kerap dipanggil Abah oleh mereka bertiga. Keluar masuk BK membuat Siti, Marsya, dan Widi semakin akrab dengan Abah, karena abah melihat ada potensi dari mereka bertiga kemudian tiga gadis tersebut belajar bersama perihal musik yang didampingi oleh Abah, dimulai dari ketidak tahuan tentang musik sampai menjadi hebat seperti sekarang.

Pernah mereka bertiga sedang melihat-lihat laptop Abah dan menemukan lagu Toxicity oleh Band Heavy Metal, System of a Down. Dari lagu itu mereka bertiga mencoba untuk meng-cover lagu itu dan merasa cocok memainkan lagu ber-genre metal. Dari situ mereka menyusun Band ber-genre metal yang dinamakan VOB pada tahun 2014.

Tahun 2015 mereka viral di YouTube membawakan lagu Rage Against The Machine yang membuat mereka semakin dikenal orang-orang. Setelah itu mereka juga meng-cover lagu Slipknot, Metallica, dan Red Hot Chilli Peppers, yang diunggah ke sosial media.

Orang tua ketiga gadis tersebut tidak setuju dengan mereka memainkan alat musik bergenre nge-rock, keluarganya lebih menginginkan mereka bertiga menjadi anak santriwati pada umumnya. Tetapi sejak mereka tayang di salah satu televisi tanah air keluarga ketiga gadis tersebut yakin kalau memang ini passion mereka.

Debut Single pertama mereka diciptakan pada 2018 yang bernama School Revolutions yang mencapai 1,1 juta penonton di YouTube, dan lagi single terbaru mereka adalah God Allow Me (Please) to Play Music (2021) yang baru saja di rilis 3 minggu yang lalu dan sudah mencapai hampir 600 ribu penonton di YouTube.

VOB bermain di LokaLaku Festival, Garut 2019.
Sumber: Instagram-@voiceofbaceprot

Dalam unggahan terbarunya di Instagram Voice of Baceprot (VoB) mengeluarkan pengumuman bahwa VoB akan melakukan tur musiknya di 8 kota Eropa di akhir tahun 2021. Sebelumnya VoB sudah mengumumkan bahwa mereka terpilih untuk tampil di acara Wacken Open Air 2022, Jerman.

Sering kali mereka mengikuti konser online maupun offline, pernah juga konser di bangkok secara offline. VOB akan manggung di salah satu Festival Band Metal terkenal yaitu Wacken di Eropa, yang dihadiri salah satu band metal ternama dan yang menginspirasi VOB, Slipknot. Mereka juga dikabarkan akan mengadakan tour seputar Eropa yang dinamakan “Fight Dream Believe: European Tour 2021” di 8 kota di 4 negara yaitu Belgia, Belanda, Prancis, serta Swiss.

Salah satu mahasiswa UIN Jakarta yang tergabung dalam Komunitas Kreasi dan Seni Musik (Kontras) mengaku kagum pada VOB.

“Saya salut dan sangat mengagumi mereka (VOB)  karena grup band ini berani tampil beda dengan hijab serta musiknya yang cukup menggugah. Saya juga sering melihat grup band ini di sosial media dan platform lainnya seperti TikTok dan Instagram.”

BTS Utusan Korea Selatan Suarakan Generasi Muda

BTS Utusan Korea Selatan Suarakan Generasi Muda

Oleh Jahra Nur Fauziah; Editor Ahmad Haetami

BTS di Sidang Umum PBB
Sumber: Instagram-@infobts.ina2

Grup musik asal Korea Selatan BTS kembali membawa gebrakan positif dan membuat para penggemarnya bangga akan mereka.

“Sebagai Army pastinya saya sangat bangga sekali, idola saya bisa menjadi bagian dari Sidang Umum PBB dan disebut sebagai aset Negara,” ujar penggemar BTS yang juga Mahasiswa UIN Jakarta, Mutiara.

