Habis Masa Status Akreditasi, Kualitas Dosen dan Mahasiswa Diuji dalam IPEPA

Habis Masa Status Akreditasi, Kualitas Dosen dan Mahasiswa Diuji dalam IPEPA

Reporter Zakiah Machfir; Editor Belva Carolina

Dekan, Kaprodi hingga para jajaran staf tengah berdiskusi terkait IPEPA. (DNK TV/Haidar Akbar Giffari)

Pada Senin (27/6) di Ruang Meeting Lt.2 Fdikom, Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta dan jajaran Kepala Program Studi (Kaprodi) melakukan focus group discussion dalam menghadapi IPEPA (Instrumen Pemantauan dan Evaluasi Peringkat Akreditasi).

Kegiatan tersebut ditujukan untuk beberapa Prodi di Fdikom, seperti Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI), serta Manajemen Dakwah (MD). Instrumen tersebut dilakukan guna menguji dan mengevaluasi dari setiap peringkat akreditasi, baik perguruan tinggi maupun Prodi. Dengan begitu, segala indikator yang diprediksi untuk meningkatkan kualitas prodi didiskusikan dan difokuskan sebagai bahan materi pembahasan.

Masa akreditasi sendiri memiliki jangka waktu yang sudah ditetapkan. Hal itu menjadi kesempatan bagi perguruan tinggi untuk melakukan kebijakan, apakah dengan cara mempertahankan, memperpanjang, atau meningkatkan peringkat akreditasinya tersebut. Lantas, hal tersebut bergantung pada persiapan dan pematangan dari perguruan tinggi dan Prodi dalam proses peringkat akreditasi yang akan dilakukan, seperti pada kualitas dari dosen yang mengajar, tingkat mahasiswa yang lulus tepat waktu, serta keberhasilan studinya.

Persiapan IPEPA dilakukan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan syarat dan data. Adapun hambatan dalam persiapan yang dilakukan, seperti hubungan antara dosen Pembimbing Akademik (PA) dan mahasiswa yang tidak lulus tepat waktu. Kedua hal tersebut memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap instrumen pemantauan dan evaluasi peringkat akreditasi, yang dilihat berdasarkan peran dosen PA untuk membimbing mahasiswa yang akan selesai masa studinya.

Barisan staf sedang berdiskusi terkait IPEPA. (DNK TV/Haidar Akbar Giffari)

Dekan Fdikom, Suparto mengatakan telah habis masa status akreditasi, maka dari itu dilakukan persiapan IPEPA untuk mendapatkan status perpanjangan akreditasi.

“Pada saat ini beberapa Prodi yang ada di Fdikom termasuk S2 KPI, S1 KPI, S1 BPI sedang berada di masa-masa yang akan habis status akreditasinya, sehingga BAN-PT saat ini sudah melaksanakan pemantauan pada data-data di PD Dikti,” ujar Suparto.

Akreditasi merupakan hal yang sangat penting, terutama bagi seluruh komponen Prodi baik dosen, mahasiswa, dan staf.

“Oleh karena itu menjadi tugas berat bagi pengelola Prodi untuk meniscayakan keberlanjutan hidup Prodi. Selanjutnya untuk membuktikan Prodi tersebut unggul atau tidak 50% mahasiswanya harus lulus tepat waktu,” tegas Suparto.

Selain itu, Kaprodi KPI, Armawati Arbi mengatakan bahwa ada sembilan standar yang diperlukan, salah satunya ialah mahasiswa yang lulus tepat waktu dan segala usaha sudah dikerahkan.

“Jadi, dengan adanya dosen PA dapat berkoordinasi dengan Ketua Kelas untuk memantau mahasiswa yang dirasa kurang aktif dan tidak pernah mengikuti perkuliahan dari semester awal hingga semester saat ini. Jadi, permasalahan dari dosen PA kini menjadi sumber permasalahan proses akreditasi yang dapat diharapkan berubah agar data dan kebijakan-kebijakan yang salah jangan sampai diulangi, sehingga Prodi KPI dapat semakin unggul ke depannya.” tegas Armawati.

Persiapan untuk menghadapi IPEPA nantinya diharapkan akan berjalan secara maksimal sehingga peninjauan akan terus dilakukan berdasarkan data dan laporan terkait. Tim akreditasi, mulai dari Dekan, Wakil Dekan, dan jajaran Kaprodi serta staf berharap akreditasi dapat dipertahankan atau ditingkatkan kembali dengan bantuan dari seluruh indikator di dalamnya, khususnya para dosen dan mahasiswa.

