CreaTalk CBX 2021: How Social Media Shapes The Way We Think

CreaTalk CBX 2021: How Social Media Shapes The Way We Think

Reporter Anggita Fitri Chairunisa; Editor Fauzah Thabibah

Creatalk, acara puncak Campus Broadcasting Expo (CBX) 2021.
Sumber: Divisi Publikasi dan Dokumentasi CBX 2021

Dakwah dan Komunikasi Televisi (DNK TV) UIN Jakarta menyelenggarakan CreaTalk sebagai acara puncak Campus Broadcasting Expo (CBX 2021) pada Sabtu, (16/10). Pada tahun Ini CreaTalk CBX mengusung tema “How Social Media Shapes The Way We Think”.

Ketua pelaksana CBX 2021, Taufik Nur Rohman mengatakan bahwa kegitan ini bertujuan untuk membuka pikiran masyarakat mengenai sosial media.

“Tema dari CreaTalk CBX 2021 adalah How Social Media Shapes The Way We Think, itu kita angkat melihat dari kondisi masyarakat sekarang yang terbilang pendidikan terkait media sosial cukup rendah maka dari itu kita ingin CBX hadir untuk masyarakat secara luas agar nantinya masyarakat lebih terbuka akan pengetahuan-pengetahuan terkait media sosial,” ujar Taufik.

CreaTalk ini menghadirkan Jurnalis SCTV, David Rizal, content creator, Fardi Yandi, serta komedian, Pandji Pragiwaksono, selain itu dimeriahkan juga dengan penampilan spesial dari Ruang Baca.

Pemaparan materi oleh David Rizal di acara CreaTalk CBX 2021, Sabtu (16/10).
Sumber: Divisi Publikasi dan Dokumentasi CBX 2021

David Rizal mengaku senang dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini, ia juga menyatakan tema yang diangkat pun sangat menarik dan penting untuk dibahas.

“Ngomong masalah anak muda milenial pasti erat kaitannya dengan sosial media, aku yakin pasti teman-teman panitia dan peserta semuanya adalah pengguna sosial media, apa yang ingin kita lakukan dan bicarakan pasti ada pengaruhnya dengan sosial media, jadi menurut aku acara ini penting banget karena jangan sampai apa yang kita lihat di sosial media mentah-mentah kita adaptasi, kita anggap itu benar karena ada pepatah bilang yang kamu lihat di sosial media belum tentu itu aslinya di dunia nyata,” tutur David Rizal kepada tim liputan DNK TV, Sabtu (16/10).

Berbeda dengan sebelumnya, selain mengadakan perlombaan news presenter, CBX 2021 juga mengusung perlombaan TikTok challenge, dan virtual class untuk berbagi ilmu secara cuma-cuma. Dalam virtual class ini diajarkan ‘How to be a Powerful Speaker’ oleh Founder Bicarapede Academy, M. Syafiul Muktapa, dan juga dibekali ilmu ‘The Art of Copywriting’ oleh Dwi Andika Pratama Founder of Impactful Writing.

Meilita Elaine, pemenang lomba news presenter CBX 2021 merasa sangat antusias dengan seluruh rangkaian acara CBX 2021. Ia juga pernah menjadi juara kedua pada lomba news presenter CBX tahun lalu. Meilita pun mengungkap rahasia suksesnya menjadi juara lomba news presenter kepada tim liputan DNK TV.

“Aku mulai ikut lomba-lomba pada tahun 2019 akhir dan berlanjut sampai saat ini. Di CBX tahun lalu aku dapat juara 2, dan aku merasa mungkin aku belum pantas dapat juara satu, tapi dari situ aku mencari keunggulan si juara satu, juara tiga, lalu aku belajar bahwa kita harus punya ciri khas diri sendiri, jadi tidak usah berharap jadi orang lain tapi lakukan yang terbaik saja,” jelasnya. 

