Kongres Apsi: Urgensi Pembangunan Sosial

Reporter Latifahtul Jannah; Editor Tiara De Silvanita

Penjelasan Materi Oleh Presiden Indonesia Center for Sustainable Development (ICSD)  Manohar Pawar. Pada Jumat, (27/8).
Sumber: YouTube_DNK TV UIN Jakarta

Asosiasi Pembangunan Sosial Indonesia (APSI) menghimpun para praktisi dan penggiat disiplin ilmu social development atau pembangunan sosial untuk berpikir, berdiskusi, dan menyuarakan pada Jumat (27/8). Para anggotanya berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, termasuk UIN  Jakarta.

Tema pertemuan kali ini yaitu “Kontribusi Pembangunan Sosial dalam Restorasi Ekosistem Berkelanjutan” dengan pembicara Presiden Indonesia Center for Sustainable Development (ICSD), Manohar Pawar, Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom), Suparto, dan Ketua APSI, Janianton Damanik.

Sambutan oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Jakarta Suparto.
Sumber: YouTube_DNK TV UIN Jakarta

Dekan Fdikom Suparto memaknai arti dakwah lebih luas dari masyarakat umumnya.

“Jika dakwah biasanya identik dengan penebaran agama, Namun Fdikom UIN Jakarta dengan semua program studi, mulai dari Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Jurnalistik, Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Manajemen Dakwah (MD), Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI), dan Kesejahteraan Sosial (Kessos) merefleksikan aktivitas dakwah lebih luas, yang nantinya bermuara pada pengembangan masyarakat,” ucap Suparto pada Jumat, (27/8).

Ketua Apsi Junianto Damanik menyatakan  tekad dan eksistensi APSI sudah sangat jelas dan strategis, misalnya riset bersama institusi, dan penyetaraan penajaman kurikulum bersama.

“APSI semakin ditantang eksistensinya dalam memantapkan institusi pendidikan, penemuan model-model inovasi kebijakan, maupun pemberdayaan komunitas kesejahteraan yang berkeadilan sosial.”  tegas Damanik

APSI berusaha untuk membantu pemerintah menghadapi sejumlah masalah nasional yang mendasar. Dengan kata lain, keilmuan yang mereka miliki tidak melulu bergulir dan semarak dalam lingkungan kampus, juga dalam kelas-kelas perkuliahan semata, melainkan bisa berdampak konkret dalam kehidupan masyarakat.

Monohar Pawar, Presiden ICSD, menyampaikan tentang berbagai permasalahan sosial yang terjadi di negara berkembang maupun negara maju.

“Isu-isu pembangunan sosial saat ini dan yang muncul kemiskinan, pengangguran, gender, distribusi, ketimpangan, peran teknologi, dan keberlanjutan.” ucap Manohar Pawar.

Terlebih ketika pandemi melanda seluruh dunia, pemikiran tentang pembangunan sosial tidak kalah penting dengan pembangunan ekonomi yang sudah seharusnya menjadi prioritas berbagai kalangan.


1 Komentar

소액결제 현금화 · Mei 22, 2022 pada 4:31 pm

The overall rule is always that payment of the debt can not be enforced after a lapse of 6 a long time, but this era may differ below various jurisdictions. A common way of proving payment is through the manufacture of a signed receipt, but payment can be proved in other methods, and, conversely, production of a receipt is just not conclusive evidence of payment. Funds erroneously paid out could possibly be recoverable depending on the jurisdiction and whether the payment was manufactured like a mistake of actuality or being a oversight of regulation.소액결제미납

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.