Sekilas Debat Kandidat Dema UIN Jakarta 2022

Sekilas Debat Kandidat Dema UIN Jakarta 2022

Reporter Anggita Fitri Chairunisa; Editor Latifahtul Jannah

LIVE 
on YouTube 
OI_HELIZA & SYAUQI_DEMAU 
View 
Talking OI_HELIZA & SYAUQI 
M. Abid Al-Akbar I zaini Lubis 
U n mute 
Start V ideo 
AUQI 
• • 26 
Partic i pants 
Share Screen 
Reactions 
n Wahil Ketua Dema UIN Jakarta I NO, 
Apps
Suasana Debat Dema UIN Jakarta. (DNK TV/Anggita Fitri Chairunisa)

Komisi Pemilihan Mahasiswa (KPM) UIN Jakarta menyelenggarakan Debat kandidat Dewan Mahasiswa tingkat Universitas (Dema-U) secara daring melalui Zoom Cloud Meeting dan live streaming YouTube KPM UIN Jakarta, Kamis (14/4).

Adapun peserta dari debat Dema-U ini terdiri dari pasangan calon (paslon) Ketua dan Wakil Ketua nomor urut 01, Siti Nur Heliza dan Muhammad Syauqi, dan paslon nomor urut 02, Muhammad Abid Al Akbar dan Zaini Lubis.

Debat kandidat Dema-U kali ini mengalami kemunduran jadwal yang seharusnya dilaksanakan pada 8 April 2022, menjadi 14 April 2022.

Acara debat virtual ini dihadiri oleh Rektor UIN Jakarta, Amany Lubis dan juga Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Arief Subhan sebagai panelis debat.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Arief Subhan mengatakan bahwa Pemilihan Mahasiswa (Pemilwa) merupakan suatu proses pembelajaran politik bagi mahasiswa.

“Pemilwa merupakan suatu proses pembelajaran politik yang adil, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini juga sebagai modal kita ketika nanti diberikan amanah sebagai seorang pemimpin,” ujar Arief.

Debat diawali dengan penyampaian visi-misi, serta program kerja dari kedua paslon. Paslon nomor urut 01, Heliza-Syauqi, membawa gagasan besar untuk mahasiswa UIN Jakarta yaitu arah baru UIN Jakarta.

“Berangkat dari keresahan yang dihadapi bagaimana mahasiswa dapat memberikan kontribusi secara konkrit dalam mewujudkan cita-cita kita bersama yaitu world class university, maka dari itu kami membawa gagasan besar untuk mahasiswa UIN Jakarta dengan arah baru UIN Jakarta,” ucap Paslon nomor urut 01

Dalam visinya, Paslon nomor urut 01 ingin mewujudkan Dema-U yang bersinergitas, progresif, dan transparan demi terciptanya UIN Jakarta yang unggul dan bermartabat serta aktif dalam mencetak generasi yang siap dalam era pembaharuan.

Senada dengan hal itu, Paslon nomor urut 02, Abid-Zaini, mengangkat dua hal penting dalam visi-misinya yaitu progresif dan modern.

“Pertama, progresif yang dibarengi dengan pemberdayaan. Kami ingin memberdayakan seluruh elemen mahasiswa untuk berpartisipasi aktif untuk mewujudkan UIN Jakarta yang progresif, melompat maju setelah terdampak pandemi. Yang kedua, Modern, bukan hanya yang sifatnya fisik, tapi modern cara berpikir dan juga bersikap,” pungkas Abid.