Salah satu peserta CreaTalk, Imam Kurniawan beranggapan bahwa kegiatan ini memberikan banyak manfaat serta kesan positif.

“Banyak banget yang didapatkan dari acara CreaTalk ini, yang pertama tentang bagaimana bijak dalam bersosial media, mengantisipasi hoax yang beredar dengan cara menyaring dulu baru men-sharing seperti yang Bang David bilang. Narasumber kedua juga luar biasa sekali, Bang Fardi yang menyampaikan bagaimana cara kita memulai menjadi seorang konten kreator, dan ditutup dengan closing dari Bang Pandji yang luar biasa banget materinya tentang bagaimana kita membuat sebuah konten yang dapat menghibur diri kita, jadi bukan hanya untuk kesenangan orang lain melainkan kesenangan kita sendiri, acaranya keren banget,” ucapnya.

David Rizal berharap semoga pengguna sosial media di Indonesia dapat menjadi warganet yang bijak dan beradab agar menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang maju.

“Harapanku untuk semua pengguna social media khususnya anak muda, yuk sama-sama sekarang melek media, melek digital, kita jadi pengguna social media atau netizen yang beradab. Think before you click, think before you share, think before you type the comment. Jadi jangan sampai jarimu harimaumu. Jadilah netizen yang bijak agar menunjukkan bahwa Indonesia itu negara yang maju bukan negara yang bobrok.”

Belajar Seni Copywriting dalam Virtual Class CBX 2021

Belajar Seni Copywriting dalam Virtual Class CBX 2021

Reporter Salsabila Saphira; Editor Ahmad Haetami dan Taufik Akbar Harefa


Pemaparan materi oleh Dwi Andika di acara Virtual Class CBX 2021, Selasa (12/10).
Sumber: DNKTV-Salsabila Saphira

Dakwah dan Komunikasi Televisi (DNK TV) UIN Jakarta menyelenggarakan Virtual Class dalam acara Campus Broadcasting Expo (CBX) yang bertema “The Art of Copywriting” dengan narasumber Dwi Andika Pratama Founder of Impactful Writing, melalui virtual Zoom pada Selasa, (12/10).

Virtual Class ini adalah rangkaian acara CBX menuju acara puncak Creatalk. Acara ini dibuka oleh sambutan dari General Manager DNK TV, Dedi Fahrudin dan dihadiri lebih dari 100 peserta.

Virtual Class ini bertujuan untuk melatih kemampuan copywriting serta mengetahui teknik untuk menghasilkan tulisan dan membuat pembaca bisa memberi respons yang diinginkan.

Pemaparan materi oleh Founder Impactful Writing, Dwi Andika Pratama sebagai narasumber. Ia menjelaskan bahwa “tugas copywriter adalah menarik perhatian dan meyakinkan. Tugas content writer adalah mengedukasi dan mengubah persepsi”, ujarnya.

Selain itu, menurutnya “Copywriting juga dibuat dengan tujuan membujuk individu atau kelompok agar membeli, menggunakan produk atau jasa, bergabung dalam komunitas yang kita buat.”

Pemaparan materi juga berisi tentang formula menulis yang berdampak Dwi Andika menjelaskan tiga formula menulis yang berdampak yakni ada headline (judul), angle (sudut pandang), dan how to be deliver (gaya bahasa).

Setelah memaparkan beberapa penjelasan mengenai pengertian copywriting, Dwi Andika juga memberikan alasan kenapa menguasai copywriting itu penting. Ada tiga alasan, pertama yaitu mudah menjual apapun, kedua, tulisannya menarik dan disukai, dan yang terakhir kemampuan ini sangat relevan dengan zaman.

Dwi Andika juga mengutip ungkapan dari Joseph Sugarman, “Untuk jadi copywriter, perbanyaklah pengalaman, memiliki banyak hobi, karena pengalaman adalah ide.”


