Kampoeng Baca Rawa Bokor, Transformasi Kampung Kumuh Kini Berprestasi

Kampoeng Baca Rawa Bokor, Transformasi Kampung Kumuh Kini Berprestasi

Reporter Jenni Rosmi Aryanti

Lingkungan Kampoeng Baca yang bersih dan asri
Sumber: Tim Liputan Cerita Inspirasi  DNK TV

Kampoeng Baca yang terletak di Kampung Rawa Bokor, Kota Tangerang, Provinsi Banten berhasil menggaet berbagai prestasi dan sukses membangun kampung yang bertransformasi menjadi kampung bersih dan asri.

Berawal dari keresahan akan pendidikan warga setempat yang masih jauh tertinggal dan mental masyarakat yang belum terbina untuk berpikir tentang kemajuan zaman, pendiri Kampoeng Baca Abdul Rohman Hafid bersama warga setempat berinisiatif membangun Kampoeng Baca sebagai gerakan pembangunan mental masyarakat yang berfokus pada 4 bidang yaitu pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan.

“Kampoeng Baca terinspirasi dari bagaimana gerakan intelektualitas masuk ke tengah-tengah masyarakat. Bahwa baca itu sendiri adalah standing dari bangun cita-cita. Kampoeng Baca (kampoeng bangun cita-cita),” ujar Abdul Rohman.

Melalui program pemberdayaan ekonomi, Abdul Rahman dibantu oleh beberapa orang aktivis untuk memberdayakan masyarakat dan pengembangan pemuda. Adapun Konsep pertama yang diterapkan dalam Kampoeng Baca adalah konsep Triple Haley Concept atau AB+G.  Academia, Bussines and Government.

Menurut Abdul Rohman, tidak mudah mengubah kampung tertinggal menjadi kampung berprestasi seperti saat ini.

“Perbedaan tipologi yang lahir membuat konsep yang dibangun dan dikembangkan ini belum 100 persen dapat dipahami. Warga tidak bilang diterima, tapi dipahami atau tidak. Bagaimana konsep kita di awal perpustakaan ada di tengah-tengah kampung yang diharapkan mampu menjadi satu value habit tertentu,”jelasnya.

Pendiri Kampoeng Baca, Abdul Rohman Hafid
Sumber: Tim Liputan Cerita Inspirasi  DNK TV

Namun, dengan dibantu oleh para akademisi dan pihak swasta yang ada di Kampung Rawa Bokor, serta dibantu pihak government, akhirnya Rawa Bokor bertransformasi.

Melalui gagasannya Kampoeng Baca berhasil meraih juara dalam lomba perpustakaan sekolah desa/kelurahan se-Provinsi Banten Tahun 2020.

“Saya pikir perpustakaan sudah mengalami metamorfosa yang sangat jauh. Sekarang lebih kepada sosial inklusi mereka. Perpustakaan di tengah-tengah masyarakat harus menjadi wadah untuk men-drive community mencapai satu value habit tertentu.” pungkas Abdul Rohman yang juga warga asli Rawa Bokor. Abdul Rohman berharap Kampoeng Baca ini bukan menjadi satu-satunya kampung yang mengusung tema pemberdayaan masyarakat untuk pendidikan. Ia ingin setiap kampung di Indonesia ikut andil dan berpartisipasi dalam membangun kampung agar warga  yang berada  di kampung tersebut dapat memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan bangsa Indonesia.         

Mengenal Rumah Belajar Mifasol

Mengenal Rumah Belajar Mifasol

Hartika

Pengurus dan anak didik di Rumah Mifasol (Sumber: Website Mifasol)

Apa yang anda pikirkan setelah mendengar kata Rumah Mifasol? mungkin sebagaian besar dari kalian mengira bahwa rumah ini adalah tempat perkumpulan para penggemar musik bahkan musisi. Karena mi fa sol merupakan not nada pada piano, sehingga identik dengan musik.

Ternyata, Rumah Mifasol bukan perkumpulan pecinta musik loh. Latar belakang pemberian nama Rumah Mifasol karena mempunyai arti Mi, Mimpi adalah kunci kesuksesan. Fa, Fantang menyerah itu pasti. Sol, Soal prestasi nomor satu.

Rumah Mifasol adalah rumah belajar non profit yang bergerak di bidang Pendidikan. Dibentuk pada 14 Agustus 2018. Berada di Lembah Abadi Jaya Musholla Al-Bahar RT 09 RW 02, Depok, Jawa Barat.