Grup yang beranggotakan RM, Jin, Suga, J-hope, Jimin, V dan Jungkook ini diutus sebagai wakil Korea Selatan dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-76 pada Senin (20/9).

Ketujuh anggota BTS secara bergantian  menyampaikan pidato mereka tentang beberapa hal dari sudut pandang generasi muda dalam bahasa Korea di sidang tersebut. Mereka juga berpidato untuk membuka Sustainable Development Goals (SDGs) Moment of the Decade of Action.

Dalam pidatonya, BTS juga menyampaikan beberapa pesan, salah satunya tentang Covid-19. “Ini adalah waktu bagi kita untuk berduka, untuk hal-hal yang diambil Covid-19 dari kita. Sedikit banyak, itu juga waktu yang mengajarkan kita untuk menghargai setiap momen yang selalu kita anggap remeh,” ujar Suga.

Lain dari suga, J-hope mengajak untuk melihat pandemi Covid-19 ini dari sisi lain, ketika kebanyakan manusia menyadari perubahan kehidupan mereka, sebenarnya ada perubahan yang tidak disadari manusia, yaitu perubahan bumi.

“Kita semua mungkin setuju bahwa perubahan iklim adalah masalah mendesak yang harus ditangain, tapi ini tidak mudah untuk menyepakati apa yang diyakini sebagai tindakan terbaik,” ujar J-hope.

Momen foto BTS saat Sidang Umum PBB
Sumber: Twitter-@bts_bighit

Seorang anggota BTS lainnya, Kim Tae-Hyung, menambahkan, “Saya harap kita tidak hanya menganggap bahwa masa depan merupakan sesuatu yang kelam. Kita memiliki orang-orang yang sangat peduli dengan dunia dan sedang mencari jawaban-jawabannya. Masih ada banyak hal tersisa dalam perjalanan ini yang mengenai kita, dan saya kira kita seharusnya tidak bicara seakan-akan bagian akhir perjalanan ini telah ditulis.”

“BTS sebagai wakil Korea Selatan sangat memacu saya secara tidak langsung, sebagai anak muda pastinya kita mengharapkan suara kita dapat didengar dan bisa mewakili banyak orang, terlebih punya banyak karya yang turut dinikmati seluruh dunia, BTS seperti contoh nyata yang sempurna bahwa anak muda pun bisa,” kata Mutiara, dia juga berharap BTS tetap rendah hati dan tidak pernah melupakan Army.

Coldplay Ajak Jokowi Peduli Bumi, Mahasiswa: Menyadarkan Rakyat

Coldplay Ajak Jokowi Peduli Bumi, Mahasiswa: Menyadarkan Rakyat

Oleh Mukhammad Maulana Fajri; Editor Ahmad Haetami

Ilustrasi penyampaian respon dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo
Sumber: Instagram-@jokowi

Juru bicara Presiden Joko Widodo Fadjroel merespons ajakan kerja sama grup musik Coldplay kepada presiden untuk komitmen menjaga bumi dan bergabung bersama The Ban Ki-moon Centre. Ajakan tersebut disampaikan langsung melalui akun Twitter resmi milik Coldplay.

Meskipun Presiden belum memberikan sikap resmi terhadap ajakan tersebut namun Fadjroel menyatakan bahwa Presiden akan berkomitmen menyelamatkan bumi.

Fadjroel menyampaikan antara pemerintah dan The Ban Ki-moon Centre mempunyai tujuan yang sama.  Tujuan yang sama-sama diharapkan oleh keduanya yakni menjalankan program Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan.

Menurut dia, Presiden Jokowi memiliki komitmen kuat menuntaskan program SDGs. Dalam Sidang Dewan Ekonomi dan Sosial PBB, kata Fadjroel, Jokowi menyampaikan Indonesia berkomitmen mencapai target-target SDGs pada 2030 mendatang meskipun masih menghadapi pandemi Covid-19.