Selaras dengan visinya yakni menciptakan instansi yang modern, Paslon nomor urut 02 bermaksud untuk menyebarluaskan digitisasi dan digitalisasi di UIN Jakarta.

on YouTube 
% Prof. many Lubis 
M. Abid Al-Akbar I zaini Lubis 
dan Wahil Ketua Dema UIN Jakarta I No. 02 
View 
Talking OI_HELIZA & SYAUQI . 
AUQ 
CI_HELIZA & SYAUQ_ EMAU 
KEWIRAUSAHAAN MAHAS\S 
U n mute 
Start V ideo 
• • 26 
Partic i pants 
Arief Subhan 
Share Screen 
Reactions 
TAHUN ANGGARAN 
latan, 13-15 
ang Se 
Apps
Sesi Tanya Jawab Panelis dengan Kedua Paslon Dema-U (DNK TV/Anggita Fitri Chairunisa)

Usai beradu gagasan, kedua paslon Ketua dan Wakil Ketua Dema-U akan bertarung melalui e-voting pada Pemilwa yang akan dijadwalkan pada 18 April 2022 mendatang.

Calon Ketua Dema-U nomor urut 02, Abid Al Akbar mengaku ia dan Zaini terus mempersiapkan mental dan fisik dalam menghadapi pemilwa ini.

“Akhir-akhir ini kami terus meminta dukungan dan arahan bagaimana kita membangun mental pemimpin karena itu tidak diciptakan secara instan tapi perlu proses, perihal persiapan fisik pastinya kami tetap menjaga kesehatan, yang pasti membangun emosional antara saya dengan wakil agar kedepannya bisa jauh lebih baik,” tutur Abid pada Kamis, (14/4) saat dihubungi DNK TV.

Berbeda dari paslon nomor urut sebelumnya, paslon 01 enggan mananggapi saat dihubungi DNK TV. Tentu siapapun nanti pemimpin Dema-U agar dapat menjadi perwakilan bagi seluruh mahasiswa UIN Jakarta menyampaikan aspirasi.

Pemilihan Dema UIN Jakarta 2022, Siapa yang Terbaik?

Pemilihan Dema UIN Jakarta 2022, Siapa yang Terbaik?

Reporter Izmi Istiqomah; Editor Belva Carolina

geoctd 
وال ٥ ٥ 
ل nح 
مم
Paslon 01 Dema UIN Jakarta. (Instagram/@arahbarudemauin)

Komisi Pemilihan Mahasiswa (KPM) UIN Jakarta telah mendeklarasikan pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua Dewan Mahasiswa tingkat Universitas (Dema-U) di laman Instagram resmi KPM UIN Jakarta untuk Pemilihan Mahasiswa (Pemilwa) 2022.

Dua pasang calon (paslon) Ketua dan Wakil Ketua Dema-U akan bertarung melalui e-voting pada Pemilwa yang dijadwalkan pada 18 April 2022, yaitu pasangan Siti Nur Heliza dan Muhammad Syauqi Hazimi dengan nomor urut 01 dan pasangan Muhammad Abid Al Akbar dan Zaini Lubis dengan nomor urut 02.

Heliza mengatakan bahwa mereka sudah mempersiapkan segala sesuatu dengan baik serta menggunakan strategi kampanye offline dan online.

“Kampanye online didesain sendiri oleh kami dan untuk offline-nya kita akan memasang banner di baliho tiap fakultas serta kami juga menjalin tali silaturahmi dengan setiap Dema fakultas (Dema-F),” ucapnya.

Paslon 01 dengan slogan “Respone and Action” merupakan salah satu pasangan dengan program yang merespon aktif atas isu-isu yang terjadi serta membantu kepada yang membutuhkan. Bukan hanya bermanfaat kepada mahasiswa tetapi juga terhadap masyarakat dan pemerintah.

Apabila terpilih, mereka telah merancang kepengurusan dengan adanya arah baru dimana akan ada kolaborasi antar civitas akademika, maupun dengan mahasiswa UIN Jakarta.

“Kami akan berdigital, dimana kita ada pemberdayaan alumni dan mahasiswa yang berprestasi,” ujar Heliza.

Syauqi juga berkeinginan menyediakan website yang berkolaborasi dengan Pusat Karier untuk menginformasikan mahasiswa terkait beasiswa, pusat informasi Dema-U, hingga jenjang perkuliahan mahasiswa.