Aulia merupakan penggagas yang sekaligus ketua Rumah Mifasol dan Azhar sebagai humas. Awal mulanya mereka hanya berdua membangun rumah belajar ini hingga akhirnya, berkembang dengan mengajak teman-temanya yang mayoritas berasal dari SMAN 08 Depok. Hingga terbentuk sebuah kepengurusan yang dengan 28 anggota.

Rasa kepedulian terhadap anak-anak yang tidak bisa merasakan bangku sekolah karena masalah ekonomi. Masih banyak anak-anak yang belum bisa mengenal huruf, membaca juga menulis. Bahkan diumur mereka yang sangat kecil mereka harus bertarung waktu untuk bekerja demi membantu ekonomi keluarga. Hal-hal tersebut melatar belakangi berdirinya rumah belajar ini.

Kegiatan di Rumah Mifasol (Sumber: Website Mifasol)

Rumah belajar mifasol aktif setiap Sabtu dan Minggu pukul 13.00-15.00 WIB. Kegiatan disini mencangkup tiga program kelas, mentor dan minat bakat. Kelas disini mereka mengajar dengan waktu tambahan yang biasa diajarkan disekolah pada umumnya untuk anak-anak marginal sekitar lingkungan itu.

Latar belakang anak-anak yang berbeda ada yang sekolah juga ada yang tidak. Maka ada kegiatan mentoring dimana menyediakan seminar untuk orang tua dan anak tentang beberapa hal seperti, sex education dan bimbingan mengenai peran orang tua yang ditujukan untuk warga sekitar rumah belajar mifasol.

Program minat bakat sebagai kegiatan non akademik guna melatih motoric anak-anak di rumah belajar misafol itu sendiri.

Semua pengurus berharap kedepanya lebih banyak wadah-wadah yang bisa membantu sesama mulai dari hal kecil hingga menjadi suatu yang bermanfaat bagi sesama.

Semoga dengan di kembangkanya rumah belajar mifasol ini dapat meneruskan pendidikan yang lebih baik serta menciptakan regenerasi yang berpendidikan bukan hanya dari segi nilai atau teori juga akhlak dan disiplin.

Komunitas Tangerang Muda

Komunitas Tangerang Muda

Amanda Agnes

Kegiatan Tangerang Muda (Sumber: Instagram.com/ tangerangmuda)

Komunitas Tangerang Muda diinisiasi oleh Erwin Setiawan, yang juga merupakan founder aboutTNG. Merupakan komunitas sosial yang dibentuk untuk menghimpun pemuda dengan mimpi besar untuk membangun Tangerang Raya (Kabupaten/Kota/Selatan).

Komunitas dibentuk pada 16 Maret 2017 dengan tujuan menjadi tempat untuk pemuda Tangerang meningkatkan potensi, kesadaran sosial, dan juga meningkatkan partisipasi pemuda dalam berkontribusi dan ikut andil menciptakan Tangerang yang lebih baik.

Tangerang Muda memiliki visi, terciptanya pemuda pemudi Tangerang yang berwawasan luas dan intelegensi yang tinggi serta, punya kesadaran sosial agar mengubah lingkungan sekitarnya menjadi lebih baik. Timbulnya jiwa leadership serta inisiatif untuk membangun Tangerang dalam berkontribusi terhadap lingkungannya. 

Salah satu anggota Tangerang Muda, Indah Nur Rocham, yang sudah bergabung sejak awal komunitas ini berdiri yang sudah bergabung sejak dibentuknya komunitas ini, mengaku sangat senang bisa menjadi bagian dari komunitas Tangerang Muda.

Menurutnya, banyak sekali hal-hal baru yang bisa didapat ketika bergabung dengan komunitas Tangerang Muda. Ia bisa mendapat keluarga baru, pengalaman, serta ilmu-ilmu yang mungkin tidak didapatkan di sekolah namun bisa didapatkan ketika ia bergabung dengana komunitas tangerang muda ini.

Komunitas Tangerang Muda ini berfokus pada empat aspek, yaitu kesehatan, pendidikan, lingkungan dan dedikasi.

Berbagai kegiatan telah dilakukan oleh Tangerang muda, seperti halnya dalam bidang kesehatan, komunitas ini memberikan pemeriksaan kesehatan gratis pada masyarakat.  Tak berhenti disitu, rekan-rekan komunitas Tangerang Muda juga pernah menggelar kegiatan perpustakaan keliling untuk anak-anak.