Grup musik Coldplay yang mengajak kerja sama kepada Jokowi
Sumber: Website-Dave Meyers

Ajakan kerja sama Coldpay dengan Presiden Jokowi menyita banyak perhatian dari masyarakat. Salah satu penggemar Coldplay  dan merupakan mahasiswa Bimbingan Penyuluhan Islam UIN Jakarta, Novia Noer Fitri Fitrah ikut bersuara berkaitan hal ini.

Novia menyatakan sikapnya sebagai seorang mahasiswa yang mendukung ajakan kerja sama untuk menjaga bumi. Menurutnya, persoalan ini bisa menyadarkan masyarakat Indonesia pentingnya menjaga Bumi. Akibat dari perubahan iklim dan kerusakan alam oleh manusia yang membuat kondisi perubahan iklim rusak. Novia mengajak masyarakat Indonesia khususnya generasi muda untuk bisa menjaga keadaan alam sekitar supaya kondisi bumi lebih baik lagi. “Coldplay sudah membantu secara tidak langsung buat menyadarkan rakyat Indonesia demi peduli bumi. Apalagi isu iklim ini sebenarnya cukup mendesak di Indonesia, terutama illegal logging sama pembakaran hutan demi kelapa sawit yang tidak terkendali. Saya pikir itu bisa membuat generasi muda dan tentunya penggemar Coldplay di Indonesia tambah peduli terhadap lingkungan,” ungkap Novia.

Met Gala 2021: Kostum Quannah Chasinghorse Angkat Isu Komunitas Adat

Met Gala 2021: Kostum Quannah Chasinghorse Angkat Isu Komunitas Adat

Oleh Amelia Putri;  Editor Tiara De Silvanita

Quannah Chasinghorse merepresentasikan suku Amerika.
Sumber: Vogue Magazine

Tahun ini di tengah  pandemi Met Gala kembali digelar pada senin (13/9) di Metropolitan Museum of Art di New York, AS. Perhelatan acara besar ini banyak dihadiri bintang Hollywood, para desainer, dan model yang memamerkan penampilan paling mewah untuk merayakan sekaligus menggalang dana di pameran The Metropolitan Museum of Art’s iCostume Institute.

Met Gala 2021 bertema American Independence. Banyak sederet artis maupun model memiliki interpretasi yang berbeda-beda tentang tema tersebut.

Seperti halnya dengan Converse All Stars milik co-chair Timothée Chalamet, detail mode seperti simbol Black Lives Matter Dari penghormatan patriotik hingga menghormati ikon dari AS, para selebriti menyampaikan pesan mereka dengan penuh gaya melalui kostum mereka.

Banyak selebriti yang keluar dari tema Met Gala dan hanya sekadar memberikan kesan mewah saja,  berbeda halnya dengan salah satu model yang merupakan asli penduduk suku Amerika, Quannah Chasinghorse.

Kostum Quannah Chasinghorse di Met Gala 2021, Senin (13/9).
Sumber: Vogue Magazine

Quannah mendapatkan komentar pujian bahwa ia memahami tugas dari perwakilan Amerika. Quannah mengenakan perhiasan tradisional Navajo ke acara tersebut, yang menurut perancangnya diberikan oleh bibinya.

Peter Dundas sebagai desainer Quannah merasa takjub bagaimana Quannah tetap mempertahankan kebudayaan tempat aslinya melalui dress yang  ia pakai.

“Saya suka bagaimana dia menjadikan warisannya sebagai bagian yang kuat dari identitas visualnya, yang saya sadari kita lewatkan dalam mode,” kata Dundas.

Menurut Quannah, penting baginya dan timnya untuk mencerminkan budaya Komunitas Adat.

“Sangat penting untuk mewakili dan membawa budaya Amerika yang otentik dan sejati ke tema tahun ini, karena budaya asli Amerika telah disesuaikan dan disalahartikan dalam mode berkali-kali,” ungkap Chasinghorse.

