Kekuatan Radio dalam Berteman dengan Pendengarnya

Kekuatan Radio dalam Berteman dengan Pendengarnya

Reporter Mazaya Riskia Shabrina; Editor Dani Zahra Anjaswari

000 
Talking: Raditya Hardanto 
sing Power of Radio 
n 
ON AIR 
84 
Partic i pants 
america 
"RADI 
U n mute 
Start V ideo 
Share Screen 
Record 
Live Transcript 
Reactions
Diskusi oleh Atamerica dengan tajuk “The Surprising Power of Radio”. (DNK TV/Mazaya Riskia Shabrina)

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta mengadakan diskusi virtual dengan tema “The Surprising Power of Radio” melalui Zoom Meeting Cloud dan siaran langsung di seluruh media sosial Atamerica pada Rabu (6/4).

Tujuan diadakan kegiatan ini untuk berbagi cerita mengenai kekuatan radio yang belum diketahui oleh banyak orang dalam menyatukan para pendengarnya. Kegiatan ini dihadiri oleh Jurnalis Multimedia Voice Of America (VOA), Rivan Dwiastono, Radio Host Media Nusantara Citra (MNC) Trijaya FM, Riri Artakusuma, dan Group Head Content Mahaka Radio Integra (MARI), Raditya Hardanto.

“Sejak awal abad ke-20 berarti kurang lebih sudah satu abad lamanya radio masih ada dengan misi yang sama untuk memberikan hiburan, berita, dan informasi bagi pendengarnya. Bahkan berdasarkan data Statistik tahun 2021, sebanyak 82,5% penduduk di Amerika Serikat lebih sering mengakses radio dibanding platform lainnya,” tuturnya.

Rivan juga menambahkan bahwa radio mempunyai banyak keistimewaan yang belum tentu dimiliki oleh platform lainnya dalam menjangkau audiens.

“Radio itu menjangkau semua, dalam artian radio merupakan satu-satunya media yang bisa dinikmati oleh orang yang buta aksara selama masih memiliki indra pendengaran,” ujarnya.

Narasumber lainnya Radio Host MNC Trijaya FM, Riri Artakusuma juga menyetujui pernyataan yang dipaparkan oleh Rivan. Riri merasa radio tidak akan tertinggal oleh berbagai perubahan yang hadir dalam platform digital selama manusia memiliki imajinasi.

“Radio itu nggak ada matinya. Ada beberapa hal yang nggak bisa mengganti keberadaan radio itu sendiri. Sepanjang manusia punya imajinasi, radio itu nggak akan mati,” tutur Riri.

You are viewing Raditya Hardanto'sscreen 
View Options v 
Recording 
Makes me fee to 
Helps where 
M*es ave cmnected to my cannunity 
Wkes 
Makes me É•el less stressed 
feel less concernedlpnided 
Source: Nielsen Study March 2020 
• Sebanyak 53% orang merasa radio menjadi sumber Segala informasi yang 
dibutuhkan. 
• Sedangkan sebanyak 46% menganggap radio sebagai sumber informasi tempat 
belanja. 
Radio host 
menjadi teman 
favorit selama 
menghabiskan 
waktu di masa 
pandemi, 
khususnya ketika 
lockdown. 
View 
Your network bandwidth is low 
I (Saditya 
U n mute 
Start V ideo 
133 
Partic i pants 
Share Screen 
Record 
Live Transcript 
Reactions
Data frekuensi pendengar radio yang diperoleh oleh Nielsen pada bulan Maret 2020. (DNK TV/Mazaya Riskia Shabrina)

Selanjutnya Group Head Content MARI, Raditya Hardanto juga memaparkan bahwa radio adalah teman bagi masyarakat. Berdasarkan survei Nielsen Consumer Media View pada bulan Maret 2020 lalu tepatnya ketika kasus Covid-19 pertama kali ditemukan di Indonesia, penyiar radio adalah teman favorit selama menghabiskan waktu di masa pandemi.

Hal tersebut dipastikan dari adanya peningkatan jumlah pendengar radio, terutama pendengar yang ingin mendapatkan informasi mengenai krisis bencana alam atau pandemi.

Raditya beranggapan bahwa apa pun kondisi yang terjadi, bahkan di tengah krisis sekalipun pengiklan harus tetap mempromosikan produk yang dihasilkan oleh brand yang bersangkutan. Keadaan seperti ini dapat menjadi jembatan penghubung supaya radio tetap berkembang bagaimana pun keadaannya.

“Bagaimana radio masih eksis sampai sekarang karena dua hal. Pendengar yang selalu setia mendengarkan dan pengiklan yang mau beriklan di radio karena suka dengan konten yang disajikan,” tutur Raditya.

Tiba di penghujung acara, moderator dari acara tersebut, Agatha Theodora menutup diskusi dengan menyimpulkan bahwa radio itu tidak akan pernah mati. Radio adaptif sebab dapat mengikuti perubahan dan selalu dekat dengan para pendengarnya.