Komunitas Tangerang Muda hadir dengan bekal semangat dan harapan yang besar untuk anak-anak penerus bangsa, dengan menyebarkan bahan bacaan kepada mereka yang haus akan ilmu pengetahuan.

Pandemi Covid-19 tidak menjadi penghalang bagi komunitas ini untuk melakukan kegiatan yang postif. Pada bulan Juli kemarin, komunitas Tangerang muda bekerjasama dengan Xylon Wuffies dengan #makeachange melakukan sosialisasi Pencegahan covid-19 dan Penerapan PHBS di Teluknaga, Kabupaten Tangerang dengan tujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan Covid-19.

Selain bersosialisasi, dalam komunitas Tangerang muda juga turut memberikan bantuan berupa sembako untuk masyarakat yang membutuhkan.

Dari Tangerang Muda ini kita belajar bahwa usia muda bukan halangan untuk berbuat kebaikan dan peduli terhadap sesama. Justru, karena masih memiliki semangat yang tinggi, harus disalurkan kepada hal-hal positif.

Semoga teman-teman dari Komunitas Tangerang Muda akan selalu melakukan hal-hal positif dan bisa membuat Tangerang Raya  menjadi lebih baik lagi.

Rahasia Arief Muhammad Jadi Content Creator Sukses

Rahasia Arief Muhammad Jadi Content Creator Sukses

Mega Julia

Menjadi content creator tentu mempunyai tantangan tersendiri.  Makin berjalanya waktu, sejalan dengan semakin banyaknya bermunculan conten creator. Content creator pun berlomba-lomba untuk tetap mendapatkan serta menambah perhatian penonton.

Arief Muhammad, salah satu content creator yang sudah berkecimpung lama di dunia sosial media Twitter  sejak 2009 dengan nama @poconggg. Dan mengawali karir di YouTube sejak 2017. Meskipun bisa dibilang ia adalah ‘creator lama’ tapi Arief tetap eksis hingga kini.

Lantas, apa ya yang membuat Arief tetap eksis meski banyak bermunculan creator baru. Yuk simak tips yang dilakukan oleh creator yang kerap disebut sebagai ‘Gubernur Bintaro’ ini.

  • Ketahui Passion

Banyaknya bidang di dunia kreatif tentu membuat kita bertanya-tanya, di bidang apa sih passion kita? Apakah menjadi penulis? Fotografer? Atau bahkan menjadi vlogger?

Dilansir dari inet.detik.com, Arief mengatakan bahwa passion itu sangat penting untuk menghasilkan content yang lebih maksimal.

“Menurut aku penting banget untuk kita mengerjakan semua passion kita karena hasilnya akan lebih maksimal, karena kita melakukan sesuatu yang kita suka. Konten itu (bisa bertahan) bertahun-tahun karena hal yang kita suka itu sesuai passion kita,” terangnya.

  • Jangan Malu Melakukan Hal yang Kamu Suka

Arief Muhammad mengatakan bahwa kita tidak boleh malu untuk mencoba apa yang kita sukai. Jangan malu untuk mencoba sesuatu. Misalnya kamu senang ‘feeds ala-ala’ di Instagram, lakukan saja.

Atau kamu suka me-review sesuatu seperti makanan atau barang, dan kamu mau mengunggahnya di kanal sosial media mu atau bahkan kanal YouTube mu, ya lakukan saja.

Meskipun nanti kamu mendapatkan ‘nyinyiran’ ya biarkan saja. Toh, kamu melakukan apa yang kamu suka dan jangan sampai merugikan.

  • Konsisten

Menurut Arief Muhammad, konsisten merupakan hal tersulit untuk meraih kesuksesannya. Membuat konten tiga hingga lima, itu perkara mudah menurutnya. Tapi, bagaimana caranya kamu terus melakukan hal tersebut secara berulang-ulang dan tak putus, konsisten.

  • Circle Pertemanan yang Satu Frekuensi

Semakin banyak teman, tentu semakin banyak peluang yang akan terbuka ke depannya. Ketika sudah banyak pilihan, tentukan satu circle yang satu frekuensi.