Quannah dan timnya mendesain dengan memberi penghormatan kepada budaya   suku Navajo melalui perhiasan dan potongan perak yang mencerminkan ikatannya dengan suku Navajo.

Quannah sendiri memiliki tatto tradisional yang nyentrik dimana garis-garis putus-putus di dagunya dan memanjang dari sudut matanya. Garis yang dilubangi dengan tangan disebut Yidįįłtoo, dan melambangkan peristiwa kehidupan. .

Mengingat standar acara Met Gala yang mewah maka tim maupun perancang dress milik Quannah sangat berkeja keras untuk menghasilkan sesuatu yang dapat mempresntasikan Amerika sesuai tema.

Pesan yang disampaikan Quannah melalui kostumnya telah berhasil memberikan inspirasi bagaimana kita harus mempertahankan kebudayaan dan perlu menunjukkan kepada dunia bahwa kehadiran masyarakat adat masih ada dan akan terus ada.

Kabar Baik! Film Lokal Naik Kancah Internasional

Kabar Baik! Film Lokal Naik Kancah Internasional

Reporter Ilham Balindra; Editor Tiara De Silvanita

Poster Film Seperti Dendam Rindu Harus Terbayarkan
Sumber: Instagram-@sepertidendamfilm

Toronto International Film Festival (TIFF) ke-46 memasukkan film asal Indonesia “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” pada kategori Contemporary World Cinema.

TIFF adalah Festival Film yang diadakan setiap tahunnya  di Kanada sejak 1976. TIFF ke-46 sendiri berlangsung dari tanggal 9-18 September 2021

Berangkat dari novel Eka Kurniawan, film ini menceritakan tentang pria bernama Ajo Kawir yang mencari maskulinitas karena masalah dalam dirinya yakni impotensi.

Edwin yang menjadi sutradara dalam film  ini namanya sudah malang melintang di perfilman Indonesia. Sebelumnya Ia pernah menjadi sutradara terbaik di Festival Film Indonesia 2017 dengan film berjudul “Posesif” dan masuk nominasi dalam kategori yang sama di tahun berikutnya dengan film “Aruna dan Lidahnya”.

Mahasiswa UIN Jakarta, Asep Sopian yang juga pengulas film dalam youtube Nontonlagi Channel berpendapat bahwa tidak mengherankan film ini masuk dalam festival-festival internasional, mengingat  film tersebut digarap oleh sutradara handal seperti Edwin .

“Untuk masuk TIFF terus Locarno Festival itu susah banget, buat masuk ke sana sebagai official selection saja susah, banyak persyaratan, filmnya juga harus benar-benar bagus. Berarti film ini sudah tidak perlu diragukan lagi kualitasnya,” ujarnya.

Sebelum mengumumkan bahwa film ini masuk dalam TIFF, dalam laman Instagram @sepertidendamfilm juga masuk dalam ajang Locarno Film Festival yakni festival film yang digelar secara tahunan di Swiss sejak 1946.

Pada Locarno Film Festival, film ini mendapatkan Golden Leopard yang diberikan kepada tim terbaik dalam kompetisi Concorso Internazionale.

Dinilai Lecehkan Indonesia, Drakor Racket Boys Dikritik Netizen

Dinilai Lecehkan Indonesia, Drakor Racket Boys Dikritik Netizen

Oleh Iis Suryani; Editor Elsa Azzahraita

Poster Drakor Racket Boys
Sumber: Pinterest

Serial Drama Korea Racket Boys mendapat kritik dari penonton Indonesia, setelah  adegan pada episode lima yang tayang pada Senin (14/6) lalu dinilai telah melecehkan Indonesia.

Netizen Indonesia mempermasalahkan  adegan yang menceritakan Han Se Yoon (Lee Jae In) tengah mengikuti turnamen bulutangkis internasional di Jakarta, Indonesia. Rumah produksi drama tersebut membuat pengaturan lokasi semirip mungkin dengan Istora Senayan Jakarta, bahkan sampai menggunakan figuran orang Indonesia sebagai pendukung tim tanah air.