Paslon 02 Dema UIN Jakarta (Instagram/@berdayabersama_)

Sementara, pihak Abid-Zaini paslon 02 juga tak tinggal diam dalam persiapan Pemilwa kali ini. Dengan identitas “Berdaya Bersama”, Abid menyatakan bahwa kesiapannya dengan menyiapkan gagasan, mental, dan bahan kampanye untuk disebarluaskan pada mahasiswa UIN Jakarta.

“Kita masifkan konten-konten di media sosial yang akan disebarluaskan kepada seluruh mahasiswa UIN Jakarta,” ujarnya.

Pasangan yang menggaungkan “For a Better Dema UIN Jakarta Make Dema UIN Jakarta Great Again” berfokus pada ruang lingkup kebersamaan untuk kemajuan Dema-U dalam menyalurkan wadah aspirasi dan kebutuhan mahasiswa. Maka dari itu, disediakan website berdayabersama.com yang berisi profil serta kotak aspirasi yang bisa digunakan oleh para mahasiswa UIN Jakarta.

Kedua paslon yang pada awalnya dijadwalkan berkampanye sampai 11 April 2022, namun KPM memperpanjang hingga tanggal 14 April 2022. Debat calon yang diagendakan 8 April 2022 juga mundur menjadi 14 April.

Sehingga pemilihan e-voting pun mundur menjadi 18 April 2022 setelah mengalami dua kali perubahan tanggal, yaitu 8 April dan 13 April. Tentu saja sepekan perpanjangan ini dapat menjadi kesempatan kedua paslon untuk mengerahkan upaya terbaik yang akan menentukan kemenangan.

Dema Fdikom dan FSH Bersama Polri Dukung Vaksinasi

Dema Fdikom dan FSH Bersama Polri Dukung Vaksinasi

Reporter Kireina Yuki ; Editor Syaifa Zuhrina

Vaksinasi Covid-19 yang dihadiri beberapa jajaran civitas akademika UIN Jakarta.(DNK TV/Ilham Ramadhan).

Tepatnya di Student Center (SC) UIN Jakarta, Polri bersama Dema Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) dan Dema Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) menyelenggarakan vaksinasi Covid-19 pada Selasa (29/3).

Kegiatan ini merupakan vaksinasi serentak yang diselenggarakan di seluruh wilayah Indonesia, dan hanya tersedia vaksin tiga booster dengan jenis Pfizer.

Rektor UIN Jakarta, Amany Lubis mengatakan bahwa vaksin tiga booster ini merupakan pelaksanaan vaksinasi yang kedua kalinya setelah sebelumnya dilaksanakan pada Januari lalu.

“Target kami saat ini yaitu agar seluruh civitas akademika UIN Jakarta mendapat vaksin tiga booster. Di UIN Jakarta sendiri sudah beberapa kali melaksanakan vaksinasi sejak Maret 2021. Jadi tim yang menjadi panitia vaksinasi sudah terbiasa dan insya allah tidak ada kendala,” ujarnya.

Kapolri Tangerang Selatan, Sarly Sollu menargetkan 3 ribu kuota vaksinasi dan ia berharap agar pelaksanaannya dapat mencapai target.

“Kita menargetkan hari ini khusus di UIN Jakarta sekitar 3.000, dan sedang berjalan saat ini sekitar 1.000 lebih, semoga dapat mencapai target. Untuk pelaksanaan vaksinasi ini khusus kota Tangerang Selatan sudah berlangsung dengan baik, artinya masyarakat dan mahasiswa sudah antusias terhadap pelaksanaan vaksinasi ini,” tutur Sarly.

Petugas vaksinasi Covid-19. (DNK TV/Ilham Ramadhan).

Vaksinasi hari ini berlangsung sejak pukul 07.30 WIB yang dihadiri langsung oleh jajaran dekanat, dan beberapa peserta vaksin yang meliputi mahasiswa UIN Jakarta serta masyarakat umum.