Pemaparan materi oleh Dwi Andika di acara Virtual Class CBX 2021, Selasa (12/10).
Sumber: DNKTV-Salsabila Saphira

Virtual Class ini ditutup dengan sesi tanya jawab oleh peserta dan pembagian e-book dari Founder Impactful Writing secara gratis untuk para peserta yang menghadiri Virtual Class kali ini.

Salah satu peserta dari Universitas Islam 45 Bekasi Syafira Ramadhani, menanggapi kesannya setelah mengikuti acara ini.

“Jadi tau banyak tentang copywriting yang sebelumnya tau hanya ‘bikin tulisan yang menarik’ saja, dan setelah ikut Virtual Class ini jadi banyak tau apa saja yang harus dipersiapkan oleh seorang copywriter,” ujarnya.

Virtual Class CBX 2021: How To Be A Powerful Speaker

Virtual Class CBX 2021: How To Be A Powerful Speaker

Reporter Dani Zahra Anjaswari; Editor Ainun Kusumaningrum

Pembukaan Virtual Class CBX 2021oleh Kepala Laboratorium FDIKOM, Zakaria.
Sumber: DNK TV-Dani Zahra Anjaswari

Dakwah dan Komunikasi Televisi (DNK TV) UIN Jakarta mengadakan Virtual Class Campus Broadcasting Expo (CBX) 2021 bertema “How To Be A Powerful Speaker”, melalui virtual zoom meeting, pada Senin (11/10).

Virtual Class CBX 2021 merupakan rangkaian dari acara CBX yang diadakan selama 2 hari pada 11–12 Oktober 2021, sebelum menuju acara puncak yaitu Creatalk nanti.

Acara ini dibuka oleh Kepala Laboratorium Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom), Zakaria dan dihadiri lebih dari 100 peserta.

“Teruslah semangat dalam berkarya dengan kreatifitas melalui suara, konten, tulisan untuk menebarkan sesuatu yang positif bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Founder Bicarapede Academy, M. Syafiul Muktapa sebagai narasumber. Ia menjelaskan bahwa public speaking bukan hanya soal bicara tetapi belajar untuk membuat orang lain percaya dan bisa melakukan public speaking di mana pun.

Selain itu, ia juga menyampaikan mengenai memaksimalkan 3P dalam public speaking yaitu penggunaan gesture, pengemasan vocal, dan penyusunan kalimat dan diksi.

“Dalam public speaking kita tidak perlu memperhatikan soal good looking seseorang karena hal tersebut tidak memengaruhi apapun,” jelasnya.

Setelahnya, ia kembali menambahkan bahwasanya good smiling bisa sangat mempengaruhi ucapan seseorang dalam berbicara.

“Saat penyampaian public speaking di depan kamera posisi kamera perlu diperhatikan agar gerak tangan, mimik wajah bisa terlihat oleh para audiens.”

Pemaparan Materi oleh M. Syafiul Muktapa
dan diskusi bersama peserta Virtual Class CBX 202 , Senin (11/10).
Sumber: Sumber: DNK TV-Dani Zahra Anjaswari

Selama pemaparan materi berlangsung para peserta terlihat aktif bertanya, berdiskusi serta berlatih public speaking bersama narasumber yang membuat acara semakin interaktif dan menarik.

“Sebelum tampil kita harus memperhatikan suara kita. Dan disarankan untuk menghindari makanan pedas, gorengan serta minuman es dan lebih baik meminum air putih.” Ucap Syafiul menyarankan.

Syafiul juga menjelaskan mengenai teknik sebelum tampil lainnya seperti humming. Saat melakukan humming perlu penataan dalam intonasi, volume, tempo, artikulasi, tone suara dan aksenturasi.

“Nada dalam pembicaraan juga harus dikelompokkan agar audiens merasa nyaman saat mendengarkan kita berbicara.”

Dipenghujung pemaparan, Syafiul memberikan pesan kepada para peserta,  sebagai bentuk motivasi.

