CBX 2020 : Creatalk “Digital Era : Think it, Make it, Get it!”

CBX 2020 : Creatalk “Digital Era: Think it, Make it, Get it!”

Host Citra (kiri) dan Narasumber Rana Rayendra (kanan), dalam Creatalk: Think it, Make it, Get it. (11/10/2020)

Campus Broadcasting Expo (CBX) merupakan acara tahunan Dakwah dan Komunikasi Televisi (DNK TV) UIN Jakarta yang memiliki rangkaian acara mulai dari perlombaan, seminar hingga talkshow. Creatalk merupakan talkshow sekaligus rangkaian puncak dari perhelatan CBX 2020. Creatalk dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Cloud Meeting , Minggu (11/10).

Dihadiri oleh lebih dari 300 peserta dari seluruh Indonesia. Dengan mengusung tema “Digital Era : Think it, Make it, Get it!”, acara ini membahas tips sukses berkarya di era digital bersama dua narasumber, Co Founder & CEO Bicara Project serta Creative Digital Content , Rana Rayendra, dan Content Creator sekaligusYoutuber, Aulion.

Rana Rayendra menuturkan bahwa tanpa kita sadari setiap hari kita membuat sebuah konten, mulai dari skala kecil seperti story Instagram, karena setiap yang kita mengunggah ke sosial media, itu adalah konten. Melalui unggahan cerita, kita sendiri sudah membangun personal branding diri untuk pengikut di sosial media.

Personal Branding bukan menjadi orang lain tapi kita create diri kita agar bisa berdampak bagi orang lain, maka jadilah anak muda yang berdampak positif dan bermanfaat.” Tutur Rana Rayendra.

Content creator, Aulion memaparkan bahwa untuk memulai sebuah konten yang bagus, maka harus dimulai dari konten yang beruhubungan dengan kehidupan kita sehari-hari, karena segala aktifitas mulai dari kita bangun tidur hingga tidur lagi bisa menjadi sebuah konten. Aulion juga berpesan bahwa salah satu yang bisa dilakukan seorang content creator untuk Indonesia adalah dengan memberikan sebuah konten yang bermanfaat.

Host Citra (kiri) dan Narasumber Aulion (kanan), dalam Creatalk: Think it, Make it, Get it, (11/10/2020).

“Gak usah banyak teori, langsung aja praktek, ketika kita mulai kurang konsisten dalam membuat sebuah konten, coba berkaca aja dari kegiatan di sekitar kita, banyak ko inspirasi yang bisa kita angkat jadi konten. Dan jangan pernah lupa visi kita diawal buat konten untuk apa” Ujar Aulion menyampaikan tips suksesnya.

Di penghujung acara, Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Suparto, mengatakan bahwa setiap era memiliki warna-warni tersendiri. Hal ini untuk menunjang kreativitas di setiap zaman. Suparto juga memberikan apresiasi terhadap acara CBX 2020 yang tetap berjalan meski di tengan pandemi Covid-19 dengan melakukan inovasi kegiatan melalui media daring.

Reporter: Rahmatul Hidayat

CBX 2020 : Transformasi Televisi Menuju Media Masa Depan

CBX 2020 : Transformasi Televisi Menuju Media Masa Depan

Narasumber Seminar CBX 2020: Transfomasi Televisi Menuju Media Masa Depan

Campus Broadcasting Expo merupakan acara tahunan dari Dakwah dan Komunikasi Televisi (DNK TV) memiliki berberapa rangkaian acara. Salah satu adalah Seminar Nasional daring yang dilaksanakan melalui Zoom Meeting pada Sabtu (10/10). Dengan mengusung tema “Transformasi Televisi Menuju Media Masa Depan”, seminar ini membahas tentang upaya industri televisi dalam menghadapi tantangan di era digital dan langkah relevan yang dapat diambil untuk membuat televisi tetap eksis di tengah kemajuan teknologi.

Komisioner KPI Pusat, Mohamad Reza menuturkan, banyak sekali manfaat dari adanya penyiaran digital, baik dari sisi konsumen, penyelenggara televisi, industri maupun pemerintah.

Moderator Alsifa Citra (kiri) dan narasumber Mohamad Reza (kanan) menyampaikan materi mengenai Komisi Penyiaran Indonesia dalam memandang digitalisasi media khususnya televisi.

“Banyak juga blank spot (daerah yang tidak terjangkau sinyal), sehingga butuh yang digital. Dengan penyiaran digital, dengan konsumsi power lebih sedikit, maka jumlah yang terjangkau bisa lebih jauh dan banyak” ucapnya.

Ketua Asosiasi Sutradara Televisi Indonesia sekaligus Program Director RCTI, Agung Cahyono mengatakan bahwa media televisi Indonesia akan terus berkembang dan beradaptasi mengikuti perubahan teknologi. Televisi akan tetap mendapat tempat di penonton, apalagi dengan jangkauan yang lebih luas menjangkau seluruh Indonesia.

“Apa yang dilakukan media televisi agar media tersebut tidak mati, yakni pertama, dengan membuat konten yang menarik dan positif serta berunuansa Indonesia, kedua, bersinergi dan bekerjasama serta mendapat dukungan penuh dari pemerintah, dan juga memiliki tayangan yang inovatif dan kreatif” ungkapnya.

Executive Produser Narasi TV, Firza Arifien berpesan untuk tidak lelah dalam berkarya. Walaupun ada keterbatasan di masa pandemi ini, kita harus tetap kreatif dan berkontribusi memberikan suatu yang positif, serta yakin bahwa masa depan dunia penyiaran Indonesia akan dapat berubah di tangan kita.

Reporter: Siti Anisatusshalihah