Singgung Papua, Megawati Dianggap Rasis Hingga Salah Paham Bhinneka Tunggal Ika

Reporter Ani Nur Iqrimah; Editor Ahmad Haetami

i FIGHT 
RACISM. CHAIN
Ilustrasi demo melawan tindak rasisme. (Freepik/@freepik)

Mantan Presiden RI, Megawati Soekarnoputri menyampaikan pernyataan yang dinilai rasis dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PDI Perjuangan di Lenteng Agung, pada Selasa (21/6). Ia mengumpamakan kopi susu yang merujuk pada warna kulit orang Papua. Megawati menghubungkan kopi susu tersebut dengan Wakil Menteri Dalam Negeri, John Wempi Wetipo yang berasal dari Papua dan berkulit hitam.

Megawati juga bicara soal pencampuran genetik manusia. Ia menyelipkan cerita perihal masyarakat Papua. Baginya, tak masalah mencari lawan jenis yang menawan untuk genetika keturunan nantinya. Ia juga menyinggung tentang Bhinneka Tunggal Ika yang menurutnya harus sama.

“Itu kan benar, tapi kan sudah banyak loh sekarang yang mulai blended menjadi Indonesia banget, betul, rambutnya keriting, karena ‘kan Papua itu pesisirannya itu banyak pendatang, sudah berbaur.”

Sebelum bicara kopi susu dan pencampuran genetik, Megawati ungkap tidak ingin anak-anaknya mendapatkan jodoh seperti tukang bakso.

“Saya udah bilang nih, sama anak saya bertiga, ‘awas lho kalau nyarinya yang kayak tukang bakso’,” ujarnya.

Ucapan-ucapan Megawati membuat Presiden Indonesia, Jokowi dan peserta Rakernas PDIP lainnya tertawa. Sementara itu, banyak warganet yang mengecam ucapannya. Warganet menilai Megawati rasis, atau orang yang melakukan tindakan rasisme.

Rasisme merupakan keyakinan bahwa suatu ras lebih unggul daripada ras lainnya. Rasisme merupakan bentuk penindasan terhadap suatu ras yang masih sering terjadi hingga hari ini.

Istilah rasisme juga berlaku untuk institusi atau sistem hukum, ekonomi, dan politik yang melakukan diskriminasi ras atau mempraktikkan ketidaksetaraan rasial dalam pendidikan, kekayaan, hak-hak sipil, perawatan kesehatan, dan bidang lainnya.

Mahasiswa Psikologi UIN Jakarta, Salma Salsabila turut mengecam perkataan Megawati.

“Untuk seseorang yang punya jabatan atau yang punya kuasa buat negara seperti Megawati, ia masih kurang bisa memfilter apa yang harus dia omongkan sih, apalagi di depan umum, dan yang dia bahas cuma berupa opini subjektif. Tapi ya balik lagi, isi pikiran Megawati bisa-bisanya ngomong gitu atas dasar apa? Masa sih harus dia omongkan apa yang tidak perlu. Saya pikir hal-hal yang dia omongkan kurang ada hubungannya sama Rakernas,” ungkap Salma pada Jumat (24/6).

Salah satu Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Rizkiyah Mutira Sari juga berpendapat, jangan sampai sebuah opini merusak makna Bhinneka Tunggal Ika. Secara harfiah, Bhinneka Tunggal Ika diterjemahkan menjadi “Beraneka Satu Itu”, meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap satu kesatuan.

“Karena Indonesia negara besar, sukunya banyak yang akhirnya pasti banyak bedanya dan terbentuklah Bhinneka Tunggal Ika. Kata ‘tetap satu’ itu menurut saya merujuk ke persatuan ‘kan, gimana caranya bersatu kalo banyak perbedaan? ya itu saling menghormati apapun pilihan orang lain, apapun kepercayaan dia, dan lain sebagainya. Nah, salah satu contoh menghargai perbedaan, jangan sampai suatu opini bisa merusak Bhinneka Tunggal Ika,” ungkapnya.

ARIE KRITING • Jun 23 
Kalau mau mewujudkan Bhinekka Tunggal 
Ika, ya harus beragam. 
Gak ada urusan orang kulit hitam harus 
kawin campur sama yang lain. 
Memangnya kenapa kalau orang kulitnya 
gelap? Memang kenapa kalau jadi tukang 
bakso? 
Perasaan sebagai ras superior ini kok ya 
masih dipelihara. 
O Merdek... 
@merdekad 
• Jun 21 
Megawati Wanti-Wanti Puan Maharani 
Jangan Cari Pasangan Seperti Tukang 
Bakso 
3:14 7.2M views 
0 1,685 t-0 9,434 
0 35.1K
Tangkapan layar Komika, Arie Kriting yang mengomentari ucapan Megawati (DNK TV/Ani Nur Iqrimah)

Tindakan rasisme merupakan hal tak manusiawi yang harus dihindari. Terkadang dalam kesehariannya, orang tidak menyadari telah melakukan berbagai tindakan rasisme karena kurangnya pemahaman tentang hal tersebut.

Untuk menghindari hal itu, pahami tindakan rasisme di dunia yang terdiri dari 6 jenis, berikut dikutip dari Lois Tyson dalam buku “Literary Theory“.

1. Eurosentrisme

Eurosentrisme adalah keyakinan bahwa budaya Eropa memiliki status paling tinggi daripada budaya dari bangsa atau ras lain.

2. Rasisme Internal

Rasisme internal merupakan hasil dari doktrin untuk mempercayai bahwa orang-orang kulit putih adalah superior atau berstatus lebih tinggi.

3. Rasisme Intrarasial

Jenis rasisme ini muncul akibat dari rasisme internal. Rasisme intrarasial mengacu pada diskriminasi dan pertikaian yang dilakukan oleh orang kulit hitam terhadap orang yang memiliki kulit lebihh itam dari mereka.

4. Rasisme Institusional

Jenis rasisme ini merupakan perbuatan diskriminasi atau ketidaksetaraan ras yang dilakukan dalam praktik kelembagaan dan budaya. Tujuan dari rasisme institusional adalah untuk menguntungkan kelompok yang kuat dan mengorbankan kelompok lain.

5. Rasisme Struktural

Rasisme struktural dilakukan oleh lembaga dengan mempraktikkan ketidaksetaraan kekuasaan, peluang, dan hasil kebijakan berdasarkan ras. Rasisme jenis ini sulit dicari, bersifat kumulatif, meluas, dan berjangka waktu panjang.

7. Rasisme Interpersonal

Rasisme interpersonal cakupannya lebih sempit yaitu terjadi dari satu individu terhadap individu lainnya yang berbeda ras dan budaya.


2 Komentar

pg slot auto · Juni 28, 2022 pada 1:17 pm

pg slot auto สล็อต ฝากถอนออโต้ ไม่มีขั้นต่ำ ฟรีเครดิต ทดลองเล่นฟรี พีจีสล็อต รวดเร็ว ปลอดภัย รองรับ ทรูมันนี่ ทรูวอลเล็ท ลิขสิทธิ์แท้ ระบบ AUTO มีดีที่ มีระบบเสถียร และความรวดเร็ว

pg slot deposit 9 get 100 · Juni 29, 2022 pada 11:17 pm

pg slot deposit 9 get 100 games on mobile phone download is a game camp for playing online slots that is really hot and unstoppable. Slots at the moment have to say that nothing can stop this camp at all.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.