“Sebagai manusia kita harus mampu berkomunikasi dengan baik karena dengan komunikasi kita bisa membuat orang lain percaya dengan diri kita seperti yang disampaikan oleh Pandji Pragiwaksono, ngomong itu gak doang, ngomong itu bisa menggerakan orang-orang. Yuk kita belajar komunikasi dengan baik agar orang lain bisa mengetahui kualitas dalam diri kita!” Pungkasnya.

Mobile Journalism: Membuat Konten Menarik dengan Gawai

Mobile Journalism: Membuat Konten Menarik dengan Gawai

Reporter Belva Carolina; Editor Farhan Mukhatami dan Tiara De Silvanita

Penyampaian materi oleh Dherma Chaelvianto dalam acara Mobile Journalism Workshop CBX DNK TV. Pada (29/9).
Sumber: DNK TV-Belva Carolina

Belajar tentang kegiatan jurnalistik hanya dengan satu genggaman smartphone, serta menghasilkan konten menarik dengan cepat dan praktis. Dakwah dan Komunikasi Televisi (DNK TV) UIN Jakarta, menyelenggarakan Mobile Journalism Workshop dalam acara Campus Broadcasting Expo (CBX) yang berkolaborasi dengan GPR TV pada Rabu, (29/9) dengan tema “Create Your Amazing Content With Your Phone”. Diisi langsung oleh pihak GPR TV sendiri, yaitu Dherma Chaelvianto dan Singgih Aji Abiyuga.

Adapun sambutan pada acara ini disampaikan oleh Koordinator Audiovisual dan Media Sosial, Direktorat Pengelolaan Media Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Dimas Aditya Nugraha, serta Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom), Cecep Sastrawijaya.

Dimas dalam sambutannya mendorong adanya mobile journalism karena penetrasi internet Indonesia termasuk yang tercepat di Asia Tenggara.

“Penetrasi Indonesia itu luar biasa cepat, termasuk yang tercepat di dunia dan kawasan Asia Pasifik itu termasuk yang tercepat ke 3, yang mana Indonesia berada di Asia Tenggara dan termasuk yang cepat,” katanya.

Selain itu, Cecep mengutarakan bahwa workshop mengenai mobile journalism menjadi pembinaan minat dan bakat mahasiswa Fdikom. Berhubung perkembangan teknologi kini semakin canggih. Di manapun berada kita dapat melakukan kegiatan dengan mudah hanya dengan menggunakan gawai.

“Ini menjadi bagian dalam rangka pembinaan minat dan bakat teman-teman mahasiswa Fdikom, terkhusus mahasiswa yang tergabung dalam DNK TV UIN Jakarta,” ujarnya.

Sementara itu, Dherma memaparkan era digital saat ini sangat berkembang di seluruh dunia. Bahkan, 695 ribu orang mengakses Instagram permenit dan 5 juta video permenit diunggah di kanal Youtube.

Dherma juga berpesan agar terus mengasah kemampuan dan mencari referensi sebanyak mungkin untuk membuat konten yang menarik.

“Walaupun semakin berkembangnya smartphone dengan aplikasi yang cepat, praktis, dan memudahkan, untuk memaksimalkan konten terutama tahap editing, tetaplah mengulik dan mengasah kemampuan dan mencari referensi mengenai software pada komputer untuk membuat konten yang lebih menarik,” jelasnya.


Penyampaian materi oleh Abe dalam acara Mobile Journalism Workshop CBX DNK TV. Pada (29/9).
Sumber: DNK TV-Belva Carolina

Narasumber lainnya, Abe menjelaskan apa saja yang harus dipersiapkan untuk mengedit yaitu mulanya mempesiapkan naskah, footage kamera, dan graphic. Serta software editing yang biasa dipakai untuk membuat konten yaitu mengunakan adobe premiere untuk laptop atau PC, final cut pro, atau kinemaster untuk smartphone.

Disamping pemaparan materi mengenai mobile journalism, workshop tersebut berjalan secara interaktif antara pemateri dengan peserta.