Kemajuan Industri Media di Masa Depan

Reporter Alda Wahyuni; Editor Belva Carolina

Pemaparan materi oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan LPP TVRI, Efianty Analisa. (DNK TV/Alda Wahyuni)

Program studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fdikom mengadakan Seminar Nasional yang dilangsungkan secara virtual melalui Zoom Cloud Meeting serta disiarkan live streaming di kanal youtube Fdikom pada Senin (6/6) dimulai dari pukul 13.00 sampai 15.00 WIB.

Acara yang bertemakan “Majukan Industri untuk Masa Depan” dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ahmad Nadzif, perwakilan dari mahasiswa pogram studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI). Acara tersebut membahas mengenai manajemen industri penyiaran di Indonesia yang dimoderatori oleh Lukman Hakim dan M. Fanshoby. Turut hadir Kepala Program studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Armawati Arbi.

Armawati berharap melalui acara Seminar Nasional ini dapat menginspirasi dosen-dosen Fdikom terutama dalam menulis buku yang bertemakan manajemen penyiaran melalui para pemateri-pemateri yang berkompeten di bidangnya.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan LPP TVRI, Efianty Analisa menjelaskan mengenai praktis analog ke digital, peluang bisnis bagi brand digital, hingga perlunya solidaritas masyarakat yang belum menggunakan TV digital. Beliau juga mengajak para partisipan untuk mulai bertransisi dari TV analog ke digital.

“Ternyata masyarakat itu sudah mendigitalisasi diri mereka sendiri melalui TV kabel, melalui satelit, melalui para bola. Masyarakat tidak terlalu memahami apa itu peralihan dari analog ke digital. Kalau pun itu dilakukan, itu tidak akan berpengaruh pada masyarakat,” terang Efianty.

Direktur Utama TV Muhammadiyah, Makroen menerangkan landscape media penyiaran TV Indonesia yang terbagi menjadi Lembaga Penyiaran Swasta (LPS), TV Lokal, Lembaga Penyiaran Berlangganan (LPB), dan Lembaga Penyiaran Komunitas (LPK). Selain itu beliau juga menjelaskan mengenai media penyiaran TV islam, dekadensi televisi arus utama, model bisnis TV dakwah atau islam, literasi media digital muslim Indonesia, dan meningkatnya sumber pendapatan TV digital sehingga menjadi tantangan bagi TV analog dalam mendapat profit atau keuntungan.

Perwakilan dari TV Nahdlatul Ulama, Ali Ramadhan menjelaskan mengenai bagaimana kepentingan media baik dari ranah politik, ekonomi, dan bisnis dalam melanjutkan usaha bermedia. Beliau juga membahas mengenai cara berdigitalisasi skala nasional, serta bagaimana cara menjawab tantangan-tantangan dalam bermedia.

Materi terakhir dijelaskan oleh Direktur Media Dakwah Radio Silaturahmi, Ichsan Thalib dengan menjelaskan bahwa radio dakwah memiliki visi dan misi yang kuat. Beliau juga menjelaskan mengenai pemanfaatan teknologi radio dakwah Islam, target atau sasaran dari pemasaran program siaran, dan media Islam.


1 Komentar

โบนัส · Juni 26, 2022 pada 7:42 pm

โบนัส ที่ดีที่สุด ให้ทุกคนที่เป็น พีจีสล็อต สมาชิกกับเราได้ลุ่นโบนัสพิเศษ เริ่มหมุน มุนกงล้อได้ลุ้นรับโบนัส พิเศษได้แล้ววันนี้

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.