“Soalnya banyak loh anak-anak muda yang biasanya suka nongkrong tapi nggak berisi, terus kalo di satu circle itu pasti ada aja temen yang nggak ngepush kita ke atas malah narik ke bawah. Nah disitu coba kita bedain mana circle yang isinya temen-temen kita buat hahahihi dan circle yang bakal membawa kita naik ke atas,” imbuh Arief mengutip dari inet. detik.com.

  • Enjoy

Jika kita menjalankan sesuatu dengan santai tanpa beban pikiran, pasti hasilnya akan baik. Pikiran tanpa beban pun membuat kita tidak terburu-buru dalam menyelesaikan karya. Semuanya kembali lagi ke diri mu sendiri. Apakah kamu sendiri suka dengan hal yang saat ini tengah kamu jalani?.

Kelas Jurnalis Cilik, Karya DNK TV Jadi Karya Favorit AJI

Kelas Jurnalis Cilik, Karya DNK TV Jadi Karya Favorit AJI

Syamsud Ilyas, Founder Kelas Jurnalistik Cilik

Kelas Jurnalis Cilik (KJC) dari DNK TV UIN Jakarta keluar sebagai salah satu dari lima nominasi karya terbaik pada perhelatan kompetisi pers mahasiswa yang diadakan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia. Pengumuman tersebut disampaikan  melalui website AJI pada (10/8/2020) pada pukul 16:35 WIB.

Kompetisi tersebut diikuti oleh 137 karya jurnalistik pers kampus dari berbagai daerah, diantaranya Jakarta, Malang, Surabaya, Yogyakarta, Makassar dan beberapa daerah lainnya. Produk jurnalistik yang mengikuti kompetisi ini menggunakan multi platform. Mulai dari media cetak, online, podcast dan video. Serta tema yang diangkat pun beragam, tidak hanya persoalan di dalam kampus, namun, beragam persoalan yang dihadapi oleh masyarakat. Seperti kontroversi undang-undang, konflik lahan, isu pendidikan, penggusuran, isu pendidikan, perampasan hak, kekerasan seksual hingga soal pandemi. Dengan kriteria patokan dalam penilaian yakni kekuatan ide,  konten dan penyajian.

Kelas jurnalis cilik sendiri merupakan sebuah komunitas pendidikan jurnalis bagi anak-anak di sekitar pantai pesisir Jakarta. Tepatnya di Cilincing, Jakarta Utara. KJC didirikan oleh Syamsudin Ilyas yang mulai mendirikanya pada 2015. Namun, karena terhambat oleh tim, KJC sendiri baru berjalan pada 2018 lalu.

Sebagai seorang anak-anak pesisir yang pernah terjun dan bergiat dalam dunia jurnalistik, ia bertekad ingin mengenalkan dunia jurnalis dan memberikan wadah dan keterampilan bagi anak-anak pesisir agar bisa bermanfaat begi orang banyak, khususnya dalam dunia jurnalistik.

Materi yang diajarkan pada KJC merupakan materi dasar jurnalistik seperti teknik penulisan dasar 5W+1H, reportase, teknik photograpy dan mengajarkan kepada mereka untuk terjun ke lapangan untuk mempraktikkan materi yang diajarkan.

Sebagai seorang inisiator, ia memiliki harapan dan pandangan ke depan agar kelas jurnalis bukan hanya ada di Pantai Pesisir Cilincing, melainkan di kemudian hari ada kelas jurnalis di pesisir-pesisir di seluruh Indonesia.

Produser karya KJC, Maesa Rani Cahyani, yang memenangi nominasi terfavorit sangat bersyukur  atas pencapaian prestasi ini.

‘’Alhamdulillahi rabbil alamin, ini bisa jadi pembelajaran ke depan untuk kita semua, DNKTV khususnya, untuk terus belajar dan memberikan yang terbaik bagi karya-karya selanjutnya’’ ujarnya.

Selain itu, ia pun berharap agar KJC selalu menjadi wadah untuk anak-anak yang ingin belajar mendalami kegiatan jurnalistik, dan pemerintah sekitar lebih memberikan perhatian kepada KJC agar kegiatan tersebut dapat berlangsung lebih nyaman dan menyenangkan.

Bukan hanya menitipkan harapanya terhadap KJC, ia pun berharap, dengan prestasi ini agar teman-temannya di DNK TV dapat semakin produktif  dan sesuai apa yang dikatakan oleh AJI, pers mahasiswa masih harus setia di garis perjuangan, berpihak kepada kemanusian dan menyuarakan orang-orang yang tidak bersuara.

Reporter: Sadam Al Ghifari