Arab Saudi Putuskan akan Gelar Ibadah Haji Tahun Ini

Arab Saudi Putuskan akan Gelar Ibadah Haji Tahun Ini

Reporter Udkhiya Navidza Zahra; Editor Fauzah Thabibah dan Elsa Azzahraita

Arab Saudi memutuskan akan menyelenggarakan ibadah Haji pada 2021. (Saudi Media Ministry via AP)

Dilansir dari Saudi Press Agency (SPA) dan Reuters, Senin (10/5), disampaikan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi bahwa Kerajaan Arab Saudi mengumumkan pelaksanaan ibadah Haji 2021 akan diselenggarakan sekitar bulan Juli tahun ini.

Di tengah dunia yang masih dilanda pandemi Covid-19, Kementerian Haji dan Umrah beserta Kementerian Kesehatan Arab Saudi akan menyusun aturan dan regulasi pelaksanaan ibadah Haji tahun ini dilakukan sesuai protokol kesehatan yang ketat.

Wakil Ketua Komisi VIII, Ace Hasan Syadzily mengatakan kembali diselenggarakannya ibadah Haji tahun ini menjadi kabar gembira untuk umat Islam dunia termasuk Indonesia.

“Dengan adanya pernyataan resmi dari Pemerintah Arab Saudi tentang penyelenggaraan ibadah Haji tahun 2021 ini, tentu merupakan kabar gembira untuk umat muslim di dunia, termasuk bagi Indonesia. Berarti Pemerintah Arab Saudi telah mempersiapkan penyelenggaraan secara teknis ibadah haji,” ucapnya.

Komisi VIII DPR berharap setelah keluarnya kabar baik  ini, Arab Saudi segera mengeluarkan rincian jumlah kuota. Harapan lainnya agar Indonesia mendapat kuota jemaah Haji lebih dari Saudi serta mekanisme dan rencana operasional.

Duta Besar Saudi untuk Indonesia, Esam Abid Altaghafi memastikan penyelenggaraan haji di tahun 2021, namun dengan jumlah yang sangat terbatas.

Kendati demikian, seperti disampaikan oleh Duta Besar Arab Saudi, Esam Abud Altghafi bahwa dirinya belum dapat memastikan perihal kuota Haji tahun 2021, ketentuan yang pasti bahwa kuota jemaah Haji akan sangat dibatasi untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Sama seperti tahun lalu, Pemerintah Arab Saudi juga menggelar Haji dengan jumlah jemaah sangat terbatas, yakni hanya 10.000 orang dan hanya mereka yang berdomisili di Arab Saudi yang boleh menunaikan haji.

Adapun tahun ini pemerintah Arab Saudi mengumumkan, calon jemaah yang akan melaksanakan ibadah Haji  disyaratkan sudah menerima dua kali suntikan vaksin Covid-19 atau sudah sepenuhnya divaksin.

Melansir Middle East Eye, Selasa (2/3) Menteri Kesehatan Arab Saudi, Tawfiq al-Rabiah mengatakan, vaksinasi menjadi syarat wajib bagi setiap jemaah yang berencana mengikuti ibadah haji. Seperti yang disampaikan oleh Dubes Esam saat ditemui oleh wartawan

“Vaksin itu mungkin salah satunya. Mungkin kuota akan sangat dibatasi, tapi kuota untuk Indonesia tidak sama seperti negara lain,” jelas Esam kepada wartawan di kawasan Menteng Jakarta Pusat, Kamis (15/4).

Selain itu, setelah keluarnya informasi ini, Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Khoirizi menyambut baik informasi tersebut walaupun pemerintah Arab Saudi belum menjelaskan perihal rencana operasional ibadah haji 2021.

Tim Manajemen Krisis Penyelenggaraan Ibadah Haji yang dibentuk Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas sudah menyiapkan skema jika ada pemberangkatan jemaah haji dari Indonesia.

Sambil menunggu Peresmian dari Arab Saudi kepada Pemerintah Indonesia, Kemenag juga akan  terus berkoordinasi dengan Dubes Arab Saudi dan Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Jeddah terkait tindak lanjut informasi. Selain itu, Kementerian Agama bersama Komisi VIII DPR juga akan melakukan sejumlah kesiapan.

16 Juta Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia, Pemerintah Targetkan Vaksinasi Selesai Akhir 2021

16 Juta Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia, Pemerintah Targetkan Vaksinasi Selesai Akhir 2021

Reporter Ika Selfiana; Editor Elsa Azzahraita

16 juta vaksin Sinovac asal China telah tiba ke Indonesia, pada Kamis (25/3).
Sumber:Instagram-jokowi

Sebanyak 16 juta vaksin Sinovac asal China telah tiba ke Indonesia, pada Kamis (25/3). Vaksin tersebut tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Pemerintah menargetkan akhir tahun vaksinasi telah selesai dengan target 70 persen masyarakat tervaksin. Dengan vaksinasi maka diharapkan dapat memicu kekebalan komunal atau herd immunity. Sehingga dapat menekan laju penyebaran Covid-19 di Indonesia.

“Target kita akhir tahun Insyaallah sudah selesai semua asal vaksinasinya berproses seperti ini terus. Karena yang namanya Covid mau datang bisa mental dan tidak menularkan lagi dari orang ke orang, dari warga ke warga bisa kita hentikan.” ujar Presiden Joko Widodo.

Kedatangan vaksin tersebut telah memasuki gelombang keenam. Vaksin gelombang sebelumnya datang pada 2 Maret 2021 dengan 10 juta dosis. Maka dengan kedatangan 16 juta dosis vaksin kemarin, Indonesia telah memiliki 53,5 juta dosis vaksin Sinovac.

“Dengan adanya supply tambahan vaksin yang baru pada hari ini, maka tentu pace dan kecepatan vaksin per hari akan terus kita tingkatkan sehingga kita akan mencapai 181,5 juta vaksin, yang akan kita jadikan target herd immunity atau kekebalan komunal dalam waktu yang secepat-cepatnya,” ujar Wakil Menteri Kesehatan Dante Harbuwono.

Dante mengatakan bahwa vaksinasi pada gelombang ini, ditunjukkan untuk masyarakat prioritas. Karena pemerintah harus mengatur pace dari program ini.

Adapun prioritas pertama yang diberikan ialah tenaga kesehatan dengan total 1,4 juta lebih tenaga kesehatan. Kini pemerintah telah memasuki tahap kedua, yang menargetkan lansia dan petugas publik.

Dalam waktu belakangan ini, Jokowi sering berkunjung keluar kota untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi di daerah. Kemarin, jokowi telah meninjau 3 lokasi penyuntikan vaksin di Ambon yakni di Pelabuhan Yos Sudarso, RSUP dr. J. Leimena dan Kediaman Raja Hitu, Kabupaten Maluku Tengah.

“Saya berterima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan, para vaksinator yang bekerja keras setiap hari melayani masyarakat yang divaksin dan kita berharap pandemi ini segera selesai dan ekonomi daerah, nasional, ekonomi provinsi bisa bangkit kembali, dan kita bisa bekerja dalam kehidupan sehari-hari seperti biasanya,” tutur Jokowi.