Menurut Wakil Presiden Dema Fdikom, Musa Adhe Chandra memaparkan bahwa pelaksanaan vaksinasi ini merupakan bentuk dukungan terhadap pelaksanaan kuliah tatap muka bagi semester dua dan empat serta menjadi salah satu program kerja Dema Fdikom.

“Vaksinasi ini merupakan program kerja dari Dema Fdikom yang sifatnya kondisional, melihat kondisi dan situasi. Dengan jumlah 3.000 peserta vaksin, hal ini adalah dukungan terhadap SK yang dikeluarkan Rektor UIN Jakarta terkait pelaksanaan sistem pembelajaran tatap muka,” jelas Musa.

Salah satu peserta vaksinasi Covid-19, Lezi Aulia memaparkan alasan ia mengikuti vaksinasi di UIN Jakarta karena keterbatasan vaksin jenis Pfizer di tempat lain, serta untuk memenuhi program pemerintah.

“Alasan saya memilih vaksin di sini karena ketersediaan vaksin, saya mencari di tempat lain vaksin jenis pfizer ini belum tersedia. Dan tujuan saya ikut serta dalam vaksinasi Covid-19 ini adalah untuk mendukung program pemerintah. Selain itu, saya juga ingin bisa bertemu dengan anggota keluarga tanpa harus menggunakan antigen atau PCR,” ujarnya saat diwawancarai langsung oleh Reporter DNK TV Selasa (29/3).

Dema UIN Jakarta Ikut Buka Suara Soal Penundaan Pemilu

Dema UIN Jakarta Ikut Buka Suara Soal Penundaan Pemilu

Reporter Nisrina Fathin; Editor Ahmad Haetami 

Petugas KPPS menunjukkan kertas suara kepada saksi di TPS 10 Kelurahan Duyu, Palu, Sulawesi Tengah. (ANTARA/Basri Marzuki)

Adanya wacana mengenai penundaan pemilu menuai respons yang beragam dari beberapa kalangan. Beberapa elite politik seperti Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, Waketum PKB, Jazilul Fawaid, kalangan Partai Persatuan Pembangunan (PBB), Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, dan masih banyak lagi, setuju akan penundaan Pemilu dengan beralasan bahwa Indonesia perlu untuk mendapatkan momentum perbaikan kondisi ekonomi yang mulai terpuruk sejak masa pandemi.

Selain setuju terhadap penundan, banyak juga kalangan elite politik atau bahkan masyarakat yang angkat bicara tentang tidak setujunya dilakukan penundaan Pemilu.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai universitas yang ada di Indonesia pun turut menolak adanya rencana penundaan Pemilu.

BEM UI dan BEM UGM serentak menolak adanya wacana tersebut. Penolakan pengunduran Pemilu tersebut dinilai akan memperpanjang masa jabatan Presiden Jokowi menjadi tiga periode.

Bukan hanya presiden, hal itu juga berdampak pada perpanjangan masa jabatan anggota legislatif.

Bila dilihat dari aspek hukum masa jabatan presiden hanya sampai dua periode, jika lebih maka itu sudah melanggar konstitusi karena bertolakbelakang dengan UUD 1945. Di samping itu, penundaan Pemilu ini dikhawatirkan hanya untuk memenuhi kepentingan beberapa orang.

BEM UGM dan BEM UI berencana bekerja sama untuk mengkaji dan menggelar diskusi agar wacana penundaan pemilu ini tidak berkelanjutan. Bahkan para mahasiswa siap untuk turun ke jalanan jika wacana ini terealisasikan.

Ilustrasi jari yang sudah tercelum tinta dalam pemilu (Unsplash/GeorginaCaptures)

Serupa dengan hal tersebut, Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema)UIN Jakarta menganggap jika penundaan Pemilu ini terjadi, maka akan melanggar Undang-Undang No.17 tahun 2017.

“Penundaan Pemilu tidak etis dilakukan sebab melanggar hak-hak demokrasi. Karena sudah tertuang di Undang-Undang No.7 tahun 2017, bahwa Pemilu akan dilaksanakan pada tahun 2024,” ujar Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi Dema UIN Jakarta, Farid Abdullah Lubis saat dihubungi tim DNK TV pada Jumat (18/3).