Maka dari itu, data dan laporan menjadi sumber penting dalam persiapan IPEPA ke depannya sehingga dapat memberi kelancaran dan kesuksesan atas kualitas dan standar pada setiap Prodi yang akan dikembangkan.

Kunjungan Prodi KPI dan BPI FUAD IAIN Metro Lampung ke Fdikom UIN Jakarta

Kunjungan Prodi KPI dan BPI FUAD IAIN Metro Lampung ke Fdikom UIN Jakarta

Reporter Ambarwati; Editor Belva Carolina

Kunjungan prodi KPI dan BPI FUAD IAIN Metro Lampung sehubungan dengan rencana Praktek Kerja Lapangan ke Fdikom UIN Jakarta. (DNKTV/Arsyad)

Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta menerima kunjungan mahasiswa dari prodi KPI dan BPI Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Metro Lampung dalam rangka rencana Praktek Kerja Lapangan pada Sabtu (6/6).

Menurut Dekan Fdikom UIN Jakarta, Suparto menjelaskan bahwa kunjungan yang dilakukan FUAD IAIN Metro Lampung sudah memiliki Memorandum of Understanding (MoU) yaitu dukungan kerja sama antara kedua belah pihak salah satunya melakukan kolaborasi dalam bidang akademik.

“Antara Fdikom UIN Jakarta dan FUAD IAIN Metro Lampung itu, kita sudah memliki MoU dan dukungan kerja sama, salah satunya berkolaborasi dalam bidang akademik. Dan hari ini mahasiswa program studi BPI dan KPI IAIN Metro Lampung berkunjung untuk belajar, seperti apa model pembelajaran di Fdikom,” ujar Suparto.

Dekan Fdikom juga menyampaikan kepada mahasiswa untuk kedepannya tidak hanya melakukan kunjungan saja, tetapi jika memungkinkan bisa membuat program kooperatif seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) maupun pembinaan masyarakat di Lampung.

Meskipun demikian, Kaprodi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) IAIN Metro Lampung, Hamdi menyampaikan jika kehadiran mereka bukanlah kunjungan, melainkan bagian dari aplikasi perkuliahan.

“Sebenarnya ini bukan kunjungan. Hal ini bagian dari aplikasi perkulihan jadi ada mata kuliah Praktek Kerja Lapangan atau PKL dan dalam aplikasi mata kuliah itu mahasiswa harus di bawa ke lapangan untuk mencari wawasan-wawasan terkait dengan jurusan BPI, misalkan apa nilai plus dari BPI UIN Jakarta, apa pembedanya, dan kurikulumnya seperti pertekom makro yang tidak ada di jurusan BPI IAIN Metro Lampung,” ujar Hamdi.

Dengan adanya PKL ini dapat memberikan dampak yang besar terhadap mahasiswa, khususnya prodi KPI dan BPI IAIN Metro Lampung. Mereka akan mendapatkan wawasan terbuka dan luas untuk kedepannya, sehingga mahasiswa KPI dan BPI IAIN Metro Lampung menjadi tidak ragu terhadap prospek kerja.

Dekan Fdikom, Suparto menyampaikan jika mahasiswa harus mempunyai kompetensi dasar dan umum. Hal ini berhubungan dengan adanya PKL yang dilakukan prodi KPI dan BPI IAIN Metro Lampung.

“Mahasiswa harus memiliki kompetensi dasar dan umum. Kompetensi dasar merupakan kompetensi yang relevan dengan bidang program bidang studi, misalnya KPI dan BPI. Tentunya tidak sekedar teoritis dalam ruang kelas sehingga mereka di asah dalam kompetensi yang terjun ke masyarakat secara langsung.”

Pamflet Kunjungan prodi KPI dan BPI FUAD IAIN Metro Lampung ke Fdikom UIN Jakarta. (Instagram/@bpiiainmetro)

Kaprodi BPI tersebut juga mengatakan jika prodi KPI dan BPI IAIN Metro Lampung tidak hanya mengunjungi UIN Jakarta. Namun, mereka juga akan melakukan kunjungan UIN Yogyakarta dalam rangka PKL dan akan berlangsung selama seminggu.