Pada episode tersebut terdapat adegan ketika pelatih dari Korea Selatan, Fang (Ahn Nae Sang) mengeluhkan betapa tuan rumah diskriminatif terhadap atlet Se Yoon. Ia mengeluhkan betapa buruknya fasilitas tempat latihan penginapan yang diberikan panitia Indonesia. Pelatih tersebut berbicara seolah itu dilakukan sengaja untuk mengalahkan Se Yoon.

Selain itu adegan berikutnya adalah ketika Se Yoon berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan pemain dari Indonesia. Pendukung dari tim Indonesia yang mengenakan baju berwarna merah terlihat mengejek dan berteriak pada Se Yoon. Tindakan itu seolah menggambarkan supporter Indonesia tidak suportif.

Netizen Indonesia menganggap adegan-adegan itu memberi kesan buruk terhadap fasilitas dan supporter Indonesia. Merasa tersinggung dengan hal tersebut, netizen Indonesia menyampaikan protesnya dengan memenuhi kolom komentar unggahan terakhir SBS di akun Instagram @sbsdrama.official dengan sejumlah

Salah satu pencinta Korea Selatan, Fitria juga berpendapat bahwa ia sangat kecewa dengan hal tersebut.

“Aku kecewa sih pas nonton episode itu. Ini diluar ekspetasi aku. Sebelum Rocket Boys tayang, aku udah tau kalau katanya ada adegan yang di setting mirip Negara kita yah. Aku pikir itu bentuk apresiasi Korea ke rakyat Indonesia gitu, karena kan banyak rakyat Indonesia yang begitu menyanjung Korea Selatan. Eh ternyata engga. Malah jauh banget dari bayangan aku. Kecewa banget.” ucap Fitria saat diwawancarai tim DNK TV pada Jumat (18/6).

Fitria juga menambahkan bahwa ia berharap adanya permintaan maaf secara resmi dari SBS sebagai rumah produksi yang menayangkan drama tersebut kepada rakyat Indonesia. Ia juga meminta netizen Indonesia agar tetap bijak saat berkomentar.

“SBS memang sudah meminta maaf kepada rakyat Indonesia. Tapi, cuma dikolom komentar. Aku harap sih minta maafnya secara resmi. Bila perlu harus ada jumpa pers sebagai bentuk permintaan maaf. Sama buat rakyat Indonesia, khususnya netizen. Hati-hati kalo komentar. Kecewa boleh, tapi jangan sampai berlebihan. Entar yang ada itu malah jadi bukti kalo emang nyatanya rakyat Indonesia berperilaku buruk seperti itu.” imbuhnya.

BTS Meal Rilis, Army: Terima Kasih Driver Ojol

BTS Meal Rilis, Army: Terima Kasih Driver Ojol

Oleh Azzahra Syafiera Puteri; Editor Taufik Akbar Harefa

Personel BTS
Sumber: Twitter-@McDonalds

BTS Meal, menu kolaborasi Boyband Korea BTS dan McDonald’s resmi tersedia hari ini (9/6) diseluruh gerai McDonald’s di Indonesia mulai pukul 11.00 WIB.

Kolaborasi ini disambut antusias oleh ARMY (penggemar BTS), sebutan bagi penggemar BTS. Hal ini terlihat dari banyaknya driver ojek online (Ojol) mengantre di beberapa gerai Mcdonald’s di Indonesia. Tidak hanya itu, kehebohan menyambut menu special BTS Meal ini juga terjadi di media sosial, salah satunya adalah Twitter,  tagar #BTSMeal menjadi  tren nomor satu.

Sejumlah netizen pun berbagi pengalaman mereka memesan BTS Meal. Salah satu pengguna Twitter mengungkap driver ojol yang menerima pesanannya mengatakan bahwa antrean layaknya demo.