Farid juga berargumentasi bahwa pelaksanaan Pemilu ini sudah diatur dalam UUD 1945 pasal 7 bahwa masa jabatan presiden dan wakil presiden berlangsung selama lima tahun dan hanya dapat mencalonkan diri dua kali priode jika terpilih kembali dalam pemilihan setelanjutnya.

“Menolak adanya penundaan Pemilu karena itu tidak sesuai dan melanggar Undang-Undang serta amandemen, kemudian banyak mencederai demokrasi,” ujarnya.

Farid meragukan bahwa klaim data masyarakat yang mendukung pengunduran pelaksanaan Pemilu yang sebelumnya di katakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Pandjaitan hanyalah fiktif belaka.

“Survei membuktikan bahwa hampir 80% masyarakat itu mendukung Pemilu tetap diadakan. Jadi, para tokoh-tokoh yang mengeklaim punya data masyarakat itu salah dan tidak konkret. Tidak ada alasan untuk tiga periode meskipun ibu kota negara baru yang masih dalam proses (pembangunan) oleh Presiden Jokowi,” pungkasnya.

DEMA UIN Jakarta Gelar Gerakan Vaksinasi Massal

DEMA UIN Jakarta Gelar Gerakan Vaksinasi Massal

Reporter Syaifa Zuhrina; Editor Aulia Gusma Hendra

DEMA UIN Jakarta selenggarakan kegiatan vaksinasi massal  
Sumber : Anggota DNKTV

Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan gerakan vaksinasi massal yang bertema “Kolaborasi Mahasiswa dan Polri dalam Rangka Meningkatkan Herd Immunity, Melalui Vaksinasi”, pada Selasa (10/8).

Kegiatan ini diselenggarakan tepatnya di Kampus 1 UIN Jakarta yang dihadiri jajaran dekanat UIN Jakarta, Ketua Dema UIN Jakarta , Pebri Nurhayati, jajaran Polri serta peserta vaksin terdiri dari mahasiswa dan masyarakat.

Ketua Dema UIN Jakarta, Pebri Nurhayati memaparkan mahasiswa maupun masyarakat sekitar UIN Jakarta sangat antusias mengikuti kegiatan vaksinasi ini. Dan ia juga berharap semoga aktifitas perkuliahan dapat pulih seperti sedia kala.

“Ini salah satu ikhtiar Dema UIN Jakarta untuk mengadakan vaksinasi massal untuk mahasiswa dan juga harapannya semoga kita bisa berkuliah secara offline” ujarnya.

Pebri juga menambahkan vaksinasi yang digunakan adalah jenis astrazeneca, yang menargetkan 1000 peserta vaksin. Baik itu kalangan mahasiswa dan juga masyarakat sekitar UIN Jakarta.

Kapolsek Ciputat Timur, Nurhaida
Sumber: DNK TV_Ahmad Haetami

Selain itu, Kepala polisi sektor (Kapolsek) Ciputat Timur, Nurhaida menilai kegiatan ini sangat positif dan sudah berjalan sangat efektif.

“Sepengamatan kami rangkaian kegiatan  vaksinasi ini, untuk pelaksanaannya sudah cukup baik dan tetap mematuhi protokol kesehatan, untuk selanjutnya kami berharap mahasiswa agar mengikuti vaksinasi untuk memutus mata rantai covid-19” ucapnya.

Salah satu mahasiswa Hubungan Internasional UIN Jakarta, Riska mengaku sangat senang karena adanya kegiatan vaksinasi ini.

 “Sebenarnya bagus sih ya,  karena kalau dilihat kampus-kampus lain sudah melaksanakan, dan UIN akhirnya melaksanakan, seneng juga sih karena udah ditunggu-tunggu” Ujarnya.