“PKL yang berlangsung selama ini terjadi dalam satu semester, tetapi untuk keluarnya selama satu minggu. Jadi setelah dari UIN Jakarta, besok kami lapas kelas 1 Bandung, rumah sakit jiwa Grhasia Yogyakarta. Kemudian,UIN Yogyakarta,” ucap Hamdi.

Ia juga menambahkan lebih lanjut bahwa dengan adanya PKL ini akan menambah semangat mahasiswanya untuk berkuliah dan menyelesaikan kuliahnya sesuai dengan rencana atau tidak berhenti di tengah jalan.

Bukan hanya Kaprodi BPI, Dekan Fdikom juga memberikan harapan untuk mahasiswa prodi KPI dan BPI IAIN Metro Lampung dalam melakukan PKL.

“Harapan pertama untuk kompetensi akademik, literasi, dan kompetensi sosial. Ketiga domian pertama, misalnya untuk kompetensi akademik yakni mengembangkan 4C (cooperation, communication, creativity, critycal thinking). Lalu, literasi ada dalam ranah media, teknologi, dan komunikasi. Kemudian kompetensi sosial yakni tanggung jawab, resiensi, bekerja dalam kelompok dan memecahkan masalah. Hal-hal tersebut yang akan kita kembangkan dalam aspek kompetensi,” tutup Suparto.

Peresmian Safari Dakwah Prodi BPI sebagai Wadah Belajar

Peresmian Safari Dakwah Prodi BPI sebagai Wadah Belajar

Reporter Ahmad Haetami

Sambutan Opening Safari Dakwah oleh Panitia Pelaksana.
Sumber: Dokumentasi panitia Safdak

Program Studi (Prodi) Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta menyelenggarakan Opening Safari Dakwah (Safdak), peresmian sebuah program tahunan rutin yang diikuti oleh mahasiswa BPI, di Desa Cibitung, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada Selasa (18/1).

Peresmian Safdak yang dilaksanakan tahun ke-26 dengan tema “Melangkah dengan Cita untuk Merajut Ukhuwah dalam Bingkai Keberagaman” ini dilakukan setelah berjalannya kegiatan pelepasan di UIN Jakarta dan anjangsana, yakni kunjungan peserta ke rumah warga untuk bersilaturahmi dan menginformasikan kegiatan acara yang akan dilakukan nanti.

Sebelum pembukaan simbolis dengan pemukulan gong, Kepala Desa Cibitung mengatakan bahwa Safdak ini menjadi tantangan mahasiswa.

“Melihat tema yang diusung, konteks keberagamaan itu tidak bisa dipisahkan oleh konteks sosial, karena manusia hanya punya dua tujuan persoalan dalam hidup, yaitu agama dan sosial. Oleh karena itu, peran dari Safdak harapannya mahasiswa bisa menyukseskan dua tujuan hidup manusia tersebut. Ini tantangan bagi mahasiswa. Selesai Safari Dakwah, kualitas masyarakat bisa meningkat dari sebelumnya.”

Peresmian Safdak oleh Kepala Desa Cibitung.
Sumber: Dokumentasi panitia Safdak

Setelah acara Opening Safdak ini, ada banyak kegiatan yang nantinya akan dilakukan oleh mahasiswa. Di antaranya seminar sosial tentang pemilahan sampah, seminar agama yang dikemas melalui talk show, serta seminar kesehatan tentang pencegahan narkotika dan HIV. Selain seminar-seminar, ada juga cek kesehatan, pengobatan gratis, dan donor darah.

Selain hal-hal tersebut, akan dilaksanakan juga Safdak Champion Day, pembuatan saung baca, homestay, keputrian, dan akan ditutup dengan tablig akbar.

Ketua Pelaksana Safdak, Achmad Perdiansyah mengatakan acara Safdak merupakan bentuk peningkatan mutu Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Safdak ini memiliki tujuan guna meningkatkan mutu aplikatif dari Tri Dharma Perguruan Tinggi poin ke-3, yaitu Pengabdian kepada Masyarakat, di mana pengabdian ini menjadi wadah kita untuk belajar dalam memberikan suatu problem solving di bidang sosial, pendidikan, agama, dan berbagai kegiatan lainnya. Kami berharap Safdak ke-26 ini mampu mendorong masyarakat untuk menuju perubahan ke arah yang lebih baik,” ujarnya.