Terlihat pula cuitan dari ARMY yang menyemangati driver Ojol dan saling mengingatkan untuk memberikan beberapa tip untuk driver Ojol serta tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Halo, jika salah satu dari kamu memesan #BTSMeal, jangan lupa untuk memberikan tip untuk drivernya, dan setelah kamu membuka bungkusnya cuci tanganmu terlebih dahulu, stay safe!” tulis pengguna akun yang juga membagikan potret antrean driver ojol.

Salah satu cuitan ARMY dalam unggahan media sosial
Sumber: Twitter-@cherishamyy

Tak sedikit netizen yang ikut memberi komentar miring terhadap kolaborasi ini yang ada di Indonesia khususnya, karena melihat McD yang ramai di berbagai daerah di Indonesia, hingga cukup menyebabkan keramaian.

Keramaian yang terjadi berdampak pada gerai McD yang membatasi pesanan untuk BTS Meal karena pesanannya yang membludak. Salah satunya terjadi di gerai McDonald’s Solo.

“Kalau di mcd Solo, sementara di close order dulu untuk pesanan via aplikasi Mcdelivery dan drive thru, tapi yang pesan lewat gojek/grab tetap dilanjutin”, jelas Yunita, salah satu ARMY Solo.

Namun, terlepas dari itu dalam rangka kolaborasi ini, para ARMY membuat gerakan berbagi untuk para driver ojek online yang membantu mereka memesankan makanan tersebut sekaligus dalam rangka merayakan BTS Anniversary.

“Tanggal 13 Juni kita akan merayakan BTS Anniversary dan mulai 9 Juni, akan ada BTS Meal hasil kolaborasi BTS sama McDonald’s. Kali ini, mari kita berbagi untuk para driver ojol,” demikian keterangan akun @armyindonesiaa2.

“Yuk, rayakan BTS Anniversary dan kehadiran BTS Meal dengan berbagi makanan untuk para driver Ojol. Jadi, saat kita menikmati makanan itu di rumah, para Ojol juga menikmati makan siangnya. Kita semua jadi #MakanBarengARMY, deh,” lanjut keterangan tersebut.

Tidak hanya itu Army juga dengan serentak meramaikan tagar #ThankYouOJOL #SemangatOJOL #WePurpleYouMcD guna mengucapkan terima kasih kepada para driver  Ojol dan pihak McD yang berperan penting dalam pelaksanaan event kolaborasi ini.

Menu spesial kolaborasi antara McDonald’s dan BTS terdiri atas 9 buah Chicken Mc Nugget, French Fries, Saus Sweet Chilli, Saus Cajun, dan Medium Drink.

Harga satu paket BTS meal ini berkisar Rp 51.000,00 dan hanya dapat dipesan melalui drive thru, Mcdelivery, GoFood, GrabFood dan ShopeeFood.

Dalam akun twitter resmi McDonald’s Indonesia, dijelaskan bahwa tidak tidak ada tenggat waktu tertentu hingga kapan menu BTS Meal akan hadir di McDonald’s Indonesia. Ia menyampaikan bahwa BTS Meal akan tersedia di Indonesia selama persediaan masih ada.

Menanggapi penjelasan pihak McDonald’s Indonesia, para Army juga terlihat saling mengingatkan di media sosial untuk tidak melakukan panic buying walaupun merasa antusias, karena hal tersebut yang justru menimbulkan antrean hingga keramaian.

BTS Berikan Pesan Mendalam Lewat Lagu “Life Goes On”

BTS Berikan Pesan Mendalam Lewat Lagu “Life Goes On”

Felyona Febian

Video Klip BTS- Life Goes On (Sumber: YouTube.com/ Big Hit Labels)
Source: BTS – Life Goes On Official M

BTS atau Bangtan Boys merupakan boygroup asal Korea Selatan yang pasti sudah gak asing lagi nih dikalangan para penikmat musik khususnya K-Popers.