Pergerakan Masa Reformasi Dikorupsi KPK Dikebiri

Pergerakan Masa Reformasi Dikorupsi KPK Dikebiri

Reporter Ainun Kusumaningrum; Editor Aulia Gusma Hendra

Suasana Aksi Reformasi di Korupsi KPK di Kebiri Selasa(22/6).
Sumber: DNK-Taufik Nur Rohman

Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Jakarta menggelar Aksi pergerakan masa Reformasi di Korupsi KPK di Kebiri  di depan Halte UIN Jakarta, Selasa (22/6).

Presiden Dema UIN Jakarta, Pebri Nurhayati mengatakan bahwa pergerakan masa ini dilatar belakangi oleh inisiatif Dema UIN Jakarta, yang menyadari adanya kejanggalan sejak RUU KPK pada tahun 2019 hingga menimbulkan puncaknya yaitu pada hari ini.

“Hingga hari ini banyak kejangalan-kejanggalan yang harus kita kritisi, selain daripada undang-undang, tes wawasan kebangsaan, beralihnya anggota KPK menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara) dan juga lembaga independent menjadi di bawah tangan-tangan penguasa yang tidak bertanggung jawab atas keberadaannya. Hal-hal tersebut yang meinisiasi teman-teman Dema UIN Jakarta melaksanakan aksi untuk  menyampaikan aspirasi tentang kita masih peduli dengan anak kandun reformasi itu sendiri yaitu KPK. Sehingga kita memperjuangkan untuk mengembalikan marwah KPK itu sendiri.” Ujar Pebri.

Dalam pergerakan masa kali ini, ada beberapa hal yang menjadi tuntutan utama. Diantaranya adalah :

  1. Mendesak presiden untuk bertanggung jawab  atas segala bentuk upaya pelemahan KPK.
  2. Menurut dewan penawas, untuk memeriksan, menyidangkan dan menjatuhkan hukuman berat kepada Firli Bahuri selaku ketua KPK terkait Penon-aktifan 75 pegawai dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)  yang cacat formil dan tidak substansial.
  3. Mendesak KPK agar menjaga profesionalitas dan integritas dalam memberantas korupsi.
  4. Mendesak KPK agar segera menyelesaikan segala kasus korupsi seperti Bansos, suap KPU, dsb.

 Aksi pergerakan masa ini dimulai pada pukul 14.00- 17.00  WIB. Koordinator Lapangan, Farid Abdullah Lubis mengatakan selama berlansungnya aksi ini terdapat beberapa rangakaian.

“Yang pertama kita bakal ada orasi-orasi seperti biasa, panggung bebas untuk kawan-kawan yang hari ini mau menyuarakan dipersilahkan di forum ini,kemudian nanti akan ada teaterikal membakar ban sebagai bentuk dari kekecewaan kita kepada KPK hari ini, mungkin setelah itu akan ada iring-iringan sebagai closing kedalam kampus.” Ujarnya.

Selama berlangsungnya aksi ini, para Mahasiswa tetap menerapkan rangkaian protokol kesehatan. Seperti mengunakan masker sepanjang aksi pergerakan masa ini.

Kemudian, Pebri mengatakan bahwasannya aksi ini sempat terjadi situasi dan kondisi yang kurang kondusif sehingga masa atau mahasiswa segera mengakhiri aksi ini.

Suasana Aksi Reformasi di Korupsi KPK di Kebiri Selasa(22/6).
Sumber: DNK-Taufik Nur Rohman

Dibalik aksi pergerakan mahsiswa ini, ada urgensi serta peranan mahasiswa sebagai mitra kritis pemerintah.

“Sehingga dalam momentum seperti ini banyak isu-isu yang harus di kritisi. Bukna hanya KPK, nanti ada eskalasi atau isu-isu yang lebih hangat nantinya seperti RKUHP, lingkungan dan lain-lain. Harusnya mahasiswa mengisi pos-pos kritis tersebut. Disitu penting dan sangat urgent peran mahasiswa itu sendiri dalam menyuarakan aspirasi. Jika usul ditolak maka hanya ada satu kata yaitu lawan.” Ungkap Pebri.

