KMPLHK Ranita Kaji Cepat Erupsi Gunung Semeru

Reporter Syafitri Rahmanda; Editor Tiara De Silvanita

Persiapan Relawan Ranita bersama Tim Respon Erupsi Gunung Semeru
Sumber: Dok. KMPLHK Ranita

Gunung Semeru mengalami erupsi pada Sabtu, 4 Desember 2021 sekitar pukul 14.50. Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tercatat,  warga luka-luka sebanyak 56 jiwa, hilang 17 jiwa dan meninggal dunia 34 jiwa, sedangkan jumlah populasi terdampak sebanyak 5.205 jiwa. Untuk korban mengungsi sendiri meningkat menjadi 3.697 jiwa.

Erupsi juga mengakibatkan 2.970 unit rumah terdampak serta bangunan lainnya berupa fasilitas pendidikan 38 unit dan Jembatan Gladak Perak putus.

Sebagai bentuk respon terhadap bencana tersebut, Kelompok Mahasiswa Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan Kembara Insani Ibnu Batuttah (KMPLHK Ranita) UIN Jakarta mendelegasikan dua orang tim relawan tanggap darurat, yaitu Yogi Handika  dan Fitri Diani pada Senin, (6/12).

Respon Bencana Erupsi Gunung Semeru KMPLHK Ranita
Sumber: Dok. KMPLHK Ranita

Berdasarkan hasil asesmen relawan Ranita, informasi yang didapatkan yaitu wilayah terdampak pada dua Kecamatan yakni Kecamatan Candipuro dan Kecamatan Pronojiwo tepatnya di Desa Juogasari, Desa Sumberwuluh, Desa Penanggal, Desa Sumbermujur, Desa Kloposawit, Desa Sumberejo, Desa Tambahrejo dan Di Kecamatan Pronojiwo yakni Desa Pronojiwo, Desa Supiturang, Desa Oro-Oro Ombo dan Desa Sumber Urip.

Pengungsi yang tercatat pada masing-masing kecamatan yaitu Kecamatan Candi Puro sebanyak 46.360 jiwa, Kecamatan Pronojiwo sebanyak 29.376 jiwa dan luka ringan sebanyak 5 jiwa, luka berat sebanyak 32 jiwa, serta pasien yang dirujuk ke Puskesmas Penanggal sebanyak 25 jiwa dan pasien yang dirujuk ke RSDH, RSB, RSB sebanyak 12 jiwa.

Berdasarkan informasi yang didapat dari relawan kebutuhan mendesak saat ini berupa obat-obatan, alat kesehatan, dan terpal untuk posko.

Ketua Posko Respon Bencana Erupsi Semeru, Nur Azizah Dwi Ningrum mengatakan setelah upaya menurunkan relawan ke lokasi bencana untuk mengevakuasi korban, KMPLHK Ranita juga akan membantu pemulihan di lokasi bencana.

“Setelah masa tanggap darurat selesai (pasca bencana), kemungkinan kami (KMPLHK Ranita) juga akan membantu pemulihan di lokasi bencana seperti melakukan kegiatan psikososial, memberikan bantuan logistik, dan lain-lain,” paparnya kepada DNK TV, Rabu (8/12).

Azizah menambahkan KMPLHK Ranita membuka donasi bagi siapapun yang ingin membantu masyarakat terdampak dan pemulihan di lokasi bencana. Donasi dapat disalurkan melalui informasi yang tertera pada akun instagram @ranita_uin.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.