BTS merilis single terbaru berjul “Life Goes On” (20/11) yang ternyata memiliki pesan mendalam disetiap liriknya. Seperti menggambarkan kehidupan selama 2020 ini, yang penuh dengan ketidakpastian di tengah pandemi Covid-19.

Menuju penghujung tahun 2020, kita masih bertahan di tengah pandemi Covid-19 yang penularanya belum kunjung mereda dan belum memiliki kepastian kapan pandemi ini akan berakhir.

Dalam kondisi seperti ini, kita sebagai manusia harus terus mencoba untuk beradaptasi, menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Karena pandemi ini, hampir berdampak kepada seluruh elemen kehidupan mulai dari kesehatan, sosial hingga ekonomi.

Walau berat rasanya menjalani hari-hari yang tidak pasti, hidup tetap harus berjalan. Dalam lagu “Life Goes On” terkandung pesan yang menghibur lewat kenyamanan dan harapan, bahwa hidup harus terus berjalan meski dalam keadaan yang sulit.

Lagu yang berhasil masuk dalam tangga musik Billboard ini juga menggambarkan pesan lain melalui liriknya untuk kita yang sedang berjuang di masa pandemi ini, apa saja ya?

1. Semua Akan Baik-Baik Saja

Like an echo in the forest, the day will come back around, as if nothing happened, yeah, life goes on

Penggalan lirik ini memberi pesan bahwa meski di tengah pandemi yang tak pasti, dengan berbagai problematika yang ada, yakinlah semua akan baik-baik saja. Hari-hari sulit yang kamu lalui akan berganti dengan hari bahagia yang menunggumu, semuanya akan berlalu.

2. Kamu Tidak Berjuang Sendiri

Close your eyes for a moment, hold my hand, to the future, let’s run away

Lirik ini mengingatkan bahwa kamu tidak berjuang sendiri. Ada orang terdekatmu yang siap untuk menemanimu berjuang, mendukungmu untuk selalu bertahan, hang in there. Mereka memang tidak akan mengerti permasalahan yang kamu alami, tapi setidaknya mereka tidak akan membiarkan kamu menjalani semuanya sendiri.

3. Kegagalan Itu Biasa

Running faster than that cloud of rain, thought that would be enough, guess i’m only human after all

Pesan tersirat dalam lirik ini menggambarkan bahwa dalam menjalani hidup di tengah pandemi, pasti kita dihadapi dengan berbagai perubahan baru yang belum pernah kita jalani sebelumnya. Pada awal mencoba, mungkin ada kalanya kita gagal, meski kita rasa sudah berjuang setengah mati. Itu wajar, karena kita manusia, dan itulah salah satu proses menuju keberhasilan.

Ada pepatah yang mengatakan bahwa “kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda.”, dari kegagalan-kegagalan yang kita alami bisa dijadikan bahan pelajaran untuk meraih keberhasilan.

4. Tidak Apa Berhenti Sejenak (Asal Jangan Menyerah)

Stopped for now, but don’t hide in the shadow, only again, daylight will glow

Lewat lirik yang dinyanyikan oleh salah satu rapper BTS, J-hope, membawa pesan bahwa saat menjalani kehidupan, pasti ada masa dimana kita merasa lelah, dan ingin mengistirahatkan diri sejenak dari segalanya.

Jadi bahagia dan menjalani hidup juga butuh tenaga, tidak apa kamu berhenti setelah berlari sekuat tenaga, asal jangan menyerah dan putus asa. Setelah berhenti sejenak mengumpulkan energi dan istirahat, kamu bisa kembali berjuang untuk hari esok yang telah menunggu.

Tidak apa mengeluh, tidak apa merasa sedih. Jika kamu merasa lelah, entah itu fisik maupun mental, jangan lupa untuk beristirahat agar kita bisa kembali berjuang, perjalanan masih panjang. Ingat, kamu tidak sendiri, mari berjuang bersama demi mencapai tujuan kita masing-masing.

Cheers!