Salah satu partisipan dalam aksi ini,  Nur Ahmad Zulfikar mengungkapkan “Ini kan (aksi pergerakan masa) merupakan yang pertama kali dalam pandemi ini walaupun partisipannya tidak terlalu banyak, saya berharap banyak teman-teman yan terpanggil pada aksi ini sehingga kita bisa bergerak dengan gelombang yang lebih besar lagi dan tentunya membangkitkan pergerakan mahasiswa kembali khususnya dalam lingkup UIN Jakarta.”Ujarnya

Diskusi Konflik Agraria Desa Pakel

Diskusi Konflik Agraria Desa Pakel

Reporter Jenni Rosmi Aryanti; Editor Nur Arisyah Syafani

Para pemateri sedang menyampaikan kronologi konflik di Desa Pakel.
Sumber: DNK TV-Wildan.

Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN Jakarta (Dema-U) UIN Jakarta menggelar diskusi mengenai korporasi dan konflik agraria Desa Pakel di depan Sekretariat Dema-U pada Senin malam (21/6).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh para pembicara yaitu Manajer Tata Ruang dan GIS Eksekutif Nasional WALHI, Ach Rozani, Kuasa Hukum warga Pakel, Hari Kurniawan, perwakilan warga Pakel, Harun, serta para mahasiswa UIN Jakarta sebagai peserta diskusi.

Kasus sengketa tanah di Desa Pakel, Banyuwangi, Jawa Timur ini sudah terjadi sejak 1929 hingga sekarang. Meski warga Pakel secara sah memiliki “akta 1929” yang menjadi bukti kepemilikan lahan, Namun pada kenyataannya PT Bumi Sari yang tetap berkuasa di atas lahan Desa Pakel.

Tidak hanya merampas lahan, menurut salah satu warga Desa Pakel yang hadir dalam diskusi, Harun mengatakan ada banyak pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang dialami oleh penduduk Desa Pakel.

“Ada banyak warga terutama laki-laki yang ditangkap aparat keamanan. Karena itu warga menjadi takut dikejar dan ditangkap,” ujar Harun.

Kemudian, hal inilah yang melatarbelakangi kegiatan diskusi yang diharapkan mampu menyadarkan mahasiswa khususnya mahasiswa UIN Jakarta terhadap permasalahan yang ada di Desa Pakel.

Menurut Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Dema-U Farid Abdullah, Kegiatan diskusi ini bertujuan untuk mengajak mahasiswa sebagai agent of change agar lebih peduli dan terbuka terhadap permasalahan kemanusiaan serta mampu membantu permasalahan tersebut.

Kuasa Hukum warga Pakel, Hari Kurniawan mengatakan mahasiswa tentu dapat membantu permasalahan di Desa Pakel, caranya adalah dengan membantu pengorganisasian di Desa Pakel agar warga paham mengenai advokasi.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh warga dan pemerhati lingkungan, salah satunya Manajer Tata Ruang dan GIS Eksekutif Nasional WALHI, Ach Rozani.

“Kami melakukan upaya litigasi dan nonlitigasi, salah satu bentuk upaya nonlitigasi yang telah dilakukan adalah berkampanye di depan publik serta dapat beraudiensi dengan pihak-pihak terkait yang dirasa dapat memberikan dukungan untuk mengambil kembali tanah rampasan milik warga Pakel,” jelas Rozani

Melihat keadaan Desa Pakel yang tidak terpenuhi haknya serta intimidasi dari aparat keamanan, Farid selaku penyelenggara diskusi pun berharap melalui kegiatan ini mahasiswa mampu berjuang bukan hanya untuk diri dan instansi melainkan berjuang atas nama Indonesia.

“Saya berharap ke depannya untuk Desa Pakel ini berakhir dengan happy ending, karena kita tahu bahwa Desa Pakel ini telah didiskriminasi dan dieksploitasi kekayaan alamnya,” ungkap Farid.

Pancasila sebagai Modal untuk Mewujudkan Indonesia Tangguh di Era 4.0

Pancasila sebagai Modal untuk Mewujudkan Indonesia Tangguh di Era 4.0

Reporter Farah Nur Azizah; Editor Fauzah Thabibah dan Elsa Azzahraita

Webinar Memperingati Hari Pancasila Indonesia Bangkit 2021, Senin (7/6).

Kegiatan webinar dalam memperingati Hari Pancasila yang diadakan Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Jakarta pada Senin (7/6), mengajak pemuda-pemudi Indonesia agar konsisten merealisasikan Pancasila sebagai ideologi Indonesia.  

Membahas Pancasila, berkaitan dengan ekonomi Pancasila yang menjadi satu sistem bisnis yang tepat sebagai pelaku bisnis di Indonesia. Memiliki sifat gotong royong dan juga kekeluargaan guna mencapai kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Ekonomi Pancasila juga memiliki cita-cita yakni adanya pemerataan dalam pembangunan ekonomi.

Anggota DPR RI Komisi XI, Kamrussamad menjelaskan kepada para mahasiswa bahwa ekonomi Pancasila dibuat berdasarkan asas-asas Pancasila.

“Kebijakan ekonomi yang pancasialis merupakan kebijakan yang dibuat dengan berdasarkan kepada asas-asas Pancasila terutama dalam sila kelima, yaitu keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” paparnya.

Webinar Peringatan Hari Pancasila dalam mewujudkan Indonesia Tangguh, Senin (7/6).

Selanjutnya, Founder Yayasan Pondok Kasih (YPK), Hana Amalia Vandayani juga mengatakan warga Indonesia wajib bangga memiliki ideologi Pancasila.

“Kita (bangsa Indonesia) harus bangga karena tidak ada satu bangsa yang memiliki ideologi seperti Pancasila yang pertama Ketuhanan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Hana Amalia Vandayani atau yang biasa disapa dengan Mama Hana, mengaskan bahwa   pancasilais dimulai dari Ketuhanan Yang Maha Esa dan menerapkan Pancasila dengan menghayatinya dalam kehidupan.

Goals yang utama dalam Pancasila terdapat pada sila kelima, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Hal ini bisa dicapai dengan saling mendukung dan membantu. Dalam hal ini yang harus dilawan bersama ialah kemiskinan, kebodohan, kebencian, serta perpecahan. 

Dalam hal ini kata perdamaian juga menjadi sebuah kunci. Di Indonesia sendiri, terdapat organisasi yang mengajarkan dan mendampingi sekolah perdamaian kepada anak muda untuk melakukan kolaborasi dengan guru dan para siswa agar bersama belajar tentang sebuah perdamaian.

Salah satu anggota dari organisasi yang disebut Agent of Peace tersebut, Miftahul Huda menjelaskan mengenai kandungan kelima sila Pancasila.

Sila pertama mengandung ketauhidan juga kepasrahan, bahwa ada yang lebih besar dari manusia. Sila kedua tentang berbuat keadilan yang mana sesuai dengan Al-Qur’an. Sila ketiga tentang hubbul wathon minal iman yakni menjaga dan merawatnya. Sila keempat mengandung arti demokrasi yang mana apa yang tejadi di Indonesia harus lebih peduli, dengan mengedepankan perjuangan tanpa kekerasan. Dan sila kelima adalah sebuah inspirasi dari Al-Qur’an. 

Dalam kondisi sekarang ini, bangsa Indonesia dapat menghadapi Pancasila dengan tidak terlalu banyak bicara dan tunjukkan bahwa bangsa ini adalah bangsa yang toleran dan menghayati Pancasila. Serta serukan kecintaan kita terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bangsa Indonesia harus saling bekerja sama dan saling memahami bagaimana agar mengontrol diri  akan keanekaragaman.

Maka, sholeh secara pribadi dan sholeh secara sosial itu perlu. Dengan memperkuat demokrasi yakni berani bersuara untuk sebuah kebenaran. Salam Pancasila.